Posts tagged with Dreams :

Visualisasikan

Written by Fikri Rasyid on March 17, 2012 filed under Personal and tagged with ,

Dari dulu, saya selalu ingin punya gitar :')

Dari dulu, saya selalu ingin punya gitar :')

Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak lama sekali. Dulu saat masa – masa SMP / SMA, saat saya menginginkan sesuatu, yang saya lakukan adalah membuka buku tulis saya dan menggambar-gambari bagian belakang buku tersebut dengan hal-hal yang saya inginkan. Beberapa dengan cepat tercapai, beberapa butuh waktu lebih dari kelulusan untuk tercapai, beberapa belum tercapai.

Read More

Mengawali Tahun 2011

Written by Fikri Rasyid on January 8, 2011 filed under Personal and tagged with , , , , ,

Tidak terasa, sekarang sudah tahun 2011 saja. Beberapa orang memilih tidak membuat resolusi atau cita-cita atau apapun lah itu namanya, tapi saya pribadi lebih pilih membuat banyak cita-cita. Lima dari sepuluh cita-cita tercapai jauh lebih baik daripada tidak mencapai apapun.

Saya sudah membuat sejenis resolusi di awal tahun baru hijriah kemarin di tumblr saya, tapi apa salahnya melakukan pembaruan untuk versi masehi-nya? So, here we go. Ini dia hal-hal yang saya ingin capai tahun ini:

  • MacBook Pro
  • iPhone 4
  • Karimun Jawa Trip
  • Being Cyclist
  • Nulis lagu, rekaman, nge-gig
  • Realizing what my passion is
  • Menerbitkan buku
  • Ngeblog dalam bahasa inggris
  • Being minimalist
  • Monthly income di angka antara 5 – 10jt. Yang namanya cita-cita itu lebih baik jika spesifik.
  • Mengajar. Entah mengajar CSS, theme development, atau Bahasa Inggris.
  • Mengurangi penggunaan produk bajakan.
  • Project PMW berjalan lancar dan dana PMW bisa beres dikembalikan di akhir tahun 2011
  • Membuat video podcast
  • Berteman dengan banyak orang hebat yang bisa meningkatkan kapasitas kepribadian saya
  • Produce more, consume less
  • Berpergian dengan teman-teman terdekat
  • Secara konstan keluar dari zona nyaman dan memulai hal-hal baru yang diluar kebiasaan
  • Menghilangkan kebiasaan lima-menit-lagi-ah.
  • Menjadi lebih teratur

Pada dasarnya masih banyak yang saya ingin lakukan, tapi yang teringat baru itu. Nanti akan saya update lagi. Ohya, beberapa pekan yang lalu saya menemukan webapp 43things, webapp listing target yang ingin dicapai dalam hidup. Saya me-listing apa-apa saja yang saya ingin capai disana: http://www.43things.com/person/fikrirasyid :)

***

Saya jadi ingat, dulu mentor saya pernah menganjurkan saya untuk membuat semacam celengan yang dinamakan “kotak impian“. Bentuknya persis celengan namun yang dimasukkan bukan uang melainkan kertas-kertas kecil yang berisi apa yang kamu ingin capai. Nanti selang beberapa tahun, buka kotaknya dan lihat apa saja yang sudah tercapai.

Kebiasaan itu berlangsung beberapa saat tapi sekarang tidak lagi. Saya lebih cenderung meletakkan gambar / menulis / menggambar hal-hal yang saya inginkan agar visualisasinya lebih jelas. Hasilnya?

Yep, the MacBook Pro. Salah satu resolusi saya di tahun 2011 tercapai, di hari ke-3. Thank God :)

Sekarang saya bisa dengan bahagia mencoret salah satu “resolusi” saya ;)

  • MacBook Pro

Oke, itu cerita saya tentang tahun 2011 dan beberapa target saya untuk tahun ini. Apa target kamu untuk tahun 2011? Ditunggu di kolom komentar ya :)

Man, alone, has the power to transform his thoughts into physical reality; man, alone, can dream and make his dreams come true.

Napoleon Hill

Background image titled Happy New Year… is courtesy of Biscarotte

Dream comes true. Damn it’s true

Written by Fikri Rasyid on September 14, 2010 filed under ide, Personal and tagged with , ,

Ketika saya masih SD, saya hobi sekali membaca novel dan manga. Beberapa diantaranya yang sangat menarik minat saya adalah cerita-cerita dengan plot sekolah berasrama seperti Harry Potter, Mallory Towers, Love Hina dan lain-lain. Efek sampingnya, saya jadi punya cita-cita untuk bersekolah di sekolah berasrama. Kalau perlu yang gedung sekolahnya punya lorong yang diapit kelas di kiri dan di kanan-nya seperti di manga-manga itu.

Saat saya lulus SD, saya SMP dan SMA di sekolah berasrama: Ma’had Al-Zaytun. Beberapa menyebutnya pesantren, tapi saya mengalami kejadiannya langsung ragu untuk menyebutnya pesantren :p

when i was a young boy

Liat seragamnya: Sailor. mirip di manga-manga gitu LOL

tahun terakhir saya tinggal di asrama ini: Al-Fajr. Lantai lima, kamar 512. Jangan harap ada lift. Pakai tangga. Lebih dari 10 kali dalam sehari.

Ketika saya SMP, saya nge-fans abis dengan Linkin Park selalu amazed dengan anak-anak Band. Parahnya saya tidak bisa main satu alat musik pun. Paling canggih juga kastanyet LOL

Saat saya SMA, saya sering mengisi acara di acara sekolah. Ngeband. Sampai sekarang pun masih, another passion of mine :)

Ada band di Pesantren. Gaya betul.

Ketika saya SMA dan terlibat organisasi pelajar (kalau di sekolah umum disebutnya OSIS, kalau di tempat saya disebutnya OPAZ – Organisasi Pelajar Al-Zaytun – kalau tidak salah), saya masuk Departemen Informasi di bawah divisi website. Lucunya, saya waktu itu tidak mengerti bahasa pemrograman sama sekali dan divisi kami tidak merilis satu halaman web-pun.

Saat saya lulus SMA dan sekarang berkuliah, saya mendapatkan penghasilan dari freelance front-end web development (xHTML / CSS) dan WordPress theme development.

Ketika awal-awal saya pulang ke Bandung dan kemudian gagal masuk FSRD ITB tahun 2007, saya tidak langsung melanjutkan pendidikan formal saya. Saya course web development selama 8 bulan dan bergabung ke jaringan MLM K-Link dimana Ibu saya yang pembicara produk nasional. Waktu itu tujuan saya satu: mandiri secara finansial secepatnya biar tidak usah minta duit lagi ke orang tua. Malu dong, fisik – mental sehat dan usia sudah diatas 17 tahun masa minta uang ke orang tua melulu. Kalau saya lahir di U.S. usia segitu saya harusnya sudah keluar dari rumah dan mulai hidup mandiri (CMIIW).

Sayangnya ternyata bisnis jaringan bukan passion saya. Ada sih penghasilan disana, hanya saya kurang enjoy dan penghasilan saya disana belum cukup untuk operasional sehari-hari. Kadang-kadang masih harus minta ke orang tua.

Tahun 2009, saya mulai nge-freelance front-end web development. Penghasilan mulai masuk dan saya enjoy sekali menjalaninya karena sesuai dengan karakter dan passion saya.  Mulai awal tahun 2010, saya tidak usah minta uang lagi ke orang tua saya untuk sekedar membayar bensin, beli buku (baik untuk kepentingan saya sendiri atau buku kuliah), makan siang, jalan-jalan dan belanja-belanja. Tinggal biaya semesteran saya yang masih diberi. Semoga semester depan saya bisa bayar sendiri kuliah saya (meskipun agak gimana-gitu juga karena jurusan ini yang sekarang saya masuki ini kehendak ibu saya. Haha)

Di WordCamp 2010, acara gathering WordPress enthusiast yang banyak di datangi freelancer. Yang paling kiri itu teman saya di divisi website dulu yang akhirnya bernasib sama dengan saya. Saya yang paling belakang. I know, terlihat merem. Saya memang tidak fotogenik -_-

Ketika awal masuk kuliah, saya ingin sekali punya netbook tapi ketika itu saya sama sekali tidak punya dana dan tidak terbayang bagaimana cara belinya. Awal semester kemarin, hasil freelance cukup buat beli Dell Inspiron mini yang akhirnya memberi saya peluang untuk belajar banyak hal baru seperti mulai menggunakan Ubuntu, dll.

Mobile coding partner. Powered by Ubuntu 10.4 & Windows 7 Starter

Ketika awal kuliah, saya pakai handphone oldschool Motorola yang-penting-ada-mp3-playernya. Padahal, waktu itu saya ingin sekali handphone dengan keypad QWERTY. Selang beberapa waktu, semakin kesini, saya semakin butuh handphone yang agak pintar sedikit untuk internetan, membalas email klien saat saya tidak terhubung dengan internet (mostly karena sedang ada di kampus) dan lain-lain. Akhir semester kemarin rekening hasil freelance saya jebol untuk BlackBerry Gemini.

Gemini putih senjata andalan agar gampang dikontak oleh klien via Email

Daftar saya-ingin-dan-lalu-tercapai ini bisa saja saya terus perpanjang, tapi tidak ada gunanya memberikan 1000 contoh kalau 5 contoh saja sudah cukup. Yang saya ingin katakan adalah, dream comes true. Okay, some dreams come true – dan saya ingin menunjukan contoh spesifik dan faktual dalam hidup saya bahwa hal tersebut benar adanya. Beberapa impian tercapai tepat waktu, beberapa impian datang terlambat dari “waktu yang diminta” dan beberapa impian tidak diberi namun diberi yang lebih baik dari yang saya impikan.

Beberapa orang mungkin akan menganggap saya mencoba menyombongkan apa yang saya capai, tapi percayalah menyombongkan pencapaian seuprit seperti ini adalah tindakan yang sangat bodoh. Yang saya ingin katakan adalah kalau kamu ingin sesuatu, kamu bisa mendapatkannya meskipun detik ini kamu tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Saya ingat betul setiap hal-yang-saya-inginkan-lalu-saya-dapatkan ini. Awalnya hanya sebersit perasaan ingin. Lalu saya tulis, bahkan saya buat daftar. Pada titik tertentu saya cari gambarnya lalu saya tempel di tempat yang saya terus lihat, namun kadang-kadang gambar mental di otak juga cukup. Setelah itu saya setengah putus asa karena saya tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, tapi saya tetap yakin saja. Setelah itu saya jalankan kehidupan saya, lakukan apa yang saya yakini betul. Setelah selang beberapa waktu (kadang mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan) ketika tanpa sadar saya sudah lupa dengan apa yang saya inginkan itu, hal yang saya inginkan tersebut sekonyong-konyong menjadi kenyataan.

Poff!

Dream comes true.

Wow, kadang-kadang saya suka tidak percaya juga :D Tapi ada satu kutipan yang sangat menarik dari Steve Jobs berkenaan dengan hal ini:

Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college, but it was very, very clear looking backwards 10 years later. Again, you can’t connect the dots looking forward. You can only connect them looking backwards, so you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever–because believing that the dots will connect down the road will give you the confidence to follow your heart, even when it leads you off the well-worn path, and that will make all the difference.

Steve Jobs, Commencement Speech at Stanford, 2005

Saat ini saya punya banyak cita-cita yang untuk sebagian orang mungkin terdengar bodoh atau mustahil seperti Ph.D sebelum usia 35, menciptakan web app selevel facebook & twitter, mapan secara finansial (yang saya asumsikan dengan penghasilan minimal diatas 10jt sebulan dangan biaya hidup seperti sekarang) saat lulus sarjana, buat sekolah, naik haji sebelum 30, mencoba naik unta di padang pasir timur tengah (penasaran seperti apa sih zaman Rasul itu), dan masih banyak lagi.

Jujur saja, saya belum kepikiran bagaimaimana caranya mencapai itu semua.

Tapi apa salahnya bermimpi? Apa salahnya bercita-cita? Mungkin, tidak semua cita-cita tersebut akan tercapai. Mungkin akan ada yang meleset dan tercapainya telat. Tapi kalau ada peluang tidak tercapai, berarti ada juga peluang untuk tercapai.

Beberapa dari kamu menganggap memiliki cita-cita itu muluk-muluk, tapi buat saya, it’s a part of the journey named life :D

Jadi, apa cita-cita kamu? Apa cita-citamu yang sudah tercapai??

The Google Generation

Written by Fikri Rasyid on July 11, 2010 filed under internet and tagged with , , , ,

trip to bali. goal taun 2009

sudah ingin ke Bali dari tahun 2009, ternyata di-pending satu tahun hingga tercapai. Well, setidaknya akhirnya tercapai :)

Jum’at tanggal 16 saya akan terbang ke Bali bersama seorang teman untuk mewakili Universitas Pendidikan Indonesia dalam speech competition yang diselenggarakan oleh PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2010 yang berlokasi di Universitas Mahasaraswati Bali. Untuk pembaca blog saya yang tinggal di Bali, mungkin kita bisa bertemu untuk ngobrol-ngobrol sambil melihat keeksotisan Bali. Kontak saja saya lewat form komentar / twitter :)

Sudah lama sekali saya berkeinginan untuk ke Bali tapi dengan usaha sendiri jadi kesempatan ini seperti dream comes true (again) ;) . Pemilihan wakil kemarin diselenggarakan dengan cara seleksi dan karena diselenggarakan untuk PIMNAS, jadilah saya membahas mengenai teknologi (lebih tepatnya Google – teknologi informasi) dan bagaimana kehidupan kita dipengaruhi olehnya. Eh ternyata Alhamdulillah lolos juga :p

Anyway, ini dia naskah speech yang saya gunakan saat seleksi kemarin. Kalau untuk lombanya sih beda lagi. Saya tulis sendiri. I hope it’d be useful for you. Di bawah teks aslinya turut saya sertakan terjemahannya, siapa tahu ada yang lebih suka menggunakan bahasa :)

Here it goes:

Read More

Tentang Pencapaian Cita-cita: Bagaimana Penyangga Waktu (buffer of time) Bekerja

Written by Fikri Rasyid on August 22, 2009 filed under Analisa, Music, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , ,

…but there is a time lag so we sometimes don’t see the causative link as clearly as we should.

it Refered to by Abe as the buffer of time.

 Lauras dreams come true from tompagenet

Laura's dreams come true from tompagenet

Izinkan saya bercerita: kurang lebih tiga tahun lalu, ketika saya tengah kelas 12 sekolah menengah atas, bermain musik dalam sebuah band adalah salah satu aktifitas favorit saya sebagai remaja.

Dan sebagai sebuah band, ada satu hal yang sangat saya idam-idamkan ketika itu: merekam lagu saya sendiri. Hal tersebut membuat saya mulai mengumpulkan informasi mengenai recording ketika itu. Kabar baiknya: biaya recording semakin murah seiring dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini.

Kabar buruknya: tiga tahun lalu, dengan semua informasi yang telah saya kumpulkan, saya dan band saya tidak jadi recording.

***********

Read More