Posts categorized into Review :

Add to Home Screen

Written by Fikri Rasyid on March 23, 2012 filed under Review, Tips and tagged with , , , ,

Sudah menggunakan fitur Add to Home Screen pada Safari Mobile? Add to Home Screen merupakan fitur sederhana yang sudah lama ada di iOS namun baru kemarin saya menyadari manfaatnya yang sangat awesome. Pada dasarnya, Add to Home Screen berfungsi sama seperti bookmark. Namun, alih-alih menyimpannya sebagai salah satu item bookmark di bookmark folder, item ini akan disimpan di Home Screen layaknya ikon iOS app:

Add to Home Screen

Buka laman web, klik ikon yang ditengah lalu Add to Home Screen

Read More

On Smartphone

Written by Fikri Rasyid on March 10, 2012 filed under Review and tagged with , , , , , ,

Smartphone before and after iPhone

Smartphone before and after iPhone. Gambar dengan binalnya diambil dari Redmondpie.com: http://www.redmondpie.com/evolution-of-the-smartphone-design-changes-before-and-after-the-iphone-image/

Platform smartphone apa yang harus saya pilih? iOS (iPhone / iPad), Android, Windows atau BlackBerry? Berikut ini opini saya terhadap platform-platform tersebut (mengantisipasi pertanyaan berulang-ulang mengenai hal ini, jadi nanti tinggal saya berikan link post ini saja):

Read More

Toshl App

Written by Fikri Rasyid on March 3, 2012 filed under Review and tagged with , , , ,

Toshl App - on my home screen

Toshl App - on my home screen

Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan Toshl App untuk merekam jejak pengeluaran saya. Hasilnya? Me gusta:

  • Interface yang ciamik. I hate shitty interface.
  • Praktis: tiap action membutuhkan sesedikit mungkin hal yang harus dilakukan
  • Tagging: saya bisa mengelompokkan pengeluaran ke dalam taksonomi yang tidak hirarkis, membuat jawaban “INI DUIT ABIS BUAT APA AJAAAA?” atau “BERAPA BANYAK YANG GUE HABISIN UNTUK [insert_guilty_pleasure_here] YAAAA?” dapat terjawab dengan mudah
  • View expenses based on tag
  • Cloud backup
  • Mudah digunakan dan tidak membingungkan

The iPhone 4S is *Finally* Here

Written by Fikri Rasyid on February 25, 2012 filed under Review and tagged with , , ,

The iPhone 4S is here

Akhirnya. Satu item yang sudah saya inginkan dari dulu, sudah saya tulis di resolusi tahun 2011 dan belum tercapai lalu dengan keukeuhnya saya tulis di resolusi tahun 2012, akhirnya tercapai juga.

That’s the most awesome part of this: ingin sesuatu dari duluuuuu dan tercapai juga. Kadang-kadang kamu membuat target namun tercapainya agak terlambat. Menunggu waktu yang benar-benar tepat mungkin. Just keep aiming for it. Tercapai satu, lalu perbesar skala-nya. Lakukan lagi. Sejenis latihan mencapai sesuatu.

Read More

Angsa & Serigala

Written by Fikri Rasyid on February 21, 2012 filed under Review and tagged with , ,

Angsa & Serigala

Saya sempat menyaksikan band ini secara live di beberapa event mulai dari acara Oz di Cafe Walini hingga salah satu booth di Car Free Day. Kesan pertama saya terhadap mereka: buset ini band rame amat: vokalisnya saja ada dua (laki-laki & perempuan), belum lagi dua pemain gitar, pemain bas & drum, pemain biola dan lagi pemain trompet. Tapi setelah beberapa kali menyaksikan penampilan mereka (plus dengar beberapa kali via radio saat nyetir), lagu – lagu mereka asik sekali. Kombinasi ‘musik rakyat’ ala 4peniti namun dengan komposisi yang lebih simpel dan tidak ‘segalak’ 4peniti dikombinasikan dengan lirik puitis ala Efek Rumah Kaca. Sweet. Harga CD-nya di Duta Suara Musik pun terjangkau sekali dibandingkan CD – CD impor, hanya Rp 32,000 saja. Totally worth it.

Read More

Ulasan Infinity Blade 2

Written by Fikri Rasyid on December 10, 2011 filed under Review and tagged with , , ,

Infinity Blade 2 - Start Rebirth 24

Satu kata mengenai Infinity Blade 2 yang merupakan sekuel dari game Infinity Blade ini: Awesome. Begitu dirilis tanggal 1 Desember lalu, saya terus menerus memainkannya selama tiga hari (kebetulan weekend) sampai tamat. Sekarang malah sudah dua kali tamat + mendapatkan pedang Infinity Blade-nya. Baru sekarang saya terobsesi dengan game sampai segininya. Jika dipikir-pikir, satu alasan yang membuat saya begitu ingin menyelesaikan game ini adalah rasa penasaran akan bagaimana ending dari Infinity Blade 2 ini. Aspek sinematik yang dimiliki game ini benar-benar memukau sih.

Untuk kamu yang sedang asyik-asyiknya menyelesaikan Infinity Blade 2, ada beberapa tips agar game ini segera tamat:

  1. Gunakan pedang yang damage-nya tinggi. Yang harganya diatas 100,000 gold coins lebih oke
  2. Fokus menaikan level. Gunakan untuk menambah damage attack + health
  3. Gunakan ring yang memiliki spell untuk healing. Jadi jika terbantai ditengah-tengah, kamu masih bisa menyambung nyawa dan menambah kemungkinan menang

Berbicara mengenai gameplay, secara mendasar gameplay bahkan pola story dari Infinity Blade 2 ini masih sama dengan dengan Infinity Blade (dari segi story: Fake boss, 3 gate-bosses, ultimate boss dan dari segi gameplay: dodge, attack, combo, parry, spell, dll). Namun, ada peningkatan di segi weapon-nya: ada opsi antara menggunakan kombinasi pedang + perisai, pedang ganda (kombo untuk pedang ganda ini sangat sangat awesome, seriously. Alih-alih ‘stab’, kamu akan disuguhi atraksi serangan yang awe.. ah sudahlah) atau senjata berat. Gem slot juga cukup menarik untuk menambah fungsi dari senjata yang digunakan.

Save Game Issue

Infinity Blade 2

Anyway, diluar segala ke-awesome-an Infinity Blade 2, game ini memiliki kekurangan yang sangat serius: banyak sekali user yang melaporkan bahwa Infinity Blade 2 kerap gagal men-save progress permainan mereka. Beberapa user bahkan sampai harus mengulang dari awal perjalanan game karena progress mereka terhapus hingga dua kali padahal sudah sampai level 14. Ada yang punya informasi lebih jelas mengenai hal ini?

Transfor-Bajaj

Written by Fikri Rasyid on filed under Review and tagged with , , ,

LakonAnimasi Pada Suatu Ketika TransforBajaj

Beberapa menit yang lalu saya membaca tweet-nya @tediscript yang membuat saya sangat penasaran:

Yang mana ketika diklik membawa saya ke video keren ini, transformer-alike animation dengan konteks yang Indonesia sekali. Oke, beberapa scene terlihat ‘familiar’ dan terasa ‘seperti sudah pernah lihat’ deh. Tapi lupakan masalah itu sejenak dan perhatikan detail dan animasinya yang awesome:

Read More

Ulasan OS X Lion

Written by Fikri Rasyid on November 26, 2011 filed under Review and tagged with , , , , ,

Mac OS X Lion 10.7

Awal bulan lalu, akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade sistem operasi MacBook saya ke OSX Lion. Hal ini mungkin basbang sekali untuk sebagian orang karena sudah beberapa bulan silam Apple merilis varian terbaru dari sistem operasi untuk Macintosh-nya. Bagaimanapun, saya memiliki alasan saya sendiri untuk ‘menunda’ dan tidak menjadi early adopter untuk hal ini :p

Setelah dua pekan lebih menggunakannya, berikut ini beberapa fitur dan hal yang cukup menarik perhatian saya:

Read More

Rekomendasi Mac App: Miro Video Converter

Written by Fikri Rasyid on November 20, 2011 filed under Review and tagged with , , , , , ,

Miro Video Converter Icon

Kalau kamu seperti saya, doyan mengunduh video-video menarik dari YouTube (umumnya video konser / intersting stuffs. Saya save as menggunakan Firefox extension bernama Fast Video Download) alih-alih menontonnya secara streaming dan memiliki keinginan untuk menyimpan video tersebut di iDevice kamu, sekarang ketemu solusinya: Miro Video Converter. Super simple video converter dengan interface yang awesome, Free dan 100% open source pula.

Read More

Rekomendasi iPad / iOS Game: Infinity Blade

Written by Fikri Rasyid on November 19, 2011 filed under Review and tagged with , , ,

Infinity Blade

Jika ditanya game iPad / iOS apa yang paling menarik yang sudah saya mainkan sejauh ini, saya akan jawab Infinity Blade. Dengan tampilan super memukau (dan alur cerita yang sinematik) didukung dengan story yang sederhana dan kontrol yang sangat sederhana pula (directional swipe dan tap), game ini dengan sukses membuat saya ketagihan untuk mengumpulkan gold untuk membeli Infinity Blade (pedang bernama Infinity Blade maksudnya) dan mencari-cari tahu bagaimana ‘real ending‘ dari game ini.

Infinity Blade dibandrol seharga USD 5.9 di iTunes App Store. Filesize-nya cukup bikin mengap-mengap juga saat mengunduhnya, yakni 594 MB. Tapi bagi saya bandrol senilai itu dan waktu download-nya sepadan lah. Infinity Blade is really awesome. Sensasi menangkis serangan dengan pedang dan melakukan combo itu loh, asyik sekali. :D

Infinity’s Clues

Infinity Blade - Parrying

Omong-omong, Infinity Blade ini merupakan salah satu game yang berhasil saya tamatkan, jika yang saya capai itu benar-benar ending sebenarnya (Game lainnya adalah Asphalt 6 untuk Mac). Tadinya saya berniat spoiler habis-habisan mengenai ending dari game ini, tapi setelah dipikir-pikir, saya berbagi clue-nya saja lah:

  1. Mengalahkan si boss ber-topeng helio di puncak kastil bukan real-ending-nya. Setelah mengalahkan si boss, kamu akan kembali ke bloodline selanjutnya.
  2. Demikian juga dengan memilih untuk memihak ke si boss.
  3. Untuk mencapai real-ending-nya, beli pedang Infinity Blade lalu pergi ke area bawah tanah dimana ada semacam tatakan pendang berbentuk Infinity Blade
  4. Kalahkan tiga bos unik untuk masuk ke ruang utama di bawah tanah.
  5. Kalahkan si bos utama.
  6. Tips: equipment yang sudah dimasteri dijual saja, lumayan menambah jumlah gold.
  7. Tips: jika equipment yang digunakan sudah dimasteri, segera upgrade ke equipment yang lebih oke.

Ya sudah itu saja sih. Ohya, jika sudah benar-benar tamat, akan ada opsi untuk play new game atau lanjut bloodline. Jika pilih untuk play new game, semua equipment dan gold yang sudah dimiliki akan hilang. Yes, it’s really really annoying (dan saya sudah terlanjur memilih opsi ini pula).

Ada yang sudah memainkan Infinity Blade? Apa pengalaman kamu? :D