Posts tagged with Buku :

Ulasan Buku Your Job Is Not Your Career

Written by Fikri Rasyid on August 15, 2010 filed under Review and tagged with , , , ,

Your Job Is Not Your Career the book
Buku ini saya beli di Rumah Buku jl. Supratman Bandung semalam sebelum keberangkatan saya ke Bali (untuk PIMNAS kemarin, jadi sebenarnya ini sudah lama sekali tapi baru sempat nulis sekarang :D). Karena perangkat elektronik tidak diizinkan untuk dipergunakan di penerbangan yang akan saya ikuti, saya rasa membeli buku sebagai bahan bacaan selama sekitar 2 jam penerbangan oke juga.

Read More

Ulasan Buku What Would Google Do

Written by Fikri Rasyid on July 4, 2010 filed under internet, Review and tagged with , , , , , ,

What Would Google Do - by Jeff Jarvis

Google is the true giant. Jika anda berkecimpung di dunia web, anda pasti akan langsung paham apa maksud saya. Google menggiring kita masuk ke era informasi dengan Google search-nya. Google dengan mau-tahu-sesuatu-googling-saja nya merubah pola pikir dan kebiasaan milyaran manusia kedalam mindset “Google pasti tahu apa yang aku cari”. Secara finansial, Google adalah perusahaan internet paling kaya. Mereka selamat dari dotcom crash yang meluluhlantakkan industri web di tahun 2000an. Alih-alih hancur, mereka menjadi semakin kuat. Selain Google Searchnya, sekarang mereka memiliki puluhan aplikasi web -dan terus bertambah- baik hasil inovasi engineer-engineer mereka maupun hasil akuisi mereka terhadap setiap “startup company dengan produk menjanjikan”.

Google merupakan “raja” informasi yang sesungguhnya. Bahkan kedigdayaan Microsoft di dunia desktop software pun tidak mampu membuat mereka sanggup menyaingi Google di bidang web dengan Bing-nya. Tidak heran, secara de facto Google dianggap “kiblat” bagi industri web. Setiap langkah mereka diawasi jutaan pemerhati dan penggiat web. Hal itulah yang membuat Jeff Jarvis, seorang jurnalis dan blogger senior, menulis buku yang sudah merebut perhatian saya sejak berbulan-bulan lalu: What Would Google Do? (Apa yang akan Google Lakukan?)

What this book is all about?

Di buku ini, Jeff mengulas tingkah polah Google dan mem-formulasikannya ke dalam suatu jalan pikiran dilengkapi dengan dialog nyata dengan para pelaku sejarah tersebut. A real kick ass book, a must read book. Apa tujuan Google menciptakan menciptakan begitu banyak aplikasi web yang sangat keren dan membuatnya dapat digunakan publik dengan gratis? Apa yang merubah landscape internet menjadi internet yang kita hidupi hari ini? Bagaimana Google menyikapi berbagai macam hal -yang membuatnya raksasa tunggal di dunia internet hari ini-?

Semua hal itu dibahas di What Would Google Do oleh Jeff Jarvis.

The keypoints

Ada banyak sekali poin menarik yang dibahas dalam buku ini. Terlalu banyak sehingga saya menyarankan anda membacanya langsung. Meskipun begitu, berikut ini beberapa keypoint yang sangat menarik perhatian saya:

Menciptakan produk saja tidak cukup, ciptakanlah platform

Platform yang memungkinkan agar pihak ketiga dapat berkreasi diatas produk anda dan membuat efek viral yang gila. Well, selain dilakukan Google dengan berbagai aplikasinya (let’s say Google Map – secara de facto menjadi default pengguna web untuk “peta dunia” dewasa ini karena dapat digunakan dan dikolaborasikan secara mudah), berbagai produk dari perusahaan teknologi terkemuka pun sudah melakukan hal ini – dan terbukti sukses. Lihatlah iPhone yang menjadi platform dari berbagai aplikasi yang didistribusikan AppStore-nya dan Facebook App yang mengizinkan pengembang pihak ketiga meciptakan social games dan berbagai aplikasi yang menjarah streamline facebook kita.

Tautan mengubah segalanya

Google tidak memproduksi informasi, ia mengorganisasikannya. Ia menghubungkan pencari jawaban kepada penyedia informasi. Tahukah anda bagaimana Google Search bekerja? Ia menyimpan sebuah copy dari semua halaman web yang ia mampu temukan, lalu me-ranking halaman-halaman tersebut berdasarkan algoritma PageRank-nya, yang salah satu variabelnya adalah hubungan antar tautan (link) dari satu website yang memiliki reputasi terhadap website lainnya. See? Siapa yang mengetahui anda menjadi jauh lebih bernilai daripada siapa yang anda ketahui dewasa ini.

The dead of mass media, The rise of mass of niches

Di episentrum ekonomi dunia, Amerika, media massa kini tengah mengalami masa-masa yang kritis. Berita perampingan struktur organisasi atau bahkan kebangkrutan mungkin sudah menjadi hal yang asing lagi. Generasi yang duduk manis menyaksikan televisi berjam-jam dan membiarkan dirinya dibombardir oleh informasi dan iklan sudah mulai uzur, dan generasi yang lebih proaktif -mencari alih-alih disodori, lebih mempercayai integritas independensi teman sebaya alih-alih rayuan gombal iklan- mulai muncul. Tautan menautkan mereka. Alih-alih menjadi satu “massa besar”, masyarakat -dengan bantuan internet- kini mulai menciptakan crowd mereka sendiri berdasarkan keyakinan, pandangan, atau kesamaan minat mereka. Massa menjadi lebih spesifik dan terpisah-pisah. Mass of niches instead of one big damned mass.

You have to be “searchable”

Sebagai implikasi dari tautan, semua hal yang penting harus searchable. Semua hal yang penting harus dapat dicari. Ingin mengetahui siapa gerangan pelamar kerja yang melamar ke perusahaan anda? Google saja namanya. Portofolio dan pola cerita kerja kerasnya yang muncul? Bagus. Kedunguan dan makian di social media yang mendominasi? Jangan buang waktu untuk menginterviewnya.

Transparansi

Era dimana segala sesuatunya harus dapat dicari bermakna sebaik apapun anda menyimpan kebobrokan, ujung-ujungnya pasti bocor ke publik juga. Produk yang jelek akan dihujat habis di internet melalui blog, tweets dan lainnya. Hal ini bermakna, anda harus menjadi autentik dan benar-benar bagus dalam artian sebenarnya – bukan sekedar bagus di iklan saja. Anda mungkin berujar “ah, itukan hanya blog dengan sejumlah kecil pembaca“. Tunggu dulu, di Internet, “efek bola salju” sudah bukan merupakan hal yang asing. Siapa yang menyangka remaja yang iseng-iseng memposting videonya bernyanyi di YouTube akan menjadi the next big thing (Justin Bieber)? Siapa yang menyangka keluhan Jeff Jarvis atas notebook Dell mampu menumbangkan pendapatan perusahaan tersebut yang menyebabkan revolusi manajemen di tubuh Dell yang kini lebih terbuka?

Berfikir terdistribusi, berfikir partisipasi, berfikir dengan cara open source

We are smarter than me. Google mendorong inovasi, yang mana kemungkinan gagalnya sama tingginya dengan kemungkinan berhasilnya. “Saya harap anda gagal lebih cepat agar anda belajar lebih cepat”, ujar CEO Google Eric Schmidt kepada karyawannya. Di banyak bidang di hari ini (kecuali bidang yang berkaitan dengan keselamatan jiwa tentunya), menunggu produk anda sempurna baru dirilis adalah blunder, jika tidak disebut tindakan bodoh. Buat inovasi, lempar ke publik (seperti Gmail dengan status beta-nya yang bertahun-tahun) dan biarkan Publik yang menguji produk anda. Dengarkan mereka, dan lakukan perbaikan secara bertahap atas saran dan masukan mereka.

Concluding thoughts

Wow, akan sangat sulit bagi saya untuk men-summary semua pandangan visioner Jeff Jarvis di What Would Google Do dalam sebuah blog post. Saran saya, segeralah ke toko buku terdekat dan beli buku ini (saya beli buku ini di Rumah Buku Bandung, sekitar 90ribuan waktu itu. Diskon, ;) ) lalu pahami bagaimana bentuk dunia di masa depan akan terbentuk. Pahami, lalu ambil tindakan. Sebelum anda terlambat.

Hope it helpful ;)

Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Written by Fikri Rasyid on February 21, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , , , ,

Tribes - Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Another great book to review: Tribes oleh Seth Godin. Seth Godin adalah penulis banyak buku yang sangat eksentrik dengan karya-karya yang menjadi rujukan para marketer modern dan tribes sangat menunjukkan hal tersebut. Isinya provokatif, inspiring, dan mendobrak aturan yang ada (dengan susunan konten yang juga melawan aturan). Tribes membahas mengenai kepemimpinan, perubahan, dan perlawanan terhadap status quo. Setelah selesai membacanya beberapa saat yang lalu, ini dia poin-poin gagasan yang saya tangkap:

Read More

3 Hal Yang Membuat The Lost Symbol Menarik

Written by Fikri Rasyid on January 29, 2010 filed under Review and tagged with , , , ,

The Lost Symbol

Setelah dua buku non fiksi Outliers dan Crowd – Marketing Becomes Horizontal, kali ini saya berkesempatan untuk membaca buku fiksi (yang katanya) paling fenomenal di awal tahun 2010: The Lost Symbol. Sebuah novel thriller berbasis fakta karangan Dan Brown, merangkap sekuel The Da Vinci Code yang dinanti-nanti. Awalnya saya agak skeptis dengan novel ini mengingat alur cerita yang cenderung sama antara The Da Vinci Code, Deception Point, Angels & Demons, Digital Fortress yaitu karakter antagonis yang diungkapkan diakhir cerita merupakan karakter protagonis yang sepanjang jalan cerita “terlihat baik”.

Read More

Crowd: Marketing di Era Horizontal

Written by Fikri Rasyid on January 23, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

crowd - marketing becomes horizontal

Di paruh kedua bulan Desember ini saya berkesempatan membaca buku berjudul Crowd: Marketing Becomes Horizontal karangan Yuswohady yang merupakan konsultan pemasaran di MarkPlus & Co-nya Hermawan Kartajaya. Berikut ini adalah poin-poin dan ide-ide di kepala saya yang tiba-tiba “meletup” saat membaca buku ini. Meskipun Crowd membahas mengenai marketing, saya rasa poin pentingnya dapat diterapkan kedalam berbagai aspek kehidupan:

Read More

Tentang Kesuksan: 7 Hal Yang Saya Pelajari Tentang Kesuksesan dari Buku Outliers karya Malcolm Gladwell

Written by Fikri Rasyid on January 7, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , ,

outliers

Hari pertama di tahun 2010 kemarin saya isi dengan membaca habis sebuah buku international bestseller berjudul Outliers karangan Malcolm Gladwell (pengarang dari blink dan the tipping point – keduanya merupakan International Bestseller juga). Outliers menawarkan perspektif yang lebih menyeluruh mengenai kesuksesan, dan sangat inspiratif. Pada tulisan ini saya ingin berbagi apa saja poin penting yang saya pelajari dari buku ini.

1. Kerja keras saja tidak cukup

Sampul belakang Outliers bertuliskan “Sukses ternyata bisa dipengaruhi oleh tanggal lahir”. Masyarakat hari ini menjejali kita dengan ide bahwa untuk menjadi sukses kita perlu bekerja keras. Malcolm Gladwell menyanggahnya: kerja keras dan kerja cerdas saja tidak cukup. Untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa, kita perlu lebih dari itu: kita membutuhkan kesempatan yang tepat.

Read More

The Apple Way – 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif di Dunia ( Review Buku )

Written by Fikri Rasyid on November 15, 2008 filed under Review and tagged with , ,

Well, agak lama belum menulis review mengenai buku. Bukan apa – apa, tapi akhir – akhir ini berbagai target yang harus segera di selesaikan membuat saya belum sempat membaca buku. Namun syukurlah, kemarin hari saya memiliki kesempatan untuk mengisi kembali neuron di otak saya dengan satu bukumenarik :

The Apple Way, 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

The Apple Way. bahkan cover bukunya pun fancy. LOL

Apple = Steve Jobs.

Salah? bisa jadi. Namun setidaknya kesan itulah  yang selama ini saya miliki mengenai Apple inc. Apalagi setelah menemui pidato Steve Jobs untuk upacara wisuda salah satu universitas bergengsi berjudul “Stay Hungry, Stay Foolish” yang bercerita mengenai lika – liku kehidupannya : Bagaimana dia membangun Apple, bagaimana dia ditendang keluar dari Apple, dan Bagaimana dia kembali Ke Apple. Sangat mengesankan. :D

Dan setelah membaca buku ini, kesan yang saya miliki itu semakin kuat.

The Apple Way di tulis oleh Jeffrey L. Cruikshank, berisikan analisa atas Apple dari sisi manajemen. Jadi, ini bukan geek’s stuff. :P buku ini bercerita mengenai Apple sebagai perusahaan, gejolak manajerial yang terjadi di dalamnya, dan strategi – strategi yang digunakan oleh perusahaan yang berhasil menciptakan suatu budaya bernama iPod.

Disampaikan dengan penyampaian yang “Sangat Terjemahan Sekali” ( Tipikal buku asing yang di terjemahkan, dan “gaya penyampaian” asingnya terasa sekali ), menjadikan buku ini buku yang perlu dibaca dengan energi ekstra. Well, meskipun begitu, konten dari buku ini tetap menarik: Mulai analisa strategi margin apple, Bagaimana Apple menemukan masa depan, Bagaimana Steve Jobs merubah paradigma “bentuk mengikuti fungsi” dalam industri komputer, permasalahan seputar hubungan dengan pengembang yang dimiliki Apple, Tips membangun penggemar fanatik produk anda, Strategi marketing Apple, dan masih banyaaaaaaakk lagi hal mengenai Apple dari sisi manajerial.

Tambahan : jika anda heran mengenai kenyataan bahwa Steve Jobs dipecat dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, temukan drama bagaimana Steve dipecat karena partner yang dipilihnya sendiri, diikuti dengan semakin memburuknya kinerja Apple, hingga akhirnya, melalui serangkaian kejadian yang ajaib, Steve Jobs, “Si Ksatria berkuda putih”-nya Apple ini menyelamatkan Apple dari ancaman kebangkrutan dan menciptakan badai keuntungan luar biasa untuk Apple melalui kombinasi ide jeniusnya : iMac, iPod & iTunes Music store.

Waw, menarik. :D

Satu hal lagi yang saya suka dari The Apple way. buku ini memberikan satu kesimpulan dari setiap bahasan bab nya. Satu hal berguna yang tidak diberikan oleh semua buku manajemen. :D

dan beberapa ( bukan beberapa sih. BANYAK :P ) kesimpulan yang sangat saya sukai dari buku ini :

  • Berada 3 tahun lebih dulu dari pasar dan mengeluarkan biaya 2 kali lipat dari pesaing merupakan metoda yang buruk
  • Percaya masa depan? Jangan biarkan divisi penelitian dan pengembangan anda kelaparan
  • Buat produk tampak ramah
  • Jika anda benar – benar tahu apa yang ingin anda lakukan, abaikan orang – orang skeptis
  • Berinovasilan, tapi jangan memaksakannya
  • “Sederhana” bisa jadi merupakan kerumitan yang luar biasa
  • Ciptakan produk dengan perubahan, namun melindungi kesinambungan
  • SEIMBANGKAN “VISI” dan “KENYATAAN”
  • Jangan membayarkan tiket pesawat dewan penasihat anda
  • Semua ahli ( termasuk ahli pemasaran ) pernah salah
  • Jika semua cara penjualan gagal, juallah sendiri
  • Jangan terlalu mengakar pada sesuatu
  • Menyindir penjahat = menciptakan fanatisme = kombinasikan humor & teror!
  • Jangan melakukan sesuatu yang fatal. Musuh dari musuh anda adalah teman anda
  • Pemimpin yang hebat menerapkan nilai yang hebat
  • Keunggulan kompetitif memudar seiring dengan waktu
  • Pahami dan gunakan kekuatan anda

Wow. tadinya saya ingin menuliskan beberapa saja. Tapi banyaknya pelajaran yang terdapat pada The Apple Way ini membuat saya tidak bisa tahan untuk menuliskannya :D

Wohoo. menarik sekali. Jika anda kagum dengan perusahaan yang tidak hanya menciptakan teknologi tapi juga budaya pop ini, saya sarankan anda untuk membacanya. Highly reccomended.

Enjoy! :D

Hypnotic Writing : Cara Membujuk dan Meyakinkan Siapapun Melalui Media Tulisan – Review Buku

Written by Fikri Rasyid on September 28, 2008 filed under Bisnis, Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

Hypnotic Writing

Hypnotic Writing

SANGAT MENARIK. Pertama kali saya melihat buku ini di toko buku langganan saya, saya langsung memutuskan bahwa saya harus membaca buku ini. bagaimana tidak, sebagai blogger dan networker,  judul dan tagline dari buku ini sangat lah menggoda: Hypnotic Writing. Cara membujuk dan meyakinkan pelanggan ( dan siapapun ) hanya dengan kata – kata anda. Jika anda bergerak di bidang yang membutuhkan keahlian persuasi, cover buku ini bagaikan melihat sup buah yang segar di siang hari kala berpuasa. Phew, menggiurkan :D

Tidak berlama – lama, begitu dana yang saya butuhkan sudah ada, saya langsung membeli buku ini dan melahapnya sesegera mungkin. dan ternyata memang mantap. Buku yang ditulis oleh Joe Vitale, salah satu pengisi materi di the secret, ini benar – benar membuka paradigma baru dalam tulis menulis. Menariknya, buku ini tidak hanya membuka paradigma baru tentang penulisan buku saja, tetapi dilengkapi dengan contoh kasus, serta trik dan tip membuat tulisan yang menggerakan secara emosional. Bahkan, saking banyaknya tip yang diberikan, saya sampai bingung hendak menggunakan yang mana :P

Oke deh, untuk lebih jelasnya, ini yang dapat anda pelajari dari buku ini :

  • Definisi dari tulisan yang meng-hipnosis, dan apa hipnotis itu?
  • Bagaimana Hypnotic Writing ‘menghipnotis’ pembacanya
  • Cara membujuk orang lain melalui tulisan
  • Jenis tulisan yang menghipnotis
  • Menciptakan tulisan yang menghipnotis
  • Trik membuat tulisan anda menghipnosis
  • Trik membuat tulisan anda jauh lebih menarik
  • Perintah hiposis yang selalu manjur
  • 30 cara menulis judul yang menghipnosis
  • 13 konektor tulisan psikologis
  • 3 rahasia cara membuat tulisan yang menghipnotis
  • 5 hukum rahasia bujukan yang menghipnosis
  • Rumus Hypnotic Writing ala Joe Vitale
  • Memahami cara bekerja otak manusia

Well, dengan sedemikian manfaat yang didapat, ini buku yang wajib di baca jika anda hidup dalam dunia persuasif. Dengan harga buku hanya sekitaran  Rp. 50,000 ( ketika saya beli di diskon 20 % ), saya beri 8,5 dari skala 10 untuk buku ini.

Enjoy! :D

P.S. : Anyway, pada post ini saya mencoba menerapkan beberapa teknik yang ada dalam buku ini. Bagaimana menurut anda?
Well, terbukti anda membacanya hingga akhir kan? ;)

Ternyata Adam Dilahirkan – review buku

Written by Fikri Rasyid on September 6, 2008 filed under Islam, Review and tagged with ,

Ternyata Adam Dilahirkan

Ternyata Adam Dilahirkan? Lagi – lagi Bapak Agus Mustofa memberikan kajian islam dari sudut science dengan tema yang kontroversial namun memikat.

Setelah berbagai buku dengan tema yang ‘wah‘ seperti Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Terpesona di Sidratul Munthaha, Scientefic Fasting, dan lain lain, akhirnya buku ketigabelasnya ini kembali memikat saya. Buku ini berisi hasil kajian Bapak Agus Mustofa atas Ayat – ayat Al-Qur’an secara holistik yang bercerita tentang penciptaan Nabi Adam a.s.

Banyak sekali ayat di Al-Qur’an yang bercerita mengenai penciptaan manusia. Beberapa berkata manusia diciptakan dari segumpal darah, beberapa berkata air mani yang bercampur, beberapa mengatakan dari tanah yang ditiupkan Ruh-Nya. Sepintas ayat – ayat al-Qur’an tersebut seperti bertolak belakang, tetapi ternyata apabila dikaji secara holistik, akan memberikan petunjuk mengenai rahasia penciptaan nenek moyang umat manusia modern : Nabi Adam a.s.

Poin – poin penting di buku ini adalah ayat – ayat yang ternyata tidak merujuk bahwa ” Nabi Adam merupakan manusia pertama “ tetapi ” Nabi Adam merupakan khalifah pertama “, konsep DNA yang berisi “perintah” sebagai penyusun manusia yang menjadi kunci penciptaan, konsep baru yang coba diajukan Bapak Agus mustofa : bukan evolusi atau penciptaan tiba- tiba, tetapi “benih”, kekurang tepatan penerjemahan kedalam bahasa indonesia yang menyebabkan kesalahan persepsi, konsep Ba’asyar – manusia purba dan Al- Insan - manusia modern, dan salah satu yang terpenting adalah : pemahaman Kun Fa Yakun yang mengandung arit “proses”, bukan “secara tiba- tiba”. Untuk yang terakhir ini bapak Agus Mustofa menyatakan akan membuat satu buku khusus tentang hal ini karena kedalaman konsep dalam kalimat ersebut.

Jujur saja, saya sangat mengagumi karya – karya Bapak Agus Mustofa. Beberapa karyanya yang sudah saya baca, memberikan perspektif baru yang lebih luas untuk saya. Hal – hal seperti Tauhid, Akhirat, asal – usul bumi, kedekatan dengan Allah, dan banyak hal lain. Hal yang menarik dari kesemua karya beliau adalah beliau menggunakan pendekatan berdasarkan Petunjuk Allah pada Al-Qur’an, dan fakta – fakta sains yang ada. dalil naqliyah dan qauliyah. Kenyataan bahwa keduanya bersinergi dan saling melengkapi dengan sangat harmonisnya. Jika anda ingin mengkaji islam lebih dalam dan dari sisi yang berbeda, saya merekomendasikan buku2 karya Bapak Agus Mustofa.

Google PR, the Smart Side of Internet Public Relation – review buku

Written by Fikri Rasyid on August 13, 2008 filed under internet, Review and tagged with

kemarin saya baru selesai membaca satu buku :

buku Google PR

Google PR – The Smart Side of INternet Public Relation
Bagaimana mengkomunikasikan Brand Produk Anda dengan sangat efektif melalui internet
Pengarang : Bob Julius Onggo
Penerbit : Examedia
Harga : IDR 45,000

Bob Julius Onggo, penulis buku Google is My Salesman, Googlepreneur – Kaya lewat Google, dan Success with E-Book kembali menerbutkan buku dengan tajuk sang raksasa internet yang gemar akuisisi : Google

buku ini bercerita tentang PR internet, dari sudut pandang seorang PR. Jadi tidak membicarakan hal – hal teknis dengan mendalam. Namun satu hal yang cukup mengecewakan : cover depannya bertajuk Google, namun kenyataannya kontennya melebar kemana2. konten tentang Google stop di Bab ke 5. Rasanya Tajuk besar tentang Google merupakan daya tarik saja. meminjam nama besar Google. Kesimpulannya? ini bukan buku tentang PR dengan Google tepatnya, tetapi PR menggunakan internet. tentu saja.

Overall, skala 7.5 dari 10. buku ini sangat cocok untuk anda yang belum memiliki basic tentang dunia internet, namun ingin mengetahui tentang internet PR. Saya juga banyak belajar dari buku ini. Meskipun ada beberapa hal yang belum dibahas dalam buku ini sih, seperti situs social networking seperti Facebook atau friendster, dan pemanfaatannya dalam hal PR dan branding, seperti yang dilakukan Apple dengan Groupnya di facebook.