Posts categorized into Review :

Ulasan Infinity Blade 2

Written by Fikri Rasyid on December 10, 2011 filed under Review and tagged with , , ,

Infinity Blade 2 - Start Rebirth 24

Satu kata mengenai Infinity Blade 2 yang merupakan sekuel dari game Infinity Blade ini: Awesome. Begitu dirilis tanggal 1 Desember lalu, saya terus menerus memainkannya selama tiga hari (kebetulan weekend) sampai tamat. Sekarang malah sudah dua kali tamat + mendapatkan pedang Infinity Blade-nya. Baru sekarang saya terobsesi dengan game sampai segininya. Jika dipikir-pikir, satu alasan yang membuat saya begitu ingin menyelesaikan game ini adalah rasa penasaran akan bagaimana ending dari Infinity Blade 2 ini. Aspek sinematik yang dimiliki game ini benar-benar memukau sih.

Untuk kamu yang sedang asyik-asyiknya menyelesaikan Infinity Blade 2, ada beberapa tips agar game ini segera tamat:

  1. Gunakan pedang yang damage-nya tinggi. Yang harganya diatas 100,000 gold coins lebih oke
  2. Fokus menaikan level. Gunakan untuk menambah damage attack + health
  3. Gunakan ring yang memiliki spell untuk healing. Jadi jika terbantai ditengah-tengah, kamu masih bisa menyambung nyawa dan menambah kemungkinan menang

Berbicara mengenai gameplay, secara mendasar gameplay bahkan pola story dari Infinity Blade 2 ini masih sama dengan dengan Infinity Blade (dari segi story: Fake boss, 3 gate-bosses, ultimate boss dan dari segi gameplay: dodge, attack, combo, parry, spell, dll). Namun, ada peningkatan di segi weapon-nya: ada opsi antara menggunakan kombinasi pedang + perisai, pedang ganda (kombo untuk pedang ganda ini sangat sangat awesome, seriously. Alih-alih ‘stab’, kamu akan disuguhi atraksi serangan yang awe.. ah sudahlah) atau senjata berat. Gem slot juga cukup menarik untuk menambah fungsi dari senjata yang digunakan.

Save Game Issue

Infinity Blade 2

Anyway, diluar segala ke-awesome-an Infinity Blade 2, game ini memiliki kekurangan yang sangat serius: banyak sekali user yang melaporkan bahwa Infinity Blade 2 kerap gagal men-save progress permainan mereka. Beberapa user bahkan sampai harus mengulang dari awal perjalanan game karena progress mereka terhapus hingga dua kali padahal sudah sampai level 14. Ada yang punya informasi lebih jelas mengenai hal ini?

Transfor-Bajaj

Written by Fikri Rasyid on filed under Review and tagged with , , ,

LakonAnimasi Pada Suatu Ketika TransforBajaj

Beberapa menit yang lalu saya membaca tweet-nya @tediscript yang membuat saya sangat penasaran:

Yang mana ketika diklik membawa saya ke video keren ini, transformer-alike animation dengan konteks yang Indonesia sekali. Oke, beberapa scene terlihat ‘familiar’ dan terasa ‘seperti sudah pernah lihat’ deh. Tapi lupakan masalah itu sejenak dan perhatikan detail dan animasinya yang awesome:

Read More

Ulasan OS X Lion

Written by Fikri Rasyid on November 26, 2011 filed under Review and tagged with , , , , ,

Mac OS X Lion 10.7

Awal bulan lalu, akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade sistem operasi MacBook saya ke OSX Lion. Hal ini mungkin basbang sekali untuk sebagian orang karena sudah beberapa bulan silam Apple merilis varian terbaru dari sistem operasi untuk Macintosh-nya. Bagaimanapun, saya memiliki alasan saya sendiri untuk ‘menunda’ dan tidak menjadi early adopter untuk hal ini :p

Setelah dua pekan lebih menggunakannya, berikut ini beberapa fitur dan hal yang cukup menarik perhatian saya:

Read More

Rekomendasi Mac App: Miro Video Converter

Written by Fikri Rasyid on November 20, 2011 filed under Review and tagged with , , , , , ,

Miro Video Converter Icon

Kalau kamu seperti saya, doyan mengunduh video-video menarik dari YouTube (umumnya video konser / intersting stuffs. Saya save as menggunakan Firefox extension bernama Fast Video Download) alih-alih menontonnya secara streaming dan memiliki keinginan untuk menyimpan video tersebut di iDevice kamu, sekarang ketemu solusinya: Miro Video Converter. Super simple video converter dengan interface yang awesome, Free dan 100% open source pula.

Read More

Rekomendasi iPad / iOS Game: Infinity Blade

Written by Fikri Rasyid on November 19, 2011 filed under Review and tagged with , , ,

Infinity Blade

Jika ditanya game iPad / iOS apa yang paling menarik yang sudah saya mainkan sejauh ini, saya akan jawab Infinity Blade. Dengan tampilan super memukau (dan alur cerita yang sinematik) didukung dengan story yang sederhana dan kontrol yang sangat sederhana pula (directional swipe dan tap), game ini dengan sukses membuat saya ketagihan untuk mengumpulkan gold untuk membeli Infinity Blade (pedang bernama Infinity Blade maksudnya) dan mencari-cari tahu bagaimana ‘real ending‘ dari game ini.

Infinity Blade dibandrol seharga USD 5.9 di iTunes App Store. Filesize-nya cukup bikin mengap-mengap juga saat mengunduhnya, yakni 594 MB. Tapi bagi saya bandrol senilai itu dan waktu download-nya sepadan lah. Infinity Blade is really awesome. Sensasi menangkis serangan dengan pedang dan melakukan combo itu loh, asyik sekali. :D

Infinity’s Clues

Infinity Blade - Parrying

Omong-omong, Infinity Blade ini merupakan salah satu game yang berhasil saya tamatkan, jika yang saya capai itu benar-benar ending sebenarnya (Game lainnya adalah Asphalt 6 untuk Mac). Tadinya saya berniat spoiler habis-habisan mengenai ending dari game ini, tapi setelah dipikir-pikir, saya berbagi clue-nya saja lah:

  1. Mengalahkan si boss ber-topeng helio di puncak kastil bukan real-ending-nya. Setelah mengalahkan si boss, kamu akan kembali ke bloodline selanjutnya.
  2. Demikian juga dengan memilih untuk memihak ke si boss.
  3. Untuk mencapai real-ending-nya, beli pedang Infinity Blade lalu pergi ke area bawah tanah dimana ada semacam tatakan pendang berbentuk Infinity Blade
  4. Kalahkan tiga bos unik untuk masuk ke ruang utama di bawah tanah.
  5. Kalahkan si bos utama.
  6. Tips: equipment yang sudah dimasteri dijual saja, lumayan menambah jumlah gold.
  7. Tips: jika equipment yang digunakan sudah dimasteri, segera upgrade ke equipment yang lebih oke.

Ya sudah itu saja sih. Ohya, jika sudah benar-benar tamat, akan ada opsi untuk play new game atau lanjut bloodline. Jika pilih untuk play new game, semua equipment dan gold yang sudah dimiliki akan hilang. Yes, it’s really really annoying (dan saya sudah terlanjur memilih opsi ini pula).

Ada yang sudah memainkan Infinity Blade? Apa pengalaman kamu? :D

iPad Apps Yang Saya Gunakan

Written by Fikri Rasyid on September 25, 2011 filed under Review and tagged with , , ,

iPad Homescreen

Salah satu faktor yang membuat platform iOS (iPad, iPhone, iPod Touch) demikian menggoda dan keren adalah third-party apps-nya. Di tulisan ini saya hendak berbagi pengalaman aplikasi-aplikasi apa saja yang sudah saya gunakan dan pendapat saya (sejauh ini) mengenai aplikasi-aplikasi tersebut.

Homescreen Apps

Berikut ini empat aplikasi yang saya letakan di dock (bener bukan sih dock?) homescreen yang artinya app yang sangat sering saya akses.

  1. Twitter
    Pretty much self explanatory. Untuk twitteran.
  2. Safari
    Idem. Browser untuk browsing LOL Do we have an alternative, by the way?
  3. Mail
    Dealing with emails.
  4. iPod
    Mendengarkan musik, apa lagi? :D

Memories Apps

iPad memories app

Aplikasi-aplikasi yang saya gunakan untuk membantu saya mengingat banyak hal yang harus diingat tapi sering kali sulit diingat.

  1. Notes
    Aplikasi note taking bawaan iOS. Bisa di-sync dengan notes di mail.app-nya Mac, tapi entah kenapa saya kurang nyaman dengan app ini. Jarang digunakan.
  2. Evernote
    One of the most awesome note taking and note management app out there. Sinkronisasi over-the-air via cloud secara real time ditambah mobile + desktop + web app for free (up to 40 MB data transfer monthly). Saya sudah terbiasa dan sangat nyaman dengan Mac version-nya, jadi ya otomatis saya gunakan app ini. Selain digunakan untuk catatan random, catatan kuliah saya semua-nya disimpan disini. Jadi kalau kuliah, alih-alih buka buku tulis (karena ujung-ujungnya pasti saya gunakan untuk menggambar tidak jelas, dan tulisan tangan saya jelek sekali) saya lebih sering catat di evernote.
  3. Contacts
    Address book-nya iOS. Aplikasi bawaan iOS. Sudah baca tulisan saya tentang cara sinkronisasi kontak iPad, Mac dan Android?
  4. Calendar
    iCal-nya iOS, aplikasi bawaan iOS. Sudah lebih dari cukup sih, terutama kemampuan sinkronisasi-nya dengan iCal.
  5. Penultimate
    Handwriting based note taking app. Kadang-kadang ada yang tidak bisa dicatat menggunakan keyboard di evernote, jadi saya gunakan juga app ini. Mayoritas saya gunakan untuk note-taking di dalam kelas.
  6. Wunderlist
    To-do-list app. Sama seperti evernote, kelebihan wunderlist ini, selain GUI-nya yang sangat indah, adalah over-the-air synchronization dan web + mobile + desktop app-nya.
  7. MindNode
    MindMapping app. Berhubung saya orang yang sangat visual, membaca buku bahan kuliah sering kali memusingkan saya. Lebih mudah dibuat peta pikiran begini. Kenapa tidak dibuat di penultimate saja? Masalah utama penultimate adalah ukuran canvas-nya yang sebegitu-begitu saja, tidak bisa di-expand. Yang namanya bagan mind mapping kan kadang-kadang ngga kira-kira besarnya, tergantung konsep yang ada saja.
  8. Brushes
    Brushing app dengan support multi-layers. Niat-nya sih ingin mengasah kembali kemampuan menggambar saya, tapi setelah di test-drive kok kemampuan menggambar saya perasaan makin jelek ya? XD Jadi jarang sekali digunakan deh :) )
  9. Dictionary
    Dictionary app. Sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, app ini berguna sekali :D Omong-omong, di iOS kok tidak ada default dictionary app seperti di Mac ya? Sayang sekali :(

Reading / Content Consumption Apps

iPad reading app

Aplikasi-aplikasi yang saya gunakan untuk mengkonsumsi konten, entah itu dalam bentuk text / video.

  1. iBooks
    Reader app bawaan iOS, support file format .pdf dan .epub. Terhubung ke iBookStore-nya Apple yang bisa langsung membeli eBook secara langsung. Sayangnya sepengetahuan saya (CMIIW) Apple Store ID belum support pembelian ebook di iBookStore deh.
  2. Flipboard
    Salah satu top recommended apps untuk news reading. Transisi dan efek animasinya sangat mempesona, sayang konten-nya kurang personalized, saya jadi lebih sering ngeflip halaman alih-alih membacanya kontennya. Sekarang lebih sering baca di Zite saja.
  3. Pulse News
    RSS Reader apps dengan interface yang sangat menarik + bisa connected dengan Google Reader. Kekurangannya hanya limitasi jumlah page dan feed source.
  4. Wayang Force
    EBook & magazine reader lokal yang bekerja sama dengan penerbit-penerbit lokal. Tidak pernah saya gunakan, konten ebook-nya nampak tidak dioptimasi untuk tablet deh, serasa halaman majalah dicapture begitu saja :\
  5. TED
    Aplikasi untuk menonton konten-konten speech TED Talk yang ciamik itu.
  6. Zite
    Personalized news reader. Meskipun secara efek dan animasi kalah dari Flipboard, tapi opsi untuk me-like, dis-like dan personalized newsnya membuat konten yang dimunculkan oleh Zite relatif sangat sesuai dengan interest saya. Recommended Apps (Thanks to Richard Fang for the recommendation).
  7. Youtube
    YouTube App. Pretty self explanatory, eh?

Tools Apps

iPad tool apps

Aplikasi-aplikasi yang tujuannya seperti ‘perkakas’. Haha, saya susah mencari deskripsi yang tepat untuk aplikasi-aplikasi ini.

  1. MyKeePass
    Aplikasi untuk membuka file .kdb (database username dan password yang digunakan KeePassX) yang tidak pernah saya gunakan karena tidak support dropbox app. Sial, karena sudahmah App berbayar, malah tidak terpakai -__-”
  2. Dropbox
    Syncrhonized folder for desktop, mobile and web. Baca disini untuk lebih lengkapnya. A must have.
  3. Find iPhone
    Aplikasi untuk men-track lokasi iDevice, just in case.
  4. MiniKeePass
    Username and password manager. Aplikasi untuk membuka file .kdb-nya KeePassX.
  5. Remote
    Aplikasi untuk mengontrol library iTunes-nya Mac.
  6. Videos
    Video viewer bawaan iOS.
  7. Maps
    Google Maps App bawaan iOS.
  8. Settings
    Area konfigurasi-nya iOS.

Photography Apps

iPad photography app

Aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan fotografi.

  1. Camera
    Camera app bawaan iOS.
  2. Photo Booth
    Aplikasi untuk photobox-an lengkap dengan efek-efek-nya, seperti Photo Booth di Mac. Ini merupakan aplikasi yang sangat bermanfaat jika sedang ngumpul-ngumpul dengan teman dan kerabat, seriously. Hanya dua kekurangan-nya: 1) Kualitas kamera iPad 2 yang belum terlalu oke 2) Masa tidak ada timer-nya sih? -__-” Photo Booth-nya Mac saja punya :3
  3. Instagram
    Social photo sharing app yang dilengkapi dengan berbagai filter untuk mempercantik memanipulasi photo. Saya niatnya menggunakan ini untuk ngetes saja sih, social climber gitu loh *halah*
  4. Snapseed
    Photo editiing app, dilengkapi dengan berbagai filter untuk memanipulasi photo. Aplikasi berbayar yang saya dapat dengan gratis karena sedang sale :D #GratisanUnite
  5. Photos
    Photo viewer app.

Games Apps

iPad games app

Games, untuk bersenang-senang atau memicu adrenalin kembali dikala mengantuk :D

  1. MetalStorm
    Game simulasi dogfighting pesawat tempur. Cukup menarik diawal, lama kelamaan bosan juga tapi begitu-begitu terus :) )
  2. Angry Birds FREE
    Karena tidak lengkap nampaknya iPad tanpa game super populer ini. Kenapa yang FREE? Karena saya tidak begitu suka main Angry Birds sih, Angry Birds RIO di Mac saja tidak beres-beres. Yang senang sekali main Angry Birds ini Ibu saya sebenarnya :D
  3. Real Racing 2 HD
    Racing game yang kualitas gambar dan gameplay-nya sangat ciamik. Beda dengan Asphalt 6 (saya coba versi Mac) yang cenderung tidak realistis, Real Racing 2 HD ini lebih simulation-alike
  4. Iron Man 2
    Action game dengan basis cerita Iron Man 2.
  5. Game Center
    Social layer untuk game-game di platform iOS
  6. N.O.V.A. 2
    FPS game dengan setting seperti Starship Troopers begitu. Kontrol via gyroscope nya cukup menantang dan mengasyikkan, jadi jumpalitan sendiri :D
  7. Tiny Tower
    Ini saya baru download kemarin dan sempet bingung juga mainnya seperti apa. Tapi setelah beberapa menit bisa ketagihan sendiri ini, bahaya XD

Social Apps

iPad Social networking app

Aplikasi-aplikasi yang saya gunakan untuk ber-social networking atau mengelola akun social media.

  1. Y! Messenger
    Yahoo messanger app. Untuk chatting, tapi saya belum pernah gunakan karena saya tidak suka chatting. Untuk jaga-jaga saja siapa tahu butuh.
  2. Skype
    Skype app. Idem seperti Y! Messenger app.
  3. Facebook
    Facebook app.
  4. FaceTime
    Video calling platform-nya Apple. Belum pernah saya gunakan karena.. well siapa yang mau telpon saya? XD
  5. WordPress
    Aplikasi untuk mengelola akun WordPress, baik self-hosted ataupun WordPress.com account

iWork Apps

iPad iWork app

Office suite buatan Apple. Karena saya sudah *cukup* terbiasa dengan versi Mac-nya, ditambah asumsi bahwa dengan iCloud kedepannya akan lebih mudah sinkronisasi file-nya jika menggunakan iWork suite ini maka saya beli saja versi iPad-nya. Sejauh ini saya baru gunakan Pages sih, Numbers dan Keynote belum ada kesempatan (baca: tugas atau kerjaan) yang membutuhkan Apps ini.

  1. Numbers
    Spreadsheet processing app
  2. Pages
    Document processing app
  3. Keynote
    Slide presentation processing app

Music Apps

iPad music app

Aplikasi yang saya gunakan untuk membuat musik. Saya memiliki visi tersendiri untuk hal ini hanya belum sempat bereksplorasi saja. Anyway, musik-musik yang saya hasilkan via Mac bisa didengarkan di akun soundcloud saya *loh kok jadi promosi* :D

  1. GarageBand
    Audio recording + digital instrument App
  2. Jammit
    Aplikasi untuk mengisolasi audio per track.

That’s it. Jika ada yang ingin ditambahkan, dikoreksi atau direkomendasikan, silahkan share di kolom komentar ya :D

Ulasan Mac Apps #1

Written by Fikri Rasyid on May 27, 2011 filed under Produk, Review and tagged with , , , ,

Salah satu nilai tambah menggunakan komputer berbasis OS X (MacBook, MacBook Pro, MacBook Air, iMac) adalah aplikasi-aplikasinya yang ciamik: nyaman dilihat & digunakan, intuitif dan memiliki respons yang cepat. Berikut ini adalah aplikasi-aplikasi yang sering saya gunakan dan bisa saya rekomendasikan:

Evernote

Note-taking application, Free.

Evernote

Mencatat sekarang menjadi lebih mudah dengan adanya Evernote. Alih-alih membuka teks editor (Word, TextEdit, dll) dan men-save-nya dalam direktori tertentu, lebih baik buka Evernote dan catat disana. Catatan secara otomatis di-save as user type, lalu disinkronisasikan secara online (jadi saya selalu punya salinan dari catatan-catatan saya) dan catatan tersebut dapat diakses dari berbagai device, karena aplikasi evernote juga tersedia untuk blackberry, android, iPhone, iPad, Windows, dan web based app. Catatan juga bisa di-share kepada pengguna Evernote yang lain, dipublikasikan dalam bentuk web-page, diklasifikasikan dengan tag atau notebook tertentu, dll. Benar-benar memudahkan saya mencatat.

Komodo Edit

Text editor, free.

Komodo Edit

Untuk pekerjaan kode-mengkode dan membuat WordPress theme, saya menggunakan Komodo Edit: gratis, memiliki fitur-fitur dasar yang saya butuhkan (shortcut navigation, text-highlighting, dll) dan zen-coding plugin-nya benar-benar memudahkan saya dalam bekerja. Saya sempat mencoba TextWrangler dan Kod tapi tetap lebih sreg dengan aplikasi ini.

Validator S.A.C

HTML Validator, free.

Validator S.A.C.

Sebenarnya W3 Consortium memiliki web-based app untuk memvalidasi halaman web, tapi apa daya lambat sekali aksesnya. Validator S.A.C. adalah versi desktop app yang performa validating-checker-nya kurang lebih persis seperti W3C validator. Sangat mempercepat urusan validasi.

Pixus

Pixel ruler, Adobe Air-based, free.

Pixus 2

Untuk urusan ukur mengukur dalam pixel saya menggunakan pixus. Sempat menggunakan measureIt (firefox plugin) tapi kinerjanya tidak intuitif dan bekerja di dalam browser saja. Pixus bekerja dengan untuk window manapun sehingga setelah mengukur saya tinggal switch window saja. Jika butuh measureIt lagi, ya tinggal switch window lagi.

Twitter for Mac

Twitter client, available on Mac AppStore, Free.

Twitter for Mac

Echofon agak lambat, UI YoruFukurou kurang ciamik. Maka, Twitter for mac-lah jawabannya. Tampilannya menarik dan keyboard shortcut-nya tidak ribet. Akhir-akhir ini memang agak bermasalah sih Twitter for Mac saya, terutama masalah menampilkan DM yang masih sering tidak muncul :(

iPhoto

Photo management, built-in for new MacBook, available on Mac AppStore for $14.99

iPhoto

Saya lebih senang melihat foto dan mengorganisasikannya via iPhoto daripada melihatnya via Finder. Alasannya: lebih fokus ke foto, saya bisa mengklasifikasikannya berdasarkan event, lokasi, tag, album atau smart album dan tidak perlu khawatir masalah duplikasi file yang tidak perlu. Foto juga dapat di-share secara instan ke jejaring sosial seperti Facebook dan Flickr, ditandai, diberi rating dan diberi keyword. It’s almost everything i need for organizing my photos (read: memories).

GarageBand

Music recording editor, built-in for new MacBook, available on Mac AppStore for $14.99

GarageBand

Sebagai musisi-wanna be, bagi saya GarageBand adalah anugrah. Sekarang saya bisa merekam ide-ide musik saya secara kapanpun saya mau (dan bisa). Selain merekam, mengedit dan me-mix hasil rekaman, GarageBand juga dilengkapi dengan berbagai efek untuk instrumen musik dan software instrument.

Ohya, saya mempublikasikan ide-ide musik yang saya rekam menggunakan GarageBand di SoundCloud. Go check it out, bisa didengarkan via streaming dan di-download untuk 100 orang pertama.

iMovie

Video editing, built-in for new MacBook, available on Mac AppStore for $14.99

iMovie

iMovie adalah video editing tools yang dibutuhkan oleh pengguna kasual: mudah digunakan, terintegrasi dengan media library Mac, dan fitur export hasil rekaman dengan mudah ke iTunes, hardisk atau berbagai jejaring sosial lain. It’s super awesome.

DropBox

Online syncing and storage, free

DropBox

Saya sudah pernah mengulas DropBox pada tulisan Optimasi internet untuk pengajar dan pelajar. Download, Install dan register dropbox, lalu semua file yang kamu masukan ke direktori khusus dropbox secara otomatis akan diupload dan dibuat backup-nya di cloud. File-file yang ada juga dapat dengan mudah di-share kepada pengguna dropbox yang lain / siapapun via web. Sangat fungsional.

Asphalt 6

Racing game, Available on Mac AppStore for $6.99

Aspalth 6

Game racing yang saya mainkan kalau saya sedang jenuh dan butuh menaikkan adrenalin agar segar kembali *halah bahasanya*. Setahu saya bisa dimainkan multiplayer via jaringannya GameLoft / local network dengan Mac / iOS device tapi sampai saat ini saya belum sempat coba sih. Gameplay-nya simple dan sistem kontrol-nya fun. Saya main-main dikala jenuh saja sekarang sudah tamat :p

NeoOffice & OpenOffice

Office suite, free

NeoOffice

Karena saya belum sanggup beli Microsoft Office Suite for Mac (harganya cukup mahal, IDR 1,8jt untuk tiga license kalau tidak salah), untuk kebutuhan spreadsheet dan document editing saya sekarang masih menggunakan NeoOffice dan OpenOffice. Gratis dan open source, solusi agar tidak membajak :)

Keynote

Presentation editing, Available on Mac AppStore for $19.99

Keynote

Keynote ini bisa dibilang aplikasi yang tugasnya sama dengan Microsoft PowerPoint. Bedanya, keynote dibuat oleh Apple dan desain, template serta animasinya lebih ciamik. Di perkulihan sering ada tugas presentasi dan di luar perkuliahan saya juga kadang diundang untuk presentasi mengenai blog, WordPress, dll. Keynote (untuk saat ini, AFAIK) adalah tools terbaik untuk meng-handle kebutuhan itu.

Pages

Document editing, Available on Mac AppStore for $19.99

Pages

Ini saya baru beli dan download tadi malam banget sih, tapi Februari lalu saya sempat menggunakan versi trial-nya selama 30 hari. Fungsi-nya sama seperti Microsoft Word hanya lebih Apple-ish saja. Saya agak kurang puas dengan NeoOffice / OpenOffice karena UI dan fiturnya yang kurang intuitif, jadi ya bela-belain beli deh demi lebih nyaman dalam mengolah dokumen (baca: mengerjakan tugas dll).

Dictionary

English dictionary, built-in on Mac

Dictionary

Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, default & built ini app ini benar-benar life-saver dari typo dan kesalahan kebahasaan. Terintegrasi dengan spotlight adalah nilai tambahnya yang sangat mantap. Setiap kali saya ingin mengecek makna, pengucapan dan tulisan suatu kosakata dalam Bahasa Inggris, yang saya perlu lakukan adalah memencet command + spacebar, ketik keyword dan enter!

***

Itu tadi aplikasi-aplikasi Mac yang gunakan dan rekomendasikan. Ada yang punya pengalaman serupa, ingin merekomendasikan atau menambahkan informasi lain? Silahkan berkomentar :)

Memindahkan Address Book BlackBerry ke Android Menggunakan Google Contact

Written by Fikri Rasyid on March 29, 2011 filed under Produk, Review and tagged with , , , , , ,

Konsep dan keuntungan cloud computing semakin masuk akal untuk saya sekarang. Lupakan masalah yang sering muncul ketika kamu diharuskan untuk memindahkan isi phonebook ketika kamu berganti handphone. Ketika saya “hijrah” dari BlackBerry ke Android kemarin, solusi cloud address book yang disediakan oleh Google melalui Google Contact sangat membantu saya: Memindahkan 280 data kontak dari BlackBerry ke Android dapat dilakukan dengan sangat mudah. Here’s the how:

PERHATIAN: SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA LANGKAH-LANGKAH DI BAWAH MENYEBABKAN KAMU KEHILANGAN DATA KAMU. LAKUKAN SEMUA LANGKAH INI DENGAN RESIKO DAN TANGGUNG JAWAB MASING-MASING. SAYA HANYA BERCERITA / BERBAGI APA YANG SAYA ALAMI & LAKUKAN.

  1. Pastikan kamu sudah memiliki Google Account dan baik BlackBerry serta Android-phone kamu terhubung ke Internet.
  2. Download dan Install Google Sync for BlackBerry.
  3. Login ke Google via Google Sync for BlackBerry. Sinkronisasi phonebook kamu: BlackBerry akan meng-upload isi phonebook ke Google Contact
  4. Nyalakan android device kamu. Ketika pertama kali menyalakan Samsung Galaxy Mini saya sudah diminta login ke Google Account saya sehingga pada dasarnya menggunakan Android phone sama dengan memanfaatkan layanan-layanan Google semaksimal mungkin
  5. Masuk ke address book. Buka option, dan pilih Sync SNS data: Android akan men-download semua konten phonebook dari Google Contact.
  6. Setelah semua-nya synchronized, LOGOUT dari Googly Sync di BlackBerry, dan data-data di BlackBerry bisa dihapus sekarang. PERHATIAN: jika kamu menghapus data-data di BlackBerry dengan kondisi logged-in ke Google Account, data-data kamu di server Google dapat terhapus.
  7. That’s it! Mudah kan?

Cloud computing memang memiliki beberapa isu seputar privasi, namun kemudahan yang disediakannya sangat membantu sekali. Sebagai catatan, selain mensinkronisasi address book di Google Contact ke android, Google Contact juga dapat dihubungkan ke Address Book-nya MacBook Pro saya. Waw, dalam “satu langkah sinkronisasi” saya bisa memastikan saya memiliki data-data kontak di semua device yang saya gunakan. Kewl.

Selamat Tinggal BlackBerry Gemini, Selamat datang Samsung Galaxy Mini (Android)

Written by Fikri Rasyid on March 27, 2011 filed under Produk, Review and tagged with , , , ,

BlackBerry Gemini

Beberapa bulan yang lalu saya mulai menggunakan BlackBerry (Gemini). Ada masa dimana saya cukup puas dengan fitur & kemampuannya sehingga saya merekomendasikannya kepada teman-teman saya. Bagaimanapun, pengalaman kurang mengenakkan, keterbatasan dan kebutuhan yang lebih membuat saya melakukan satu hal yang sering saya bahas di blog ini: migrasi. Seperti dari Windows 7 ke Ubuntu dan Ubuntu ke Macintosh, Kali ini saya “hijrah” dari BlackBerry ke Android. Lebih tepatnya, migrasi dari BlackBerry Gemini ke Samsung Galaxy Mini yang secara harga dan segmen pasar saya rasa cukup sama.

Ulasan singkat dari sisi harga

Harga dari BlackBerry gemini white yang saya gunakan dari pertengahan tahun 2010 ini adalah 2,6jt. Hari ini, harganya -jika tidak salah- berkisar di angka Rp 2,2jt. Samsung Galaxy Mini yang saya beli sabtu kemarin memiliki bandrol Rp 1,575 juta.

Mengapa hijrah ke Android

Setelah beberapa bulan menggunakan BlackBerry gemini white, saya menyadari beberapa hal:

  1. Ya, BlackBerry Messanger (BBM) merupakan suatu keunggulan. Masalahnya, saya tidak terlalu suka instant messenger. Lebih banyak distraktif-nya daripada produktifnya.
  2. Menghubungkan BlackBerry dengan device lain is a pain in the ass. Contoh: Mentransfer data menggunakan bluetooth, menghubungkan device ke jaringan wi-fi, you name it.
  3. Saya merasa “terperangkap” dengan skema data plan BIS. Sharing akses internet ke notebook dikenakan biaya tambahan di luar data plan BIS? meh.
  4. Native browser-nya kurang oke.
  5. Kualitas kamera dan aplikasi-aplikasi-nya yang kurang memuaskan
  6. UI dan UX yang .. ah sudahlah

Kekurangan diatas bukan berarti BlackBerry gemini tidak memiliki kelebihan apapun. BlackBerry gemini memiliki berbagai kelebihan. Namun, dari penggunaan device ini saya belajar bahwa apapun keunggulan suatu produk, jika faktor yang membuat kecewanya lebih banyak, keunggulan itu akan terkubur dengan sendirinya. Bagaimanapun manusia adalah makhluk yang emosional. Lesson learned, noted.

Sementara itu, Samsung Galaxy Mini mungkin bukan android phone terbaik dan dikategorikan sebagai entry-level android phone. Pengalaman ber-android akan lebih “terasa” dengan Motorola Droid, Google Nexus S atau Samsung Galaxy Ace. Tapi android-ing dengan biaya Rp 1,5jt? Saya menyebutnya persinggahan sementara dari kompleks BlackBerry di Android land sebelum berakrobat ria di iPhone heaven.

Omong-omong, ini yang saya bisa katakan dari menggunakan Samsung Galaxy Mini sejauh ini:

  1. Secara garis besar, kualitas material Samsung Galaxy Mini tidak bisa dikatakan wah. Yep, entry level phone lah, maklum.
  2. Kualitas kamera jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan BlackBerry Gemini.
  3. Menghubungkan android ke jaringan wi-fi ini luar biasa mudah. Semalam, dengan kondisi simcard tidak dimasukkan, saya bisa mengakses internet rumah via internet sharing-nya Mac.
  4. UI dan UX-nya lebih mudah dimengerti.
  5. Aplikasi-aplikasinya keren.
  6. Native browser berbasis webkit yang bisa dikatakan standar mobile browser untuk smartphone dewasa ini.
  7. Google centric. Sinkronisasi dengan produk-produk Google yang berjalan dengan sangat baik.
  8. Saya bisa bermain Angry Birds dimanapun sekarang. NGAHAHAHAHAHA \m/
  9. Kemudahan dalam menginstall dan pemakaian aplikasi: yang kamu butuhkan hanya konfigurasi Google Account di awal, dan sisanya berjalan secara otomatis. Jauh sekali jika dibandingkan dengan pengalaman menggunakan AppWorld-nya BlackBerry.

Saya belum bisa berbicara banyak mengenai performa Samsung Galaxy Mini karena secara teknis saya baru membelinya kemarin dan belum banyak menggunakannya secara dalam situasi real. However, i feel so excited about this device. Saya akan mengabari lagi hal-hal menarik seputar penggunaan smartphone ini di post-post selanjutnya :D

Mencari Musik Gratis & Legal

Written by Fikri Rasyid on March 6, 2011 filed under Review and tagged with , , , , , ,

Play music alive

Masih ingat tulisan saya tentang mengurangi penggunaan produk bajakan? Salah satu aplikasi dari komitmen saya terhadap apa yang saya tulis tempo hari adalah tidak memasukkan musik yang bukan hak saya ke library itunes Mac saya.

Sebenarnya masalah legalitas bukanlah masalah yang berarti jika kamu memiliki dana yang cukup. Tapi disaat kamu bosan dengan playlist sedangkan kondisi keuangan untuk membeli album baru tidak memadai? Well, setelah dicari-cari ternyata cukup banyak juga musisi yang membagikan hasil karya mereka secara free. Berikut ini beberapa diantaranya yang berhasil saya temukan:

Adhitia Sofyan (Folk / Acoustic)

Salah satu musisi lokal favorit saya. Bayangkan minum kopi di sore hari sambil memandangi hujan yang turun. Lembut, indah, tenang.

Adhitia Sofyan membagikan semua hasil karyanya secara gratis, meskipun kamu bisa juga membeli CD-nya. Download link album-album Adhitia Sofyan bisa ditemukan di blognya.

Nine Inch Nails: The Slip (Industrial Rock)

Nine Inch Nails (lebih tepatnya, Trent Reznor) adalah legenda di genre industrial rock. The Slip adalah album terbaru NIN yang dirilis secara gratis. Tentu, kamu bisa membeli CD-nya juga. Untuk men-download album terbaru NIN ini kamu perlu signup / mendaftar terlebih dahulu. Well, worth it dengan hasilnya lah :D

Download The Slip disini

Ben Kenney’s singles (Alternative)

Selain bermain bass untuk Incubus, ternyata Ben Kenney juga merilis musik-nya sendiri. Keren-nya lagi, dia bermain semua instrumen dalam album-nya mulai dari vokal, gitar, bass hingga drum. Di situs pribadinya Ben membagikan beberapa single-nya untuk di dengarkan. Ada tiga lagu yang saya sudah download: Eulogy, Hoopdie dan Wrong.

Download single-single Ben Kenney di situs pribadi-nya: http://www.benkenney.com/ . Ada beberapa menu, tiga diantaranya adalah downloadable songs.

Rocket Rockers at PureVolume (Pop Punk Rock)

Saya tidak tahu jika Rocket Rockers membagikan beberapa musiknya secara gratis, namun beberapa pekan yang lalu akun resmi-nya membagikan link ke PureVolume yang mengandung beberapa lagu yang bisa didownload.

  • Beberapa lagu yang bisa di-download adalah:
  • Better Season
  • Episode Ini
  • Lost Heart Tour
  • Your Fashion Costumed by The Intellect Orthodox

Download single-single RoRo at PureVolume disini.

Koil: Blacklight Shines On (Industrial Rock)

Salah satu band indie lokal legendaris: bayangkan Nine Inch Nails berbahasa Indonesia dengan lebih sedikit sampling tapi diperkuat lirik yang sangat jenius. Saya tidak bisa menemukan situs resmi-nya Koil dan halaman download official-nya, tapi karena informasi download ini dicantumkan di berbagai majalah musik ternama, saya download saja dari 4shared.

Track favorit saya “Nyanyikan Lagu Perang” & “Aku Lupa Aku Luka”. Epic. Download Blacklight Shines On disini.

P.S.: kalau ada yang tahu informasi terkini mengenai album ini, tolong beritahu saya ya. Jika memang sudah tidak diizinkan untuk men-download lagi, dengan senang hati akan saya hapus informasi ini dan musiknya dari iTunes library saya. :)

Pandji Pragiwaksono: Merdesa (Rap)

Salah satu ikon anak muda (30 tahun masih dibilang muda tidak sih?) yang kritis dan perduli terhadap negaranya. Lagu-lagu di album keduanya yang dirilis secara free namun tetap menguntungkan secara finansial karena bekerja sama dengan salah satu ISP lokal ini pun mencerminkan hal tersebut.

A must listen. Lagu favorit saya “lagu melayu” & “I remember”. Download merdesa disini.

Linkin Park 2011 Tour EP (Alternative)

Lima rekaman Live Linkin Park, The Prodigy, Pendulum & Does it Offend You, Yeah?. Gratis dengan cara memberikan informasi alamat email. Track favorit saya tentu saja lagu dari Linkin Park berjudul “When they come forme” yang perkusif dan bernuansa tribal. Epic.

Download Linkin Park 2011 Tour EP di situs resmi Linkin Park.

Harvey Danger: Little by Little (Alternative)

Baru sekarang saya mendengar nama band ini, itu juga karena hasil search Google. Musik band ini seperti Panic! at the Disco tapi dalam versi yang lebih band-lah. Worth to download :)

Download Harvey Danger’s Little by Little disini.

OST. The Social Network (Soundtrack)

Satu lagi karya epic dari Trent Reznor yang bisa kamu download secara free: Soundtrack film Social Network! Meskipun versi gratisnya hanya menyediakan lima lagu, tapi tetap worth it lah.

Download The Social Network disini.

Terakhir saya mencari informasi mengenai album-album free, Radiohead pernah merilis album In Rainbow secara gratis namun sudah tidak tersedia lagi. Angels & Airwaves pun merilis “Love” secara gratis namun sampai saat ini saya belum bisa menemukan official download page-nya.

Selain musisi-musisi yang sudah cukup dikenal diatas, ternyata banyak juga situs-situs yang menyediakan platform bagi musisi-musisi untuk membagikan hasil karyanya secara free. Beberapa diantaranya adalah Free Music Archive dan Jamendo (saya mendownload sebuah EP dari band rock indie bernama Farmertan dan hasilnya cukup oke :D ). Untuk situs lokal, coba PopMaya. Saya menemukan beberapa musisi yang cukup terkenal seperti Soul ID, Yacko dan Kungpow Chicken membagikan beberapa karyanya disana.

Jika koneksi internet kamu mumpuni, online streaming bisa juga menjadi pilihan. Ada banyak sekali situs legal music streaming di Internet: ada last.fm, soundcloud, you name it. untuk local music streaming, kamu bisa coba highway tone, ada banyak sekali musik Indie lokal yang keren disana. Untuk opsi yang lebih banyak, Mashable memiliki daftar 10 situs yang kamu bisa kunjungi untuk mencari musik gratis.

Oke, saya baru tahu segitu saja sih. Ada yang mau menambahkan? I’d love to know more :)

P.S.

Ternyata selain saya, disaat yang sama ada juga blogger yang merasakan hal yang sama mengenai pembajakan. Wow. “Kesadaran kolektif” kah? :D