Posts tagged with Apple :

Add to Home Screen

Written by Fikri Rasyid on March 23, 2012 filed under Review, Tips and tagged with , , , ,

Sudah menggunakan fitur Add to Home Screen pada Safari Mobile? Add to Home Screen merupakan fitur sederhana yang sudah lama ada di iOS namun baru kemarin saya menyadari manfaatnya yang sangat awesome. Pada dasarnya, Add to Home Screen berfungsi sama seperti bookmark. Namun, alih-alih menyimpannya sebagai salah satu item bookmark di bookmark folder, item ini akan disimpan di Home Screen layaknya ikon iOS app:

Add to Home Screen

Buka laman web, klik ikon yang ditengah lalu Add to Home Screen

Read More

MacBook AIR atau iPad?

Written by Fikri Rasyid on March 15, 2012 filed under Analisa and tagged with , , , , ,

 

The MacBook Pro & iPad 2. Adik kakak dari oom setip.

Beberapa hari yang lalu, seorang teman bertanya kepada saya melalui twitter:

“Lebih baik beli MacBook Air atau iPad kang?”

Jawabannya selalu kembali: kebutuhan kamu apa?

Sebelumnya, ada hal yang saya pikir penting untuk kamu ketahui. Menurut Steve Jobs di berbagai keynote dan wawancaranya-nya, kita sekarang sedang berada di masa transisi dari PC era menuju Post PC era yang baru saja dimulai.

  1. PC era device: Desktop Computer, Laptop, Notebook, Ultrabook
  2. Post-PC era device: iPod, iPhone, iPad dan semua bentuk computing yang sangat portable dan integrated dimana computing menjadi seamless dan tanpa kamu sadari yang sedang kamu kerjakan adalah computing.

Pada PC era, PC merupakan central hub dari pengalaman berkomputer. Pada Post-PC era, terima kasih kepada internet dan cloud computing service seperti iCloud, PC merupakan bagian dari pengalaman berkomputer, sama seperti device lainnya.

Read More

Toshl App

Written by Fikri Rasyid on March 3, 2012 filed under Review and tagged with , , , ,

Toshl App - on my home screen

Toshl App - on my home screen

Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan Toshl App untuk merekam jejak pengeluaran saya. Hasilnya? Me gusta:

  • Interface yang ciamik. I hate shitty interface.
  • Praktis: tiap action membutuhkan sesedikit mungkin hal yang harus dilakukan
  • Tagging: saya bisa mengelompokkan pengeluaran ke dalam taksonomi yang tidak hirarkis, membuat jawaban “INI DUIT ABIS BUAT APA AJAAAA?” atau “BERAPA BANYAK YANG GUE HABISIN UNTUK [insert_guilty_pleasure_here] YAAAA?” dapat terjawab dengan mudah
  • View expenses based on tag
  • Cloud backup
  • Mudah digunakan dan tidak membingungkan

The iPhone 4S is *Finally* Here

Written by Fikri Rasyid on February 25, 2012 filed under Review and tagged with , , ,

The iPhone 4S is here

Akhirnya. Satu item yang sudah saya inginkan dari dulu, sudah saya tulis di resolusi tahun 2011 dan belum tercapai lalu dengan keukeuhnya saya tulis di resolusi tahun 2012, akhirnya tercapai juga.

That’s the most awesome part of this: ingin sesuatu dari duluuuuu dan tercapai juga. Kadang-kadang kamu membuat target namun tercapainya agak terlambat. Menunggu waktu yang benar-benar tepat mungkin. Just keep aiming for it. Tercapai satu, lalu perbesar skala-nya. Lakukan lagi. Sejenis latihan mencapai sesuatu.

Read More

Ulasan OS X Lion

Written by Fikri Rasyid on November 26, 2011 filed under Review and tagged with , , , , ,

Mac OS X Lion 10.7

Awal bulan lalu, akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade sistem operasi MacBook saya ke OSX Lion. Hal ini mungkin basbang sekali untuk sebagian orang karena sudah beberapa bulan silam Apple merilis varian terbaru dari sistem operasi untuk Macintosh-nya. Bagaimanapun, saya memiliki alasan saya sendiri untuk ‘menunda’ dan tidak menjadi early adopter untuk hal ini :p

Setelah dua pekan lebih menggunakannya, berikut ini beberapa fitur dan hal yang cukup menarik perhatian saya:

Read More

Apel di Samudra Biru

Written by Fikri Rasyid on October 14, 2011 filed under Entrepreneurship and tagged with ,

The Apple Way

Command line? Gunakan graphical user interface. Serta merta semua PC menggunakan GUI.

Susah mencari musik digital legal? iTunes + iPod, music on your fingertips.

Masih membanding-bandingkan harga dan hardware? Kamu tidak perlu memikirkan itu, yang kamu pikirkan adalah menyelesaikan pekerjaan kamu, getting your stuff done. We’re building an insanely great machine for it, you don’t need to mind other thing. Trust us.

Read More

Selamat Jalan, Steve Jobs

Written by Fikri Rasyid on October 6, 2011 filed under Kehidupan, Quote and tagged with , ,

Hari ini Steve Jobs wafat. Para raksasa di industri teknologi ikut berkabung bersama dengan jutaan orang yang terinspirasi dan terbantu oleh gagasan, karya dan sepak terjangnya.

Wired in Remembering Steve Jobs

No one wants to die. Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.

Steve Jobs on Stanford Commancement Speech, 2005

Steve Jobs meninggal setelah tujuh tahun menderita kanker pankreas yang umumnya penderita penyakit tersebut hanya akan bertahan selama beberapa bulan. Selama waktu tersebut, ia memimpin tim yang menciptakan groundbreaking product yang menggeser landscape industri teknologi. iPhone, iPad, AppStore, you name it.

Ketika kamu berpulang, karya apa yang akan kamu tinggalkan? It’s our turn now.

Last Night on Earth

Written by Fikri Rasyid on September 17, 2011 filed under Quote and tagged with , , , ,

Walt Mossberg and Steve Jobs

Pengagum Steve Jobs? Sudah membaca tulisan sangat lengkap mengenai Steve Jobs dari Gizmodo berjudul The Life of Steve Jobs? Saya sudah baca artikel ini dari beberapa minggu yang lalu, namun baru sempat mengutipnya di blog ini sekarang. Ada satu fase kehidupan Steve yang ditulis pada artikel tersebut yang sangat menarik untuk saya:

1990

About this time, Jobs meets Laurene Powell, when he speaks at a class at Stanford business school. They exchange numbers. Jobs had a business dinner that night. ”I was in the parking lot, with the key in the car, and I thought to myself, If this is my last night on earth, would I rather spend it at a business meeting or with this woman? I ran across the parking lot, asked her if she’d have dinner with me. She said yes, we walked into town and we’ve been together ever since.”

Salah satu alasan saya mengagumi Steve Jobs adalah karena kemampuannya mengidentifikasi sesuatu yang penting dan tidak penting (penting dan tidak penting bagi setiap orang berbeda, CMIIW). Defining what’s essential. Pantas saja produk-produk-nya Apple bisa seindah ini :)

Being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me … Going to bed at night saying we’ve done something wonderful… that’s what matters to me.” [Steve Jobs - The Wall Street Journal, May 25, 1993]

Welcoming The iPad 2

Written by Fikri Rasyid on September 2, 2011 filed under Produk and tagged with , ,

The MacBook Pro & iPad 2. Adik kakak dari oom setip.

I’m a lucky guy. Akhir ramadhan lalu satu lagi keluarga buah-buahan yang direncanakan baru bisa terbeli akhir tahun ini berhasil dijemput pulang dari EMAX BIP untuk membantu saya melakukan hal-hal keren yang saya hendak lakukan. Selamat datang, iPad 2. Selamat juga kepada MacBook Pro yang sudah saya eksploitasi habis-habisan dengan sedikit sekali jeda sejak januari lalu: akhirnya kamu beradik juga. Ini artinya beban yang saya biasa tumpahkan ke kamu sedikit banyak terbagi ke adik kamu :D

Kenapa Tablet?

Karena dalam konteks tertentu, MacBook Pro terlalu berat untuk dibawa-bawa dan kurang praktis untuk diakses. Bagaimana dengan Galaxy Mini? Seiring dengan waktu, saya belajar satu hal tentang smartphone:

Se-smart apapun label sebuah mobile phone, kalau batrenya habis jadi dumb juga.

Minus terbesar sebuah smartphone yang selalu connected ke jaringan internet adalah daya tahan baterai. Baterai Galaxy Mini dengan cara penggunaan saya hanya bertahan sekitar 6 – 10 jam. Lepas enam jam, panggilan / sms penting tidak bisa masuk kecuali saya bawa charger dan menemukan power outlet yang mana agak kurang praktis rasanya.

Saya pikir adalah sebuah ide bagus bagi saya untuk memisahkan fungsi ponsel dan fungsi device untuk browsing. Disini iPad merupakan jawaban untuk kebutuhan ini. Dilain pihak, browsing dan mengetik menggunakan layar kecil handphone itu kurang nyaman juga sih.

Kenapa iPad 2?

Kenapa bukan android based tablet?

Karena bagi saya, iPad memiliki aplikasi dan user experience yang lebih baik daripada android based device. Ekosistem aplikasi dan mekanisme pembelian aplikasi legalnya pun lebih mudah: saya sudah punya Apple ID yang sering saya gunakan untuk membeli Mac Apps. Saya tidak terlalu perduli mengenai open / closed environment yang akhir-akhir ini cukup menjadi drama di linimasa twitter selama performa-nya oke. Jika closed environment terbukti bekerja lebih baik, apa salahnya? CMIIW, tapi saya pribadi merasa environment android terlalu ‘hacker minded‘ (tidak sesederhana iOS – saya malas ngulik sih :p) dan terlalu fragmented. :(

Untuk Apa iPad 2?

Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda. Dalam kasus saya, yang ada di benak saya ketika memutuskan untuk menenggelamkan dana hasil kerjaan freelance ke device baru ini adalah:

  • Mobile browsing
  • Email-ing
  • Note taking / light computing
  • Tweeting & gaming (saya membaca tulisannya Seth Godin mengenai two-device solution karena menurunnya fokus saya beberapa waktu lalu dan penasaran untuk mencoba memisahkan device untuk bekerja dan device untuk rekreasi. It’s about mind shifting. Jadi sekarang Mac is all about working, finishing and organizing stuffs while the iPad can be used for fun stuffs)
  • Reading. Bisa sih membaca di Mac, tapi ya harus sambil duduk. Bisa sambil bermanuver gogoleran kesana kemarin tapi rasanya aneh.
  • Music producing. Sudah download dan mulai ngulik GarageBand for iPad. Untuk musician-wannabe seperti saya, IT’S UBER AWESOME. \m/
  • Dan berbagai kebutuhan mobile computing lain. Lebih ke content consumption dan hiburan sih saya rasa. Anyway, iPad ini juga saya gunakan untuk membiasakan diri dengan platform iOS. Intuisi saya berkata ada banyak opportunity di platform ini. I better get used to it.

Price I Have To Pay

Saya punya satu aturan yang bekerja dengan cukup baik ketika kali menginginkan sesuatu: saya harus tahu dengan jelas mengenai apa yang saya inginkan, terlebih lagi biaya yang harus disiapkan. Beberapa dari kamu mungkin sama seperti saya beberapa bulan kebelakang, ngebet sekali dengan iDevice ini.Saya berbagi informasi ini dengan niatan semoga berguna untuk kamu sebagaimana informasi ini berguna untuk saya. Here’s the info:

IPad 2 16 GB 3G di EMAX BIP

IDR 5.9jt-an. Pembelian dengan menggunakan credit card kena charge 3%. Anyway, EMAX BIP ini Apple reseller paling lengkap, terjangkau dan memuaskan pelayanannya di Bandung. Di Zoom / eStore harganya agak naik.

IPad 2 Cover entah apa mereknya ini saya sudah lupa

iPad cover

IDR 325,000 beli di Dukomsel. Smart cover keluaran Apple ini keren sekali, namun entah mengapa saya merasa kurang nyaman meninggalkan bagian belakang iPad tanpa perlindungan. Third party cover lain yang dijual di EMAX harganya cukup tinggi sekali untuk sebuah cover, antara 500rb – 800rb -___- . Jadi ketika saya mampir ke Dukomsel untuk membeli Micro-simcard dan menemukan cover yang cukup oke, saya beli saja.

Micro-simcard XL

IDR 50,000 di Dukomsel, Sebenarnya Micro-simcardnya habis, tapi untungnya sang mbak-mbak bilang jika mereka punya alat pemotong simcard normal. Yasudah tak beli saja. Untuk koneksi saya percayakan kepada paket langganan data XL 1 GB (setelah direkomendasikan oleh teman-teman di Twitter) untuk iPad seharaga IDR 100ribu sebulan yang sejauh ini performanya cukup oke. Harga sejumlah itu kurang lebih sama dengan paket data telkomflash yang saya gunakan untuk Galaxy Mini yang mana Sekarang saya bisa mematikan paket data tersebut. Sekarang baterai handphone jadi kuat: dua hari untuk sekali charge :D

Kesimpulan Sementara

Saya baru menggunakan iPad 2 ini selama beberapa hari namun experience-nya menyenangkan sekali. Ulasan pemakaian dan apps yang sudah saya unduh akan saya bahas di tulisan yang berbeda. :)

Anyhow, ingat aturan pertama dalam membeli barang / gadget:

HARUS BALIK MODAL. Jika keluar uang sekian juta untuk gadget A, gadget A tersebut harus bisa membantu menghasilkan minimal sejumlah sekian juta yang dikeluarkan. Idealnya bisa membantu menghasilkan lebih dari sejumlah itu sih.

Itu dulu, keep on dreaming and working fellas! :D

P.S. Here’s The Important Stuff:

gambar iPad di pojokan kamar

Gambar iPad yang saya tempel di dekat meja kerja saya. Setiap ingin sesuatu, saya sering letakkan gambarnya di tempat yang mudah terlihat. Alhamdulillah biasanya kesampaian, meskipun waktu tercapainya hanya Tuhan yang tahu pasti.

People Who Inspire You #1

Written by Fikri Rasyid on May 24, 2011 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , , , ,

Jadi ceritanya saya membaca tulisan teman saya @aditryan tentang orang-orang yang menginspirasinya dan rasanya bagus juga kalau saya membuat daftar yang sama. Semua orang mempengaruhi dan dipengaruhi, siapa tahu mengetahui orang yang gagasannya mempengaruhi dan menginspirasi saya ada manfaatnya buat kamu.

1. Matt Mullenweg

Matt Mullenweg

Di tahun 2003 (usia 19 tahun) dia mulai mengembangkan WordPress, content management system / blogging software berlisensi GPL dan berkode terbuka, dari proyek b2/cafelog yang dihentikan pengembangannya. Delapan tahun kemudian, WordPress digunakan oleh 12% website yang ada di muka bumi, memudahkan jutaan orang dalam mempublikasikan ide di penjuru world wide web dan menjadi landasan dari berbagai produk dan layanan komersial yang menghidupi entah berapa puluh ribu keluarga. Di tahun 2005 mendirikan Automattic, perusahaan yang membidani WordPress.com, akismet, dan berbagai layanan lainnya. Muda, idealis dan secara signifikan memberi berkontribusi nyata untuk kemaslahatan masyarakat dunia melalui apa yang bisa dia lakukan.

Usage is like oxygen for ideas.
-1.0 is the Loneliest Number, November 2010

2. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg

picture by cellanr

Pendiri Facebook: tidak perduli apa yang tidak penting, melakukan apa yang dia anggap penting dan fokus. Percaya bahwa apa yang dia lakukan bisa merevolusi tatanan sosial dan cara orang berinteraksi. Minimalis. Cepat. Secara kontinyu mengarahkan hasil karyanya ke dalam bentuk yang lebih baik. Sadar kalau fitur / layout Facebook secara berkala berubah / bertambah? Yap, Facebook merupakan salah satu raksasa web yang paling progresif dan cepat. Zuckerberg is the CEO.

The thing that we are trying to do at facebook, is just help people connect and communicate more efficiently.

3. Steve Jobs

Steve Jobs

picture by Ben Stanfield

Salah satu CEO paling legendaris di muka bumi: dia mendirikan Apple bersama Steve Wozniak di tahun 1970an, dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri di tahun 1984 karena bersengketa dan berbeda pendapat dengan investor, dan satu dekade kemudian kembali memimpin Apple serta menyelamatkannya dari jurang kebangkrutan dan menjadikannya perusahaan paling profitable dalam dekade ini: Merevolusi dunia komputer dengan Macintosh, merevolusi industri musik dengan iPod dan iTunes, merevolusi dunia telepon genggam dengan iPhone dan merevolusi dunia post-PC device / tablet PC dengan iPad. Buat sebagian orang, Steve Jobs merupakan diktator egomaniak yang menginginkan kontrol atas segala hal yang diproduksinya. Buat saya, Steve Jobs merupakan jenius yang membuktikan bahwa satu orang dengan visi yang jelas dan karakter yang kuat bisa “menggeser” dunia.

We’re gambling on our vision, and we would rather do that than make “me too” products. Let some other companies do that. For us, it’s always the next dream.
- Interview about the release of the Macintosh (24 January 1984) – (online video)

I was worth about over a million dollars when I was twenty-three and over ten million dollars when I was twenty-four, and over a hundred million dollars when I was twenty-five and it wasn’t that important because I never did it for the money.
- Interview in the PBS documentary Triumph of the Nerds: The Rise of Accidental Empires (1996)

We used to dream about this stuff. Now we get to build it. It’s pretty great.
- Keynote address at the w:Worldwide Developers Conference (June 2004)

***

Itu tiga dulu. Nanti saya tambah lagi :)

Anyway, siapa orang yang menginspirasi kamu?