Posts tagged with Gila :

Dicap Gila dan Diremehkan : Salah Satu Tanda Kesuksesan

Written by Fikri Rasyid on December 12, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Pernah memiliki ide dan menyampaikannya kepada orang lain, lalu anda malah ditertawakan dan dicap gila?

“Ya ampun… ide seperti itu mana mungkin berhasil?”

Atau lebih parah lagi, anda menjalankan sebuah project yang anda paham memiliki prospek yang bagus setelah anda analisa. Namun ketika lingkungan anda melihat apa yang anda kerjakan dan anda mencoba menjelaskan apa yang anda jalankan, mereka malah berkata

“Udahlah, ngapain sih ngebuat yang aneh – aneh? Mana mungkin yang kaya gitu berhasi? *disertai tawa menghina* Sekarang mah yang pasti – pasti aja, beresin tuh sekolah cepet terus cari kerjaan!”

Atau mungkin, lingkungan anda mencap anda sebagai geek atau nerd atau bahkan freak karena anda selalu terlihat tekun mengerjakan sesuatu yang lingkungan anda belum dapat pahami dengan sepenuh hati anda?

Bersyukurlah.

Semua orang  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase ini sebelum sukses : fase di cap gila dan fase diremehkan.

Analisa baik – baik fase kehidupan tokoh favorit anda. Pasti anda akan menemukan fase dimana tokoh besar favorit anda dicap sebagai gila dan diremehkan sebelum mereka mencatatkan namanya dalam sejarah.

Copernicus dicap gila ketika mempublikasikan hukum heliosentris. di hukum mati malah.

Steve Jobs juga dicap gila dan diremehkan ketika hendak merilis iPod. Siapa yang percaya kotak persegi kecil tersebut akan mengalahkan supremasi sony walkman dalam pangsa pasar music gadget?

Bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah dicap gila dan diremehkan di masa – masa awal kenabiannya.

Jadi, sekali lagi Semua orang  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase di cap gila dan fase diremehkan sebelum sukses.

Karena mereka melakukan lebih dahulu sesuatu yang orang lain belum dapat pahami ketika mereka mengerjakan hal tersebut.

Sekarang, sudahkah anda dicap gila dan diremehkan?

Definisi Gila Menurut saya

Written by Fikri Rasyid on October 10, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , ,

Gila. Apa yang terpikir ketika mendengar kata gila, atau mungkin orang gila?

Rambut acak – acakan, badan tak terurus, kumal, tanpa pakaian, berjalan dengan kekehan tanpa sebab sambil menggaruk – garukkan tangan ke kepala.

atau mungkin

Melakukan sesuatu yang di luar “kewajaran”

Setiap orang memiliki definisinya tersendiri tentang sesuatu hal. Contohnya, cantik menurut beberapa orang dapat didefinisikan dengan “kulit putih, wajah manis, potongan badan seimbang, dst dst”, sementara orang lain bisa saja mendefinisikan cantik dengan ” senyum ramah, pandangan teduh, dan dan kepala tertutup jilbab dengan rapih, dst, dst”. dalam beberapa hal, definisi dari sesuatu bisa jadi sangat subjektif. Dan itulah letak keunikan dunia.

Sekarang, kembali ke gila. Dan ngomong – ngomong, gila yang saya maksud disini adalah Gila dalam konotasi yang sebenarnya. Gila yang dianggap menjijikan, gila yang dijauhi masyarakat, gila yang membuat banyak orang menunjukan pandangan jengahnya terhadap sesuatu. Bukan gila yang di gunakan sebagai parameter keunikan sesuatu seperti : “Gila lu, yang bener?”

Contoh. Definisi Einstein mengenai gila :

gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda

Yup, semua orang memiliki pandangannya masing – masing mengenai kegilaan. Definisi yang diberikan Einstein ini cukup menarik, tapi saya rasa kurang universal.

Pandangan umum mengenai gila :

Melakukan sesuatu di luar kewajaran, di luar apa yang menjadi kebiasaan, norma, atau aturan  orang kebanyakan.

ini definisi terumum mengenai gila. Masalahnya, tidak semua aturan, norma dan kebiasaan yang dianggap benar oleh orang kebanyakan orang atau dalam kata lain mayoritas itu benar. Maka dari itu saya membuat sistem nilai untuk saya pribadi mengenai “Gila” :

Gila : melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ‘kebenaran universal’.

kebenaran universal itu absolut. kebenaran yang entah bagaimana semua manusia yakini benar dan baik adanya, tanpa memandang ras, agama, pandangan politik dan parameter pembeda antar manusia lainnya. Contoh : Sehat. Sehat itu baik. Dan tidak perduli orang jepang atau rusia, amerika atau indonesia, agama islam, nasrani atau bahkan atheis sekalipun,  semua manusia manusia menginginkan sehat. Ada orang yang menginginkan dirinya sakit? Ada. Dan itulah “Gila” dalam pandangan saya. Maka dari itu, semua tindakan yang mengarah pada menyakiti diri dan merusak kesehatan seperti memakan makanan tinggi kalori dengan jumlah yang tidak ideal, merusak paru – paru dengan dalih kenikmatan tak tertahankan, menghilangkan kesadaran dengan alasan ‘tekanan’, saya kategorikan sebagai tindakan gila.

Masuk akal kah?

Hmm, apa definisi gila menurut anda?