Hari ini saya menemukan rumus mengetahui masa depan. maksud saya, kemungkinan besar yang akan terjadi di masa depan orang seseorang. Ada rumusnya. Dan masuk akal. Penasaran? ini rumusnya :

Masa depan adalah sesuatu yang predictable, dalam koridor tertentu. Koridor yang dimaksud disini dalam koridor profesi. Misalkan anda sekarang seorang guru les. Ingin tahu masa depan anda sebagai guru les? Cari lah seseorang yang lebih senior dari anda. katakan lah anda sudah menjadi guru les selama 2 taun. Carilah seseorang yang sudah menjadi guru les selama 10 tahun. Selama anda tidak merubah polanya, kehidupan guru les senior tadi lah masa depan anda.

Misalkan anda sudah menjadi pegawai selama 3 tahun , lihatlah orang yang sudah menjadi pegawai selama 8 tahun. katakan lah orang yang sudah menjalani kepegawaian tersebut adalah manajer anda. Selama anda mengikuti polan manajer tersebut dan tidak menrubah polanya, seperti manajer anda lah masa depan anda.

Kesimpulannya,

Masa depan anda adalah orang di depan anda. Orang yang anda lihat di depan anda. Orang yang menjadi panutan anda. Selama anda mengikuti polanya, seperti orang di depan andalah masa depan anda.

Setuju? atau tidak? berikan pendapat anda. :)

Post yang berhubungan :

kenapa harus sombong? apa yang bisa di sombongkan?

wajah rupawan? wajahpun pemberian Tuhan. bukan kita yang buat. setampan atau secantik apapun manusia, tetap wajah tersebut bukan buatannya. Buatan-Nya, iya.

kecerdasan? ilmu yang membuat kita diakui cerdas pun bukan kita yang membuatnya. hanya kumpulan informasi kolektif yang ditemukan oleh pendahulu. kita hanya menampung saja.

kekayaan? kekayaan pun bukan kita yang ciptakan. itu hanya titipan saja.

bakat? bakatpun bukan kita yang ciptakan. itu di berikan

lalu, kenapa harus minder?

minderpun hanya kondisi dimana kita tidak yakin dengan apa yang kita miliki jika di bandingkan dengan apa yang orang lain miliki.

wajah rupawan? wajah mu dan wajahnya pun sama - sama tidak kalian buat sendiri. semua wajah kita pemberian-Nya

kecerdasan? ilmu yang sama2 di terima pun didapat dari orang lain.

kekayaan? kekayaanpun hanya titipan

bakat? bakat pun pemberian Tuhan. manusia tidak menciptakan bakatnya sendiri. masing2 manusia diberikan bakat, lalu manusia yang mensyukuri pemberian-Nya mengasah bakat tersebut.

konkusinya? semua manusia sama. Keyakinan lah yang membedakan.

Post yang berhubungan :

sedikit keresahan kembali menyapa saya. kembali beberapa tabir terbuka, namun tetap belum saya pahami keseluruhannya. saya merasa resah karena saya tahu, ada hal yang belum saya ketahui tentang cara saya melihat hidup. saya tahu bahwa ada pola umum yang mendasari hidup, namun belum saya pahami seutuhnya. pola - pola yang ternyata berupa hal yang bukan “benda”

lihat lah distro yang berjajar dipenjuru kota bandung. apakah mereka menjual t-shirt? bukan, mereka menjual “prestige”. satu jenis komoditi abstrak. bukan “benda”

lihat lah toko buku. apakah mereka menjual sekumpulan kertas yang diprint lalu dijilid, diberi cover dan dipajang dietalase yang kita kenal dengan kata benda “buku”? bukan, yang dijual toko buku adalah informasi yang terkandung di dalam buku. informasi. lagi - lagi bukan benda.

lihat lah uang, apakah uang itu? alat tukar nilai tambah. uang kertas hanyalah kertas. pola besar yang membelakanginya adalah alat tukar. buktikan itu di account rekening bank anda. anda memiliki jutaan rupiah namun hanya berupa data yang disimpan di server bank, atau tinta yang tercetak di buku bank. alat tukar nilai tambah pun bukan benda.

lalu manusia? kehidupan?

ada pola - pola lain yang harus saya ketahui segera.

Post yang berhubungan :

kemarin saya baru selesai membaca satu buku :

buku Google PR

Google PR - The Smart Side of INternet Public Relation
Bagaimana mengkomunikasikan Brand Produk Anda dengan sangat efektif melalui internet
Pengarang : Bob Julius Onggo
Penerbit : Examedia
Harga : IDR 45,000

Bob Julius Onggo,  penulis buku Google is My Salesman, Googlepreneur - Kaya lewat Google, dan Success with E-Book kembali menerbutkan buku dengan tajuk sang raksasa internet yang gemar akuisisi : Google

buku ini bercerita tentang PR internet, dari sudut pandang seorang PR. Jadi tidak membicarakan hal - hal teknis dengan mendalam. Namun satu hal yang cukup mengecewakan : cover depannya bertajuk Google, namun kenyataannya kontennya melebar kemana2. konten tentang Google stop di Bab ke 5. Rasanya Tajuk besar tentang Google merupakan daya tarik saja. meminjam nama besar Google. Kesimpulannya? ini bukan buku tentang PR dengan Google tepatnya, tetapi PR menggunakan internet. tentu saja.

Overall, skala 7.5 dari 10. buku ini sangat cocok untuk anda yang belum memiliki basic tentang dunia internet, namun ingin mengetahui tentang internet PR. Saya juga banyak belajar dari buku ini. Meskipun ada beberapa hal yang belum dibahas dalam buku ini sih, seperti situs social networking seperti Facebook atau friendster, dan pemanfaatannya dalam hal PR dan branding, seperti yang dilakukan Apple dengan Groupnya di facebook.

Post yang berhubungan :