Gaya hidup minimalis

Written by Fikri Rasyid on September 25, 2010 filed under Kehidupan, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Gaya hidup minimalis, sederhananya adalah meninggalkan semua yang “kurang penting”, meminimalkan “kebutuhan semu”, dan segala hal yang kita anggap perlu padahal sejatinya tidak. Saya tidak tahu apakah ada definisi pasti dari gaya hidup minimalis, namun saya pertama kali “bertemu” dengan konsep ini dari sebuah blog tentang minimalisme bernama mnmlist yang sangat mengagumkan dari Leo Babauta dan dia menuliskan gagasan mengenai gaya hidup minimalis dengan cara yang sangat-sangat membuat saya terkesima:

Stop buying unnecessary things.
Toss half your stuff, learn contentedness.
Reduce half again.
List 4 essential things in your life,
stop doing non-essential things.
Do these essentials first each day, clear distractions
focus on each moment.
Let go of attachment to doing, having more.
Fall in love with less.

Dalam kebanyakan kasus, hal yang rumit (complexity) itu menyebalkan – bahkan kerap memicu permasalahan yang tidak perlu. Dan dalam hampir semua kasus, yang membuat sesuatu rumit itu ya kita sendiri: kita merumitkan sesuatu yang sederhana.

Pertanyaannya, mengapa kita tidak membiarkan sesuatu yang sederhana itu tetap sederhana?

Dengan tidak mengadakan sesuatu yang sebenarnya memang tidak perlu diadakan.

Less, is less.

P.S.

baca juga tentang hal-hal yang sering ditanyakan seputar gaya hidup minimalis. It’s inspiring.

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

6 Responses for This Thought

  1. rizal

    28 September 2010

    tapi kalo terlalu minimalis, hidup malah menjadi ga bervariasi fik, hahaha

    • Fikri Rasyid

      30 September 2010

      Ngga bervariasi, tapi bahagia – semua yg “benar2″ penting terpenuhi dgn baik karena fokusnya memang kepada yg penting2 saja :)

  2. fajarfaqih

    08 October 2010

    “Menyederhanakan sesuatu yang rumit”

  3. Padly

    11 October 2010

    Sepertinya gaya hidup minimalist sudah diajarkan Nabi Islam Muhammad SAWW 1400 tahun yang lalu friend.

    Eniwei, sitenya cantik sekali :D

    • Fikri Rasyid

      13 October 2010

      Thanks :)

      Yap, saya juga merasakan bahwa yang diajarkan Islam adalah kehidupan minimalis. “seperlunya” saja :)

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.