Posts tagged with Fenomena :

Tentang Akhir Tahun 2008 : Serangan Israel Ke Jalur Gaza. Bagaimana menyikapinya?

Written by Fikri Rasyid on December 30, 2008 filed under Analisa and tagged with , , , ,

Lupakan sejenak selebrasi akhir tahun, lupakan pula berbagai acara akhir tahun 2008 yang akan segera kita lewati. Di akhir tahun ini, satu fenomena yang tidak bisa dikatakan beradab terjadi : serangan Israel ke jalur gaza, yang menewaskan lebih dari 300 WARGA SIPIL. Wanita dan anak – anak.

Serangan ini kontan menyulut berbagai unjuk rasa yang memprotes serangan biadab tersebut. Unjuk rasa atas serangan ini terjadi di seluruh dunia, dari iran, irak, dan timur tengah hingga negara – negara di eropa seperti prancis dan inggris. Dan kebanyakan, berakhir dengan ricuh.

Saya termasuk warga yang kurang suka dengan demo dan aksi turun ke jalan, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Namun ketika saya menyaksikan berita mengenai unjuk rasa tersebut, satu sudut pandang lain terbuka. Satu simpati pengunjuk rasa (unjuk rasa dan kemauan turun ke jalan, bukan ricuhnya) sebagai wujud solidaritas terhadap saudaranya warga negara palestina yang dirampas haknya oleh Israel.

Di luar segala sentimen SARA yang terjadi, menyerang warga sipil, terutama di lokasi publik seperti rumah sakit dan kantor layanan publik adalah sesuatu yang tidak beradab. Lihat betapa sakitnya keluarga yang ditinggalkan, ketika mereka memandang jenazah keluarganya yang menjadi korban serangan. Beberapa orang mungkin merasa tidak perduli dengan hal itu. “Apa urusannya denganku?”. Tolong ingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia. Segala sesuatu yang terjadi pada seseorang di muka bumi ini, dapat dialami pula oleh orang yang lain. Termasuk oleh anda, saya, dan kita semua. Hari ini mereka di palestina. Bagaimana jika berikutnya Indonesia?

Jika hari ini Israel menyerang wilayah sipil Palestina dan Dunia diam saja, bukan kah mungkin jika suatu saat setelah Palestina, mereka “memperluas” wilayah serangannya? Awalnya mungkin meyamping ke negara – negara timur tengah, tapi bukannya tidak mungkin berlanjut menyebrang, ke negara kita.

Pertanyaannya adalah, bagaimana sekarang kita menyikapinya. Apakah dengan turun ke jalan? Apakah dengan anarkisme terhadap kantor perwakilan PBB dan kedubes Palestina? Semua orang memiliki pilihan hidup yang berbeda.

We all need to answer it.

fenomena yang saya lihat di toko buku

Written by Fikri Rasyid on June 30, 2008 filed under Analisa and tagged with , ,

Tadi pagi saya mampir ke Toko Buku Togamas, salah satu toko buku yang memberikan diskon cukup menarik di bandung yang bertempat di jalan supratman. Dengan tata letak yang nyaman, kelengkapan dan range diskon yang cukup bervariasi dari 15% hingga 30%, Togamas cukup menarik untuk sebagai tempat alternatif belanja buku di bandung selain Gramedia jalan merdeka yang tempatnya nyaman namun mahal, atau BBC suci samping giant yang diskonnya sangat aduhai namun tata letak nya yang kurang mendukung kenyamanan membeli buku.

satu hal yang selalu menarik perhatian saya setiap kali mampir ke toko buku, adalah maraknya buku tutorial cara berinternet yang saya rasa kurang menarik untuk dijadikan buku karena hal – hal yang tercantum di buku tersebut sepertinya bisa di dapat dengan mudah dengan googling. Let’s say:

Panduan Praktis menggunakan Google untuk pemula,

daftar situs yang wajib anda kunjungi,

Ngeblog dengan blogspot,

Ngeblog dengan wordpress,

gaul ala friendster,

bahkan yang buku terakhir yang cukup membuat saya terkesima karena packagingnya yang cukup bagus adalah :
gaul dengan facebook.

Wow, mark zuckeberg berhasil menciptakan peluang penghasilan bagi orang lain dengan web app ciptaannya. :D

Disatu sisi, munculnya buku – buku tersebut mengindikasikan bahwa ada peluang lain dari internet yang bisa kita tangkap. Iya kan? dengan koneksi internet, ketekunan memahami setiap fasilitas yang terdapat di aplikasi web yang sedang hot dan kepandaian merangkai kata, saya rasa setiap dari kita bisa menerbitkan buku! Tidak perlu menunggu memiliki kepandaian mengolah kata seperti Andrea Hirata atau kecakapan mengolah kehidupan sehari hari menjadi tulisan amburadul yang mengocok perut seperti Raditya Dika untuk menjadi seorang author.

Hmm.. sebersit ide melintas. bagaimana dengan judul :

cara membuat blog yang di hosting sendiri

( cerita pengalaman saya membuat blog ini dan segala macamnya )

atau

cara membuat theme wordpress sendiri

( cerita pengalaman saya yang sedang belajar membuat theme wordpress ini )

hoho. that’s an opportunity. Lumayan untuk nambah penghasilan. ;)