Posts tagged with Kebahagiaan :

Delivering Happiness

Written by Fikri Rasyid on May 7, 2012 filed under Book and tagged with , , ,

Delivering happiness

Delivering Happiness karya Tony Hsieh: Saya akhirnya selesai juga membaca buku ini kamis lalu, di kala harus istirahat berhari-hari karena kesehatan saya sedang agak kurang baik namun mata saja tidak bisa terpejam. Jadinya baca buku saja deh agar waktunya tidak habis untuk melamun :)

Pendapat saya mengenai buku ini: keren! sejak peluncurannya buku ini ramai sekali dibicarakan di kalangan tech startup. Setelah akhirnya berkesempatan membacanya, ya memang keren sih. Buku ini tidak seperti buku non fiksi bagaimana-cara-meraih-kesuksesan-bla-bla-bla. Buku ini lebih seperti cerita perjalanan Tony Hsieh dalam membangun Zappos, beserta banyak cerita mengenai latar belakang Tony yang membuat dia menjadi Tony yang sekarang. Membaca Delivering Happiness ini serasa mendengarkan cerita hidup seseorang dalam format Slumdog Millionnaire. Tony melakukan A karena ada kejadian di masa lalu yang membuat dia Tony melakukan A di masa ini.

Read More

Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia

Written by Fikri Rasyid on June 23, 2009 filed under Islam, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Resepsi Pernikahan Desy & Tomy by d!to

Resepsi Pernikahan Desy & Tomy by d!to

Semalam tadi, saya dan mengikuti pengajian liqo. Dan seperti liqo – liqo sebelumnya, terkadang pembahasan kami melebar kesana kemari sesuai dengan topik bahasan yang tengah di bahas. Dan entah bagaimana, permbimbing kami menyinggung mengenai topik pernikahan dan perceraian para selebritis.

“Kalau kita lihat di televisi banyak artis yang bercerai, dalam pandangan saya penyebabnya sederhana” Ujar pembimbing kami.

Saya dan teman-teman terdiam khusyu. Well, entah mengapa semua orang jadi khusyu kalau seseorang bercerita mengenai rumah tangga y? haha :P

“Niatnya salah sih..” Ujar Pembimbing kami.

“Mereka umumnya menikah karena niatnya ingin bahagia. Menikah untuk mencapai kebahagiaan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan niat mencapai kebahagiaan, kita menciptakan standar..”

“saya akan bahagia kalau …”

“saya akan bahagia jika pasangan saya …”

“dan banyak standar lainnya. Ketika kita menemukan bahwa pasangan kita tidak seideal yang kita kira dan tidak memenuhi standar kebahagiaan kita, kita kecewa. Dan dari situlah keretakan terjadi..”

“Maka dari itu, niatkan menikah untuk beribadah. Sehingga jika pasangan kita tidak seperti yang kita harapkan, setiap sabar yang kita keluarkan untuk hal itu dinilai ibadah… Jika pasangan kita seperti apa yang kita harapkan, setiap rasa syukur yang terucap juga dinilai ibadah…”

“..Bukan lakukan agar saya bahagia, tapi lakukan dengan bahagia…”

Dan diskusi pun terus berlanjut.

P.S.

Bagaimana pendapat anda? ;)

To Be Happy is To Give (Part 1)

Written by Fikri Rasyid on May 26, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with ,

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

Semua dari kita menginginkan kebahagiaan. To be happy. Tapi jika kita jujur pada diri sendiri, rasanya kok jarang sekali kebahagiaan itu muncul y? Kebahagiaan seperti sesuatu yang insidental, muncul terkadang saja.

Saya berimajinasi betapa menyenangkan-nya jika saya dapat berbahagia kapanpun saya mau :D

maka dari itu, saya memutar otak. Membaca berbagai hal, menganalisa berbagai konsep. Ada banyak cara untuk berbahagia, namun hasil sementara pemikiran saya, salah satu cara termenyenangkan adalah:

To be happy (and to be everyting) is to give.

Yap. Senada dengan status facebook saya pagi ini:

Daripada terlalu sibuk memikirkan kebaikan diri sendiri, lebih baik sibuk memikirkan dan membahagiakan orang lain.

Biar Tuhan yang memikirkan kebaikan kita :)

hmm… terdengar utopis y? ;)

Read More

Langkah-Demi-Langkah Mendapatkan Apapun Yang Anda Inginkan Berdasarkan Film The Secret

Written by Fikri Rasyid on May 17, 2009 filed under Pengembangan Diri, Review, Tips and tagged with , , , ,

the secret by rhonda bryne by alonsky

the secret by rhonda bryne by alonsky

Langkah demi langkah ini saya tulis berdasarkan apa yang saya simpulkan dari film The Secret. Saya mengaplikasikannya tanpa sadar dulu dan yeah, it works. Sekarang saya ingin mengaplikasikannya dengan sadar dan melihat apa yang terjadi. Jika memang benar bekerja dengan baik, artinya kita bisa menggunakannya untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan kan? ;)

Jadi, ini dia: Langkah-Demi-Langkah Mendapatkan Apapun Yang Anda Inginkan Berdasarkan Film The Secret

  1. Buat keputusan atas apa yang anda benar-benar inginkan
  2. Percayalah bahwa anda bisa mendapatkannya, anda layak mendapatkannya, dan anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkannya
  3. Tutup mata anda, setiap waktu memungkinkan. Visualisasikan apa yang anda benar-benar inginkan. Rasakan sensasi dari apa yang anda benar-benar inginkan, hingga bahkan anda bersyukur karenanya.
  4. Lalu, fokus pada apa yang dapat anda syukuri saat ini.

That’s it. 4 simple steps. Mungkin terdengar agak paradoks y? ;)

Read More

2 Kebiasaan Untuk Membuat Hidup Lebih Baik Berdasarkan Film The Secret: Bersyukur & Visualisasi

Written by Fikri Rasyid on May 16, 2009 filed under Pengembangan Diri, Review, Tips and tagged with , , , , ,

The Secret Book by Rawan Al.R

The Secret Book by Rawan Al.R

Tadi malam, saya bersyukur atas kehidupan dan belajar banyak tentang kehidupan.

Semalam, dalam perasaan yang campur aduk saya kembali menonton film “The Secret”, salah satu film yang paling menginspirasi yang pernah saya tonton :)

Everything happens for reason. Di tengah kegalauan semalam, saya kembali menemukan pencerahan. Saya sudah berkali-kali menyaksikan film The Secret, namun baru tadi malam saya menemukan berbagai “pesan” kunci yang sebenarnya mampu merubah kehidupan orang menjadi bumi dan langit.

Yes, everything happens for reason. Kalau tadi malam saya tidak merasakan kegalauan itu, saya tidak akan pernah menyadari “pesan” penting yang mungkin bisa merubah hidup saya bumi dan langit. :)
Read More

Kejutan & Variasi: Solusi Kebosanan. Satu hal yang membuat hidup lebih hidup

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2009 filed under Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , , ,

Surprise by CATeyes

Surprise by CATeyes

Hidup lebih hidup? Ahahaha, seperti tagline iklan saja. :P Well, Tapi suka tidak suka, ini topik yang penting. Bukankah banyak dari kita yang jenuh dan bosan dengan kehidupannya?

Bosan dengan pekerjaannya?

Bosan dengan rutinitasnya?

Bosan dengan pasangannya?

Bosan dengan hubungannya?

Dan bosan dengan yang lain-lainnya? ;)

Apapun itu bentuk atau sasaran kebosanan anda, solusi pasti dari masalah kebosanan anda tersebut pasti sederhana: Kejutan & Variasi. Bukankah penyebab kebosanan adalah hal serupa yang terjadi berulang-ulang hingga kita ‘mampu memprediksi‘ akan seperti apa jadinya?

Bukankah yang menjadikan pertandingan sepak bola menarik adalah tidak ada yang tahu akan bagaimana berakhirnya?

Bayangkan jika anda menyaksikan pertandingan sepak bola yang anda tahu di detik keberapa akan terjadi gol, siapa yang mencetak gol dan berapa hasil akhir dari pertandingan karena anda telah berulang kali menonton rekamannya?

Membosankan kan? ;)

Jadi, jika anda bosan akan sesuatu, buatlah kejutan dan variasi.

Bosan dengan rutinitas? Cobalah bentuk kegiatan baru yang anda belum pernah coba.

Bosan dengan teman/rekan/partner/pasangan? Cobalah perlakukan mereka berbeda: berikan satu kejutan yang manis yang belum pernah anda lakukan sebelumnya. Mulai dari memberikan perhatian yang tulus mungkin? ;)

Bosan dengan kehidupan anda? Bagaimana jika dimulai dengan merubah perasaan yang mumet itu dengan perasaan bersyukur atas apa yang anda miliki yang tidak orang lain miliki?

See? Anda bisa sesuaikan kejutan dan variasi tersebut dengan kondisi aktual anda :)

Dari hal bernama kejutan dan variasi ini, saya jadi menyadari hikmah dua pesan berharga dari seorang pria terbaik sepanjang masa:

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi.

Ketika pulang dari rumah ibadah, gunakan jalan pulang yang berbeda dengan jalan ketika datang.

Kedua hal itu salah satu tujuannya adalah menunjuk pada kejutan dan variasi kan? Begitu penuh kasihnya beliau menasihatkan hal diatas: Salah satunya agar kita tidak terjebak pada kebosanan.

Pendapat anda? Apa kejutan dan variasi yang anda lakukan atau dapatkan hari ini? ;)

Yang Menjadikan Sesuatu Berharga Itu Manusia Lain

Written by Fikri Rasyid on March 12, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , ,

only human by sorrenta

only human by sorrenta

Hari ini saya memiliki pertanyaan menarik: Sebenarnya yang membuat sesuatu menjadi berharga itu apa sih?

Coba perhatikan mall yang ramai pengunjung. Mengapa harga beli/sewa booth disana dihargai begitu tinggi? Coba perhatikan barang yang dihargai begitu tinggi. Coba perhatikan seseorang yang begitu dihargai dan dicintai. Coba perhatikan mereka yang berpenghasilan tinggi. Coba perhatikan mereka yang status sosialnya baik (baik disini artinya lebih dari “warga biasa”) di masyarakat.

Kalau dipikir-pikir, saya akhirnya menyimpulkan satu hal: Segala sesuatu menjadi berharga karena manusia yang lain.

Percaya? ;)

Mengapa harga sewa/beli booth di mall yang ramai dihargai begitu tinggi? Karena ramai manusia disana. Bandingkan harga sewa/beli mall yang ramai dengan mall yang sepi pengunjung.

Mengapa ada barang yang dihargai begitu tinggi? Karena ada manusia lain yang mau mengeluarkan uangnya dengan nilai sebegitu tinggi nya. Kalau tidak ada manusia lain yang mau membeli senilai tersebut? Memangnya akan diberi price tag setinggi itu? ;)

Perhatikan seseorang yang begitu di hormati dan dicintai. Pastinya dia diperlakukan dengan penuh hormat dan cinta karena dia juga memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan cinta. Ekstrimnya, coba bayangkan orang yang sama jika dia hidup di suatu hutan sendiri tanpa ada yang mengetahui dan tanpa dia mencintai dan menghormati manusia lain sebagaimana yang dia lakukan hari ini. Akankah ada yang menghormati dan mencintainya?

Mereka yang berpenghasilan tinggi? Tentunya karena mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk manusia lain. Coba mereka memiliki kemampuan yang hanya berguna untuk dirinya sendiri dan tidak berguna untuk manusia lain. Akankah mereka memiliki penghasilan setinggi itu?

Perhatikan mereka yang status sosialnya tinggi. Bukankah hal itu diberikan oleh manusia lain atas jasanya kepada manusia lain?

Pada akhirnya, kesimpulan yang saya tarik adalah “yang menjadikan sesuatu berharga (secara duniawi) adalah manusia lain”.

Jadi? Jika kita ingin menjadikan sesuatu berharga, let’s say hidup kita, jadi kita ingin menjadikan hidup kita berharga, hiduplah untuk orang lain. Yang saya maksudkan dengan hidup untuk orang lain bukannya hidup menjadi pesuruh orang lain, namun hiduplah untuk memberikan kebaikan untuk orang lain.

Mungkin kita (termasuk saya sendiri) perlu mengoreksi arah pandang kita yang selama ini SAYA, SAYA, SAYA, SAYA kan? Berbicara tentang SAYA, menentukan tujuan untuk SAYA, melakukan sesuatu karena SAYA, menyempatkan sesuatu karena SAYA, dll.

Bukan berarti urusan pribadi anda menjadi tidak penting. No, urusan dan “wilayah” pribadi juga penting. Tapi memberikan kebaikan untuk orang lain mendatangkan perasaan yang juga penting :)

Tidak perlu bingung. Coba saja dengan hal-hal sederhana. Lakukan hal-hal kecil untuk kebaikan manusia lain, dan rasakan perubahan yang terjadi. (Mario Teguh sekali y? :P )

Saya pribadi mulai mengujikan hal ini di beberapa hal sederhana dalam kehidupan saya. Alih-alih bercerita, saya coba mendengarkan dan memperhatikan manusia lain, membuat puisi untuk manusia lain, memberi perhatian untuk manusia lain, membantukan mengambilkan minum untuk manusia lain..

Dan hey, perasaan berharga dan tentram itu mulai menyapa saya! :D

Bagaimana dengan anda?

Silahkan langsung saja sharing pengalaman anda disini :)

Selamat hari kamis dan selamat menjadi berharga! :D

Tentang kebahagiaan

Written by Fikri Rasyid on September 2, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Apa arti kebahagiaan menurut anda? banyak orang memposisikan kebahagiaan sebagai tujuan. Namun, menurut saya kebahagiaan bukan tujuan. Kebahagiaan hanya hasil atau efek. Hasil dari sebuah kata kerja bernama bahagia.

salah seorang teman saya, guru saya, memiliki motto hidup yang sangat bagus : “Lakukan dengan bahagia, bukan untuk kebahagiaan.”

maksudnya? jangan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan, karena kebahagiaan bukan tujuan. akhir2 ini saya sering memutar vcd Life Revolution saat ngeblog. Pak Tung Desem mengajarkan sesuatu yang bernama “sindrom Elvis Presley”. Sindrom yang menyerang semua orang yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan.

Pernah dengar Elvis presley? bintang rock 50 an yang sukses luar biasa hingga menjadi ikon Rock N’ Roll tersebut. dari segi materi, semua yang bisa dijadikan tujuan berkedok kebahagiaan dia miliki.kekayaan? dia punya. ketenaran? ada. Istri yang cantik? ada. anak? ada. rumah yang besar? ada. semua yang bisa dijadikan sebagai “saya akan bahagia jika saya memiliki…” sudah dia miliki.

Apakah dia bahagia? tidak. dia akhirnya mengkonsumsi narkoba karena dia menemukan ketenangan dan kedamaian disana. apakah dia bahagia? dia mati karena overdosis.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang menggerakkan umat manusia sekarang ini, dan menjadi tujuan sebagian besar umat manusia. banyak sekali orang bekerja dengan sangat kerasnya mengejar kebahagiaan.

Sayangnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar.

karena kebahagiaan bukan berupa materi, tidak bisa di tangkap oleh panca indra. Kebahagiaan ada di dalam diri anda sendiri. tidakbisa diraba, tapi bisa dirasakan.

kebahagiaan bisa dirasakan, ketika anda melakukan satu kata kerja bernama “bahagia“. dan cara melakukan bahagia adalah dengan satu kata sederhana : bersyukur.

Sekarang saya tahu mengapa Rasulullah SAW mengajarkan untuk bersyukur.

:)

Terapi Bahagia

Written by Fikri Rasyid on August 7, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with

Every cloud has a silver lining. Itu pepatah dalam bahasa inggris yang artinya “di setiap permasalaan sealu ada maksud yang baik tersembunyi”. Dan memang benar, dengan diujinya saya dengan yang satu ini, ternyata saya menyadari sesuatu yang menarik.

Saya tahu bahwa setiap yang kita pikirkan dan ucapkan akan menjadi kenyataan. “Hati – hatilah terhadap perkataanmu, karena itu bisa menjadi Do’a”, demikian ucap Imam Ali. selama saya diuji, saya menjaga setiap perkataan dan pikiran saya. Saya juga mempelajari dari buku ini tentang cara berdo’a yang efektif, tapi kok perasaan saya, herpesnya malah menyebar. sedikit bingung, saya pun kembali pasrah.

Setelah beberapa hari, beberapa kejadian, akhirnya saya melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Saya tertawa lebih lepas, saya melakukan berbagai macam hal yang membuat saya lebih bahagia dari sebelumnya. Dan Wow! Subhanallah! penyebaran berhenti. mendadak berbagai solusi ditemukan, dan proses perbaikan menjadi lebih cepat. Wow, satu hal yang saya pelajari disini :

saat saya merasa bahagia, berbagai hal yang membuat saya bahagia mendekati saya.

Law of Attraction, Persis.

Pernahkah anda mengalami kejadian serupa?

is life wonderfull?

Written by Fikri Rasyid on July 22, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , ,

Ada seorang teman yang bertanya pada saya,

” Kenapa semua motivator bilang life is wonderfull?”

“karena hidup memang begitu adanya. Dunia manusia diciptakan oleh manusia itu sendiri”, jawab saya

“Loh, masalah keluarga kan banyak, ngga semua orangtua utuh, dan banyak orangtua yang memahami peran mereka sebagai orangtua”

ini jawaban saya terhadap pertanyaan ini.

“Life is wonderfull”. Memang begitu adanya.
“Life is sucks” Jika anda memang menginginkan hal itu, ya memang begitu adanya.
“i’m not happy with my life” Anda berkata demikian, itulah adanya.
“i love my life. Life is very amazing!” ya memang demikian adanya.

Apa maknanya?

Saya diingatkan kembali tentang sebuah hikmah oleh karakter master Oogway di KungFu Panda. Sebuah perkataan lama yang sangat bijak.

“Tidak ada berita baik atau berita buruk. Yang ada hanya berita”

apa artinya? yang ada hanyalah berita. Dan anda memiliki hak penuh untuk menentukan berita itu baik atau buruk. namun sayangnya, kebanyakan dari kita tidak menggunakan hak itu dengan baik.

Dan dunia pun begitu. Anda memiliki hak penuh untuk menentukan, apakah dunia yang anda tinggali merupakan dunia yang baik atau dunia yang buruk.

Ketika anda merasakan bahwa hidup ini sangat menyengsarakan, anda melihat orang lain lebih bahagia daripada anda, mereka memiliki apa yang anda tidak miliki, anda merasa bahwa kehidupan ini sungguh tidak adil karena Tuhan tidak memberikan kepada anda apa yang telah Dia berikan untuk yang lain, anda melihat bahwa kehidupan anda sangat bermasalah, segalanya tidak beres, segalanya tidak menyenangkan, hidup terasa sempit dan anda selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah anda miliki, ya wajar saja hidup anda merasa hidup ini sungguh menyebalkan.

Namun ketika anda memutuskan untuk bahagia, anda fokus pada kebahagiaan, anda memanggil kebahagiaan dengan cara mensyukuri apa yang anda sudah miliki dan ikhlas pada atas apa yang anda tidak miliki, seketika anda merasakan kebahagiaan yang tidak terlukiskan. entah mengapa anda merasa bahagia. padahal tidak ada yang berubah, bumi tetap berada pada peredarannya, sehari tetap 24 jam, masalah – masalah anda juga tetap ada, tidak ada yang berubah, namun fokus dan keyakinan anda tentang hidup anda rubah. Seketika perasaan anda dan hidup anda akan nyaman sekali. Anda akan tahu, “kebahagiaan” seperti apa yang anda rasakan.

Ini sebuah hal sederhana tentang kehidupan yang mana sebagian orang berfikir terlalu ngejelimet tentang hal ini. :P

Jika anda menginginkan hidup yang bahagia, bersyukurlah. ikhlas lah.
Jika anda menginginkan hidup yang tidak bahagia, merasa kuranglah.

Kembali kepertanyaan pertama, “mengapa motivator selalu bilang life is wonderfull?”

Karena mereka memutuskan bahwa hidup mereka memang “wonderfull”

Tidak percaya? Silahkan tanya pada motivator yang berkata ” Life is wonderfull”

;)