Lima Tahun Kedepan (Edisi 2012)

Minggu kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan teman SMP / SMA saya. Hal pertama yang saya pikirkan begitu memasuki ruangan resepsi adalah…
Resepsi pernikahan seperti ini butuh biaya berapa ya?
Counting UFOs & signal them with my lighter

Minggu kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan teman SMP / SMA saya. Hal pertama yang saya pikirkan begitu memasuki ruangan resepsi adalah…
Resepsi pernikahan seperti ini butuh biaya berapa ya?

Di twitter cukup banyak yang nyiyir “masih zaman, resolusi-resolusian? Emangnya resolusi tahun lalu tercapai?“. Tapi saya pribadi masih berpegang pada prinsip “harus ada tujuannya“. Kalau tujuannya ada, jalannya bisa dicari: persis seperti mencari alamat So here’s the stuffs, yang saya ingin capai di 2012:

Katanya, memberi itu lebih baik daripada meminta.
Tapi ketika ada teman yang sedang berulang tahun atau ketiban rezeki dalam bentuk apapun, kok reaksi pertama kebanyakan dari kita cenderung seperti ini ya:
“wah, kapan makan-makannya?”
“traktiran dooong, mana traktiraaaannya?”
“Ditunggu traktirannya yaaa”
“PJ mana PJ”
Aneh ya?
Katanya, memberi itu lebih baik dari meminta.
Apa kita tanpa sadar memang masih “bermental” peminta-minta?
P.S.: Sepengetahuan saya, sesuatu yang didapat dari “ME-minta” dan “DI-beri” itu berbeda. Meminta pada manusia (tidak baik) dan kepada Yang Kuasa (sangat baik) pun berbeda.

Pada tahun 1975, di usianya yang ke 20, Bill Gates mulai menulis BASIC dan keluar dari Harvard. Satu tahun kemudian Microsoft telah menjadi perusahaan yang terdaftar.

An afternoon on Limamu. Where are the dudes?
Nama tempat itu Limamu. Food court sederhana di bilangan geger kalong dekat kampus yang (biasanya) dalam hitungan seminggu sekali ramai-ramai kita datangi di sore hari untuk berbagi cerita dan merasakan sedikit lega diselingi dengan obrolan-obrolan sok kritis yang membuat kita menjadi merasa ‘lebih manusia’ serta memicu derai tawa.
Cerita, mendengarkan cerita, bercerita, mengomentari cerita. Tertawa, dan bersama-sama. Kadang-kadang itu yang kita butuhkan. Demikian sederhana.
It’s gonna be one damn tradition, yet beautiful story to tell. Feels like a scene on a booth of the MacLaren bar, isn’t it?
Note: sejak mulai membaca :mnmlist, saya jadi lebih sering mencoba untuk ‘enjoying the moment‘. It feels beautiful. Go read it guys

Suatu hari di lokasi kkn, seorang teman bertanya: “Fik, lu jadi orang kok bisa kepedean begitu sih?”
Jawab saya:
Kalo elu aja ngga yakin sama diri elu, siapa lagi yang mau yakin sama elu?
Iya, toh?
Akhir bulan agustus 2011. Apa saja yang sudah terjadi di bulan ini?

Ben Kenney, bassist incubus, membuat empat album solo-nya menjadi downloadable secara gratis di situs personalnya. WOW, this is awesome. Tanpa panjang lebar saya langsung download keempat album ini. Lagu favorit saya: Worlds Collide, Not Today, Girl, Eulogy, dan banyak lagi.

Serius amat Fik, kuliah aja g pernah seserius itu mukanya
Scream for Ice Cream, kedai es krim di bilangan harian banga ini saya sambangi dengan seorang teman yang kalau sedang galau bawaannya ingin makan terus :p Es krim-nya asli sedap sekali, sayang es krim andalannya (doh, saya lupa namanya) agak terlalu besar porsinya untuk saya. Entah kenapa akhir-akhir ini jadi tidak terlalu suka makan banyak saya. Kalau makan makanan enak sih tetep suka, hanya porsinya saja yang tidak se-brutal dulu
Kumpulan cerita pendek terbaru dari Dewi Lestari! Saya sudah lama sekali tidak membaca fiksi namun saat seorang teman di lokasi KKN membelinya sebagai bacaan saat senggang, segera saja saya pinjam saat si buku menganggur :p Ulasannya? Love it! Indah seperti tulisan-tulisan ‘Dee’ sebelumnya. Cerita favorit saya tentu saja madre, dan satu cerita di akhir yang kutipannya (seingat saya)
Tampang aja superman, hati suparman.
Secanggih-canggihnya kehidupan yang kita katakan modern ini, ujung-ujungnya yang kita cari adalah kedamaian sederhana yang masyarakat sebelumnya pun sudah pahami.
Jadi ceritanya nilai semester 6 ini sudah keluar. FYI, bagi saya sejauh saya berkuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini semester 6 inilah semester yang paling berat. Mata kuliahnya banyak yang masuk ke level konsep yang cukup abstrak dan tidak berwujud. Nilainya? Hahaha, tidak selegendaris semester sebelumnya tapi sudah lulus saja Alhamdulillah deh.

Saya cukup beruntung mendapatkan lokasi KKN di kotamadya Bandung. Asumsi saya saat memilih lokasi KKN (FYI, di UPI kamu bisa memilih lokasi KKN secara online meskipun sistem-nya bisa saya katakan masih jauh dari sempurna) ada dua: pilih tempat yang dekat sekalian atau tempat yang jauh sekalian. Harapan saya pun tidak muluk-muluk amat, yang penting teman-teman satu kelompoknya tidak aneh-aneh.
Setelah mempertimbangkan banyak faktor, termasuk faktor pekerjaan yang timeline-nya akan bentrok dengan KKN, saya akhirnya mengambil opsi yang dekat sekalian. It was a good decision. Saya mendapat tempat yang mudah dijangkau, kontrakan yang meskipun kecil namun cukup nyaman, dan yang paling penting: teman KKN yang asik-asik. Satu diantaranya bahkan super nyambung sekali dengan saya, sampai heran saya juga.
Program-program kita berjalan dengan lancar dan Alhamdulillah, tanpa ada kejadian macam-macam. Beberapa hari setelah KKN, saya dan teman-teman sepernongkrongan #LimamuUnite (Limamu adalah food court di daerah gerlong UPI dimana dalam sepekan sekali saya biasanya ikut berkumpul dengan beberapa teman sejurusan untuk ngobrol ngalor ngidul melepas penat selama mungkin) buka bareng dan ngobrolin pengalaman KKN masing-masing. Ada yang asik, ada yang asik sekali, ada yang menderita selama 40 hari terakhir, dan ada yang super menderita sekali sehingga segera memanjatkan puja dan puji ketika program KKN berakhir. Inti dari obrolan kami: Poin terpenting yang akan menyangkut kebahagiaan selama menjalankan program KKN adalah teman segrup yang tidak rese. Berdasarkan pengalaman teman-teman #LimamuUnite (dengan jumlah responden sekitar 6 orang saja, pikirkan juga faktor ini), teman-teman yang tidak rese dan super niat untuk menjalankan KKN biasanya memilih tempat-tempat KKN yang jauh sekalian.
Well, saya sepertinya sangat beruntung karena memilih lokasi KKN yang dekat dan mendapatkan teman-teman yang sangat baik. I’m a lucky lucky guy, thanks to God
Karena kebutuhan salah satu project yang sedang dikerjakan bulan ini, saya jadi mempelajari git, distributed version control system yang dikembangkan Linus Trovald si penggagas kernel Linux. It is awesome. Tadinya saya pikir git ini akan membuat workflow saya menjadi rumit dan ternyata perkiraan saya salah. Selain membantu sekali dalam collaborative project, git sangat bermanfaat untuk ‘merekam’ apa saja perubahan yang dilakukan terhadap project yang sedang dikerjakan. Bahkan, kamu bisa revert back ke satu titik commit tertentu just in case perubahan terbaru yang kamu kerjakan malah membuat project yang sedang kamu kerjakan ngaco.

Github adalah layanan yang menyediakan remote repository berbasis git gratis untuk project yang berkode terbuka. Dalam rangka mempelajari git lebih dalam, saya akhirnya memberdayakan akun github saya yang sudah dibuat entah dari kapan itu. Project pertama yang saya host di Github adalah Thoughtplifier simple WordPress Theme yang saya gunakan untuk fikrirasyid.com. Kamu bisa ikut berkolaborasi mengembangkan Thoughtplifier atau mengunduh serta menggunakannya secara gratis, tinggal unduh / fork di sini.

Saya bukan command line person, jadi saat diharuskan menggunakan git yang interface dasarnya menggunakan command line saya agak jiper juga. Untungnya ada GitX, Free Graphical User Interface App untuk mengakses git untuk platform OS X (Mac). Kamu bisa download aplikasinya di laman resminya, namun saran saya gunakan versi yang di-fork oleh Nathan Kinsinger di github. Terdapat beberapa fitur yang sudah ditambahkan seperti antarmuka untuk push dan pull, dll.
Saya sedang meng-handle beberapa WordPress Theme project namun belum ada project yang sudah finish dan siap dipublikasikan. Kemarin dapat project merevisi sebuah theme yang saya develop sebelumnya dan sudah hampir selesai sih, lumayan untuk THR
Belum ada aplikasi baru, gig yang saya datangi ataupun perjalanan yang saya lakukan di bulan agustus ini. Fokus KKN dulu, agar kuliah segera beres
)

Karena lokasi KKN yang cukup dekat dengan XXI BTC, saat film-film box office ini akhirnya masuk ke Indonesia, saya dan teman-teman KKN langsung segera mengatur jadwal kosong untuk nonton bareng. Haha, it was awesome. Harry Potter 7 pt. 2 cukup bagus (dipicu karena rasa penasaran sudah menonton film-film sebelumnya), Transformers 3 tetap keren dari segi visual effect meskipun dari segi cerita membuat waktu terasa berjalan sangat lambaaaaat sekali sedangkan Kungfu Panda 2 … IT WAS AWESOME! Kocak, menegangkan dan penuh ‘pesan’. Omong-omong, XXI di BTC ini lumayan asik juga: harga tiketnya murah (Weekday IDR 15,000 saja dan weekend IDR 25,000) dan yang paling penting… SEPI SEKALI PEMIRSA! Maksud saya sepi ini bukan sangat sepi tapi antriannya tidak panjang, bahkan untuk film box office di akhir pekan. Ini aspek paling keren dari XXI BTC meskipun BTC-nya kurang oke sih, manajemen parkirnya perlu ditingkatkan lagi.

Yak, akhirnya saya bisa mencoret salah satu target tahun ini. Si MacBook Pro akhirnya ‘beranak’ iDevices lain juga, iPad2. Gambar yang saya gantung di sudut meja kerja saya itu akhirnya jadi kenyataan juga. Once again, dream comes true. Saya akan menulis lebih banyak tentang device ini di post-post kedepan
***
Untuk sekarang baru sampai situ sih. September segera tiba, can’t wait for this month’s excitement!

Saya pernah baca entah dimana, ada dua momen penting dalam hidup manusia:
Saya pikir, seharusnya ada yang ketiga:
Ketika ia berhenti mengkhawatirkan dirinya sendiri dan berfokus untuk kebaikan orang lain.
Rasanya seperti terbebas dari beban yang tidak bisa kamu lihat.

This is not the end, this is not the beginning
Just a voice like a riot rocking every revision
But you listen to the tone and the violent rhythm
Though the words sound steady something empty’s within them…Waiting for The End, LP
Waktu untuk program KKN berakhir sudah. Saya jadi ingat waktu di awal-awal KKN saya menulis tulisan ini. Empat puluh hari sudah terlewat. Time files pretty fast. It was a great time, a really really great time. Jadi ingat masa-masa di asrama dulu, hanya saja dalam kondisi yang lebih ‘bebas‘.
Thx for th mmrs. I’m gonna miss the moments we shared.


…So I’m picking up the pieces, now where to begin
The hardest part of ending is starting again
Waiting for The End, LP

Kalau kamu melihat ke sudut yang lebih luas,
kepada orang tua yang kehilangan anaknya,
pasien yang menderita penyakit menahun dan tidak ditemukan obatnya,
orang yang berjuang setengah mati untuk sepiring nasi yang halal,
anak kecil yang tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan baik,
gerilyawan yang mengorbankan harta nyawa segala yang dimiliki untuk kemerdekaannya,
dan banyak lagi masalah keras lainnya,
kesulitan yang sering kita alami dan keluhkan itu,
terasa seperti lelucon saja.