Dicap Gila dan Diremehkan : Salah Satu Tanda Kesuksesan
Pernah memiliki ide dan menyampaikannya kepada orang lain, lalu anda malah ditertawakan dan dicap gila?
“Ya ampun… ide seperti itu mana mungkin berhasil?”
Atau lebih parah lagi, anda menjalankan sebuah project yang anda paham memiliki prospek yang bagus setelah anda analisa. Namun ketika lingkungan anda melihat apa yang anda kerjakan dan anda mencoba menjelaskan apa yang anda jalankan, mereka malah berkata
“Udahlah, ngapain sih ngebuat yang aneh – aneh? Mana mungkin yang kaya gitu berhasi? *disertai tawa menghina* Sekarang mah yang pasti – pasti aja, beresin tuh sekolah cepet terus cari kerjaan!”
Atau mungkin, lingkungan anda mencap anda sebagai geek atau nerd atau bahkan freak karena anda selalu terlihat tekun mengerjakan sesuatu yang lingkungan anda belum dapat pahami dengan sepenuh hati anda?
Bersyukurlah.
Semua orangĀ besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase ini sebelum sukses : fase di cap gila dan fase diremehkan.
Analisa baik – baik fase kehidupan tokoh favorit anda. Pasti anda akan menemukan fase dimana tokoh besar favorit anda dicap sebagai gila dan diremehkan sebelum mereka mencatatkan namanya dalam sejarah.
Copernicus dicap gila ketika mempublikasikan hukum heliosentris. di hukum mati malah.
Steve Jobs juga dicap gila dan diremehkan ketika hendak merilis iPod. Siapa yang percaya kotak persegi kecil tersebut akan mengalahkan supremasi sony walkman dalam pangsa pasar music gadget?
Bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah dicap gila dan diremehkan di masa – masa awal kenabiannya.
Jadi, sekali lagi Semua orangĀ besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase di cap gila dan fase diremehkan sebelum sukses.
Karena mereka melakukan lebih dahulu sesuatu yang orang lain belum dapat pahami ketika mereka mengerjakan hal tersebut.
Sekarang, sudahkah anda dicap gila dan diremehkan?
dek
15 December 2008
Hmm…anda contoh anak muda yg kreatif…
minta izin muat link ke bloggingly ya…
soalnya sdg bwt komunitas pendidikan, bs jd bhn rujukan…he2…
good post & kip goin’..
Fikri Rasyid
15 December 2008
Waw, terima kasih. Semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi.
Silahkan di link pak, terima kasih sudah menjadikan Bloggingly bahan rujukan
Ranna "Cihuii" Subhan
18 December 2008
hufftt,, sering bgt,,, terutama ketika orang2 tau kalo saia seorang blogger,,
mereka bilang, “Ngapain ngeblog? mending FS!”
tapi saia gak nyerah,, coz saia tau (dan jadi lebih tau setelah baca blog inih) kalo ntu awal kesuksesan saia,,
hoho
Fikri Rasyid
19 December 2008
Ahaha, teman anda masih kurang canggih
Yep, semoga sukses
ratih kusuma dewi
06 February 2009
wow..
terimakasih sudah membuka kesadaran dan cara pandang baru mengenai sebuah “perasaan diremehkan”
saia inget dosen saja juga penah bilang ketika kita meremehkan orang lain itulah awal dr kehancuran kita.,.
saia juga penah dengar prinsip teman saia yang bilang
“kita yang tau kekuatan kita dan se potensial apa kita dalam melakukan sesuatu hal, tidak usah peduli apa kata oran lain termasuk saat kamu diremehkan, lakukan yang terbaik dalam setiap ksempatan yang kamu punya, dan lihatlah perubahan sikap mereka setelah kamu berhasil melakukannya,,
dan artikel abang menambah referensi saia hehe..
…..solo 06.02.09
Fikri Rasyid
06 February 2009
Waw, senang bisa memberikan manfaat untuk orang lain
Lakukan yang terbaik. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak menentukan masa depan kita selain kita sendiri
Setuju?
ratih
07 February 2009
setuju kang…
saia akan rajin walking di blog akang buat siaran saia.. hehe gpp iah?
Fikri Rasyid
08 February 2009
Silahkan. Senang sekali jika blog saya di kunjungi oleh Teh Ratih
Ngomong2, suka siaran dimana?
razi java@tecno
11 March 2010
oke juga,sependapat dengan saya.bahwa orang yang prilakunya diluar kemampuan orang biasa itu hebat dan bisa sukses! siapa sangka kebanyakan pengusaha yang sukses menjalankan usahanya dengan cara yang gila gilaan,yaa contoh ada pengusaha yang membuka pendidikan untuk jadi gila(pa purdi)
ga nyangka kan,,,, saya juga meraskan membuka usaha dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang,
Fikri Rasyid
13 March 2010
bagaimana rasanya?