Harga Yang Sebenarnya

Written by Fikri Rasyid on April 24, 2011 filed under Culture, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , ,

Banyak dari kita yang lebih fokus kepada harga alih-alih manfaat / nilai tambah (Saya juga kadang-kadang seperti ini sih, jadi ini sebagai self-note & pengingat juga). Contoh: sejak saya menggunakan MacBook Pro, entah sudah berapa banyak komentar seperti “Wah, laptop mahaaal, keren!” atau “Iya asik sih, tapi mahal euy” yang saya dengar. Ya, memang harga MacBook Pro sedikit diatas harga kebanyakan laptop, meskipun jika dibandingkan dengan laptop dengan spesifikasi sejenis sebenarnya harganya tidak akan terlalu jauh-jauh amat. Tapi coba pikirkan nilai tambah yang sebenarnya:

  1. Tidak ada / jarang sekali ada virus yang menyerang OS X (OS-nya MacBook Pro)
  2. Jarang sekali crash. Hell yeah, siapa yang tidak muak dengan notification popup “this application is not responding?
  3. Daya tahan baterai sampai enam jam.
  4. Kualitas layar lebih tajam, membuat mata tidak cepat letih jika berada di depan notebook berlama-lama (saya jika sudah di depan notebook bisa 4 – 6 jam-an)
  5. Kualitas dan User Interface aplikasi yang jauh lebih “menyegarkan”, well-designed dan intuitif dibanding OS lain.
  6. Respons yang cepat dan responsive
  7. Booting time OS yang cepat. Mode sleep yang sangat oke. Kalau device tidak digunakan untuk durasi pendek, katakan 1 – 2 jam, tidak perlu shut down melainkan tutup saja layarnya sehingga masuk ke mode sleep. Kalau hendak digunakan tinggal buka layarnya. Fitur ini entah sudah menyelamatkan berapa banyak waktu saya.
  8. Aplikasi-aplikasi yang bekerja dengan sangat terintegrasi satu sama lain. Contoh: iMovie (aplikasi video editing) dapat mengakses library iPhoto (photo manager) dan sebaliknya. Membuat waktu yang digunakan menjadi lebih efisien.

Sekarang pikir lagi: harga IDR 11.6jt (Januari 2011) yang saya keluarkan untuk device ini memang cukup pain in the ass. Mengumpulkan dana sebegitu untuk saya juga bukan perkara mudah: mengerjakan kerjaan freelance, penambahan jam kerja, penyunatan “dana lain-lain” yang saya lakukan sampai memakan waktu berbulan-bulan dll. Tapi coba pikirkan nilai atau “value” yang saya selamatkan:

  1. Entah berapa jam / menit waktu yang terbuang dari OS / Aplikasi yang crash, memindai virus, respons aplikasi yang nge-lag dan booting time software saat dinyalakan karena jika di-sleep suka ngaco saat di-wake up seperti yang terjadi di OS / notebook lain.
  2. Stamina yang lebih terjaga karena kenyamanan dan tidak cepat capek saat berada di depan notebook.
  3. Karya-karya kreatif yang dapat diciptakan dengan bantuan software / aplikasi yang tersedia

Konversikan peluang, waktu dan stamina yang dapat diselamatkan ke produktifitas. Jika dengan mengeluarkan biaya IDR 11.6 jt saya bisa mendapatkan lebih banyak peluang untuk menghasilkan karya yang nilainya jauh diatas IDR 11.6jt itu, damn i’ll do it. Damn I’ll find a way for it. Ibu saya sering bilang:

Hidup mah sederhana saja, tapi untuk produktifitas jangan takut mengeluarkan uang.

Saya tidak terlalu perduli dengan converse belel yang sudah saya gunakan selama bertahun-tahun, atau outfit itu-itu saja yang membuat saya terlihat begitu-begitu saja. Saya juga tidak terlalu perduli dengan hangout di cafe-cafe “gaul” atau nonton film-film terbaru di bioskop. Tapi menggunakan device / OS yang menghabiskan waktu dan produktifitas?

Damn i care, it’s torturing me.

Lihat harga yang sebenarnya, bukan sekedar harga yang tertera di price tag. Kalau cukup berharga, kenapa tidak kamu perjuangkan?

P.S.

  • Terpikir untuk menulis ini setelah melihat orang terdekat saya harus disusahkan dengan this-application-is-not-responding-nya OS jendela. Berkali-kali.
  • Jika ada metafora / ungkapan yang terkesan arogan pada tulisan ini, saya mohon maaf. Saya hanya selalu berusaha untuk menyajikan argumen sejelas mungkin.
  • Niat saya menggunakan MacBook sebagai contoh malah jadi terkesan promosi. I know, maafkan penyakit pengguna mac ini -__-
  • Kalau kamu punya pendapat berbeda, silahkan sampaikan di kolom komentar secara santun. Mari berdiskusi. :)

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

24 Responses for This Thought

  1. Edy Pang

    24 April 2011

    Damn, Macbook is mooore expensive, doubled. But, damn I want it!

    • Fikri Rasyid

      24 April 2011

      I can feel you, bro. Tapi semoga segera tercapai lah, pasti ada caranya. You’re talented Web Designer :D

  2. ryan

    24 April 2011

    *nabung*

  3. A.F. Fauza

    26 April 2011

    Klasik, bro.

    Dari dulu, “ada uang, ada barang”. Nggak usah jauh2, beli makanan tiap hari aja pasti kerasa, makanan yg sehat cenderung lebih mahal.

    Kalo ente sampe repot2 menjelaskan di sini, berarti tujuan Apple berhasil. Dia kan pengen konsumennya itu fanatik thd produk2 mereka.

    • Fikri Rasyid

      08 May 2011

      Setahu saya tujuan Apple bukan membuat konsumennya fanatik terhadap produknya, tapi membuat tools terbaik untuk konsumennya, and i’m falling for that. Memang jauh lebih enakeun sih. :)

      Ini yang Steve Jobs bilang saat dia kembali memimpin Apple yang waktu itu ada di jurang kebangkrutan:

      “You always had to be a little different to buy an Apple computer. I think the people who buy them do think differently; they are the creative spirits in the world. They are not just out to get a job done, they are out to change the world. We, too, are going to think differently and serve the people who have been buying our products since the beginning. Because a lot of times people think they’re crazy but in that craziness we see genius and those are the people we’re making tools for.”

      Lengkapnya, baca disini: http://blogs.forbes.com/carminegallo/2011/03/31/apple-at-35-win-over-your-customers-the-steve-jobs-way/

      • A.F. Fauza

        10 May 2011

        Yahh, memang setiap perusahaan pasti mencatumkan niat mulia tsb. Kalo anda belajar copywriting, Anda pasti paham yg saya maksud.

        Coba Anda melihat dengan jelas bahwa Apple adalah sebuah perusahaan & yg namanya perusahaan itu pasti bertujuan utk mencari uang sebanyak-banyaknya.

        Para karyawan Apple pasti gajinya tinggi-tinggi utk mempertahankan supaya mereka tetap kerja di sana. Dan utk membayar gaji yg tinggi itu, Apple butuh para pengguna fanatik yg selalu mempromosikan & membela produk-produk Apple secara sukarela.

        Apakah di Apple tidak ada bagian marketing atau branding? Coba Anda melihat dari sudut pandang orang-orang marketing atau branding.

        • Fikri Rasyid

          12 May 2011

          Tujuan Apple bukan “sekedar” “mencari uang sebanyak2nya”. Coba baca seluk beluknya Steve Jobs, CEO Apple.

          I was worth about over a million dollars when I was twenty-three and over ten million dollars when I was twenty-four, and over a hundred million dollars when I was twenty-five and it wasn’t that important because I never did it for the money.

          Interview in the PBS documentary Triumph of the Nerds: The Rise of Accidental Empires (1996)

          Look at the design of a lot of consumer products — they’re really complicated surfaces. We tried to make something much more holistic and simple. When you first start off trying to solve a problem, the first solutions you come up with are very complex, and most people stop there. But if you keep going, and live with the problem and peel more layers of the onion off, you can often times arrive at some very elegant and simple solutions. Most people just don’t put in the time or energy to get there. We believe that customers are smart, and want objects which are well thought through.

          On the design of the iPod, as quoted in Newsweek (2006-10-14)

          They solve problems, in an elegant way.

  4. Padly

    27 April 2011

    Penyesalan ku yg paling ku ingat! Dulu aku pernah nolak Apple yg ditawarkan dgn harga murah, hanya karena pake bahasa Spanyol. C*k! Tahunya bisa dirubah ;)

    • Fikri Rasyid

      08 May 2011

      wah, language setting mah bukannya bisa diganti dengan mudah? :)

  5. Pandi Susanto

    03 May 2011

    Nice post~ Perusahaannya juga pernah iklan di layanan kami, bahkan sebagian Programmer pun meragukan “tapi nyoba” whwhwhw
    memang betul, tapi klo soal aplikasi yg membantu.. itu bawaan pabrik, klo dapat versi lain pasti beda lgi aplikasi yg tersedia.. kembali ke semula.. “Budget”

    Salam kenal ya aLL :D

  6. SEO : Server Location VS Customer Location

    10 May 2011

    [...] Jaman sekarang janganlah berpatok pada harga. Karena pemahaman saya tentang label harga hanyalah sebagai penghambat bagi kita sendiri jika memang harga dijadikan patokan dasar. Begitulah pola pikir masyarakat kita saat ini. Boro-boro mikir harga, bahkan kalau bisa cari yang gratisan. Jangan berpikir “saya tidak punya dana” tapi berpikirlah “bagaimana cara merealisasikan keinginan saya”. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang masalah harga, silahkan baca ulasan yang cukup menarik dari Fikri Rasyid: Harga Yang Sebenarnya. [...]

  7. choirul

    10 May 2011

    kalau saya yang miskin ini sih sudah untung banget punya netbook gratisan…. wkwkwkwk

    tapi aku juga pengen beli kok tuh apple… g cuma macbooknya doang… ha ha ha

  8. Topan

    13 May 2011

    This is just the another story of Apple Fan boy.
    :)

    • Fikri Rasyid

      14 May 2011

      Fan boy? Haha, it might be true. However, the story about price-and-value thing, it IS true :)

  9. danu.widhyatmoko

    15 May 2011

    hidup hanya sekali, jangan nanti pas ditanya ngapain aja di dunia, dipenuhi jawaban bersihin virus komputer + install anti virus hehehe…

    • Fikri Rasyid

      20 May 2011

      haha, ini so true dan kocak sekali pak LOL

  10. phidd

    16 May 2011

    mas…macbooknya yang brp incii..truss hrgx brp??

    • Fikri Rasyid

      20 May 2011

      Beli yang 13″. Januari 2011, harganya sekitar 11,6 jt :)

  11. adnanomatic

    20 May 2011

    Mas Fikri, kalau boleh tahu, itu Macobook apa Macbook Pro yah?

  12. Caesar Aldhela

    21 May 2011

    Jadi keinget dulu pas jaman pertama kali beli macbook. Malam pertama bener-bener gak bisa tidur saking senengnya, kagum dan bingung campur aduk :)

  13. bellamy

    23 May 2011

    sip, tr kredit dah :D haha

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.