Uncategorized

The Irony of Education

I hate the fact that I forget most things that I had learned in the classrooms. Information and knowledge are received but soon enough most of them will fade away. Most of the information and knowledge will be forgotten. Most of the time, what stay and help me later on my life are way of thinking and attitude. Therefore, if education doesn’t seriously shape the way of thinking and attitude of its student, it misses the main point of the education itself.

Now take a look at how the students are assessed and appreciated nowadays.

Standard
Uncategorized

Menjauhkan Yang Dekat

BBM*

Berkedip-kedip,
Berbunyi-bunyi,
Menarik perhatian dari yang tengah terjadi.

Mendekatkan yang jauh,
Menjauhkan yang dekat,
Membuat topik apapun harus segera dibalas.

Lawan bicara pun terdiam,
Canggung karena yang partisipasi di grup mungkin jauh lebih penting,
Atau lebih genting.

Ikut-ikutan membuka perangkat untuk menunggu,
Atau melamunkan apapun yang bisa dilamunkan untuk membunuh waktu,
Hingga lamunannya berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan:

Mengenai hal yang penting,
Hal yang genting,
Hal yang sebenarnya bisa menunggu,

Dan pertanyaan mengenai perasan:
Apakah orang lain merasakan hal yang sama?
Mengenai perasaan diacuhkan karena benda sebesar genggaman itu.

—————————————————————

Fikri Rasyid,
Bandung, 12 Juni 2012

* BBM bisa diganti dengan social network, atau mobile technology apapun.

Standard
Uncategorized

Meninggalkan BlackBerry

BlackBerry Gemini

Beberapa hari yang lalu kakak saya mulai menggunakan BlackBerry. Saya jadi teringat salah satu becandaan saya dengan seorang teman: saya menggunakan BlackBerry saat teman-teman sebaya belum menggunakannnya dan saya meninggalkan BlackBerry saat semua orang memiliki BlackBerry. Jadilah saya tidak pernah tahu kabar terkini karena mayoritas inner circle dan keluarga saya memiliki BlackBerry dan mereka membuat grup untuk hampir semua hal. Grup teman-teman SMA, grup genggong, grup keluarga, dan daftarnya pun memanjang. Saya selalu ‘ketinggalan’ dalam hal tertentu.

Sempat terpikir untuk menggunakan BlackBerry lagi namun saya teringat alasan saya meninggalkan BlackBerry:

Continue reading

Standard
Uncategorized

Mass Effect Infiltrator: Infinity Blade of First Person Shooting Game

Mass Effect Infiltrator - Tap To Start

I’m not a hardcore gamer, but iOS just make gaming more play-able to me. Gaming, besides helping me getting my mind + psyched me off when I feel pretty tired/bored, often shows me something i couldn’t see before.

Lately I stumbled upon a game called Samurai 2 and ended up thinking of naturalness of tap in touch based interface. Days later, I ended up downloading and playing EA’s Mass Effect Infiltrator. The reason?

  1. The graphics on its icon and screenshots look super neat
  2. Well it was discounted! Like we need any reason to download it, huh? :))

Mass Effect Infiltrator: The Insight

After reasonable amount of time of playing ME: Infiltrator, i fell for it. It was quite exact feeling when i fell for Infinity Blade. I tried to analyze what makes the game feel so fun. Funnily, lately i’ve become obsessed with UX and I ended up with several points from ME Infiltrator that might be applicable in UX field:

Continue reading

Standard
Uncategorized

Rethinking Tap Naturalness in Touch Interface

I just impulsively bought some apps due to it’s crazy discount (later i know that some of them are part of Because We May movement) days ago. One of the app i bought was a game called “Samurai II: Vengeance“. I don’t want to review the game on this post (although the game is a quite a thing tho, i really love the uniqueness of the graphics) but later on i realized one thing:

Tapping (virtual button) doesn’t feel natural.

Continue reading

Standard
Uncategorized

Mendefinisikan Ulang Arti Kata Guru

Waktu tiga bulan terakhir yang saya gunakan sebagai guru PPL di salah satu sekolah negeri di kota Bandung membantu saya mendefinisikan ulang apa arti guru bagi saya. Guru bukanlah seseorang yang datang masuk ke kelas, mengabsen, menyampaikan materi, memberikan tugas dan menghukum siswa yang ‘bandel’: Guru adalah perancang pengalaman. Teacher is an experience designer.

Pernah dengar ungkapan “Pengalaman adalah guru terbaik“? Bukan karena pengalaman tidak pernah memberikan tugas bertumpuk-tumpuk, namun karena sebaik-baik apapun seorang guru, yang menentukan apakah seseorang siswa akan memahami dan menguasai suatu topik atau kompetensi adalah siswa itu sendiri. Sama seperti salah satu teknik persuasi yang pernah saya pelajari: jangan paksakan orang meyakini apa yang kamu katakan tapi buat orang tersebut merasa gagasan yang kamu ingin mereka yakini muncul dari dalam diri mereka.

Continue reading

Standard
Uncategorized

Mengurangi Penggunaan Musik Bajakan

Sudah lebih dari setahun semenjak saya memutuskan untuk mengurangi penggunaan produk bajakan. So far so good. Meskipun saya belum bisa mengurangi penggunaan film bajakan, Alhamdulillah setidaknya saya sudah bisa relatif terbebas dari penggunaan apps dan musik bajakan. Berbicara mengenai musik, dulu saya pikir akan sangat sulit sekali untuk mengurangi penggunaan musik bajakan mengingat kultur “search & download dari situs download” dan “copy dari hardisk teman” yang sudah dianggap lumrah oleh masyarakat. Faktanya, setelah satu tahun, ternyata bisa kok mengurangi penggunaan produk bajakan. Tercatat hanya ada 650 lagu sebesar 4.67 GB di iTunes library saya:

Ukuran Music Library Saya pada Mei 2012. Hanya 4, 67 GB

Bagaimana caranya?

Siapa tahu teman-teman berminat untuk melakukan hal serupa (mengurangi penggunaan musik bajakan), berikut ini adalah hal-hal yang saya lakukan untuk mengurangi penggunaan musik bajakan:

Continue reading

Standard
Uncategorized

Delivering Happiness

Delivering happiness

Delivering Happiness karya Tony Hsieh: Saya akhirnya selesai juga membaca buku ini kamis lalu, di kala harus istirahat berhari-hari karena kesehatan saya sedang agak kurang baik namun mata saja tidak bisa terpejam. Jadinya baca buku saja deh agar waktunya tidak habis untuk melamun :)

Pendapat saya mengenai buku ini: keren! sejak peluncurannya buku ini ramai sekali dibicarakan di kalangan tech startup. Setelah akhirnya berkesempatan membacanya, ya memang keren sih. Buku ini tidak seperti buku non fiksi bagaimana-cara-meraih-kesuksesan-bla-bla-bla. Buku ini lebih seperti cerita perjalanan Tony Hsieh dalam membangun Zappos, beserta banyak cerita mengenai latar belakang Tony yang membuat dia menjadi Tony yang sekarang. Membaca Delivering Happiness ini serasa mendengarkan cerita hidup seseorang dalam format Slumdog Millionnaire. Tony melakukan A karena ada kejadian di masa lalu yang membuat dia Tony melakukan A di masa ini.

Continue reading

Standard
Uncategorized

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Seorang motivator dalam negeri pernah bilang: kalau mau punya hari esok yang lebih baik, kamu harus banyak-banyak investasi di area leher keatas. Lucunya, kebanyakan dari kita terutama yang dapat dikategorikan sebagai kelas menegah seringkali mengharapkan punya kehidupan yang lebih baik namun lebih banyak mengeluarkan uang untuk leher ke bawah dari pada mengeluarkan uang untuk leher keatas.

Mau bukti?

Continue reading

Standard
Uncategorized

Android’s Version Distribution Problem

Note: Setelah saya utak-atik, khirnya judul tulisan ini saya jadikan bahasa Inggris karena jika dibuat menggunakan bahasa Indonesia berpotensi rancu -__-”

***

Salah satu alasan saya tidak terlalu menyukai sistem operasi Android besutan Google: manufaktur ponsel pintar yang tidak / belum move on – move on.

Versi terbaru android adalah versi 4.0.3 atau yang sering disebut Ice Cream Sandwich (ICS). Pertanyaannya: coba tebak versi Android mana yang paling populer? Versi 2.3.3 atau yang sering disebut Gingerbread. Untuk lebih tepatnya, berikut ini data yang saya ambil dari website Android Developer pada tanggal 29 April 2012:

Distribusi Versi Android

Continue reading

Standard