Fikri Rasyid

Pentingnya perasaan, Review Film Yes Man, dan Ambil Setiap Kesempatan!

Dipublikasikan pada June 16th, 2009 dan ditulis dengan kategori Pengembangan Diri, Review dan ditag dengan tag , , ,

Yes Man Soundtrack by carlosjtj

Yes Man Soundtrack by carlosjtj

Dalam beberapa pekan ini, saya tengah mengalami tantangan baru dalam hidup bernama perasaan yang gunjang-ganjing karena beberapa perasaan. Dalam situasi seperti ini, saya jadi lebih memahami betapa lemahnya manusia, dan betapa pentingnya hati atau perasaan.

Secemerlang apapun pemikiran seorang manusia, jika perasaannya sedang labil, hasil pemikirannya menjadi ganjil.

Yap. hati-hati dengan perasaan anda. Kehidupan adalah hasil dari tindakan. Tindakan diambil dari hasil pemikiran. Pemikiran ditentukan oleh suasana mood anda.

Dan ditengah perasaan yang gonjang-ganjing, saya teringat satu perkataan cerdas:

You are The Boss! Apapun yang terjadi kepada anda, anda memiliki hak sepenuhnya untuk menentukan perasaan hati anda.

Ok, that’s right. Perasaan sedang labil, dan sekarang saya perlu fokus kepada solusi. Dari salah satu literatur yang saya baca, perbedaan orang yang berhasil dalam hidup dan yang belum berhasil adalah masalah perbedaan fokus: Orang berhasil fokus pada solusi, orang yang belum berhasil fokus pada masalah.


Sekarang saya fokus pada solusi. Bagaimana agar perasaan menjadi kembali riang?

Jawabannya: Nonton film komedi!

Yap, salah satu metode yang saya gunakan untuk menjaga perasaan hati adalah nonton komedi. Selain ngobrol dengan berbagai orang, membaca fiksi, bernyanyi dan lain lain.

Maka dari itu, saya segera meluncur ke rental film Play Movies di bilangan Pahlawan, tempat rental film favorit saya. Di sana saya meminjam satu film berjudul “Yes Man”, dibintangi oleh Jim Carrey.

Ceritanya simple: bagaimana seorang yang hidupnya membosankan karena selalu menolak berbagai peluang yang datang dengan selalu berkata “TIDAK!” pada apapun yang datang kepadanya. Suatu ketika, kebosanannya memuncak dan dia mengikuti seminar “YES” yang mengajarkan agar selalu berkata IYA pada semua kesempatan. Dan ketika dia berkata IYA pada semua kesempatan, hidupnya berubah drastis. Berbagai hal tidak terduga datang. seru lah :)

Untuk mencegah spoiler, lanjutannya silahkan tonton sendiri y? ;)

Meskipun agak monoton di beberapa bagian, tapi saya dapat pesan moral yang baik: Ambil semua kesempatan yang datang! Anda tidak tahu di kesempatan mana hidup anda akan berubah bumi dan langit :)

Well, sampai mana kita tadi? berawal dari betapa pentingnya perasaan (hati), di susul dengan review film Yes Man, hingga kesimpulan “ambil setiap kesempatan!”. Hmm…. Topik yang campur aduk, but not bad huh? ;)

P.S.

Untuk yang tertarik dengan film Yes Man, ini ada trailernya di YouTube:

7 Responses to Pentingnya perasaan, Review Film Yes Man, dan Ambil Setiap Kesempatan!

  1. hmm, gw nonton ini bareng esa
    film yang menarik
    banyak cerita-cerita seru, intinya c dia mencari jati diri

    kalo gw lagi galau disko darurat, paling enak makan es krim
    lebih menenangkan
    nyaman
    atau ga wisata kuliner
    kalo akhir-akhir ini c, nyari badut ancol gw, esa :P

  2. ehmm. .. datang lagi berkunjung :)
    yes man, sungguh insipratif skali filmnya.. menggugah motivasi euy

  3. Yes man film yg unik tuh, kt gak pernah tahu ada apa di balik kesempatan yg ada didpn kt kalo kesempatan itu gak pnh dicoba…ok salam kenal aja :)

  4. FEELING OH FEELING,kalo suasana hati lagi “mendung penuh kemarahan +kesedihan+kebosanan,semua jadi berantakan…paling nggak banget!!gmn yach biar suasana lebih “cool”,biar gonjang ganjing di luar, tapi di dalam adem.TErkadang stimulus dari luar,bisa buat jiwa jadi labil…Tolong donk kasih tips..(selain rajin sholat+ zikir yach he.he)

  5. @oma
    kalau yang saya dapat, intinya bukalah diri pada berbagai kesempatan yang berbentuk berbagai kemungkinan :D

    @afwan
    Yap. Film Jim Carrey yang ini sarat pesan moral :)

    @ardhev
    setuju. Salam kenal juga y :)

    @erlita
    selain shalat + zikir?
    jawabannya: ikhlas :)

  6. satu film kan bisa beda, persepsinya
    yang jelas kita mendapatkan sesuatu yang lebih dari film itu
    kalo kata esa (lagi), nonton film tu sama aja kaya diceramahin tentang sesuatu cuma dikemasnya dengan cara yang berbeda :D

    • @oma
      kalau menurut saya, konsep dasar film sama dengan musik dan semua jenis seni yang lain: Komunikasi, menyampaikan ide :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tutup Panel Samping

Percakapan saya di twitter

Mari berjejaring di facebook

Fikri Rasyid on Facebook

Berlangganan tulisan baru saya. Gratis.

via RSS Feed:

http://feeds.feedburner.com/FikriRasyid

via email:

Masukkan alamat email anda dan tekan tombol "berlangganan". Setiap kali saya menerbitkan tulisan, anda akan mendapatkannya langsung di inbox email anda

Yang saya bahas di blog ini:

Bali Blogging Buku Definisi Dijual Golden Ways Google Habit ide Joomla Kebahagiaan Kebijaksanaan Kehidupan Kesehatan Konsep Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 Liburan Liqo Mario Teguh Marketing Masa Depan MLM Movie Musik Nostalgia Opini Pasangan Pendidikan Pengalaman Perbedaan Perubahan PIMNAS PIMNAS 2010 Rahasia Relationship Renungan Review Sikap Tips Tung Desem Waringin TV Vespa Web Apps Web Design Wordpress Theme

Komentar terbaru