Posts categorized into Pengembangan Diri :

Akar Semua Pohon Uang

Written by Fikri Rasyid on April 18, 2010 filed under Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Money

image is courtesy of aresauburn

Uang merupakan salah satu hal paling krusial yang sering dinafikan perannya. Uang memang bukan hal paling penting, namun hampir semua hal yang penting membutuhkan uang dalam pengimplementasiannya.

Mereka yang memiliki kemapuan finansial mumpuni memiliki keleluasaan lebih dalam menentukan pilihan-pilihan hidupnya. Lucunya, tidak satu jam pun dari pendidikan formal modern yang mendidik kita untuk memiliki kemampuan finansial yang mumpuni. Tidak heran jika keadaan ekonomi kita carut – marut.

Read More

Investasi di Otak, Hati, & Hubungan Baik

Written by Fikri Rasyid on February 24, 2010 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , , ,

Investments Morgtages bluemodern

Beberapa hari yang lalu, selintas ide masuk ke pikiran saya dan langsung saya tweet:

#investasi paling menguntungkan: investasi di otak,hati & hubungan baik. #fb

9:33 PM Feb 11th via Tuitwit

Ketika berbicara investasi, kebanyakan dari kita berpikir mengenai uang, dan kemana uang tersebut harus dikeluarkan untuk menghasilkan uang yang lebih banyak. Investasi apa yang paling menguntungkan ? Beberapa akan menjawab investasi pada property, beberapa yang lain akan menjawab investasikan di emas, dan beberapa lain akan menjawab investasikan di bisnis yang prospektif.

Masalahnya adalah, tidak (atau belum) semua dari kita (termasuk saya) memiliki sumber daya yang cukup untuk berinvestasi di property, emas, atau bisnis yang prospektif. Lalu kemana kita harus berinvestasi?

Read More

Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Written by Fikri Rasyid on February 21, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , , , ,

Tribes - Andalah Pemimpin Yang Kami Cari

Another great book to review: Tribes oleh Seth Godin. Seth Godin adalah penulis banyak buku yang sangat eksentrik dengan karya-karya yang menjadi rujukan para marketer modern dan tribes sangat menunjukkan hal tersebut. Isinya provokatif, inspiring, dan mendobrak aturan yang ada (dengan susunan konten yang juga melawan aturan). Tribes membahas mengenai kepemimpinan, perubahan, dan perlawanan terhadap status quo. Setelah selesai membacanya beberapa saat yang lalu, ini dia poin-poin gagasan yang saya tangkap:

Read More

Crowd: Marketing di Era Horizontal

Written by Fikri Rasyid on January 23, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

crowd - marketing becomes horizontal

Di paruh kedua bulan Desember ini saya berkesempatan membaca buku berjudul Crowd: Marketing Becomes Horizontal karangan Yuswohady yang merupakan konsultan pemasaran di MarkPlus & Co-nya Hermawan Kartajaya. Berikut ini adalah poin-poin dan ide-ide di kepala saya yang tiba-tiba “meletup” saat membaca buku ini. Meskipun Crowd membahas mengenai marketing, saya rasa poin pentingnya dapat diterapkan kedalam berbagai aspek kehidupan:

Read More

Tentang Kesuksan: 7 Hal Yang Saya Pelajari Tentang Kesuksesan dari Buku Outliers karya Malcolm Gladwell

Written by Fikri Rasyid on January 7, 2010 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with , , ,

outliers

Hari pertama di tahun 2010 kemarin saya isi dengan membaca habis sebuah buku international bestseller berjudul Outliers karangan Malcolm Gladwell (pengarang dari blink dan the tipping point – keduanya merupakan International Bestseller juga). Outliers menawarkan perspektif yang lebih menyeluruh mengenai kesuksesan, dan sangat inspiratif. Pada tulisan ini saya ingin berbagi apa saja poin penting yang saya pelajari dari buku ini.

1. Kerja keras saja tidak cukup

Sampul belakang Outliers bertuliskan “Sukses ternyata bisa dipengaruhi oleh tanggal lahir”. Masyarakat hari ini menjejali kita dengan ide bahwa untuk menjadi sukses kita perlu bekerja keras. Malcolm Gladwell menyanggahnya: kerja keras dan kerja cerdas saja tidak cukup. Untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa, kita perlu lebih dari itu: kita membutuhkan kesempatan yang tepat.

Read More

Tentang Resolusi: Mengapa Harus Takut Beresolusi?

Written by Fikri Rasyid on January 4, 2010 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

resolution

Tidak terasa sekali, tahun 2009 telah usai dan kini telah datang tahun 2010. Saya pribadi bukan tipikal orang yang memuja-muja pergantian tahun dengan merayakannya secara berlebihan, tapi bagaimanapun pergantian tahun merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi tahun yang telah usai dan membuat resolusi untuk tahun yang akan kita jalani.

Mengapa lebih baik tidak menetapkan tujuan daripada kecewa?
Pagi tadi tanpa sengaja saya mendengar komentar seorang selebritis mengenai targetnya di tahun 2010 melalui televisi: “ah, saya tidak mau menargetkan apa-apa. Lebih baik tidak menargetkan apa-apa daripada kecewa nantinya..”. Well, saya pribadi merasa bahwa ini adalah komentar yang aneh sekali. Pikirkan situasi ini: Anda menaiki taksi. Ketika anda ditanya oleh sang supir anda hendak kemana, anda berujar “kemana saja deh”. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Kemana anda akan diantar oleh supir taksi tersebut?
Hal yang sama berlaku pada kehidupan. Jika anda tidak memiliki tujuan, kira-kira anda akan sampai kemana?
Segala sesuatu diciptakan berpasangan
Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Panas ada karena ada dingin. Kita mengetahui kebahagiaan karena mengetahui kesedihan. Kita lebih baik dalam menilai sesuatu jika ada pembandingnya. Jika apa yang kita resolusikan memiliki kemungkinan gagal, berarti apa yang kita resolusikan juga memiliki kemungkinan berhasil bukan?
Alih-alih memfokuskan diri kepada kekecewaan yang akan terjadi jika apa yang kita resolusikan tidak tercapai, mengapa kita tidak mengalihkan perhatian kita kepada kejayaan yang dapat kita raih jika apa yang kita resolusikan berhasil?
Saya percaya bahwa hal tersebut hanya masalah pilihan.
Tidak perlu pusing dulu mengenai bagaimana caranya
Banyak sekali yang saya ingin capai di tahun 2010 ini. FYI, saya termasuk orang yang berprinsip “tidak perlu pusing dulu bagaimana caranya, yang penting tahu dulu apa yang hendak kamu tuju.”. Seringkali kejadian dream comes true terjadi dalam kehidupan saya. Saya sering mengalami hal ini: memikirkan sesuatu yang terdengar tidak mungkin mengingat keterbatasan sumber daya saat saya memikirkannya, dan lalu bertahun-tahun kemudian hal tersebut terjadi. Pop! Benar-benar seperti mimpi yang menjadi nyata.
Izinkan saya menampilkan contoh kecil yang terjadi pada saya:
Ini adalah screenshot dari profile page Friendster saya yang saya buat sekitar 2 tahunan yang lalu. Kala itu, saya baru mengenali wordpress dan sangat ingin menghadiri wordcamp (gathering pegguna wordpress yang disupport oleh Automattic, perusahaan pengembang wordpress). Sialnya, hingga detik itu belum pernah ada Wordcamp di Indonesia.
Sekarang lihat screenshot ini:
Ini adalah screenshot email pemberitahuan bahwa saya telah terdaftar sebagai peserta WordCamp 2010. Dua setengah tahun dari saya menuliskan hal tersebut di profile page saya, dan akhir januari ini Insya Allah jika semuanya berjalan lancar saya akan menghadiri Wordcamp 2010 di Jakarta. Pretty strange, isn’t it? ;)
Apa resolusi anda?
Sekarang, apa resolusi anda? Apa yang ingin anda capai di tahun 2010 ini?
Lupakan dulu tentang bagaimana cara mencapainya. Pikirkan dulu menganai apa yang benar-benar anda inginkan untuk anda capai di tahun 2010 ini.
Pastikan dengan jelas apa yang ingin kita tuju, lakukan yang terbaik dari apa yang bisa anda lakukan dan apa yang harus anda lakukan dan apa yang harus anda pelajari jika anda belum bisa melakukannya, lalu –mengutip frase Mario Teguh yang sangat populer itu- perhatikan apa yang terjadi.
Bagaimana jika resolusi anda tidak tercapai?
Well, memangnya anda rugi apa jika resolusi anda tidak tercapai? Pikirkan apa yang akan anda raih jika resolusi tersebut tercapai ;)
Enough said then. Selamat hari senin dan selamat ber-resolusi! ;)
Pasted from <file:///E:\Fikri’s\0.%20fikrirasyid.com%20n%20social%20media%20stuffs\Konten%20fikrirasyid.com\Januari%202010%20-%20Konten%20fikrirasyidcom.docx>

Read More

Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya

Written by Fikri Rasyid on December 6, 2009 filed under Analisa, Islam, Pengembangan Diri and tagged with , ,

time-actual

Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.

Waktu.

Read More

Tentang Batas: Yang Menjadikan Sesuatu Tak Terbatas

Written by Fikri Rasyid on November 7, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , ,

limit-actual

Sering sekali kita menginginkan sesuatu yang tak terbatas: Sumber daya yang tidak terbatas, uang yang banyak dan tak terbatas, waktu pengerjaan project yang tak terbatas, dll. Kita ingin bebas, tanpa batas. Kita ingin tidak ada sesuatupun yang membatasi kita: Kita tidak ingin ada aturan yang membatasi gerak kita ataupun sumber daya yang terbatas jumlahnya.

Pertanyaannya: apakah ketidak terbatasan tersebut memecahkan masalah?

Read More

Tentang Membaca: Hal Yang Membedakan Kapasitas Intelektual Seseorang

Written by Fikri Rasyid on October 28, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

reading-actual

Jika tengah berada di lingkungan akademis, saya sering bertanya-tanya: apa yang membuat si A mampu menjawab pertanyaan dengan mudah sementara si B terdiam tanpa suara? Apa yang membuat si Y memiliki IPK 4 sementara si X nasib satu koma?

Memang ada banyak faktor. Namun jika kita pikirkan baik-baik, sebenarnya jawabannya sederhana saja.

Read More