Pekerjaan Yang Pasti

Written by Fikri Rasyid on January 25, 2012 filed under Pemikiran and tagged with , ,

Saya lebih pro kepada ‘memiliki skill untuk memecahkan masalah yang dibutuhkan banyak pihak daripada mengabdi sepenuhnya kepada satu institusi‘. Hal ini menyebabkan saya tidak terlalu paham mengapa ada yang sangat bela-belain jadi PNS (bukan maksud saya menggeneralisir namun dalam beberapa kasus, ‘bela-belain’ ini bisa sampai ke level menyuap hingga berjuta-juta rupiah).

Jika argumennya “Jadi PNS kan pasti. Sudah pasti dapat penghasilan, dapat pensiun pula. Kalau menjadi pegawai swasta kan belum tentu“, maka yang ada dipikiran saya:

  1. Undah-undang pemerintah bisa saja berubah. Tiba-tiba muncul undang-undang baru penghapusan dana pensiun karena beban dana pensiun terlalu berat mengingat lonjakan populasi penduduk, misalnya.
  2. Lebih ekstrim: Bagaimana jika negaranya bangkrut? Bukan tidak mungkin loh, sepengetahuan saya (CMIIW) beberapa negara di Eropa saat ini (2012) terancam bangkrut jika tidak ditalangi oleh Uni Eropa.
  3. Lebih ekstrim lagi: Bagaimana jika negaranya bubar / hilang? Jangan dulu kepedean bilang “Indonesia kan negara kuat” dulu. Hingga tahun 1980-an, Uni Sovyet merupakan negara super power sekelas United States / Amerika. Di tahun 1990, POFT! Bubar negaranya.

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan satu profesi. Saya juga tidak memaksa kamu memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Jika kamu memiliki pemikirian dan keyakinan yang berbeda dengan saya pun silahkan.

Yang saya ingin sampaikan: kemungkinan – kemungkinan yang saya sebutkan di atas itu bisa saja terjadi. Persiapan kita apa?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

10 Responses for This Thought

  1. oma

    25 January 2012

    Kalau menghapuskan uang pensiun untuk seluruhnya, kayanya ga mungkin dan yang mungkin itu mengkonversikan uang pensiun bulanan menjadi uang pensiun yang hanya diberikan dalam satu waktu tapi jumlahnya besar. Pensiun kan haknya pegawai, mereka setiap bulan gajinya dipotong demi dana pensiun.

    • Fikri Rasyid

      26 January 2012

      Let’s see in the next twenty years ;)

      BTW, gagasan tentang uang pensiun itu munculnya sejak kapan sih? Tau g? *serius nanya*

      • oma

        28 January 2012

        Semenjak hak-hak buruh tentang jaminan sosial dikumandangkan. Dulu ceritanya buruh yang telah berhenti kerja (umumnya karena diberhentikan oleh majikannya) ga punya jaminan secara sosial ekonomi terhadap keluarganya. Kemudian dibuat sebuah sistem, setiap bulan gaji dari para pegawai dipotong. Begitu mereka berhenti bekerja, mereka bisa mengambil uang gaji mereka yang sebelumnya terpotong. Sistemnya seperti asuransi.

        Kalau di UU Jamsostek, 3,7 persen dari upah per bulan ditanggung oleh pekerja dan 2 persen upah dari upah per bulan ditanggung oleh pengusaha. Itu untuk yang bekerja di sektor swasta, kalau PNS, uang yang diterima setiap bulan oleh pensiunan itu 75 persen berasal dari APBN dan 25 persen dari iuran pegawai. Sistem ini yang sebenarnya agak bermasalah, apalagi jika harus dibayarkan setiap bulan. Pinginnya Pemerintah sih, uang bulanan ini konversikan lagi menjadi sekali bayar. Kalau ga salah sistem penghitungannya disamakan dengan sektor swasta (prosentase iuran pegawai x masa kerja). Diharapkan uang yang diberikan dalam jumlah besar tersebut dapat digunakan untuk membuka usaha. Makanya gue bilang kalau pensiun ini ga mungkin dihapuskan begitu aja.

  2. Lompo Ulu

    26 January 2012

    lah kalo punya skill tapi sudah uzur dan sakit-sakitan gimana?
    *pro PNS ceritanya

    • Fikri Rasyid

      26 January 2012

      Lah kamu sudah uzur dan sakit-sakitan? :)

  3. Abdullah Adnan

    27 January 2012

    Ya om, ,alau orang tua selalu memaksa saya untuk jadi PNS, tapi saya sendiri lebih ingin menjadi pengusaha/semacamnya.

  4. BambangOke

    04 February 2012

    Kebanyakan orang di indonesia lebih suka pekerjaan santai dan tanpa resiko. mksd resiko di sini yaitu resiko untuk kerugian. Kbnyakan org indonesia takut bertaruh untuk untung dan rugi, mereka hanya memilih yg pasti-pasti saja, PNS misalnya.

    PNS (pegawai pemerintahan) juga suatau pekerjaan yang di butuhkan, klo ngga ada PNS nnti siapa yg mengurusi KTP, pajak, dll. Kita membutuhkan mereka tapi yang di sayangkan adalah kurangny profesionalisme mereka thdp pekerjaan sbgi PNS. dan kurang efektifnya pemerintah dlm rekrut pegawai. Lebih banyak yang pegawai di kantor yang sekedar datang dan absen trs ngbrol2 atau bahkan karaoke.

    Apapun Pekerjaan kita yang penting profesional dan iklas menjalaninya. CMIIW

    • Fikri Rasyid

      04 February 2012

      Saya tidak menjelekkan satu profesi. Yang saya kritisi, mengagungkan satu profesi karena satu alasan yang bagi saya berlebihan. Semua orang boleh berpendapat dan meyakini pendapatnya masing-masing kok :D

      Anyway, setuju sekali dengan

      Apapun Pekerjaan kita yang penting profesional dan iklas menjalaninya.

      Saya juga menantikan masa dimana PNS negeri ini sangat profesional melebihi kecakapan para pegawai swasta. Dengan hal itu, mungkin Negeri ini akan menjadi lebih nyaman lagi untuk ditinggali :D

  5. Obat Anti Rokok

    15 February 2012

    Nice spirit untuk Indonesia Mandiri!
    *Apapun perkerjaanmu, yang penting hidup sehat tanpa rokok!
    salam sehat :)

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.