Mengurangi Penggunaan Produk Bajakan

Written by Fikri Rasyid on January 16, 2011 filed under Culture and tagged with , , ,

Salah satu hal yang mempengaruhi saya untuk migrasi ke ubuntu beberapa bulan lalu adalah mengurangi penggunaan software bajakan. Meskipun kala itu Windows 7 yang saya gunakan legal (bawaan dari Dell), namun saya merasa bahwa dengan menggunakan ubuntu peluang saya untuk menggunakan software bajakan akan semakin kecil. Saya memperkecil peluang melakukan hal yang tidak baik. Lagipula, performa ubuntu lebih oke daripada Windows, kecuali kompatibilitasnya.

Saat satu pekan lalu saya migrasi (lagi) ke Mac, saya mencanangkan tujuan baru: mengurangi penggunaan musik bajakan. Caranya? Tidak memasukkan musik bajakan ke iTunes library saya. Yang saya masukkan hanya musik yang benar-benar dibagikan secara gratis oleh musisinya, atau musik yang saya beli album fisiknya (CD / Kaset).

Pertanyaannya adalah, kenapa saya melakukan hal ini?

  1. Saya tahu bahwa yang dengan menggunakan produk bajakan, saya sudah mengambil sesuatu yang bukan hak saya. Saya tidak mau mengambil sesuatu yang bukan hak saya.
  2. Saya menyadari bahwa sesuatu yang “dianggap” gratis itu cenderung tidak dihargai. Saya jadi cenderung tidak menghargai suatu karya (yang notabene saya tahu tidak mudah dan gampang membuatnya) karena demikian mudahnya saya mendapatkan kopian ilegalnya. Tidak menghargai sesuatu, sudah cukup untuk saya bahwa ada sesuatu yang tidak beres disini.
  3. Saya ingin menjadi artist / seniman. Yang saya maksudkan dengan artist disini adalah orang yang menciptakan sesuatu yang bernilai seni. Entah itu software, website, musik, buku, dll. Saya merasa, langkah pertama untuk menciptakan sesuatu adalah dengan mengkonsumsi sesuatu dan mengapresiasi karya seniman lain, dengan cara menghormati hak-hak pencipta karya tersebut.
  4. Saya tidak mau menjadi orang yang menggunakan produk bajakan karena alasan “tapi kan mahal, saya tidak bisa belinya“. Saya ingin jadi orang yang mampu dan bukannya jadi orang yang beralasan. Contoh sederhana, microsoft office for Mac: kemarin saya tanya di EMAX BIP harganya 1,9 jt untuk 3 user. Damn it’s an amount of money, cukup untuk jalan ke karimun jawa tiga kali. Namun saya membutuhkan office suit ini untuk keperluan mengolah dokumen perkuliahan. Sementara saya belum memiliki office suit ini, saya menggunakan produk OpenOffice dari oracle yang bisa digunakan secara gratis yang mana bekerja dengan cukup baik untuk menulis namun memliki masalah cukup serius dalam mengelola formatting file – file microsoft office. Karena saya tahu biaya yang dibutuhkan untuk memiliki office suit ini, saya jadi bisa menyusun rencana bagaimana mendapatkannya: bagaimana caranya, berapa lama kira-kira bisa tercapai, dll. Saya jadi punya tujuan, saya jadi mencari-cari cara, dan saya jadi bergerak. That’s awesome. Memperbesar penghasilan alih-alih mengkebiri pengeluaran.
  5. Saya jadi tahu mana yang penting dan mana yang tidak penting, jika hal itu mengharuskan saya untuk mengeluarkan sejumlah uang. ;)
  6. Dibajak itu rasanya tidak enak. Beberapa tulisan saya pernah dibajak orang dan rasanya sangat tidak menyenangkan. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

***

Dengan mencanangkan gerakan ini, bukan berarti saya sudah 100% bebas dari produk bajakan. Bertahap saya akan “memutihkannya”. Dimulai dengan tidak memasukkan musik & software bajakan ke Mac saya. :)

Dengan melakukan hal ini, semoga secara bertahap saya mengurangi penggunaan produk bajakan di segala aspek.

Semoga saya dimampukan oleh Yang Kuasa.

Amin.

Background image titled Pirate’s Flag is courtesy of Ben Walther.

P.S.

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

16 Responses for This Thought

  1. AMYunus

    16 January 2011

    azek. mas fikri udah terbebas dari bajakan kah? kalo saya udah bebas total sejak tahun baru lalu :D alhamdulillah dan semoga konsisten.

    • Fikri Rasyid

      16 January 2011

      software dan musik di mac 100% legal. motion picture ada beberapa, akan segera dihapus. di netbook satu2nya barang hitam yang terinstall adalah office suit yang sudah sangat jarang digunakan karena sudah diinstall openoffice. musik & film banyak yang masih ilegal disana, harus segera dibersihkan secara bertahap. di music player handphone masih pada ilegal, weleh weleh :(

      jadi belum 100% juga sih. masih bertahap dan statusnya beragam di device lama ke device baru. Semoga secara konsisten saya melakukan ini, hingga semuanya 100% legal. :D

      • AMYunus

        16 January 2011

        Haha. Iya sabar aja mas. Saya juga dulu bertahap kok. April 2010 dulu komputer udah bersih total. Baik aplikasi maupun multimedia. Tapi ya gitu, di handphone masih banyak yang bajakan. Hahaha :mrgreen:

        Alhamdulillah sejak awal Januari 2011 kemarin, bisa terbebas se bebas bebasnya. Hahaha.

        Amin. Semoga konsisten ya mas. Saling mendoakan saja :)

        • Fikri Rasyid

          17 January 2011

          Iya, setahap demi setahap lah, sambil meningkatkan kemampuan finansial juga :)

  2. novri asyara

    16 January 2011

    mau sih mengurangi, tapi..
    hmmmm… membutuhkan biaya yang tidak sedikit.. :)

    semoga tahun ini gw juga bisa mengurangi barang-barang “bajakan” … :D

    • Fikri Rasyid

      16 January 2011

      Biaya itu kan bisa dicari, jika sungguh2. Lagipula untuk software banyak solusinya, dengan aplikasi-aplikasi FOSS :)

  3. rizal

    16 January 2011

    fik, kamu setuju ga dengan konsep “copyright” atau “hak cipta” ?

    • Fikri Rasyid

      17 January 2011

      Saya setuju dengan adanya konsep copyright, tapi saya mendukung agar semakin banyak produk yang dirilis dengan lisensi seperti creative common. Keduanya harus ada, tidak bisa semuanya copyrighted atau semuanya creative common atau bahkan uncopyrighted.

  4. micelia

    16 January 2011

    like this
    hmm.. jg ingin berupaya kearah sana
    semoga sy jg dimampukan oleh Allah

  5. Jauhari

    16 January 2011

    Melangkah tidak harus dengan Lompatan Besar.. terkadang dengan satu langkah atupun belok satu ruas telah melakukan perubahan entah secara instan maupun konstan

  6. sena

    18 January 2011

    tulisan yang satu ini menginspirasi saya untuk terus semangat melakukan ‘pemutihan’ sebagai bentuk apresiasi nyata untuk penerapan HAKI. terima kasih mas fikri. senang bisa blogwalking di sini.

    • Fikri Rasyid

      20 January 2011

      Sama-sama. Senang apa yang saya tulis disini bermanfaat :)

  7. Ardianzzz

    26 January 2011

    wkwkw… kalau sotoshop? :D
    Kalau gw ngetik pakai abiword, untuk mengatasi *.docx saya gunakan Google Docs.

    Kalau musik masih ilegal sih. Untuk menguranginya, gw lebih banyak dengerin inet radio saja. :)

    • Fikri Rasyid

      28 January 2011

      Photoshop, ya pake GIMP saja, meskipun harus dealing dengan berbagai keterbatasannya :(

      Abiword? Saya baru dengar itu. Dia bagus ngga dalam meng-handle formatting di docx? Di open office, seringkali format file yang ada malah buat dokumen berantakan :(

      Musik juga saya yang legal baru di MacBook. Kalau di handphone / netbook belum 100% :(

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.