Posts categorized into Tips :

Add to Home Screen

Written by Fikri Rasyid on March 23, 2012 filed under Review, Tips and tagged with , , , ,

Sudah menggunakan fitur Add to Home Screen pada Safari Mobile? Add to Home Screen merupakan fitur sederhana yang sudah lama ada di iOS namun baru kemarin saya menyadari manfaatnya yang sangat awesome. Pada dasarnya, Add to Home Screen berfungsi sama seperti bookmark. Namun, alih-alih menyimpannya sebagai salah satu item bookmark di bookmark folder, item ini akan disimpan di Home Screen layaknya ikon iOS app:

Add to Home Screen

Buka laman web, klik ikon yang ditengah lalu Add to Home Screen

Read More

Handphone & Internet Device

Written by Fikri Rasyid on September 28, 2011 filed under Tips and tagged with , , , , ,

iPad 2 and Samsung Galaxy Mini

Semenjak maret lalu, saya hijrah dari BlackBerry ke Android Phone dengan berbagai alasan yang salah satunya adalah konektivitas yang lebih bebas, yakni bisa men-tether koneksi handphone ke laptop. Akhir bulan lalu, saat saya mulai menggunakan iPad 2, beberapa teman bertanya “untuk apa?”. Here’s the answer:

  1. Alasan utamanya adalah ketahanan baterai. Entah dengan pengguna lain, tapi dengan pemakaian yang saya lakukan, baterai Samsung Galaxy Mini dengan kondisi ‘always connected to the net‘ hanya tahan 6 – 10 jam. Smartphone secanggih apapun, (untuk saat ini – 2011) jika digunakan untuk mengakses internet terus menerus baterainya tidak akan tahan lama. Jika ada kebutuhan penting sementara kehabisan baterai kan kacau juga :|
  2. Membaca dan browsing di layar kecil itu kurang menyenangkan. Tidak menyenangkan malah, scroll kesana sini melulu.
  3. Pada titik tertentu, always connected to the net itu distraktif juga.

Jadi ini kesimpulan dan teori sesuka hati sederhana saya:

pisahkan handphone dan internet device

Jadi sekarang, galaxy mini ini berfungsi sebagaimana handphone pada umumnya saja: telpon, sms, pemutar musik, dan kamera. Sesekali device ini juga saya gunakan untuk bermain game atau terhubung ke internet via Wi-Fi untuk sinkronisasi kontak. Untuk internet-related-task, baru gunakan iPad. Kondisi always-connected setidaknya sudah berkurang. Karena tidak semua kondisi memungkinkan untuk membuka iPad, saya bisa lebih perhatian ke hal-hal yang ‘sedang berlangsung’ di sekeliling saya.

Teori ngawur sederhana saya ini bisa saja benar dan bisa saja salah. Tapi kalau tidak dicoba, ya mana pernah tahu.

Sinkronisasi Kontak Antar Device (Android Phone, iPad & Mac) Menggunakan Google Contacts

Written by Fikri Rasyid on September 22, 2011 filed under Tips and tagged with , , , , ,

Address Book Icon

Saya kurang baik dalam mengingat deretan angka. Hanya ada lima nomer kontak yang saya hafal betul: Nomer handphone saya, ibu saya dan dua nomer rumah dan nomer rumah nenek. Sisanya? tidak hafal. Inilah mengapa backup nomer kontak yang ada di handphone menjadi sangat penting untuk saya. Berikut ini saya akan berbagi bagaimana cara saya melakukan sinkronisasi sekaligus mem-backup nomer kontak di beberapa device yang saya miliki, siapa tahu informasi ini berguna untuk kamu.

Layanan, Aplikasi dan Devices yang Saya Gunakan

  1. Samsung Galaxy Mini. Handphone berbasis Android
  2. Google Contacts. Layanan backup kontak milik Google. Secara otomatis tersinkronisasi dengan Google Account / Gmail Accont. Jika kamu sudah memiliki akun gmail, berarti kamu sudah memiliki akun Google Contacts
  3. Address Book App. Aplikasi pengelolaan kontak bawaan Mac.
  4. Contacts App. Aplikasi pengelolaan kontak bawaan iPad.

Yang saya lakukan disini adalah bagaimana caranya agar nomer kontak yang ada di handphone, bisa diakses di Mac atau di iPad dengan bantuan Google Contacts (karena saya tidak tahu cara-nya membackup nomer kontak yang ada di Android langsung ke Mac).

Note: Coba baca juga tulisan saya yang berjudul “Memindahkan Address Book BlackBerry ke Android Menggunakan Google Contacts” . Prinsip yang saya lakukan sama dengan yang ada di tulisan tersebut, hanya berbeda device saja.

The Android Phase

Android Contacts

  1. Pada dasarnya, android memiliki fitur auto-sync ke Google Contacts. Pastikan Android phone kamu terhubung ke internet (bisa menggunakan koneksi 3G atau Wi-Fi) dengan kondisi fitur sync to Google diaktifkan.
  2. Untuk memastikan nomer kontak mana saja yang sudah disinkronisasi, cek http://google.com/contacts
  3. Kamu mungkin akan menyadari ada nomer yang di-sync dan ada nomer yang tidak di-sync. Setiap kamu menyimpan data kontak, data tersebut bisa disimpan di memory handphone, simcard atau Google. Hanya nomer yang diset disimpan di Google yang akan disinkronisasi ke Google Contacts.
  4. Untuk mensinkronisasi kontak yang sudah terlanjur disimpan di memory handphone, lakukan langkah berikut: masuk ke contacts, export to SD card. Setelah itu import data yang tadi dieksport dengan settingan Save to Google.
  5. Setelah data diimport dan disave ke Google, sinkronisasikan kontak ke Google Contacts. Menu > Sync SNS data.
  6. Coba cek kontak kamu yang disinkronisasikan ke Google Contacts. Menyadari bahwa ada banyak sekali kontak yang menjadi dobel-dobel karena proses export / import contacts data tadi? Gunakan fitur merge contact yang dimiliki Google Contacts untuk mendeteksi kontak yang sama dan menyatukannya ke dalam satu contact.

Note: Mengeset contact android untuk selalu sync dengan Google Contacts ini memang serasa menjadikan android ‘slave’-nya Google services. Cloud computing paradigm makin make sense sekarang, meskipun agak spooky juga sih.

The OS X Address Book Phase

Mac OS X Address Book

  1. Address Book, aplikasi pengelolaan kontak bawaan Mac OS X memiliki fitur sinkronisasi kontak dengan berbagai cloud services, salah satunya Google Contact.
  2. Select Address Book > Preferences, lalu konfigurasikan akun Google kamu. Centang opsi “Synchronize with Google“.
  3. Sinkronisasikan Kontak kamu.

Note: Easy, right?

The iOS / iPad Phase

Contacts App

  1. Tinggal hubungkan iPad ke Mac, nyalakan iTunes dan pilih opsi untuk mensinkronisasikan kontak di Address Book ke Contacts App-nya iPad.
  2. That’s it.

Note: Admit it. That’s super easy. That’s the beauty of Apple product, seamless integration.

Now What?

Sekarang saya bisa mengakses kontak saya di device yang saya miliki: handphone, Mac atau iPad. Skenario lain: jika saya kebetulan tidak membawa device saya (atau device tersebut kehabisan baterai), selama saya memiliki akses internet untuk mengakses Google Contacts, saya bisa mendapatkan informasi kontak yang saya butuhkan. Setiap saya menambahkan kontak baru pun, informasi tersebut bisa disinkronisasikan ke Google Contacts dan dibackup di Mac & iPad, vice versa. Neat.

Semoga informasi ini bermanfaat :)

Optimasi Internet Untuk Pengajar & Pelajar

Written by Fikri Rasyid on February 18, 2011 filed under internet, Pendidikan, Software, Tips and tagged with , , , , ,

Panggilan untuk semua mahasiswa, dosen, guru, pelajar SMP/SMA dan siapapun yang aktif di bidang pendidikan! Internet bukan sekedar media untuk berkicau di twitter, upload foto di facebook dan browsing-browsing ngga jelas untuk menghabiskan waktu menunggu kelas berikutnya. Berikut ini adalah beberapa lima tips praktis dari saya tentang bagaimana memanfaatkan internet untuk tujuan pendidikan.

1. Get an email. Get a Gmail.

Serius, tahun 2011 dan masih belum punya email? Segera buat akun email! Akun email itu seperti identitas de facto dalam ranah online, sangat berguna untuk -let’s say- kamu perlu mengirim pesan atau mengumpulkan tugas kepada dosen kamu. Ada banyak pihak yang menawarkan layanan email, tapi saya merekomendasikan untuk membuat akun email di Gmail milik Google. Alasannya:

  • Reliable. C’mon dude, it’s Google
  • Dapat diakses dari berbagai platform dengan optimal: Web, HTML Version for slow internet connection, BlackBerry App, Mobile Web version, you name it.
  • Akun gmail = Google account yang dapat digunakan untuk mengakses puluhan service Google lainnya.

Email making 101: Daripada menggunakan nama email yang aneh-aneh, gunakan nama anda saja. Simple, dan mudah dieja. Contoh: jika nama kamu Barney Stinson, saya menyarankan alamat email kamu: barneystinson@gmail.com

Buat akun gmail kamu disini.

2. Buat blog. Publikasikan catatan kamu

Adalah sangat ketinggalan zaman jika masih kamu berfikir bahwa blog hanyalah “sekedar” diary online tempat curhat ngga penting. Saran saya, buat blog lalu publikasikan catatan kuliah kamu disitu. Tujuannya? Agar apa yang kamu pelajari bisa jadi lebih bermanfaat. Mungkin ada teman sekelas yang tidak masuk yang membutuhkan catatan anda. Mungkin ada orang lain yang sebenarnya ingin masuk jurusan yang kamu masuki namun sekarang berkuliah di jurusan lain. Masih banyak lagi kemungkinan yang dapat terjadi. The point is, sharing your knowledge is a good thing. Lagipula, dengan memiliki niat untuk berbagi ke audience yang lebih luas, kamu akan lebih tergerak untuk memahami apa yang kamu pelajari di kelas.

Anyway, i’m practicing what i preach. Saya sudah membuat blog berisi catatan akademik saya di sini:

http://fikrirasyid.wordpress.com

Sudahkah kamu mempublikasikan catatan akademik kamu?

3. Buat akun di slideshare. Publikasikan Slide Presentasi Kamu

Ini penting sekali terutama untuk dosen / guru: Sederhananya, Slideshare adalah aplikasi web untuk berbagi slideshow. Pikirkan YouTube namun alih-alih berbagi video, kamu bisa berbagi slideshow. Upload slideshow, lalu nanti kamu bisa set untuk meng-embed slideshow-mu di blog-mu, atau mengatur agar semua orang bisa men-download slideshow yang kamu upload.

Saya suka nyengir sendiri kalau ada yang bilang “nanti saya email slide-nya ya” untuk slideshow-slideshow yang memang ingin disebarkan ke publik. Sekarang tahu alasannya apa kan? FYI, ini akun slideshare saya. Untuk membuat akun slideshare, klik tombol ini:

Buat akun slideshare disini.

FYI, tingkatkan skill presentasi kamu. Baca Presentonomics.

4. Miliki akun Dropbox

Dropbox adalah kombinasi desktop app dan web app yang memungkinkan kamu untuk syncing file-file di komputer satu dengan komputer mu yang lain melalui jaringan web. Pikirkan situasi ini:

Kamu sedang online di twitter / facebook lalu seorang teman bilang: “ntar filenya gue kirim lewat email ya”.

Gosh, that’s sooo yasterday. Yang membuatnya ketinggalan zaman adalah fakta bahwa kamu perlu buang-buang waktu untuk:

  1. membuka akun email kamu
  2. meng-attach file
  3. mengirim email
  4. kembali ke tab facebook untuk mengatakan pada teman kamu kalau filenya sudah kamu kirim
  5. teman kamu membuka alamat emailnya
  6. teman kamu membuka email dari kamu
  7. teman kamu men-download attachment
  8. teman kamu kembali ke tab facebook untuk bilang “thanks man, filenya udah gue terima

It’s a total waste of time. Coba kamu daftar & miliki akun dropbox (free up to 2 GB), lalu kamu download & install aplikasinya untuk Windows/Linux/Mac/iPhone kamu. Yang kamu lakukan:

  1. Copy file yang akan dikirim ke direktori dropbox/public
  2. Setelah filenya beres terupload ke server dropbox (begitu kamu paste filenya, dia akan otomatis di-upload) klik kanan, Dropbox > Copy public link
  3. Kembali ke tab facebook. Paste public link di wall yang kamu inginkan
  4. Teman kamu klik link yang kamu post, dan filenya langsung ter-download

A time-saver, huh? Kalau untuk mengirim file saja, kamu tidak perlu membuka akun email.

Daftar Dropbox, gratis hingga 2 GB storage disini.

5. Manfaatkan Google Docs

Kalau kamu sudah punya Google Account (atau akun gmail. Akun gmail = Google Account) kamu sudah bisa mengakses Google Docs. Pada dasarnya, Google Docs adalah office suite untuk document, spreadsheet, presentation, drawings & form (seperti Microsoft Word / PowerPoint / Excel) namun diakses melalui browser dan data-datanya dapat diedit secara kolaboratif dalam waktu bersamaan oleh beberapa orang.

Satu contoh kasus: beberapa hari yang lalu salah satu mata kuliah menugaskan saya untuk menyebarkan kuisioner ke teman-teman satu jurusan. Alih-alih membuat kuisioner secara konvensional, saya membuat form kuisioner via Form-nya Google Docs lalu menyebarkan link formnya untuk diisi kepada teman-teman satu jurusan via Facebook. Efisiensi penggunaan kertas, waktu dan tenaga.

Lihat contoh form yang saya buat disini

Daftar Google Account disini

Oke, untuk saat ini lima tips dulu. Ada tambahan, saran, komentar atau masukan?

3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)

Written by Fikri Rasyid on June 24, 2009 filed under Islam, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , ,

Don’t judge a book by its cover

Lady justice by FrogMiller

Lady justice by FrogMiller

Satu pepatah klise diatas menasihatkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasarkan seseorang berdasarkan penampilannya. Dinilai berdasarkan penampilan itu memang menyebalkan. Sangat. Namun jika kita memposisikan diri sebagai penilai, bukan sebagai yang dinilai, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun memang ada saat dimana kita harus menilai seseorang demi kebaikan keputusan yang kita ambil. Jika saat tersebut datang pada kita, bagaimanakah cara menilai seseorang dengan objektif?

Masih oleh-oleh dari diskusi liqo. Saat liqo kemarin pembimbing saya memberikan tips cara menilai seseorang. Seingatnya, beliau mendapat cara ini dari hadist Rasul namun terlupa hadis yang mana. Jika ada rekan-rekan yang tahu dari mana asal muasal tips ini, tolong sampaikan melalui kolom komentar y :)

3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik(Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini):

  1. Menginap di rumahnya
  2. Melakukan Perjalanan dengannya
  3. Bermuamalah (Melakukan transaksi keuangan) dengannya

Mengapa tiga hal tersebut menjadi patokan? Karena ketika melakukan tiga hal tersebut, sifat asli seseorang muncul. Karakter asli seseorang akan terlihat ketika melakukan tiga aktifitas diatas. Ketika karakter asli, bukan karakter yang ditutup tutupi muncul, kita bisa memberikan penilaian secara objektif.

Pendapat anda? ;)

P.S.

sekedar tambahan, penilaian yang kita berikan 5 tahun lalu dengan kondisi seseorang sekarang bisa saja berbeda. Segala hal, termasuk seseorang, berubah. Hanya perubahanlah yang tetap tidak berubah. ;)

To Be Happy is To Give (Part 1)

Written by Fikri Rasyid on May 26, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with ,

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

day051 :: Happiness by MeLa de Gypsie

Semua dari kita menginginkan kebahagiaan. To be happy. Tapi jika kita jujur pada diri sendiri, rasanya kok jarang sekali kebahagiaan itu muncul y? Kebahagiaan seperti sesuatu yang insidental, muncul terkadang saja.

Saya berimajinasi betapa menyenangkan-nya jika saya dapat berbahagia kapanpun saya mau :D

maka dari itu, saya memutar otak. Membaca berbagai hal, menganalisa berbagai konsep. Ada banyak cara untuk berbahagia, namun hasil sementara pemikiran saya, salah satu cara termenyenangkan adalah:

To be happy (and to be everyting) is to give.

Yap. Senada dengan status facebook saya pagi ini:

Daripada terlalu sibuk memikirkan kebaikan diri sendiri, lebih baik sibuk memikirkan dan membahagiakan orang lain.

Biar Tuhan yang memikirkan kebaikan kita :)

hmm… terdengar utopis y? ;)

Read More

Laki-Laki Seperti Apa Sih Yang Wanita Mau? Part 1.

Written by Fikri Rasyid on May 21, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , , ,

Relationship dynamic between man and woman (I) by ( Lui )

Relationship dynamic between man and woman (I) by ( Lui )

Di satu pagi yang indah, saya log in ke account facebook saya dan mendapati seorang kawan mengisi statusnya dengan pertanyaan simple dan sederhana:

buat para cewe(cowo juga boleh kalo mw)…cowo kaya gmana siy yang kalian mw?

Hahaha, Ini pertanyaan sakral untuk setiap laki-laki, terutama laki-laki yang kehilangan kata-kata setiap kali wanita pujaan hatinya lewat di depan matanya atau laki-laki yang tengah desperate karena masalah asmara :D :

Laki-laki seperti apa sih yang wanita mau?

Saya senang mengamati dan mencari pola. Pattern. Every single thing happens in pattern. Jika kita memahami polanya, kita bisa menyesuaikan tindakan untuk hasil yang lebih baik, termasuk urusan ketertarikan lawan jenis. Dan jawaban saya atas pertanyaan diatas berdasarkan hasil pengamatan dan analisa sementara saya sederhana:

Wanita menyukai laki-laki yang memberinya perasaan aman, nyaman, dan bahagia.

Coba anda penuhi ketiga kebutuhan dasar diatas:

Read More

Langkah-Demi-Langkah Mendapatkan Apapun Yang Anda Inginkan Berdasarkan Film The Secret

Written by Fikri Rasyid on May 17, 2009 filed under Pengembangan Diri, Review, Tips and tagged with , , , ,

the secret by rhonda bryne by alonsky

the secret by rhonda bryne by alonsky

Langkah demi langkah ini saya tulis berdasarkan apa yang saya simpulkan dari film The Secret. Saya mengaplikasikannya tanpa sadar dulu dan yeah, it works. Sekarang saya ingin mengaplikasikannya dengan sadar dan melihat apa yang terjadi. Jika memang benar bekerja dengan baik, artinya kita bisa menggunakannya untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan kan? ;)

Jadi, ini dia: Langkah-Demi-Langkah Mendapatkan Apapun Yang Anda Inginkan Berdasarkan Film The Secret

  1. Buat keputusan atas apa yang anda benar-benar inginkan
  2. Percayalah bahwa anda bisa mendapatkannya, anda layak mendapatkannya, dan anda memiliki kemungkinan untuk mendapatkannya
  3. Tutup mata anda, setiap waktu memungkinkan. Visualisasikan apa yang anda benar-benar inginkan. Rasakan sensasi dari apa yang anda benar-benar inginkan, hingga bahkan anda bersyukur karenanya.
  4. Lalu, fokus pada apa yang dapat anda syukuri saat ini.

That’s it. 4 simple steps. Mungkin terdengar agak paradoks y? ;)

Read More

2 Kebiasaan Untuk Membuat Hidup Lebih Baik Berdasarkan Film The Secret: Bersyukur & Visualisasi

Written by Fikri Rasyid on May 16, 2009 filed under Pengembangan Diri, Review, Tips and tagged with , , , , ,

The Secret Book by Rawan Al.R

The Secret Book by Rawan Al.R

Tadi malam, saya bersyukur atas kehidupan dan belajar banyak tentang kehidupan.

Semalam, dalam perasaan yang campur aduk saya kembali menonton film “The Secret”, salah satu film yang paling menginspirasi yang pernah saya tonton :)

Everything happens for reason. Di tengah kegalauan semalam, saya kembali menemukan pencerahan. Saya sudah berkali-kali menyaksikan film The Secret, namun baru tadi malam saya menemukan berbagai “pesan” kunci yang sebenarnya mampu merubah kehidupan orang menjadi bumi dan langit.

Yes, everything happens for reason. Kalau tadi malam saya tidak merasakan kegalauan itu, saya tidak akan pernah menyadari “pesan” penting yang mungkin bisa merubah hidup saya bumi dan langit. :)
Read More