Posts tagged with Cita – cita :

Jalan & Tujuan

Written by Fikri Rasyid on October 26, 2011 filed under Thought and tagged with , , ,

escence road

Kalau tujuannya jelas, jalan-nya bisa dicari.

Persis seperti mencari alamat. Dimulai dari alamat persis, lalu bayangan tentang area yang dituju. Jalan dulu mendekati area tersebut, lalu begitu mulai-mulai bingung, mulai bertanya pada orang yang kita anggap tahu daerah tersebut. Cari lagi. Tersesat. Tanya lagi. Cari lagi. Masih nyasar. Tanya lagi. Cari lagi.

Read More

Keinginan dan Harga Diri

Written by Fikri Rasyid on October 11, 2011 filed under Quote and tagged with , ,

Kalau kamu ingin sesuatu, pastikan harga diri kamu lebih tinggi dari sesuatu yang kamu inginkan itu. kamu harus jadi orang yang pantas buat sesuatu yang kamu inginkan itu.

- Bossnya gurunya guru saya, diceritakan kepada saya suatu hari.

Jadi orang yang pantas untuk sesuatu yang kamu inginkan. Ini penting: tebalkan, miringkan, garis bawahi: Jadi orang yang pantas, Fik.

Seminggu Bersama Macbook Pro

Written by Fikri Rasyid on January 15, 2011 filed under Produk and tagged with , , , ,

Sudah seminggu saya menggunakan MacBook Pro. Damn it feels awesome. Mungkin euforia saya juga sih ya, sudah dua tahun lebih saya menginginkan benda ini: mulai dari menggambarnya secara sadar / tidak sadar di catatan-catatan kuliah, menempelkan gambarnya di tempat-tempat yang mudah terlihat, menjadikannya resolusi 2010 yang mana tidak tercapai, hingga menjadikannya resolusi 2011 yang tercapai di tanggal tiga januari 2011 dengan cara yang tidak terlalu diduga. Epic.

Anyway, menggunakan Mac ini asyik sekali. Pengalaman menggunakan sistem operasi Windows XP, Windows 7, Windows 7 Starter, Ubuntu 10.04 dan Ubuntu 10.10 membuat saya memiliki kekaguman tersendiri dengan notebook & sistem operasi ini:

Windows populer dan kompatibel dengan banyak device. Tapi kerentanan terhadap virus membuat saya antipati dengan OS ini. Untuk mengamankan data dari virus, user harus menginstall berbagai macam security tools yang ujung-ujungnya merepotkan: Performa PC melambat, fokus malah jadi ke mengurusi PC daripada produktifitas.

Ubuntu (linux based OS) aman dari virus namun masih terhalang masalah kompatibilitas. Contoh: driver printer, ketersediaan font & aplikasi, dll. Yang paling terasa adalah ketika membuka file .doc / .docx yang formattingnya kompleks dengan office suite Open Office. Wah, kacau deh. Saya selalu menyarankan orang menggunakan Ubuntu, namun jika tidak punya koneksi internet yang cukup kencang sebaiknya pikir-pikir lagi. Belum lagi interface yang meskipun lebih cutting edge daripada Windows namun sedikit tampak kurang well-designed pada detail.

OS X (Macintosh) memiliki keunggulan dan menutupi kekurangan dari keduanya: (relatif) aman dari serangan virus dan kompatibilitasnya tinggi. Jika ditilik dari sudut pandang saya sebagai front-end web-developer yang bekerja dengan tampilan website (mengharuskan saya memastikan tampilan situs yang saya kerjakan baik di berbagai major browsers dan berbagai sistem operasi) dan mahasiswa yang banyak berurusan dengan data & formatting-nya, ini sangat menguntungkan.

BTW, diluar poin-poin diatas, Mac masih memiliki banyak sekali keunggulan yang membuatnya sangat menyenangkan saya:

  • User interface yang indah dan konsisten. Membuat saya mudah dan betah mengoperasikan berbagai aplikasi. Belum lagi sistem manajemen antar window-nya membuat bekerja dengan beberapa window sekaligus menjadi lebih efisien.
  • Hardware yang solid. Setiap hal yang ada di Mac ini rasanya dibuat dengan perhatian yang sangat besar terhadap setiap detailnya.
  • User interaction yang intuitif. Terima kasih kepada touchpad dan multi touch gesture-nya, saya jarang sekali menggunakan mouse sekarang. Saking enaknya, menggunakan touchpad notebook lain jadi terasa aneh.
  • Power management yang oke. Baterai tahan lebih dari 6 jam + sleep mode yang efisien. Tutup screen, mac langsung sleep. Buka screen langsung aktif dalam waktu kurang dari dua detik.
  • Built-in dictionary! OMG, sebagai mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris, fitur ini keren dan berguna sekali.
  • Kompatibilitas dan support terhadap berbagai device yang sangat keren. Saat saya ngeprint salah satu tugas kuliah saya beberapa hari yang lalu, tidak perlu install driver dan tinggal koneksikan printer lalu tekan command + P. Awesome. P.S: ini saya lakukan dengan keadaan terhubung dengan internet.
  • Ini mungkin hanya perasaan saya saja, tapi mengakses wifi di kampus dengan Macbook Pro terasa lebih mudah daripada dengan Inspiron Mini saya.
  • Aplikasi-aplikasi yang sangat keren dan intuitif. Beberapa diantaranya bahkan sudah di-bundle dengan Mac. Dengan iPhoto, iCal, iTunes, Ommwriter, dll. Satu catatan tambahan: aplikasi yang diciptakan untuk Mac terasa berbeda dengan aplikasi yang dibuat untuk OS lain. Fungsionalitas dan estetikanya terjaga sekali.

Saya bisa terus melanjutkan kekaguman saya terhadap Mac hingga tulisan ini menjadi terlalu melelahkan untuk dibaca, namun intinya adalah damn i love this notebook. Memang ada juga kurang oke-nya sih, seperti masih perlu membeli VGA connector untuk menyambungkan Mac ke projector, membuat saya enggan untuk menggunakan produk yang tidak legal (kalau yang ini sih sebenarnya bagus. haha), perlu membiasakan diri dengan cara pengoperasiannya (command alih-alih control – membuat saya agak kikuk jika harus menggunakan PC), dan lain-lain. Tapi dengan berbagai kelebihannya, kekurangan tadi jadi tertutupi. :)

Ohya, yang sangat penting dari Mac ini sebenarnya bukan pada Mac-nya, tapi pada saya-nya. Lebih dari satu tahun saya menginginkan device ini. Mendapatkannya dari hasil usaha saya dan bantuan orang-orang yang saya percayai (bukan dibeliin orang tua seperti anak muda pada umumnya) membuat saya semakin percaya kalau saya cukup berusaha, yakin dan dapat dipercaya, saya bisa mendapatkan apa yang saya mau dengan seizin Yang Kuasa.

Berkeinginan, yakin, berdo’a, berusaha, berusaha, berusaha, lalu pasrah kepada Yang Maha Menentukan.

Kadang-kadang kita berdo’a ingin sesuatu tahun ini tapi dikabulkannya tahun depan.

Kadang-kadang do’a itu dikabulkan dengan cara yang tidak kita duga dan prediksikan sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kamu dan semoga yang berkeinginan untuk memiliki Mac sesegera mungkin tercapai keinginannya untuk segera memiliki Mac. We’ll be brother-in-mac. :p

Amin.

Selamat berkeinginan dan berusaha ;)

Mengawali Tahun 2011

Written by Fikri Rasyid on January 8, 2011 filed under Personal and tagged with , , , , ,

Tidak terasa, sekarang sudah tahun 2011 saja. Beberapa orang memilih tidak membuat resolusi atau cita-cita atau apapun lah itu namanya, tapi saya pribadi lebih pilih membuat banyak cita-cita. Lima dari sepuluh cita-cita tercapai jauh lebih baik daripada tidak mencapai apapun.

Saya sudah membuat sejenis resolusi di awal tahun baru hijriah kemarin di tumblr saya, tapi apa salahnya melakukan pembaruan untuk versi masehi-nya? So, here we go. Ini dia hal-hal yang saya ingin capai tahun ini:

  • MacBook Pro
  • iPhone 4
  • Karimun Jawa Trip
  • Being Cyclist
  • Nulis lagu, rekaman, nge-gig
  • Realizing what my passion is
  • Menerbitkan buku
  • Ngeblog dalam bahasa inggris
  • Being minimalist
  • Monthly income di angka antara 5 – 10jt. Yang namanya cita-cita itu lebih baik jika spesifik.
  • Mengajar. Entah mengajar CSS, theme development, atau Bahasa Inggris.
  • Mengurangi penggunaan produk bajakan.
  • Project PMW berjalan lancar dan dana PMW bisa beres dikembalikan di akhir tahun 2011
  • Membuat video podcast
  • Berteman dengan banyak orang hebat yang bisa meningkatkan kapasitas kepribadian saya
  • Produce more, consume less
  • Berpergian dengan teman-teman terdekat
  • Secara konstan keluar dari zona nyaman dan memulai hal-hal baru yang diluar kebiasaan
  • Menghilangkan kebiasaan lima-menit-lagi-ah.
  • Menjadi lebih teratur

Pada dasarnya masih banyak yang saya ingin lakukan, tapi yang teringat baru itu. Nanti akan saya update lagi. Ohya, beberapa pekan yang lalu saya menemukan webapp 43things, webapp listing target yang ingin dicapai dalam hidup. Saya me-listing apa-apa saja yang saya ingin capai disana: http://www.43things.com/person/fikrirasyid :)

***

Saya jadi ingat, dulu mentor saya pernah menganjurkan saya untuk membuat semacam celengan yang dinamakan “kotak impian“. Bentuknya persis celengan namun yang dimasukkan bukan uang melainkan kertas-kertas kecil yang berisi apa yang kamu ingin capai. Nanti selang beberapa tahun, buka kotaknya dan lihat apa saja yang sudah tercapai.

Kebiasaan itu berlangsung beberapa saat tapi sekarang tidak lagi. Saya lebih cenderung meletakkan gambar / menulis / menggambar hal-hal yang saya inginkan agar visualisasinya lebih jelas. Hasilnya?

Yep, the MacBook Pro. Salah satu resolusi saya di tahun 2011 tercapai, di hari ke-3. Thank God :)

Sekarang saya bisa dengan bahagia mencoret salah satu “resolusi” saya ;)

  • MacBook Pro

Oke, itu cerita saya tentang tahun 2011 dan beberapa target saya untuk tahun ini. Apa target kamu untuk tahun 2011? Ditunggu di kolom komentar ya :)

Man, alone, has the power to transform his thoughts into physical reality; man, alone, can dream and make his dreams come true.

Napoleon Hill

Background image titled Happy New Year… is courtesy of Biscarotte

Tujuan kamu apa?

Written by Fikri Rasyid on December 15, 2010 filed under Kehidupan and tagged with , , ,

Dua pertanyaan yang sedang saya cari jawabannya: apa tujuan saya? Apa yang benar-benar saya ingin lakukan dalam hidup saya?

Kalau saya tau dengan spesifik apa tujuan hidup saya, saya bisa mencari cara dan mengusahakan menuju kesana.

Persis seperti mencari alamat yang belum pernah kita datangi: “Jl. XXX no. XXX kota XXX.” Tidak tahu tempatnya? Bisa dicari. Dengan alamat yang jelas, kita bisa tanya orang-orang yang tahu daerah atau alamat tersebut mengenai bagaimana cara untuk sampai ke alamat yang dituju.

Kalau saya tahu apa yang menjadi tujuan hidup saya, segalanya akan menjadi relatif lebih mudah. Jika tujuannya jelas, caranya bisa dicari. Tanya orang-orang yang sudah mencapai tujuan tersebut, bergaul dengan mereka, cari referensi terkait, dll.

Saya sedang mencari tujuan saya.

Kalau kamu, apa tujuan hidupmu?

Dream comes true. Damn it’s true

Written by Fikri Rasyid on September 14, 2010 filed under ide, Personal and tagged with , ,

Ketika saya masih SD, saya hobi sekali membaca novel dan manga. Beberapa diantaranya yang sangat menarik minat saya adalah cerita-cerita dengan plot sekolah berasrama seperti Harry Potter, Mallory Towers, Love Hina dan lain-lain. Efek sampingnya, saya jadi punya cita-cita untuk bersekolah di sekolah berasrama. Kalau perlu yang gedung sekolahnya punya lorong yang diapit kelas di kiri dan di kanan-nya seperti di manga-manga itu.

Saat saya lulus SD, saya SMP dan SMA di sekolah berasrama: Ma’had Al-Zaytun. Beberapa menyebutnya pesantren, tapi saya mengalami kejadiannya langsung ragu untuk menyebutnya pesantren :p

when i was a young boy

Liat seragamnya: Sailor. mirip di manga-manga gitu LOL

tahun terakhir saya tinggal di asrama ini: Al-Fajr. Lantai lima, kamar 512. Jangan harap ada lift. Pakai tangga. Lebih dari 10 kali dalam sehari.

Ketika saya SMP, saya nge-fans abis dengan Linkin Park selalu amazed dengan anak-anak Band. Parahnya saya tidak bisa main satu alat musik pun. Paling canggih juga kastanyet LOL

Saat saya SMA, saya sering mengisi acara di acara sekolah. Ngeband. Sampai sekarang pun masih, another passion of mine :)

Ada band di Pesantren. Gaya betul.

Ketika saya SMA dan terlibat organisasi pelajar (kalau di sekolah umum disebutnya OSIS, kalau di tempat saya disebutnya OPAZ – Organisasi Pelajar Al-Zaytun – kalau tidak salah), saya masuk Departemen Informasi di bawah divisi website. Lucunya, saya waktu itu tidak mengerti bahasa pemrograman sama sekali dan divisi kami tidak merilis satu halaman web-pun.

Saat saya lulus SMA dan sekarang berkuliah, saya mendapatkan penghasilan dari freelance front-end web development (xHTML / CSS) dan WordPress theme development.

Ketika awal-awal saya pulang ke Bandung dan kemudian gagal masuk FSRD ITB tahun 2007, saya tidak langsung melanjutkan pendidikan formal saya. Saya course web development selama 8 bulan dan bergabung ke jaringan MLM K-Link dimana Ibu saya yang pembicara produk nasional. Waktu itu tujuan saya satu: mandiri secara finansial secepatnya biar tidak usah minta duit lagi ke orang tua. Malu dong, fisik – mental sehat dan usia sudah diatas 17 tahun masa minta uang ke orang tua melulu. Kalau saya lahir di U.S. usia segitu saya harusnya sudah keluar dari rumah dan mulai hidup mandiri (CMIIW).

Sayangnya ternyata bisnis jaringan bukan passion saya. Ada sih penghasilan disana, hanya saya kurang enjoy dan penghasilan saya disana belum cukup untuk operasional sehari-hari. Kadang-kadang masih harus minta ke orang tua.

Tahun 2009, saya mulai nge-freelance front-end web development. Penghasilan mulai masuk dan saya enjoy sekali menjalaninya karena sesuai dengan karakter dan passion saya.  Mulai awal tahun 2010, saya tidak usah minta uang lagi ke orang tua saya untuk sekedar membayar bensin, beli buku (baik untuk kepentingan saya sendiri atau buku kuliah), makan siang, jalan-jalan dan belanja-belanja. Tinggal biaya semesteran saya yang masih diberi. Semoga semester depan saya bisa bayar sendiri kuliah saya (meskipun agak gimana-gitu juga karena jurusan ini yang sekarang saya masuki ini kehendak ibu saya. Haha)

Di WordCamp 2010, acara gathering WordPress enthusiast yang banyak di datangi freelancer. Yang paling kiri itu teman saya di divisi website dulu yang akhirnya bernasib sama dengan saya. Saya yang paling belakang. I know, terlihat merem. Saya memang tidak fotogenik -_-

Ketika awal masuk kuliah, saya ingin sekali punya netbook tapi ketika itu saya sama sekali tidak punya dana dan tidak terbayang bagaimana cara belinya. Awal semester kemarin, hasil freelance cukup buat beli Dell Inspiron mini yang akhirnya memberi saya peluang untuk belajar banyak hal baru seperti mulai menggunakan Ubuntu, dll.

Mobile coding partner. Powered by Ubuntu 10.4 & Windows 7 Starter

Ketika awal kuliah, saya pakai handphone oldschool Motorola yang-penting-ada-mp3-playernya. Padahal, waktu itu saya ingin sekali handphone dengan keypad QWERTY. Selang beberapa waktu, semakin kesini, saya semakin butuh handphone yang agak pintar sedikit untuk internetan, membalas email klien saat saya tidak terhubung dengan internet (mostly karena sedang ada di kampus) dan lain-lain. Akhir semester kemarin rekening hasil freelance saya jebol untuk BlackBerry Gemini.

Gemini putih senjata andalan agar gampang dikontak oleh klien via Email

Daftar saya-ingin-dan-lalu-tercapai ini bisa saja saya terus perpanjang, tapi tidak ada gunanya memberikan 1000 contoh kalau 5 contoh saja sudah cukup. Yang saya ingin katakan adalah, dream comes true. Okay, some dreams come true – dan saya ingin menunjukan contoh spesifik dan faktual dalam hidup saya bahwa hal tersebut benar adanya. Beberapa impian tercapai tepat waktu, beberapa impian datang terlambat dari “waktu yang diminta” dan beberapa impian tidak diberi namun diberi yang lebih baik dari yang saya impikan.

Beberapa orang mungkin akan menganggap saya mencoba menyombongkan apa yang saya capai, tapi percayalah menyombongkan pencapaian seuprit seperti ini adalah tindakan yang sangat bodoh. Yang saya ingin katakan adalah kalau kamu ingin sesuatu, kamu bisa mendapatkannya meskipun detik ini kamu tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Saya ingat betul setiap hal-yang-saya-inginkan-lalu-saya-dapatkan ini. Awalnya hanya sebersit perasaan ingin. Lalu saya tulis, bahkan saya buat daftar. Pada titik tertentu saya cari gambarnya lalu saya tempel di tempat yang saya terus lihat, namun kadang-kadang gambar mental di otak juga cukup. Setelah itu saya setengah putus asa karena saya tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, tapi saya tetap yakin saja. Setelah itu saya jalankan kehidupan saya, lakukan apa yang saya yakini betul. Setelah selang beberapa waktu (kadang mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan) ketika tanpa sadar saya sudah lupa dengan apa yang saya inginkan itu, hal yang saya inginkan tersebut sekonyong-konyong menjadi kenyataan.

Poff!

Dream comes true.

Wow, kadang-kadang saya suka tidak percaya juga :D Tapi ada satu kutipan yang sangat menarik dari Steve Jobs berkenaan dengan hal ini:

Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college, but it was very, very clear looking backwards 10 years later. Again, you can’t connect the dots looking forward. You can only connect them looking backwards, so you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever–because believing that the dots will connect down the road will give you the confidence to follow your heart, even when it leads you off the well-worn path, and that will make all the difference.

Steve Jobs, Commencement Speech at Stanford, 2005

Saat ini saya punya banyak cita-cita yang untuk sebagian orang mungkin terdengar bodoh atau mustahil seperti Ph.D sebelum usia 35, menciptakan web app selevel facebook & twitter, mapan secara finansial (yang saya asumsikan dengan penghasilan minimal diatas 10jt sebulan dangan biaya hidup seperti sekarang) saat lulus sarjana, buat sekolah, naik haji sebelum 30, mencoba naik unta di padang pasir timur tengah (penasaran seperti apa sih zaman Rasul itu), dan masih banyak lagi.

Jujur saja, saya belum kepikiran bagaimaimana caranya mencapai itu semua.

Tapi apa salahnya bermimpi? Apa salahnya bercita-cita? Mungkin, tidak semua cita-cita tersebut akan tercapai. Mungkin akan ada yang meleset dan tercapainya telat. Tapi kalau ada peluang tidak tercapai, berarti ada juga peluang untuk tercapai.

Beberapa dari kamu menganggap memiliki cita-cita itu muluk-muluk, tapi buat saya, it’s a part of the journey named life :D

Jadi, apa cita-cita kamu? Apa cita-citamu yang sudah tercapai??

Seperti Apa Rumah Idaman Anda?

Written by Fikri Rasyid on July 17, 2009 filed under ide, Personal and tagged with , , , , ,

Imagination is more important than knowledge
-Albert Einstein-

The world is but a canvas to the imagination by adrysmomma04

"The world is but a canvas to the imagination" by adrysmomma04

Saya selalu senang berimajinasi. Semua hal tercapai karena ada pemikiran yang mengawalinya. Yap, kalau memimpikannya saja tidak dilakukan, apalagi menjadikannya nyata. Iya kan? ;)

Topik yang sekarang ingin saya angkat, berkaitan dengan kontes blog yang diselenggarakan oleh propertykita.com. Pertanyaan sederhana namun penting dan pasti terlintas di kepala semua manusia dewasa: Rumah seperti apa sih yang anda idamkan?

Read More

Apa yang benar – benar anda inginkan?

Written by Fikri Rasyid on October 9, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , , ,

Bulan Oktober. Saya kembali mulai mereview perjalanan hidup saya.

Saya ingat sekali. Dua tahun yang lalu saya ingin bisa membuat sebuah website. Namun karena keadaan dan kondisi, ketika itu saya belum memiliki kesempatan untuk mempelajari pemrograman web. Satu tahun berselang, dikarnakan beberapa kejadian, akhirnya keinginan untuk bisa membuat website kembali berdesir dalam benak saya. JIka dulu saya hanya sebatas ‘ingin’ bisa membuat website, kali ini saya “benar – benar kepingiiiiiiiiinnn sekali” bisa membuat website. Saya mulai bergerak kearah yang sesuai dengan keinginan saya. Saya datang kepada salah seorang teman saya yang pernah mengikuti workshop pembuatan web, dan mengcopy beberapa software yang saya kira saya butuhkan seperti editor code, engine apache, dsb. Lalu saya datang ke gramedia dan membeli buku “cara cepat membuat toko online”. Well, meskipun pada akhirnya engine2 tersebut tidak pernah saya install dan buku yang saya beli tidak pernah selesai saya baca karena ada missing concept yang membuat saya bingung, keinginan tersebut membawa saya ke Qcollege dan belajarlah pemrograman web disana. Hari ini, hasil dari “benar – benar kepingiiiiiiiiinnn sekali” tadi membuat anda dapat mengakses http://fikrirasyid.com dan http://bloggingly.com.

Saya belajar satu hal : ingin saja tidak cukup. “benar – benar kepingiiiiiiiiiin sekali” disertai tindakan yang mengarah pada hal yang anda inginkan, itu yang anda harus lakukan.

Jadi teringat The Greatest Secret of Greatest Success nya Bapak Tung Desem Waringin :

Hal apapun yang anda pikirkan cukup sering, disertai dengan emosi yang tepat, dapat anda genggam di tangan anda.

Hal ini membuat saya mereview ulang goals saya. mengapa belum terwujud? apakah hal ini yang benar – benar saya inginkan? apakah saya sudah melakukan tindakan yang mengarah kesana? Apakah saya sudah memberinya emosi yang tepat agar hal tersebut terwujud?

Bagaimana dengan anda? ;)

resolusi april 2008. untuk oktober 2010

Written by Fikri Rasyid on April 1, 2008 filed under Personal and tagged with

selamat datang di fikrirasyid.com. Blog yang saya bangun sebagai nisan yang menjadi penanda saya di jagad maya ini.

nisan yang akan menunjukan pada anda apa yang saya alami.

nisan yang akan menunjukan apa yang sedang saya pikirkan.

nisan yang insya Allah akan menghubungkan antara anda dan saya.

nisan yang mengukir cita-cita seorang pemuda bahwa :

Oktober 2010, akan lahir seorang Crown Ambassador dari Bandung.

Amin.

selamat menikmati kunjungan anda di sini.

salam hangat.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.