Fikri Rasyid

Membaca E-Book. Di Desktop atau di Print?

Dipublikasikan pada December 1st, 2008 dan ditulis dengan kategori Analisa, Personal dan ditag dengan tag ,

Akhir – akhir ini, saya mendapatkan banyak sekali e-book yang amat – sangat keren. Rata – rata 100 halaman lebih. Masalahnya adalah, saya masih merasa tidak nyaman membaca e-book via layar PC. lelah. Saya rasa radiasi layar dan Posisi duduk ikut mempengaruhi hal ini.

Akhirnya, saya mencoba mem-print dua e-book. Blog Profits Blueprint ( 69 halaman ) dan The Art & Science of CSS ( 200 halaman ). Wow, saya exciting sekali ketika keduaratus halaman buku tersebut selesai di print.

Tapi seketika, satu pikiran berkelebat di benak saya.

Saya adalah tipikal laki – laki yang ‘gatal’ jika melihat kertas polos. Namun saya selalu merasa bersalah ketika membuang – buang kertas. Membayangkan pohon – pohon ditebangi? Oh no. saya pecinta pohon. Saya amat menikmati hijaunya pepohonan yang ditimpa cahaya ramah matahari di pagi hari, dan selalu merutuki setiap pepohonan yang di tebang.

Terlebih lagi, saya percaya dengan faktor kali. Menghemat kertas mungkin hanya perkara kecil, tapi jika 6 milyar penduduk bumi concern dengan perkara kecil seperti “menghemat kertas” ini, dahsyat sekali membayangkan betapa banyak pohon yang di selamatkan.

Jadi, pilih mana?

baca e-book via screen PC? = Merusak Tubuh.
baca e-book hasil print? = Merusak Bumi.

Pilihan yang sulit. :(

Bagaimana menurut anda?

Silahkan sumbangkan pendapat anda, dengan semangat 2.0 :D

P.S. :

Pada akhirnya, saya menetapkan standar ganda : Baca di desktop e-book yang masih bisa saya baca via desktop (cukup pendek), dan Print e-book yang benar – benar saya butuhkan, dengan pertimbangan, jika e-book tersebut memang benar – benar baik, akan ada orang lain yang bisa mendapatkan manfaat dengan membacanya juga. Mengapa tidak beri versi digitalnya saja? Pengalaman yang lalu – lalu sih, e-book yang simply copy and paste, tidak terbaca :P

2 Responses to Membaca E-Book. Di Desktop atau di Print?

  1. Kalau dari konsep awal sih dinamakan e-book agar kita membaca secara elektrobik. So paperless gitu istilah orang-orang.

    Tapi kalau soal milih mau dibaca di layar komputer atau baca yang udah di print itu kembali ke soal kenyamanan yang baca, dan itu relatif.

    So kalau e-book itu dibaca versi print maka nggak pass lagi disebut e-book :D

    Anyway boleh mas kita dibagi koleksi e-book nya…

    • yep, mungkin jadi printbook lebih tepat y? :D

      Paperless agar hemat kertas. masalahnya adalah, ternyata membaca di depan screen itu melelahkan juga y? :P unless punya e-book reader seperti amazon kindle begitu.

      hehe, saya dapat dari download dan koleksi teman. Thanks buat permintaannya, jadi kepikiran untuk buat link download e-book – e-book yang bermanfaat. Akan saya eksekusi sesegera mungkin setelah waktunya sesuai :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tutup Panel Samping

Percakapan saya di twitter

Mari berjejaring di facebook

Fikri Rasyid on Facebook

Berlangganan tulisan baru saya. Gratis.

via RSS Feed:

http://feeds.feedburner.com/FikriRasyid

via email:

Masukkan alamat email anda dan tekan tombol "berlangganan". Setiap kali saya menerbitkan tulisan, anda akan mendapatkannya langsung di inbox email anda

Yang saya bahas di blog ini:

Bali Blogging Buku Definisi Dijual Golden Ways Google Habit ide Joomla Kebahagiaan Kebijaksanaan Kehidupan Kesehatan Konsep Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 Liburan Liqo Mario Teguh Marketing Masa Depan MLM Movie Musik Nostalgia Opini Pasangan Pendidikan Pengalaman Perbedaan Perubahan PIMNAS PIMNAS 2010 Rahasia Relationship Renungan Review Sikap Tips Tung Desem Waringin TV Vespa Web Apps Web Design Wordpress Theme

Komentar terbaru