Posts tagged with Liburan :

Ujung Genteng Trip 2011

Written by Fikri Rasyid on July 2, 2011 filed under Travelling and tagged with , , ,

Ditengah segala deadline yang menghimpit, akhirnya saya berhasil ‘meliburkan diri’ selama 3 hari 2 malam kemarin dengan cara jalan-jalan ke Ujung Genteng, Sukabumi dengan banyak teman dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. It was a very-very fun trip, seriously. Baru sekarang saya sekangen ini dengan liburan yang sudah lewat. Sejujurnya, bagi saya, lokasi wisata kami di Ujung Genteng tidak terlalu bagaimana-bagaimana sekali. Lokasinya sendiri cenderung ‘belum jadi‘ malah. Bagaimanapun, perasaan rileks, kebersamaan dengan teman-teman seharian penuh serta canda tawa yang kami alami itu yang membuat perjalanan ini sangat-sangat memorable. Mungkin benar gagasan yang pernah dulu tercetus di kepala saya:

Yang penting sih dengan siapa-nya, bukan “sekedar” kegiatannya apa.

Ngomong-ngomong, saya rasa ada beberapa informasi menarik yang perlu saya share disini, siapa tahu teman-teman pembaca blog saya suatu saat ingin jalan-jalan ke Ujung Genteng untuk menyegarkan pikiran dan perasaan juga :)

Peserta Perjalanan, Logistik dan Penginapan

Jalanan di Ujung Genteng

Yang ikut perjalanan ke Ujung Genteng ini ada 26 orang. Dua puluh empat mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris dan dua ‘additional travellers‘ teman-teman kami yang kami ajak untuk memenuhi kuota. Maksudnya biar biaya perjalanannya efisien, begitu. Kami menggunakan dua Toyota Avanza sewaan (untuk 16 orang. Avanza-nya kita rental punya Ayahnya @inesdubidubidu, yang bersangkutan punya usaha rental) dan lima motor sebagai moda transportasinya. Biaya grup beroda dua dan beroda empat ini sedikit berbeda: untuk grup beroda empat, total biayanya sekitar Rp 260,000 (perjalanan, makan dan penginapan) sedangkan grup beroda dua biayanya ditekan dibawah Rp 200,000. Untuk penginapan, kita menyewa tiga cottage di Pondok Adi. Satu cottage memiliki dua kamar tidur yang perkamarnya ada dua kasur, ruang tengah, kamar mandi, dapur mini dan selasar beserta perabot kursi santai dan ranjang malas-malasan yang bisa dipakai untuk kumpul-kumpul. Ohya, ada semacam gazebo kecil untuk bakar-bakaran di depan cottage.

Perjalanan Pulang Pergi


View Larger Map

Jika dihitung-hitung, perjalanan ke Ujung Genteng ini memakan waktu sekitar 9 – 10 jam lebih (plus istirahat via rute Pelabuhan Ratu. Note: kami rombongan sih, jadi saling menunggu kendaraan). Kami berangkat dari Ledeng pukul setengah 4 dan sampai pukul 1 siang. Saat pulang kami berangkat pukul 12 siang dan sampai ke Ledeng pukul 10 malam. Detail perjalanannya kurang lebih begini: Bandung – Sukabumi sekitar 4,5 jam, dan Sukabumi – Ujung Genteng sekitar 4,5 jam-an lagi. Pastikan ada spare driver, snack selama di perjalanan dan musik / hiburan lainnya. Jalanan dari Sukabumi ke Ujung Genteng ini berkelok-kelok mendaki gunung lewati lembah + jalanannya banyak yang rusak, jadi city car sangat tidak direkomendasikan. Play safe saja, gunakan mobil yang agak tinggi. Ohya, untuk mobil, saat masuk ke kawasa Ujung Genteng akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 18,000.

Aktifitas di Ujung Genteng

Ini yang sangat perlu di garis bawahi: Ujung Genteng, saya rasa, masih belum ‘mature‘ sebagai kawasan wisata. Alfamart terdekat jaraknya satu jam lebih, sinyal telepon (Telkomsel) ada namun untuk akses data kembang kempis (yang mana bagus, saya jadi benar-benar melepaskan diri dari keseharian – Internet) dan jalanannya pun ya masih berbatu-batu. Di satu sisi asik sih, tempat ini relatif sepi dan ‘virgin‘ namun disisi lain, akan jadi kekurangan kalau kamu mencari banyak wahana rekreasi. Kalau buat saya pribadi sih asik-asik saja, orang saya mencari kebersamaan dan suasana rileks-nya dengan teman-teman. Yang satu ini sih dapet banget :D

Anyway, aktifitas-aktifitas ini yang kami lakukan di Ujung Genteng kemarin:

  • Jalan-jalan di Pantai + foto-foto (Note: pasir pantai-nya berupa campuran pasir n karang-karang kecil dan pantainya berkarang, tidak bisa untuk renang)
  • Bakar Ayam
  • Bermain air dan pasir di tepi pantai (perlu jalan sekitar 10 km untuk mencapai pantai berpasir dan laut yang tidak berkarang plus renang-able)
  • Jalan-jalan ke pusat konservasi Penyu
  • Gigitaran dengan teman-teman
  • Melepas bayi-bayi penyu ke laut (sore hari kedua, HTM Rp 5,000 / orang)
  • Bakar Ikan & Jagung. Ikan dibeli di Penginapan, Rp 40,000 / kilo. Ikan apa itu namanya saya lupa.
  • Makan dawegan di pinggir pantai
  • Naik perahu ke pulau tujuh ombak yang katanya tempat berkumpul surfer, tapi saat itu surfer-nya sedang pada tidak ada.

And that’s that. Aktifitasnya sederhana sekali bukan? Yep, aktifitasnya tergolong sederhana tapi perasaan rileks yang dihasilkan dari canda-tawa kami itu.. priceless. Can’t wait for another trip with them. :)

P.S.: Lesson Learned

Anyway, jalan-jalan dengan teman yang passionate di bidang fotografi asik sekali memang, foto-fotonya keren-keren! :D *lirik Valen, Ines & Fahmi*

Catatan Bali Juli 2010. Hari Kedua

Written by Fikri Rasyid on filed under Personal and tagged with , , , , , , , ,

didepan hotel tertinggi di bali

didepan hotel tertinggi di bali. FYI, di Bali itu ada aturan batas ketinggian bangunan, makanya bangunan disana pendek-pendek. Hotel yang dibelakang ini bisa melewati batas itu karena di bangun sebelum peraturan tersebut ada.

Pertama-tama, mohon maaf karena ternyata saya tidak sempat ngepost dari hari perhari kegiatan dan catatan pengeluaran saya selama di Bali seperti yang saya rencanakan di post ini. Saat ini saya sudah kembali berada di Bandung (kemarin pagi saya sampai) dan sekarang saya baru akan menulis apa saja yang saya lakukan di Bali lengkap dengan pelajaran dan catatan pengeluaran-nya. Hope it helps, guys :D

Read More

Catatan Bali Juli 2010. Hari Pertama

Written by Fikri Rasyid on July 17, 2010 filed under Personal, Review and tagged with , ,

It’s been a year of keep on wanting and believing, until i finally landed on Bali. Damn it feels great. Keep on dreaming guys.

Untuk yang belum tahu, mungkin ada baiknya membaca dua post saya sebelum ini. Dari hari jum’at hingga (mungkin) selasa saya berada di Bali (yang sudah menjadi sasaran tempat-untuk-dikunjungi saya dari tahun 2009) untuk mewakili Universitas Pendidikan Indonesia dalam English speech competition di PIMNAS 2010 hingga hari ahad dan berlibur sisanya :D

Untuk membuat liburan saya lebih bermakna saya memutuskan untuk (Insya Allah – semoga konsisten) mempost apa saja yang saya lakukan beserta biayanya setiap hari. Well, saya tahu bagaimana rasanya mencari informasi yang valid untuk referensi liburan dan perkiraan biaya sehingga saya rasa apa yang saya lakukan ini akan bermanfaat :)

Okay, here we go:

Secara garis besar, belum ada yang menarik sih hari pertama. Jadi langsung saja saya beritahu rincian pengeluaran saya:

Berangkat dari Bandung – Denpasar menggunakan penerbangan AirAsia. Di booking dari dua pekan yang lalu, harganya sekitar IDR 400 – 500 ribu.

Airport tax / Pajak Bandara (IDR 25,000)

Asuransi penerbangan (IDR 10,000)

Saya (dan teman saya – saya berangkat berdua dan rencananya hari ini dosen pembimbing saya baru menyusul) dan teman saya berangkat dari Bandung sekitar pukul 3.30 WIB. Pesawatnya agak delay karena cuacanya cukup berangin. Penerbangan Bandung – Denpasar sendiri memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Ohya, karena di penerbangan tidak diperkenankan mengaktifkan handphone (yang bermakna no music, no social media, no browsing), semalam sebelum berangkat saya membeli Your Job is Not Your Career-nya @ReneCC untuk bahan bacaan. Lumayan, satu penerbangan beres satu buku ;) Kita tiba di bandara Ngurah Rai sekitar pukul 6.30 WITA. Ingat bahwa ada perbedaan zona waktu antara Bandung – Denpasar (WIB – WITA) sehingga pukul 5 di Bandung sama dengan pukul 6 di Denpasar. Agak aneh rasanya ya. Haha, belum terbiasa sih :D

Dari Bandara, mengambil bagasi dan kita langsung mencari taksi.

Taksi dari Bandara ke Hotel, IDR 115.000. Teman saya dari jurusan lain yang mengikuti kompetisi speech bahasa jepang yang tiba sebelumnya berkata bahwa dia “hanya kena” IDR 90,000. Okay, saya tidak terlalu berminat untuk menggunakan waktu saya untuk menawar. Lagipula, anggap saja memberi tip. Siapa yang tahu kalau anak-anaknya di rumah ada kebutuhan tambahan. Mencari penghasilan itu tidak semudah mengeluarkannya. Lagipula, supir taksinya ramah dan memberikan berbagai informasi sepanjang perjalanan :)

Saya menginap di Hotel Cianjur di jalan WR Supratman. Okay, pemilihan hotel yang salah karena kemana-mana jauh. Apa mau dikata, terlanjur di booking dan ini hotel rekomendasi pihak rektorat sih. Semalamnya (saya menggunakan kamar double bed, dosen pembimbing saya nanti sekamar anyway) sekitar IDR 500,000. Mahal sih, tapi tidak apa lah. Kampus yang merekomendasikan dan membayar :p

Jarak bandara hotel sekitar 40 menit.

Sampai kamar hotel, saya melepas lelah dan lalu pergi mencari makan malam. Sebelum berangkat, saya sempat di wanti-wanti karena di Bali itu banyak penjual makanan yang tidak halal (babi) jadi saya diminta untuk selektif. Sialnya, hotel tempat saya menginap ini bukan kawasan keramaian sehingga cukup sepi dan saya perlu berkalan cukup jauh untuk mencari makanan yang saya rasa halal dan “khas”. Yap, saya dapat nasi merah dan ayam betutu khas griwangan (saya yakin ini salah tulis, lupa soalnya. wkwk) dan es rumput laut untuk makan malam. Total jendral sekitar IDR 17.000

Sebelum pulang ke hotel, mampir dulu ke Circle K untuk membeli cemilan. Keluar sekitar IDR 8,500.

Semalaman saya masih disorientasi waktu (jet lag ya disebutnya?) karena jam di handphone saya masih menunjukan waktu pukul 11.00 WIB sementara waktu setempat pukul 12.00 WITA. Haha, jadilah tidurnya kemalaman LOL

Saat saya menulis ini, waktu menunjukan pukul 8.50 WIB yang berarti sekitar 9.50 WITA waktu setempat. Saya baru beres mandi setelah sebelumnya sarapan, online reading dan twitteran. Pukul 3.00 hingga pukul 05.00 nanti kami ada technical meeting di Universitas Mahasaraswati sehingga saya rasa akan sangat nanggung jika hari ini jalan-jalan dahulu. We better practice our speech this morning. Paling pulang-pulang dari Universitas Mahasaraswati jalan-jalan sedikit (kalau memungkinkan). Besok kita seharian di Universitas Mahasaraswati untuk kompetisi dan senin siang teman dan dosen pembimbing saya sudah terbang kembali menggunakan Air Asia. Saya memutuskan untuk tinggal dan pulang melalui jalur darat untuk mampir terlebih dahulu di Surabaya dan Jogja, mengunjungi teman-teman saya. Tadi pagi @salsabeela baru ngetwit bahwa ada hotel yang sangat eksotis dan tradisional di ubud seharga IDR 150,000 semalam. Damn interesting. Senin atau selasa saya berencana kesana. Well, i think it’ll be a very interesting experience.

Wish me luck guys, and have a great weekend! :D

Berwisata Ke Dunia Fantasi

Written by Fikri Rasyid on June 30, 2010 filed under Personal and tagged with , , , ,

dufan2010 - niagaragara

Setelah semester empat yang penuh dengan perkuliahan, tugas kelompok, ujian akhir semester dan pekerjaan freelance web desain yang Alhamdulillah rasanya ada saja terus (dan saya banyak belajar hal-hal baru karenanya), hari selasa kemarin saya dan teman-teman terdekat di kampus saya akhirnya memutuskan untuk ke Dufan. Haha, saya tahu hal ini terdengar sangat seperti remaja, tapi keluar dari rutinitas sehari – hari apalagi dengan teman-teman dekat kamu, apapun itu,  sangat-sangat mengasyikan. :)

Berapa biayanya?

Saya tidak ingin post ini menjadi sekedar cerita-cerita saja. Sampai H-2, saya dan teman-teman masih kelimpungan mencari informasi mengenai cara terbaik ke sana (dari Bandung) dan berapa biayanya. Setelah mondar-mandir menelpon berbagai macam travel (dan bertanya via twitter ke @infobdg – yang mana sangat membantu), akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa Cipaganti travel. Well, gunakan nama besar yang terjaga demi kelancaran acara wisata. FYI, saya dengan teman-teman ada tujuh orang (dan saya laki-laki sendiri LOL) dan kami sudah mantap untuk melakukannya pada weekday agar tidak terlalu crowded. Ini dia estimasi biayanya:

  • Sewa Kijang Innova selama 18 jam. Sudah termasuk driver, bensin, parkir, dll. Tau jadi saja deh, ngga ribet. Rp. 850,000 / 18 jam
  • Overtime sewa Innova 10% dari biaya total per jam-nya. Jadi sekitar Rp 85,000 / jam
  • Tiket terusan Dunia Fantasi & Gelanggang Samudera Ancol (yang akhirnya hanya kita gunakan tiket Dufannya saja) Rp 145,000 per tiket
  • Makan siang di Dufan. Range harga makanan disana antara Rp 15,000 – 30,000an
  • Makan malam di Rest Area. Waktu kemarin kita makan di Solaria. Makan dan minum sekitar Rp 25,000 – Rp 35,000an

Dengan estimasi biaya seperti diatas, saya hitung-hitung kemarin per orangnya untuk mobil dan tiket habis Rp 270,000. Ditambah dengan makan, cemilan, dan overtime mobil satu jam kurang lebih kena sekitar Rp 350,000an.

Apa saja yang terjadi?

Saya dan teman-teman berangkat dari Bandung pukul 6 pagi. Berangkat dengan tepat waktu, ternyata Kijang Innova milik Cipaganti cukup nyaman, dan drivernya pun ramah sekali. Sialnya, ternyata pihak cipaganti ‘menitipkan’ tiket terusan Dufan kami pada rombongan lain (yang terlambat berangkat sekitar 1 jam) sehingga kami harus menunggu sekitar 1 jam di rest area KM 62. Ini satu-satunya minus pada pelayanan Cipaganti kali ini. Untungnya kami menanggapinya tidak dengan emosi jiwa. Dengan teman-teman dekat anda, berada di kondisi seperti apapun sepertinya asik-asik saja. Bercanda terus! :D

Kami tiba di Dufan sekitar pukul 10.30. Begitu masuk Dufan, kesan yang kami dapat satu: ini bingung sekali harus kemana terlebih dahulu. Kalau berbicara dalam bahasa user experience web, navigasinya kacau dan kurang dapat dikenali. Haha, dasar geek. :p

Permainan pertama yang kami jajal adalah sejenis roller coaster kecil dengan bentuk kereta seperti ulat yang entah apa namanya. No scary things, hitung2 pemanasan lah.

Kesempatan kedua, kami langsung menjajal wahana tornado, dimana kami duduk di satu baris kursi dan diputar-putar dalam keadaan kaki kepala – kepala di kaki di ketinggian 10 meter. Cukup menegangkan, apalagi saya orangnya paranoid keselamatan. Haha, beres naik tornado saya sempat update status facebook saya menjadi seperti ini:

ternyata tempat untuk mengingat Tuhan tidak hanya d musola / masjid, di wahana tornado dufan juga efektif.

Turun dari Tornado dan berjalan ke wahana berikutnya, seorang teman saya memegangi tangan saya, dan mendadak jatuh. Oalah, ternyata teman saya ini darah rendah. Diputar-putar di ketinggian seperti itu membuatnya sangat pusing. Well, saya juga ada darah rendah tapi Alhamdulillah tidak separah itu. Hal ini membuatnya harus beristirahat di kursi taman, hingga akhirnya harus beristirahat di ruang P3K hingga sore demi kesehatannya.

Pesan moralnya? Kalau kamu darah rendah, jangan naik wahana yang memutar2 kamu di ketinggian ;)

Beres dari wahana Tornado, saya dan teman-teman dalam kurun waktu 4 jam sempat menjajal berbagai wahana lain: Kora-kora (sama seperti wahana kora-kora lainnya, hanya beda ukuran saja), Kincir-kincir (kurang lebih sama seperti tornado, hanya dengan lebih banyak variasi, ukuran yang lebih kecil dan arah rotasi yang lebih membuat mual), dan masuk ke dalam bola angin yang diapungkan di atas air (i know, hanya saya dan seorang teman saya yang masuk ke benda absurd itu, sisanya balita. haha, mumpung tidak ada yang kenal LOL).

Pendapat saya? Lebih menegangkan mengantrinya daripada naik wahananya. Mengantri 45 menit untuk wahana 5 menit. Haha, untung rame-rame :D

Setelah makan siang, solat dan sedikit istirahat kami lalu melanjutkan penjajalan. Saya menaiki wahana Niagara-gara (kereta diatas jalur berair yang diakhiri dengan tanjakan setinggi 6 meter dan meluncur ke jaur penuh air – tanpa pengaman) yang saya peringatkan, jika kamu laki-laki jangan duduk di kursi paling depan kecuali jika kamu ingin selangkangan kamu tertekan dan rasanya sangat menyakitkan. Anyway, antrinya luar biasa panjang.

Setelah itu kami lalu memasuki rumah miring yang berada di dalamnya cukup membuat saya pusing tapi sangat menarik karena disorientasi gravitasi. Sempat-sempatnya pula foto-foto didalamnya LOL

Beres dari rumah miring, kami sempat mencegat rombongan parade Dufan untuk foto-foto. Haha. Dasar orang Indonesia, hobi sekali foto-foto. :D

Dari pencegatan parade, kami melaju ke wahana Arum Jeram, menaiki perahu bundar untuk 8 orang dan menyusuri sungai artifisial penuh ombak. It was super duper fun! So far, ini adalah wahana paling fun yang kami naiki karena satu hal: yang fobia ketinggian juga bisa bisa menikmati wahana ini, tidak seperti wahana lain yang yang rasanya di desain untuk “menguji nyali”. Well, tidak semua orang terhibur dengan diuji nyalinya sih :)

Anyway, jika kamu ingin menaiki wahana ini, pastikan bawa baju ganti karena sekujur tubuh kamu akan basah. Kalau bisa sih barang2 kamu termasuk dompet dan handphone dititipkan ke teman yang tidak menaiki wahana ini. Seriously. Saya dengan dodolnya meninggalkan celana ganti saya dimobil membuat saya harus kedinginan dengan celana basah selama 2,5 jam.

Beres dari arum jeram yang kami naiki dua kali, saya dan dua orang teman melaju ke wahana halilintar (roller coaster terbesar yang ada di Dufan) sementara sisanya ganti baju ke ruang ganti. Sempat paranoid dengan keamanannya, tapi akhirnya saya merasa yah-masa-gitu-doang karena durasinya cepat sekali dan hanya satu putaran.

Setelah halilintar, saya berniat menjajal histeria (dinaikkan keketinggian 30 meter untuk lalu dijatuhkan kembali – seperti bungee jumping tapi menggunakan kursi dan dimulai dari bawah) tapi saya urungkan karena antriannya yang panjang dan harus mencari teman-teman yang tadi terpisah. Anyway, ada kembang api juga (saat itu sekitar pukul 7). Keren. Setelah kembali berkumpul, kami berniat lenjeh-lenjeh di bianglala, tapi karena setelah mengantri dan dapat giliran ternyata kuota kursinya hanya untuk 6 orang sementara kami 7 orang dan berada terpisah di bianglala berbeda rasanya sangat2 absurd, saya dan seorang teman yang agak paranoid ketinggian memutuskan untuk menjajal bom-bom car (istilah apa pula ini, haha) dan menabraki mobil-mobil lain yang kurang beruntung dengan bom bom car. haha :D

Beres menjajal bom-bom car, waktu tepat menunjukan pukul 8. Booth-booth dan berbagai wahana sudah mulai ditutup karena jam operasional Dufan sendiri hanya hingga jam 8. Waktu itu baru jam 8 tapi rasanya seperti sudah larut malam saja karena kaki kami sudah sangat letih karena mengantri.

Keluar dari Dufan, saya mengambil celana ganti dan mengganti celana saya yang basah karena arum jeram di toilet terdekat dan kami pun berangkat pulang. Tiba di Rest Area KM 16 untuk makan malam dan solat, kami tiba di bandung pukul 1. Overtime satu jam, kena charge 85 ribu.

Apa yang bisa kamu pelajari?

Ada beberapa poin yang saya catat dari jalan-jalan kemarin:

  • Dari Bandung ke Dufan, biaya perjalanan + tiketnya untuk satu rombongan yang terdiri dari 7 orang adalah sekitar Rp 270,000. (belum termasuk makan dan overtime)
  • Servicenya Cipaganti oke juga
  • Dufan saat weekday saja ramainya sudah menyebalkan, apalagi saat weekend. Kalau mau ke Dufan, saya sarankan usahakan saat weekday saja
  • Menaiki wahana arum jeram asik, tapi pastikan kamu membawa baju dan celana ganti. Termasuk underwear juga. Dan jangan ditinggal di mobil, bawa masuk ke dalam.
  • Jam 12 sampai jam 5 sore adalah waktu paling ramai. Sebelum atau sesudah jam tersebut, antriannya sudah agak berkurang
  • Ada dua jenis wahana: yang menguji nyali dan yang seru-seruan. Meski saya pribadi tidak ada masalah dengan ketinggian, tapi saya tidak mendapati diri saya sangat terhibur dengan uji nyali. Well, setiap orang berbeda-beda.
  • Kalau kamu darah rendah/tinggi, hati-hati dalam memilih wahana yang akan kamu naiki. Daripada tepar dan harus istrihat di ruang P3K, lebih baik cari wahana lain saja ;)
  • Keluar dari rutinitas dengan teman-teman akrab kamu itu sangat-sangat menyenangkan! We have to travel again next time :D
  • Sendirian ke Dufan itu akan sangat tidak oke sekali, mengingat antrian-antriannya yang luar biasa panjang
  • Pastikan bahwa satu hari setelah main ke Dufan, jadwal kamu kosong. Seriously. It was fun but also tiring. Saat saya menulis ini, satu orang teman saya encok pegal linu (kaya orang tua saja, hihi), satu orang flu, satu orang ke rumah sakit (yang darah rendah, mau ngecek kenapa dia bisa separah itu) dan satu orang lain bbm-an dengan saya karena sangat ingin refleksi. Saya sendiri setelah solat subuh tidur lagi dan saat terbangun sudah jam setengah 11 saja :p

Itu tadi sedikit cerita dari kegiatan bebas-perkuliahan & pekerjaan (meskipun masih sempat-sempatnya membalas email klien sih :p) saya. Bagaimana dengan kegiatan liburan kamu? ;)

Semoga tulisan saya bermanfaat untuk kamu.

ternyata tempat untuk mengingat Tuhan tidak hanya d musola / masjid, di wahana tornado dufan juga efektif.