Lebih Sempurna Itu Tidak Selalu Berarti Lebih Baik

Written by Fikri Rasyid on July 16, 2009 filed under Analisa, Islam and tagged with , , ,

better-than-sex by Leslie Revolutionary

better-than-sex by Leslie Revolutionary

Saya terkadang sering bingung ya, mengapa seseorang yang sangat baik selalu diasosiasikan dengan malaikat? Sepengetahuan saya, dalam agama yang saya yakini yakni islam, memang dikatakan bahwa malaikat memang sangat baik dan taat kepada semua perintah Tuhan, namun disebutkan juga bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna.

Logikanya, sebagai makhluk yang “paling sempurna”, kok manusia yang baik malah diasosiasikan dengan makhluk yang “tidak sesempurna” manusia?

Kemarin pagi, kebingungnan ini saya ekspresikan melalui facebook status saya:

pertanyaan cerdas pagi ini: kenapa wanita cantik/baik diasosiasikan dengan angel/malaikat?

Dan syukurnya, seseorang meresponsnya dengan sesuatu yang menurut saya sangat mengena:

Sempurna di sini maksudnya lebih lengkap..
[malaikat kan makhluk yg sangat taat, serba baik. iblis itu cenderung selalu buruk. manusia punya keduanya].
Aku juga pernah berpikir mendalam mengenai ‘sempurna’ ini, yg kutemukan jawabannya ‘lebih lengkap’.

Yap. Kesimpulan yang saya tarik, manusia itu sempurna karena “lebih lengkap”. Ada baik dan buruknya. Sementara malaikat menjadi baik karena ketidaksempurnaannya atau ketidaklengkapannya yaitu tidak memiliki sifat buruk.

Berarti, lebih lengkap atau lebih sempurna itu tidak selalu berarti lebih baik.

Memiliki segalanya juga bukan berarti lebih baik.

Pendapat anda?  ;)

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu.

6 Responses for This Thought

  1. oma

    18 July 2009

    tau kan anekdot yang bilang orang kaya yang punya yang dan segalanya tetep aja ga bahagia karena kurang kasih sayang
    menurut orang miskin, dia sempurna karena punya harta
    punya sesuatu yang ga dimiliki sama si miskin
    kita melihat sesuatu sebagai kesempurnaan
    yaitu melihat pada apa yang ga kita miliki, sesuatu yang unreachable

    anyway, lagi-lagi sempurna itu soal persepsi
    kalo menurut gw, hidup itu ga ada yang sempurna, seperti yang lw bilang hidup itu ga ada yang adil
    tapi hidup itu lebih baik ga sempurna
    kalo semua sempurna, ga akan ada yang namanya sinetron, chicken soup for the soul dan bahkan Mario Teguh!!
    haha

  2. sugik

    22 July 2009

    satu yang aku pikirkan ,trus apa yg kita cari di dunia ini,selain kesempurnaan jikalau hidup itu lebih baik gak sempurna,bukankan itu naif apabila seseorang tidak ingin menjadi sempurna

    • Fikri Rasyid

      23 July 2009

      @Sugik
      ya, kita semua mencari kesempurnaan memang. Tapi belum tentu kesempurnaan yang kita cari dan menjadi tujuan kita itu lebih baik daripada ketidak sempurnaan yang sedang kita alami sekarang. Jadi, bersyukurlah atas apa yang terjadi hari ini. That’s the message :)

  3. azna

    12 August 2009

    aku suka ssuatu yg tidak smpurna
    krna trlalu smpurna itu sperti ada yg kurang
    mngkin krna tidak mmpunyai kkurangn sprti yg anda katakn

    jdi,,apakh yg dsebut “lbih baik”??
    may today better then ysterday..what is “better”??
    if not nearer to perfect??
    ^,^”

    • Fikri Rasyid

      15 August 2009

      @azna

      bukankah ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan itu sendiri? ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan yang belum mampu kita pahami :D

  4. romi

    19 March 2010

    tak ada gading yang tak retak, sempurnanya gading itu yang retak, tak ada hidup yang sempurna, sempurnanya hidup itu ya tidak sempurna…

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.