Posts tagged with Kehidupan :

Seperti Lelucon Saja

Written by Fikri Rasyid on August 7, 2011 filed under Personal and tagged with , ,

Suatu pagi di Ujung Genteng

Kalau kamu melihat ke sudut yang lebih luas,

kepada orang tua yang kehilangan anaknya,

pasien yang menderita penyakit menahun dan tidak ditemukan obatnya,

orang yang berjuang setengah mati untuk sepiring nasi yang halal,

anak kecil yang tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan baik,

gerilyawan yang mengorbankan harta nyawa segala yang dimiliki untuk kemerdekaannya,

dan banyak lagi masalah keras lainnya,

kesulitan yang sering kita alami dan keluhkan itu,

terasa seperti lelucon saja.

Keep Doing Great Things

Written by Fikri Rasyid on May 20, 2011 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

Ada dosen saya yang dikontak BBC untuk berpartisipasi dalam film dokumenter yang akan mereka siarkan karena beliau rutin membuat karya fotografi tentang kota Bandung (dan mempublikasikannya via blog). Saya mulai dapat pekerjaan freelance karena sering menulis dan merilis karya-karya saya secara gratis.

Kamu tidak akan pernah tahu pekerjaan kamu yang mana yang akan membawa kesempatan besar dalam hidup kamu. Kamu tidak pernah tahu tulisan atau tindakan kamu yang mana yang membuat orang tertarik untuk menawarkan suatu peluang berharga untuk kamu. Kamu tidak sadar bahwa diam-diam, orang lain memperhatikan kamu. Entah bagaimana, suatu saat seseorang akan menemukan kamu - dan apa yang sudah kamu kerjakan dan lakukan.

Keep doing great things.

Suatu saat orang-orang akan berterima kasih terhadap apa yang kamu lakukan, padahal kamu tidak pernah bertujuan untuk melakukannya untuk orang lain. Kamu hanya melakukannya untuk mengekspresikan diri kamu, melakukan yang terbaik dan ternyata hal itu bermanfaat untuk orang lain.

Keep doing great things.

It works.

Begini-Begini Melulu

Written by Fikri Rasyid on December 14, 2010 filed under Uncategorized and tagged with ,

Perasaan kok hidup gue begini-begini melulu ya? Jawabannya, bisa jadi:

  • Yang kamu lakukan itu-itu saja, tidak ada yang baru.
  • Yang kamu tau itu-itu saja, tidak berkembang.
  • Teman kamu itu-itu saja, tidak bertambah.
  • Yang kamu lihat atau kunjungi itu-itu saja.

Saya sering merasa “begini-begini saja” akhir-akhir ini. Saatnya melakukan hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan, berteman dengan lebih banyak orang lagi, membaca lebih banyak hal dan berkunjung ke tempat-tempat yang belum saya datangi.

Bagaimana dengan kamu?

Perbedaan Yang Tidak Perlu

Written by Fikri Rasyid on June 12, 2010 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Saat saya menulis ini, saya sedang tidur-tiduran di sofa rumah orang tua saya, menikmati waktu senggang malam minggu sembari menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2010 antara Argentina vs Nigeria sembari mengetik post ini melalui aplikasi WordPress for BlackBerry yang tengah saya jajal.

Saya melihat televisi: di Piala Dunia, orang dari berbagai suku bangsa berkumpul jadi satu.

Hitam, putih, afro, hispanik, latin, anglo saxon..

Lebih menarik lagi negara yang multi etnis, yang dalam satu timnya ada orang-orang “pribumi” dan “keturunan” seperti prancis dll.

Look at them.

Keren sekali ya?

Tidak melihat perbedaan fisik: selama kamu pemain terbaik di negara tersebut, kamu berharga.

Manusia, dilihat dari apa yang bisa dilakukannya: yang berarti apa hasil usaha dan jerih payahnya melatih diri. Bukan perbedaab yang tidak perlu.

Saya berandai-andai: andaikan dalam kehidupan sehari-hari kita melihat orang lain tidak berdasarkan perbedaan yang tidak perlu seperti faktor fisik, kemampuan finansial, status sosial dan lain-lain melainkan berdasarkan apa yang mereka mampu lakukan dan mereka telah lakukan,

Keren sekali ya?

Hari ini kondisi sosial kita mungkin belum seperti itu, tapi suatu saat nanti, siapa yang tahu?

Tentang Perbedaan & Keberagaman: Satu Hal Yang Mengindahkan Dunia

Written by Fikri Rasyid on August 24, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , , , , ,

Note: Post ini merupakan entri yang saya tulis untuk mengikuti Pesta Blogger Writing Contest 2009.

 Belfast-Differences from motorpsykhos

Belfast-Differences from motorpsykhos

Ada satu hal yang sangat mencolok dari Indonesia: Keberagaman. Bangsa ini dihuni oleh entah berapa ribu etnis suku bangsa, entah berapa belas ribu pulau, entah berapa ribu bahasa daerah, dan entah berapa milyar perbedaan.

Dari sudut pandang tertentu, orang berkata bahwa perbedaan ini sungguh menyulitkan: Ada banyak hal yang harus di pahami, ada begitu banyak perbedaan yang menuntut untuk dimengerti, ada begitu banyak tradisi yang memaksa untuk dipelajari, ada begitu banyak aturan yang harus disesuaikan, ada jutaan kepentingan yang harus diakomodir,  dan lain lain sebagainya.

Read More

Tentang Perubahan: Nothing Last Forever

Written by Fikri Rasyid on August 15, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , ,

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

It’s been a while since i wrote the last post. Ada banyak hal yang terjadi: recording salah satu lagu yang saya tulis, trip ke Malaysia, dll. FYI, untuk tahu lagu yang saya tulis kemarin, anda bisa download disini: Cliche (Promosi mode:on) :P

Pagi ini saya mulai dengan satu pikiran sederhana yang terus berpendar sedari kemarin: tentang keterbatasan dan perubahan. Tentang bagaimana segala sesuatu yang ada di dunia terus berubah, dan memiliki keterbatasan waktu.

Read More

Ketidakadilan Terjadi Karena Ada Alasannya

Written by Fikri Rasyid on July 15, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , ,

Life is so unfair sometimes (63/365) by labspics

Life is so unfair sometimes (63/365) by labspics

Entah mengapa, saya jadi teringat dialog retoris ini:

“Ah, dunia memang tidak adil!” ujar seseorang.

“Memangnya siapa yang bilang dunia adil?” balas seseorang yang lain.

“Yang Maha Adil itu yang menciptakan dunia, bukan dunia-nya” lanjutnya.

Berkaitan dengan dialog teratas, saya teringat ucapan dosen pembimbing akademik saya ketika sedang melakukan bimbingan akademik kemarin. Kata beliau:

Read More

Kejutan & Variasi: Solusi Kebosanan. Satu hal yang membuat hidup lebih hidup

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2009 filed under Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , , ,

Surprise by CATeyes

Surprise by CATeyes

Hidup lebih hidup? Ahahaha, seperti tagline iklan saja. :P Well, Tapi suka tidak suka, ini topik yang penting. Bukankah banyak dari kita yang jenuh dan bosan dengan kehidupannya?

Bosan dengan pekerjaannya?

Bosan dengan rutinitasnya?

Bosan dengan pasangannya?

Bosan dengan hubungannya?

Dan bosan dengan yang lain-lainnya? ;)

Apapun itu bentuk atau sasaran kebosanan anda, solusi pasti dari masalah kebosanan anda tersebut pasti sederhana: Kejutan & Variasi. Bukankah penyebab kebosanan adalah hal serupa yang terjadi berulang-ulang hingga kita ‘mampu memprediksi‘ akan seperti apa jadinya?

Bukankah yang menjadikan pertandingan sepak bola menarik adalah tidak ada yang tahu akan bagaimana berakhirnya?

Bayangkan jika anda menyaksikan pertandingan sepak bola yang anda tahu di detik keberapa akan terjadi gol, siapa yang mencetak gol dan berapa hasil akhir dari pertandingan karena anda telah berulang kali menonton rekamannya?

Membosankan kan? ;)

Jadi, jika anda bosan akan sesuatu, buatlah kejutan dan variasi.

Bosan dengan rutinitas? Cobalah bentuk kegiatan baru yang anda belum pernah coba.

Bosan dengan teman/rekan/partner/pasangan? Cobalah perlakukan mereka berbeda: berikan satu kejutan yang manis yang belum pernah anda lakukan sebelumnya. Mulai dari memberikan perhatian yang tulus mungkin? ;)

Bosan dengan kehidupan anda? Bagaimana jika dimulai dengan merubah perasaan yang mumet itu dengan perasaan bersyukur atas apa yang anda miliki yang tidak orang lain miliki?

See? Anda bisa sesuaikan kejutan dan variasi tersebut dengan kondisi aktual anda :)

Dari hal bernama kejutan dan variasi ini, saya jadi menyadari hikmah dua pesan berharga dari seorang pria terbaik sepanjang masa:

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi.

Ketika pulang dari rumah ibadah, gunakan jalan pulang yang berbeda dengan jalan ketika datang.

Kedua hal itu salah satu tujuannya adalah menunjuk pada kejutan dan variasi kan? Begitu penuh kasihnya beliau menasihatkan hal diatas: Salah satunya agar kita tidak terjebak pada kebosanan.

Pendapat anda? Apa kejutan dan variasi yang anda lakukan atau dapatkan hari ini? ;)

Bukankah Tujuan Apa Yang Semua Kita Lakukan Adalah Ketenangan?

Written by Fikri Rasyid on April 1, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Begin with an end in mind
Mulai dengan tujuan akhir di kepala

Stephen R. Covey
The First Habit From The Seven Habit Of Highly Effective People

 Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Kejelasan akan tujuan merupakan hal yang membedakan orang yang akan sampai dengan orang yang tidak akan pernah sampai. Bukankah semua buku, rekaman, atau seminar bertema pengembangan diri selalu membahas satu kualitas kehidupan bernama kejelasan visi / tujuan.

Sekarang, jika berbicara mengani tujuan dalam konteks yang sangat luas: Sebenarnya tujuan dari semua yang kita lakukan apa sih? Karena sifat dasar semua manusia adalah sama, mengejar nikmat menghindari sengsara, saya rasa begitupun juga dengan berbagai hal dasar seperti tujuan hidup, hasrat, dan kebutuhan manusia. Pada dasarnya manusia memiliki pola dasar. Dan kalau saya renungkan, tujuan dasar kita melakukan semua hal dalam kehidupan kita adalah sederhana:

Ketenangan. Kedamaian.

Bukankah mereka yang berupaya mendatangkan rezeki dengan kerasnya melakukan hal tersebut agar mereka tenang karena kemampuan finansial mereka mencukupi?

Bukankah para orang tua yang mengorbankan segalanya demi pendidikan anaknya adalah bertujuan membuat kehidupan anaknya lebih baik sehingga mereka tenang nanti?

Bukankah Mother Theresa menjadi sedemikian pengasihnya karena hal tersebut membawa ketenangan dalam hidupnya?

Bukankah alasan berbagai kenakalan remaja adalah agar mereka di terima oleh teman-temannya – Sesuatu yang menjadi ketenangan bagi mereka?

Dalam contoh ekstrimnya, bukankah seorang individu yang khilaf melakukan kejahatan adalah bertujuan memenuhi kebutuhannya yang sifatnya memenuhi ketenangan sementara mereka?

Dan seterusnya, dan seterusnya. Coba sebutkan seorang individu dengan tindakan mereka lakukan. Jika kita runut – runut terus, bukankah akarnya sederhana: Untuk ketenangan hati mereka.

Yang membedakannya hanyalah kenyataan bahwa setiap orang memiliki definisi tersendiri mengenai ketenangan.

Pendapat anda?

Hidup Itu Jualan

Written by Fikri Rasyid on February 28, 2009 filed under Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Selling is tough by sionfullana

"Selling is tough" by sionfullana

Saya terkadang suka geli juga kalau melihat beberapa teman saya yang terkadang suka memandang sebelah mata sales atau siapapun yang jualan. Mengapa? Karena pada dasarnya, hidup itu kan jualan. Terlebih lagi, dari salah satu buku karangan Robert Kiyosaki yang saya baca, salah satu kemampuan yang menentukan apakah anda bisa kaya atau tidak adalah jualan.

Coba anda pikirkan hal tersebut.

Katakanlah anda memiliki bisnis yang sudah jalan dan ingin melakukan inovasi untuk memperbesar bisnis anda. Masalahnya adalah, tidak ada modal. Apa yang dilakukan kemudian? Anda mencari investor dan menjual ide inovasi bisnis anda agar mereka mau menanamkan modalnya.

Got the idea? Mari kita lihat contoh-contoh lain:

Pedagang: Jelas harus bisa menjual untuk mendapatkan keuntungan

Guru / Dosen / Pengajar: Menjual kemampuan mendidiknya pada institusi dan dibayar oleh institusi pendidikan tempat dia bernaung. Tidak bisa menjual/menawarkan kemampuan mendidiknya? Tidak ada yang mau meng-hire.

Designer: Menjual kemampuan design-nya

Musisi: Menjual hasil karya dan kemampuan manggung

Blogger: Menjual perspektif diri, minat, kemampuan, passion, dan pengalaman kepada pembacanya sehingga pembacanya tahu apa yang pemilik blog mampu lakukan.

Karyawan: Menjual waktu dan kemampuan kepada perusahaan.

Melamar: Menjual kelebihan diri agar yang dilamar mau memilih anda.

Think back. Pada dasarnya semua jualan kan? Coba pikirkan kembali. Kalau masih agak mengganjal, asosiasikan dengan inti dari jualan. Jualan itu menawarkan. Ganti kata jualan yang saya garis bawahi diatas dengan menawarkan. Semoga mendapat pencerahan :)

Itu pendapat saya, pendapat anda?