Posts tagged with Konsep :

Rencana Selanjutnya : Reconcept FikriRasyid.com Part 1

Written by Fikri Rasyid on November 26, 2008 filed under internet and tagged with ,

Yep. Beberapa hari terakhir blog ini sempat “tidak tersentuh”. Alasannya? Klasik. Saya rasa anda sudah tahu alasan klasik macam apa yang saya maksud. :D

Banyak hal menarik yang terjadi selama seminggu ini. Mulai dari kehadiran saya ke pestablogger 2008, hal – hal menarik dari kehidupan pribadi saya, nilai – nilai baru yang saya pelajari, berbagai e-book menarik yang saya dapat ( salah satunya, The Art & Science of CSS sedang saya print ketika menulis post ini :D ), hingga yang tadi pagi baru selesai saya kerjakan : Meredesign Bloggingly.com

Setiap bulan, saya selalu “mengaudit” bloggingly. Dan bulan ini pun saya lakukan. Elemen yang kurang fungsional di remove, elemen yang memberikan nilai tambah untuk pengunjung saya tambah. Dan entah mengapa, ketika mendesain ulang bloggingly, saya teringat akan blog ini, dan menyadari sesuatu :

fikrirasyid.com merupakan representasi saya di blogosphere n internet.

Masalahnya?

Saya merasa blog ini belum optimal dalam merepresentasikan saya. Secara tampilan dan pengorganisasian konten. Bahasa popnya : Belum Gue Banget Lah. Hal yang belum saya lakukan di Bloggingly, dan belum disini.

Padahal blog pribadi merupakan salah satu representasi utama seseorang di ranah online ( jadi teringat post di NavinoT mengenai markas besar di dunia online :D ). Saya sering membahas hal seperti ini di bloggingly. Dan alangkah tidak indahnya jika saya belum mengaplikasikan apa yang saya kemukakan. :D

Jadi?

Dalam waktu dekat ini, saya akan melakukan perubahan menyeluruh untuk blog ini. Lebih dari desain ulang saya rasa. Pengkonsepan ulang mungkin lebih tepat. Reconcept. Sempat terpikir beberapa konsep baru untuk saya aplikasikan pada blog ini. Banyak hal dan ide yang akan saya libatkan lebih jauh dalam blog ini. Yeah, it would be fun. :)

Terkadang, perubahan strategis perlu dilakukan dalam hidup. Termasuk dalam blog ini.

Bagaimana menurut anda?

Apa yang saya pelajari dari novel Laskar Pelangi

Written by Fikri Rasyid on October 12, 2008 filed under Analisa, Review and tagged with , ,

Ok, kata terlambat sudah tidak cocok lagi disebutkan untuk saya yang baru membaca novel ini. SANGAT TERLAMBAT lebih cocok. Jadi teringat perkataan seseorang : “Hari gini baru baca laskar pelangi?” ahaha. :D

sudah sedari dua tahun lalu seorang teman merekomendasikan buku ini. Namun entah mengapa, saat itu sense membaca novel saya sedang kurang baik. Padahal saya merupakan tipikal orang yang menghabiskan Angels And Demons Dan Brown dalam satu hari saja : Gila baca tingkat tinggi. :P

Namun gegap gempita versi layar lebarnya mulai menggelitik saya. karena sistem nilai saya menganggap menyaksikan film adaptasi sebelum membaca novelnya kurang etis, akhirnya kata sangat terlambat tadi bukan masalah. saya lahap juga novel tersebut. Ya, memang sebuah karya tulis yang sangat menarik. 5 jam cukup untuk membaca keseluruhan novel tersebut. Dan diluar konten novelnya yang menarik, saya menemukan satu hal yang jauh – jauh lebih menarik lagi :

Style & Pattern Of Writing
.

Semenjak membaca Hypnotic Writing nya Joe Vitale, saya jadi sering mencoba membedah tulisan. dan kesimpulan saya, ( kalau ada yang berkecimpung dibidang kepenulisan tolong koreksi jika ada yang kurang tepat ), Gaya dan pola tulisan Novel Laskar Pelangi : deskriptif secara visual – teknikal -  emosional.

Deskriptif : gaya bahasa yang “memberikan penjelasan secara detil terhadap sesuatu objek”
Visual : Mendeskripsikan secara detil objek – objek yang tertangkap oleh panca indera bernama mata
Teknikal : Penggunaan istilah -istilah teknis, disertai penjelasan yang bersifat poetic
Emosional : penggambaran emosi yang dialami karakter secara tepat sehingga membuat pembaca mampu merasakan emosi yang tengah dialami karakter.

Saya pikir – pikir, gaya menulis ini memiliki kesamaan pola dengan gaya menulis yang juga digunakan pada novel – novel best seller kelas dunia seperti Harry Potter-nya J.K. Rowling, dan The Da Vinci Code-nya Dan Brown. Keduanya menggairahkan pembaca dengan interpretasi mata kedalam tulisan, istilah – istilah teknikal yang mempesona dan membuka wawasan, dan melibatkan emosi pembaca dengan baik.

Bagaimana menurut anda?

Definisi Gila Menurut saya

Written by Fikri Rasyid on October 10, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , ,

Gila. Apa yang terpikir ketika mendengar kata gila, atau mungkin orang gila?

Rambut acak – acakan, badan tak terurus, kumal, tanpa pakaian, berjalan dengan kekehan tanpa sebab sambil menggaruk – garukkan tangan ke kepala.

atau mungkin

Melakukan sesuatu yang di luar “kewajaran”

Setiap orang memiliki definisinya tersendiri tentang sesuatu hal. Contohnya, cantik menurut beberapa orang dapat didefinisikan dengan “kulit putih, wajah manis, potongan badan seimbang, dst dst”, sementara orang lain bisa saja mendefinisikan cantik dengan ” senyum ramah, pandangan teduh, dan dan kepala tertutup jilbab dengan rapih, dst, dst”. dalam beberapa hal, definisi dari sesuatu bisa jadi sangat subjektif. Dan itulah letak keunikan dunia.

Sekarang, kembali ke gila. Dan ngomong – ngomong, gila yang saya maksud disini adalah Gila dalam konotasi yang sebenarnya. Gila yang dianggap menjijikan, gila yang dijauhi masyarakat, gila yang membuat banyak orang menunjukan pandangan jengahnya terhadap sesuatu. Bukan gila yang di gunakan sebagai parameter keunikan sesuatu seperti : “Gila lu, yang bener?”

Contoh. Definisi Einstein mengenai gila :

gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda

Yup, semua orang memiliki pandangannya masing – masing mengenai kegilaan. Definisi yang diberikan Einstein ini cukup menarik, tapi saya rasa kurang universal.

Pandangan umum mengenai gila :

Melakukan sesuatu di luar kewajaran, di luar apa yang menjadi kebiasaan, norma, atau aturan  orang kebanyakan.

ini definisi terumum mengenai gila. Masalahnya, tidak semua aturan, norma dan kebiasaan yang dianggap benar oleh orang kebanyakan orang atau dalam kata lain mayoritas itu benar. Maka dari itu saya membuat sistem nilai untuk saya pribadi mengenai “Gila” :

Gila : melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ‘kebenaran universal’.

kebenaran universal itu absolut. kebenaran yang entah bagaimana semua manusia yakini benar dan baik adanya, tanpa memandang ras, agama, pandangan politik dan parameter pembeda antar manusia lainnya. Contoh : Sehat. Sehat itu baik. Dan tidak perduli orang jepang atau rusia, amerika atau indonesia, agama islam, nasrani atau bahkan atheis sekalipun,  semua manusia manusia menginginkan sehat. Ada orang yang menginginkan dirinya sakit? Ada. Dan itulah “Gila” dalam pandangan saya. Maka dari itu, semua tindakan yang mengarah pada menyakiti diri dan merusak kesehatan seperti memakan makanan tinggi kalori dengan jumlah yang tidak ideal, merusak paru – paru dengan dalih kenikmatan tak tertahankan, menghilangkan kesadaran dengan alasan ‘tekanan’, saya kategorikan sebagai tindakan gila.

Masuk akal kah?

Hmm, apa definisi gila menurut anda?

SMS Idul Fitri : Provider Jasa seluler untung berapa y?

Written by Fikri Rasyid on September 30, 2008 filed under Analisa, Bisnis and tagged with , ,

Sudah menjadi budaya di masyarakat kita bahwa setiap hari raya, kita saling mengirimkan SMS hari raya. Apalagi jika hari raya Idul Fitri. Untuk menjaga hubungan baik, tidak segan kita mengeluarkan banyak sekali SMS untuk menyampaikan selamat hari Raya.

Well, secara psikologis, SMS ucapan hari raya akan menjaga hubungan baik antara kita kan? ;)

Mengingat mengirimkan SMS hari Raya di hari H selalu pending, saya memutuskan untuk mulai mencicil mengirimkan SMS Hari Raya. sepuluh per sepuluh kontak di phonebook saya mulai saya sms. hingga kontak kek 50, saya menyadari sesuatu : Yang mengirimkan SMS Hari Raya bukan saya saja. pasti ada jutaan orang lain yang mengirimkan SMS seperti ini hari ini.

Sebentar, mengingat ilmu faktor kali yang saya pernah pelajari, coba kita buat hitung – hitungan :

katakanlah, Perusahaan selular terbesar berinisial T. dari artikel TempoInteraktif ini ( Artikel Bulan Februari ) saya mendapat informasi bahwa pelanggan perusahaan ini berkisar di Angka 50 juta orang. Oke, katakanlah, pahit – pahitnya yang valid 50%nya saja. maksudnya, katakanlah nomor yang aktif digunakan hanya 50%nya dari 50 juta pelanggan. berarti 50juta X 50% = 25 juta pelanggan. Lalu, dari 25 juta pelanggan itu, yang muslim dan mengirimkan SMS lebaran katakanlah 80%nya saja.Berarti, jumlah pelanggan yang Telkomsel yang mengirimkan SMS lebaran 25juta X 80% = 20 juta pelanggan.

Saya pribadi mengirimkan SMS lebaran ke lebih dari 70 kontak. oke lah, ambil asumsi dan rata – rata saja. masing – masing pelanggan mengirimkan SMS ke 25 kontak ( sekarangkan era perang tarif, masa asumsi per pelanggan SMS ke 25 orang saja tidak bisa? ). Ok. Lalu tarif per SMS, katakanlah Simpati ke Simpati deh. Rp.100 rupiah. maka omset perusahaan selular tersebut :

20juta X 25 X Rp 100,- = Rp. 50,000,000,000.-

Wow. Omset. 50 Milyar dalam sehari. itu dengan asumsi data pelanggan bulan Februari kemarin, dengan asumsi pahit – pahitnya.
belum lagi dengan percakapan via sms yang mengikuti setelah SMS hari raya tersebut. Belum lagi MMS. Belum lagi GPRS, 3G, voice call, dsa, dsb. Ahh.. pantas penyedia jasa selular promosinya heboh sekali. :)

Saya jadi ingin tahu angka sebenarnya nih. Ada pembaca blog ini yang berkarir di bidang penyedia jasa seluler? ;)

“Ini yang terbaik”

Written by Fikri Rasyid on April 30, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Beberapa hari yang lalu, dalam majlis liqo yang saya ikuti, saya mendapatkan sebuah cerita yang sangat menarik dan sangat menginspirasi sekali dari pembimbing saya. Sampai – sampai setiap bertemu dengan rekan saya atau siapapun, rasanya selalu ingin menceritakan kisah ini. Silahkan disimak , sebuah kisah yang menarik tentang keikhlasan.

:)

*note : cerita yang saya sampaikan tidak sama persis redaksinya,. Redaksi cerita ini saya sedikit ubah untuk penyesuaian gaya penceritaan dalam tulisan .Namun esensinya insya Allah sama.

:)

” Alkisah, di suatu masa, hiduplah seorang Raja yang gemar berburu. Raja ini memiliki seorang sahabat baik yang setia,  ikhlas, dan memiliki sebuah kebiasaan yang menarik dikarenakan sifat ikhlasnya : apapun yang terjadi kepadanya, entah menyenangkan atau tidak menyenangkan, sahabat Raja yang satu ini selalu berkata:

“ini yang Terbaik”.

:)

Suatu hari, Raja dan sahabat nya pergi berburu ditemani oleh pasukan pendamping Raja. Saat selesai berburu, kuda sahabat raja tergelincir. Sahabat Raja pun kehilangan kendali. Dan saat kudanya lepas kendali, picu senapan sahabat Raja tertarik. Dan malangnya, senapan sahabat Raja tadi mengarah tepat ke kelingking Raja. Dan dikarenakan senapan tadi tertarik picunya, senapan tersebut memuntahkan pelurunya tepat ke kelingking Raja, hingga kelingking Raja pun putus. kepanikan pun terjadi. Tangan Raja bercucuran darah dan Rajapun mengerang kesakitan. Sejenak sahabat Raja tertegun melihat kondisi tersebut. Namun beberapa saat kemudian, dikarenakan kebiasaannya untuk bersikap ikhlas, sahabat raja menghela nafas dan tersenyum seraya berkata :

” ini yang terbaik”

Setelah Raja mendengar sahabatnya berkata seperti itu, Raja naik pitam dan berkata:

” APA KAMU BILANG?  KAMU TELAH MEMISAHKAN KELINGKINGKU DARI TANGANKU NAMUN KAMU MASIH BISA BERKATA DENGAN TENANG BAHWA INI YANG TERBAIK?  SAHABAT MACAM APA KAMU???”

saking emosinya Raja, singkat cerita akhirnya dipenjara lah sahabat Raja tersebut. Bahkan Raja memerintah kan sipir penjara agar sahabat raja tersebut di cambuk setiap harinya. Namun tidak peduli oleh rasa sakit yang didapatnya dari setiap cambukan yang ia terima di penjara, sahabat raja ini tetap tersenyum seraya berkata :

“ini yang terbaik”

Selang beberapa minggu, Raja kembali berburu bersama pasukan pendampingnya. Kali ini  tanpa sahabat baiknya karena sahabat baiknya beliau penjarakan. Namun, entah disebabkan oleh apa, pada saat itu Raja dan pasukan pendampingnya tersesat di hutan dan sampai di hutan sebelah yang dihuni oleh suku kanibal.

Singkat cerita, Raja dan pasukannya tertangkap oleh suku kanibal penghuni hutan tersebut. Raja dan pasukannya masing masing diikat ke sebatang kayu di perkampungan suku kanibal tersebut. Setiap harinya seorang dari mereka di sembelih dan di santap oleh suku kanibal tersebut di depan raja dan pasukannya. satu demi satu. hingga pada akhirnya, orang terakhir yang tersisa adalah raja. Saat akan di lepas dari ikatannya untuk di sembelih, sesaat terlintas dalam pikiran Raja :

“aduh, masa seorang Raja meninggal dengan cara seperti ini? ”

Namun menyadari bahwa tiada lagi yang bisa dilakukan selain berserah diri pada yang di Atas, Hati Raja pun menjadi ikhlas dan tenang. Setelah ikatan raja dilepas, badan Raja pun diperiksa. Ternyata, suku kanibal ini memiliki adat istiadat tersendiri. Adat mereka melarang mereka menyantap manusia yang cacat. itulah sebabnya mereka memeriksa tubuh Raja. Saat tubuh Raja diperiksa, mereka menemukan bahwa kelingking Raja sudah tidak ada. Setelah menemukan hal tersebut, Kepala suku kanibal berkata :

” Wah, sayang sekali. Kami tidak bisa menyantap anda karena tubuh anda cacat. Padahal kami sudah sangat ingin menyantap kamu. Namun karena kamu cacat, kami tidak bisa menyantap kamu. Sekarang, lekas kamu pergi dari sini! ”

Mendengar hal tersebut, hati Raja seketika mengucap syukur kepada yang Maha Kuasa. Tanpa pikir panjang lagi, Raja lekas mempercepat langkahnya menuju kerajaannya. Di perjalanan, berkali kali Raja mengucap Syukur dan berujar dalam Hati : “Wah, benar juga ucapan sahabat ku. memang ini yang terbaik

Sesampainya di istana, Raja langsung membebaskan dari penjara dan memohon maaf kepada sahabatnya :

“Maaf kan aku karena telah memenjarakanmu sahabat ku, untung kamu tak sengaja menembak kelingking ku hingga putus. Jika kelingkingku tidak putus, mungkin aku sudah mati disantap suku kanibal”

Raja pun menceritakan kisah yang dialaminya dan pasukannnya. Setelah Raja menuturkan kisahnya, sahabat raja  menghela nafas dan tersenyum seraya berkata :

” Tidak apa apa Raja. Untung Raja memenjarakan saya. ini yang terbaik

“Loh, bagaimana maksudmu? saya telah salah memenjarakanmu, bahkan memerintahkan sipir untuk mencambukmu setiap hari. padahal perbuatanmu telah menyelamatkan hidupku.”

Sahabat Raja kembali tersenyum.

“Raja, untung saja Raja memenjarakan saya. Coba Raja pikir, jika Raja tidak memenjarakan saya, mungkin saya ikut beserta dengan rombongan Pasukan pendamping Raja pergi berburu. Dan jika saya ikut dengan Raja, maka sudah barang tentu saya tertangkap dan disembelih oleh suku kanibal tersebut karena tubuh saya tidak cacat. Betul?”

Sang Raja terdiam.

Sahabat Raja kembali meneruskan ucapannya :

“Tuan Raja, Allah Maha Tahu. Dia Maha Mengetahui apa apa yang terbaik untuk hambanya. Segala kejadian yang Dia berikan untuk kita sudah barang tentu Dia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuk kita. Maka dari itu lah saya selalu berkata apapun yang terjadi, hal ini lah yang terbaik.”

Raja pun kembali terdiam.

Seketika setelah saya dapat cerita ini, saya menyadari satu hal penting. Allah Maha Tahu. Dan Dia Tahu kapasitas kita sebagai hamba – Nya, sehingga setiap kejadian yang Dia berikan sudah barang tentu merupakan yang terbaik. Tinggal kita menyikapi setiap hal yang terjadi saja.

Dan satu hal yang menarik disini. Ternyata, selang dua hari dari saya mendapatkan cerita ini, saya diuji pemahamannya akan konsep ini. Dua hari setelah saya mendapat pelajaran dari kisah ini, saya mendapati bahwa handphone saya terjatuh dan hilang saat acara Anniversary PT. K-Link Nusantara di gedung JITEC manggaduasquare yang saya hadiri. . Waw. Bersyukur saya sudah memahami satu bagian tentang ikhlas dari cerita yang saya sampaikan di sini. Sehingga saat saya kehilangan tersebut, saya hanya tersenyum dan berkata :

“ini yang terbaik”

Waw.

Subhanallah. Maha Suci Allah.

Semoga bermanfaat.

Salam Hangat,
Fikri

Teori Broken Window

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Kemarin lusa, di luar ruangan salah satu sesi pelatihan K-System bertajuk Road To Manager, ( Kompilasi Bussiness Training 1, 2, dan 3), saya mendapat ilmu yan sangat menarik. Aha, inilah yang saya suka dari bisnis MLM. Di saat para leader berkumpul, biasanya ada ilmu pengembangan diri yang keluar dari obrolan mereka. Menarik sekali. dan kemarin, saya mendapat kan ilmu yang menarik tentang Teori Broken Window, dari seorang Diamond Manager Leaders Club yang cukup ternama di Bandung. Beliau mendapatkan ilmu ini dari buku Re-code Your Change DNA, karya Rhenald Kasali.

Hal yang saya tabgkap dari teori broken window ini adalah, sesuatu yang besar, di mulai dari hal-hal kecil yang biasanya kita anggap sepele. Jika ada berjejer jendela dan salah satu jendelanya pecah, hal tersebut akan memacu orang untuk memecahkan jendela – jendela lain. Jika di suatu tempat ada seseorang yang membuang satu sampah bungkus permen, hal ini akan memicu orang untuk ikut membuang sampah bungkus permen lainnya, dan lama kelamaan, akan bertambah dari sampah bungkus permen, sampah botol plastik, sampah bungkus makanan, sampah puntung rokok, hingga sampah sampah lainnya dan menyebabkan tempat tadi tidak indah lagi. Hal tersebut juga berlaku dengan pribadi kita, sering kali kita begitu ingin berubah ke arah yang lebih baik, namun ada sesuatu hal kecil yang kita anggap sepele, yang tidak selaras dengan tujuan dari perubahan kita, maka perubahan yang kita wujudkan tidak terwujud. :) saya tersenyum tersindir saat mendapatkan konsep ini. Betul juga ya? :)

lakukan perubahan dimulai dari hal kecil yang kita angap sepele, dan hal kecil tersebut akan memacu perubahan – perubahan lain yang lebih besar.

Konsep ini mencerahkan sekali untuk saya. Bagaimana dengan Anda?

Untuk infomasi lebih lanjut tentang teori ini, silahkan anda googling. Atau agar lebih afdol, langsung saja beli buku Re-code Your Change DNA, karya Rhenald Kasali. ( ahaha, jadi promosi. :P )

Semoga bermanfaat,
Salam saya,
Fikri.

Apakah usaha MLM syubhat dan tidak adil?

Written by Fikri Rasyid on April 9, 2008 filed under Analisa, Bisnis, Islam, K-Link and tagged with , ,

Saya tergerak untuk membuat postingan ini karena sebuah comment. terima kasih untuk Rekan Bassa atas commentnya.
:)

Bassa

Assalamu’alaikum,

Pada awalnya memang kita bersemangat untuk mencari downline dan merasa bahwa kita telah bekerja keras dan memang teraa puas sekali jika mendapatkan downline seakan akan keuntungan yang kita peroleh adalah dari hasil keringat sendiri, ini memang saya akui benar tetapi coba tengok secara jujur bahkan dalam hati anda yang paling jujur, adakah anda punya pikiran seperti ini “suatu saat nanti disaat saya sudah tua atau sudah malas untuk bekerja di kantor atau malas untuk bekerja di pt dll, saya masih dapat menerima uang setiap hari meskipun hanya duduk dan nonton tv dirumah dan nggak perlu takut untuk nganggur”
Nah jika ada pemikiran seperti ini, anda mesti berhati-hati akan bahaya syubhat.
Adakah anda punya ide2 agar cara menjalankan MLM aman darri syubhat?

Wassalamu’alaikum,
bassa

Oke, mari kita analisis baik baik.

Pertama, masalah syubhat :

“Syubhat secara bahasa mempunyai makna perkara yang samar-samar atau kabur. Ia digunakan ketika ada sesuatu yang sebenarnya haram dianggap halal, ketika ada kebenaran dianggap sebagai kebatilan. Dr. Ahmad Farid dalam Tazkiyatun Nufus menyebutkan bahwa syubhat adalah kesimpulan yang salah yang diakibatkan oleh keracunan hati dan kesalahan cara berfikir.”

sumber : http://colours.of.life.peperonity.com/go/sites/mview/colours.of.life/14088025

sepertinya yang dimaksudkan oleh rekan Bassa disini adalah usaha MLM tergolong ke dalam jenis usaha yang syubhat. Saya tidak menolak ataupun setuju terhadap opini ini. mengapa? karena sepemahaman saya tidak semua bisnis MLM halal. maknanya, ada bisnis MLM yang halal, ada pula yang tidak halal.

adapun kualifikasi MLM halal adalah seperti berikut :

Pendapat Ust. Zaharuddin

1. Produk MLM ini mestilah dibeli dengan tujuan yang sebenarnya
2. Produknya bukan emas dan perak yang boleh dijual beli secara tangguh
3. Komisyen yang diberikan kepada ahli untuk setiap penjual dan ahli bawahannya mestilah jelas. Tiada komisyen tanpa usaha, ini bermakna orang atas hanya berhak mendapat komisyen dari ahli bawahan yang dibantunya sahaja.
4. Keuntungan dan komisyen bukan berdasarkan ‘kepala’ atau ahli yang ditaja,
5. Tidak diwajibkan bagi si ahli menjual jumlah tertentu bagi memperolehi komsiyen dari orang bawahannya.
6. Setiap ‘upline’ atau orang di sebelah atas mestilah menaruh usaha atas jualan orang bawahannya,
7. Tidak menggunakan skim piramid iaitu skim siapa masuk dulu akan untung selamanya.
8. Mempersembahkan system komisyen dan bonus yang telus dan boleh difahami
9. Menstruktur plan pemasaran di antara ahli dan orang bawahannya secara musyarakah

* Materi ini saya dapat dari upline saya yang juga seorang pembicara produk di K-Link. Beliau mendapatkan materi ini dari Dr. Zaid, seorang dosen dengan hukum islam dari Universitas Malaysia Antarabangsa saat beliau mengisi acara product talk saat pembukaan HQ K-Link di Malaysia.

Dari materi diatas dapat kita pahami bahwa MLM pun ada yang halal ada yang haram ada pula yang syubhat. Sama saja seperti perdagangan konvensional. perdagangan konvensional pun ada yang halal ada yang haram pula bukan? sebagai contoh, taruhlah kita berdagang. berdagang merupakan kegiatan yang halal, tetapi apabila yang diperdagangkan adalah merupakan barang yang haram, kita ambil contoh berdagang ganja, maka hukum berdagangnya pun sudah pasti haram. Jadi untuk masalah apakah MLM itu syubhat, haram ataupun tidak, silahkan di analisis terlebih dahulu. apakah Usaha MLM tersebut memenuhi kualifikasi hukum syariat atau tidak. Sepemahaman saya, bisnis MLM K-Link yang saya jalani memenuhi kualifikasi di atas. :)

Kedua, ‘adakah anda punya pikiran seperti ini “suatu saat nanti disaat saya sudah tua atau sudah malas untuk bekerja di kantor atau malas untuk bekerja di pt dll, saya masih dapat menerima uang setiap hari meskipun hanya duduk dan nonton tv dirumah dan nggak perlu takut untuk nganggur”’

Hmm.. yang saya simpulkan dari comment diatas adalah : Tidak adil jika tidak bekerja, tetapi uang masuk ke kantung dengan derasnya.

mari kita analisis lagi : untuk sampai ke taraf “ongkang – ongkang kaki pun duit masuk” ini tidak mudah. Di K-link, perlu membangun sistem yang kokoh terlebih dahulu untuk mencapai taraf seperti yang rekan Bassa maksud. dan membangun sistem tersebut diperlukan kerja keras dan waktu di awal pembangunan sistem + jaringan. sama ada seperti ilustrasi berikut ini :
seseorang, katakanlah A, sedang membangun sebuah perusahaan. A membutuhkan 10 tahun untuk membangun sistem kerja perusahaannya, dan memastikan semuanya dapat berjalan lancar dan stabil. setelah 10 tahun membangun perusahaannya, A memutuskan untuk pensiun dari perusahaannya. akhirnya A pun pensiun. A menyerahkan posisi direktur perusahaan kepada B, orang kepercayaannya. A pensiun dengan memegang 35 % saham dari perusahaan yang dibangunnya. Setiap tahun, A mendapatkan sejumlah uang dari deviden 35 % saham perusahaan yang dipegangnya. Tanpa perlu bekerja, A mendapatkan uang mengalir masuk ke rekeningnya, meskipun A hanya duduk dan menonton TV di rumah.



pertanyaan saya adalah, adilkah? :)

yang kami lakukan di K-Link pun kurang lebih sama :

Join –> Distribusikan produk –> Sponsoring ( rekrut ) –> Membimbing Downline + Menginstall Sistemnya –> Penghasilan

Setelah sistem di jaringan berjalan dengan baik –> Tidak bekerja pun uang tetap mengalir ( Pensiun )

Perlu pahami baik – baik bahwa membimbing, menginstall sistem dan memastikan sistem berjalan lancar bukanlah sebuah pekerjaan yang ‘bisa dilakukan dengan tidak serius’.

:)

Adakah yang salah dengan sistem ini?

Silahkan memberikan opini anda.

Salam Hangat,
Fikri

Financial Revolution by Tung Desem Waringin

Written by Fikri Rasyid on April 7, 2008 filed under Bisnis, Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

sedari kemarin, rabu (4/4/08) hingga ahad (6/4/08) saya mengikuti seminar “Financial Revolution”-nya Mr. Tung Desem Waringin yang diadakan di gedung JITEC manggadua square. Meskipun saya rasa seminar selama 3 hari itu kurang efektif karena banyaknya promosi training – training lainnya, - dan saya maklumi, berhubung seminarnya free. :) - namun kesan saya dari 3 hari seminar tersebut adalah..

dahsyat.

ada beberapa poin materi yang sangat membekas pada diri saya. seperti :
-21 cara berfikir orang kaya-

1. membuat nilai tambah
2. mempunyai faktor kali
3. memastikan orang lain WIN baru dia WIN ( hal ini sudah saya baca di 7 habit-nya stephen covey. namun Mr. TDW membawakan prinsip ini dengan sangat menarik sehingga saya baru paham disini. )”…

-naikkan harga, turunkan syarat.-

teknik menawar ala TDW. dahsyat sekali. ahaha, baru kemarin saya lihat ada orang menawar tapi malah menaikan harga. pastikan anda datang ke financial revolutionnya untuk belajar hal yang canggih ini.

-Prinsip uang mengejar kita-

-Kenapa orang terbaik di Dunia mau bekerja sama dengan anda-

saya dapat magic words : “Do You Know, Indonesia has 220 MIllion of People…” hmm.. dahsyat tenan.

Dan ilmu yang sangat menarik dari Dr. Ernest Wong Ph.D . seorang peneliti masalah ‘belajar’. seorang pembicara tamu yang diundang oleh Mr. TDW dari Malaysia. Materinya sangat menarik. gaya pencapaiannya pun menarik :

-2 Fundamental Truth :

1. We have limited time
2. In this limited time, we have unlimited choices.

-5 secrets you must discover before you die-

The Saddest Words is “i wish i had…”

-Guncang Bumi-
Mantra pembangkit semangat yang sangat dahsyat.

dan banyak hal – hal baru yang saya baru pelajari, dan membuka paradigma saya. Salah satu yang sangat berkesan adalah “Orang Kaya Berdaya. Orang miskin kalah oleh situasi”. banyak sekali yang saya pelajari dan ingin saya bagikan disini. namun agar lebih dahsyat, sebaiknya anda ikuti saja training-training Mr. Tung. ( Wah, promosi gratis untuk Mr. TDW nih. ;) ) yang pasti, yang saya lihat bahwa Mr. TDW adalah profile orang yang dahsyat.

dan edan tenan. ;)

ok. salam hangat, dan dahsyat.

Bagaimana bisnis MLM bekerja

Written by Fikri Rasyid on April 3, 2008 filed under Analisa, Bisnis, K-Link and tagged with ,

Apa yang terbayang dalam pikiran anda saat mendengar kata “MLM” atau Multi Level Marketing?

Seringkali yang terbayang dalam pikiran orang kebanyakan adalah “rekrut orang sebanyak – banyaknya” atau “jualan produk sebanyak – banyaknya dan jadilah salesman” atau yang lebih parah “bisnis tipu – tipu” dan masih banyak lagi imej negative yang melekat pada “MLM”. Hal itu sebenarnya bisa sangat di maklumi, karena dari ratusan perusahaan MLM yang berdiri di Indonesia, yang legal dan tergabung kedalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia(APLI) hingga tulisan ini di tampilkan hanya sejumlah 55 perusahaan. Persentase perusahaan yang tidak resmi dan tentunya menwarkan peluang bisnis yang tidak baik lebih banyak, jadi saya rasa wajar saja jika imej MLM menjadi begitu negative.

Oke, saya tidak akan berlarut – larut membicarakan perusahaan yang baik dan tidak baik. Tapi yang ingin saya sharing-kan sepemahaman saya pada tulisan kali ini sebenarnya bukan “Apa yang terbayang dalam pikiran anda saat mendengar kata MLM atau Multi Level Marketing?”, akan tetapi “bagaimana sebenarnya konsep MLM bekerja?”

Alright then, happy reading. :)

Saat seseorang, -katakanlah bernama A- bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, proses seperti apa yang terjadi? Statusnya sebagai apa dalam perusahaan MLM tersebut? Oke, inilah yang terjadi saat A bergabung kedalam sebuah perusahaan MLM :

status.jpg

Saat A join kedalam perusahaan MLM, status-nya adalah sebagai mitra perusahaan MLM. Bukan sebagai pegawai perusahaan MLM tersebut. Analogi yang tepat untuk mengilustrasikan hubungan ini adalah seperti sebuah konter pulsa. Konter pulsa bukanlah pegawai perusahaan penyedia jasa seluler, tetapi mitra perusahaan penyedia jasa seluler tersebut. Hubungan kemitraan ini jelas atas dasar prinsip win – win solution dan menciptakan suatu hubungan hak dan kewajiban antara perusahaan dan mitranya. Perusahaan bertanggung jawab menyediakan produk yang berkualitas untuk didistribusikan. Mitranya bertugas mendistribusikan produk perusahaan. Dari produk yang didistribusikan tersebut, mitra akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang didapat dari pendistribusian produk tersebut. Penggambaran skemanya kurang lebih seperti ini :

hubungan.jpg
Dalam situasi ini, perusahaan mendapatkan profit dari produk yang terdistribusikan. A pun mendapatkan profit dari produk yang didistribusikan, yaitu selisih antara harga beli distributor dan harga jual ke konsumen. Kedua belah pihak sama – sama untung. Namun, A selaku individu past memiliki keterbatasan dalam jumlah produk yang terjual. Artinya, potensi penghasilan A terbatas.

Maka dari itulah, A membentuk grup atau jaringan distribusi dengan cara mensponsori orang lain.
sponsoring.jpg

Nah, skema ini lah yang biasanya memunculkan reaksi – reaksi anti MLM seperti “Wah, kalau begitu nanti ngga adil, B, C, dan D kerja keras sedangkan A tidak bekerja apa – apa” atau “wah, skema pyramid dong ini. Hanya menguntungkan yang diatas saja.” Dan berbagai reaksi – reaksi anti MLM lainnya.

Saya rasa hal yang mendasari hal ini adalah anggapan bahwa mensponsori adalah hal yang sangat mudah dan tidak membutuhkan keahlian dan pengetahuan apa – apa, sehingga akan sangat mudah oleh A mensponsori 3 orang dan lalu 3 orang ini masing – masing mensponsori 3 sehingga ada 9 orang di level 2 dan yang 9 orang ini masing – masing mensponsori 3, dan seterusnya.

Oke, mari kita analisis. Kita ambil sampel B. ketika B disponsori oleh A, apakah B sudah mengerti cara menjalankan bisnisnya? apakah B sudah mampu mensponsori orang? Apakah B Sudah mengerti hal – hal teknis mengenai produk yang didistribusikan? Sudah mengerti cara mendistribusikan produk? Sudah mengerti hal – hal teknis tentang mengembangkan jaringan? Dari sini kita pahami bahwa ketika B bergabung di jaringan A dan menjadi mitra perusahaan, B sama sekali belum paham apa – apa. Kewajiban A – lah membimbing B agar menguasai teknik – teknik mengembangkan jaringan sehingga B dapat menciptakan omset. Skema yang terjadi adalah :

skema-mlm-lengkap.jpg

Orang – orang yang A sponsori dan A bimbing masing – masing akan menciptakan omset jaringan. Omset jaringan adalah omset yang tercipta karena A berhasil membimbing orang – orang yang berada di jaringannya. Saya rasa merupakan sesuatu yang adil jika A mendapatkan hasil karena A “membimbing” atau dengan kata lain mempintarkan jaringannya. Dan perlu diingat bahwa membimbing manusia membutuhkan waktu dan keahlian. Membimbing manusia bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan tidak membutuhkan keahlian bukan? ;)

Omset jaringan yang tercipta ini akan masuk ke dalam marketing plan, sebuah sistem pembagian hasil – dihitung dengan seksama dan akan dibagikan kepada masing – masing distributor dalam jaringan yang memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan bonus. Bonus akan dibagikan secara proporsional dan sesuai dengan hak masing masing distributor dan sesuai dengan prestasi kerjanya. Marketing Plan yang baik dapat mengenali distributor yang bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Sehingga di perusahaan MLM yang baik, bukan hal yang tidak mungkin jika B dapat memiliki penghasilan lebih tinggi dari A. Sehingga di perusahaan yang baik, anggapan bahwa bisnis MLM hanya menguntungkan yang diatas tidak lah benar.

Sepemahaman saya dan yang sudah saya alami, skema inilah yang sebenarnya terjadi di perusahaan MLM yang resmi. Bagaimana pendapat Anda? :)