Posts categorized into Pengembangan Diri :

ilmu dahsyat dari Bapak Sony Sugema

Written by Fikri Rasyid on July 16, 2008 filed under Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with ,

tadi saya menghadiri acara wisuda qcollege yang mana saya juga menjadi lulusan sana, dan beruntung saya, ternyata Bapak Sony Sugema selaku presiden direktur Qcollege ( Quantum E-business College ) yang dikenal dengan lembaga bimbingan belajar SSCnya, ternyata memberikan sambutan yang sangat dahsyat. meskipun penyampaiannya sedikit kurang efisien menurut saya, namun konten dari ucapannya mantap sekali. al yang paling menarik dari ucapan beliau adalah :

( ditulis berdasarkan apa yang saya ingat. terjadi sedikit perbedaan riwayat, namun tujuan makna uncapan serupa )

“beruntung bagi anda yang bekerja di wilayah otak kanan ( kreativitas ). Orang bersedia membayar lebih untuk anda yang bekerja memenuhi kebutuhan otak kanan. Berbeda dengan anda yang bekerja di wilayah otak kiri ( perhitungan, logika ). Orang relatif perhitungan di wilayah ini.

Contoh sederhananya adalah, jika anda memiliki dana dua puluh ribu rupiah. kebanyakan dari anda akan lebih mudah menggunakannya untuk membeli tiket pertunjukan bioskop ( memenuhi kebutuhan otak kanan ) dari pada untuk membeli buku pelajaran ( memenuhi kebutuhan otak kiri ).

Meskipun kemungkinan untuk kedua bidang sam, namun lebih besar kebutuhannya di otak kanan.”

Setelah berdiskusi dengan ibunda saya yang seorang dosen kimia, Saya pikir – pikir ternyata benar juga ya. Pantas bintang film lebih makmur dari guru. :)

Terima kasih untuk sambutannya yang menginspirasi Pak Sony! :D

Lupa. petaka atau anugerah?

Written by Fikri Rasyid on July 15, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with ,

Phew. kejadian beruntun yang menimpa saya akhir – akhir ini :

Lupa.

Kelupaan yang pertama, saya lupa password cpanel server hostingan saya yang lain. omg, padahal server itu lumayan untuk eksperimen.

Kelupaan yang kedua, password account bloglines saya. Haduh, belum bisa baca RSS blog favorit saya lagi nih. Saya always sign in ke bloglines, jadinya tidak teringat akan password accountnya.
Hmm, petaka atau anugerah? saya jadi teringat akan kebiasaan pertamanya 7 habit of highly effective people. Orang yang efektif, pro aktif, bukan reaktif. Orang yang efektif menentukan responsnya sendiri atas kejadian yang dialaminya, bukan disetir oleh kejadian yang dialaminya.

Saya jadi berfikir, secanggih apapun otak manusia, pasti ada batasnya. entah itu 1000 TB, atau 100000000 TB, pasti ada batasnya. terbayang jika jutaan informasi yang masuk setiap harinya, selalu di save oleh otak kita. PC yang selalu di inputkan data hingga Harddisknya penuh, pasti hang. Hmm.. saya rasa demikian pun otak manusia. Meskipun dalam beberapa kasus, ada pengecualian.

Jadi? saya rasa lupa adalah sebuah anugrah. Suatu fitur yang dianugrahkan oleh Allah ke sistem otak kita. Semacam fasilitas auto delete seperti di PC. Menghapus file yang jarang diakses oleh otak kita. menjada agar space kosong memory yang ada diotak kita selalu ideal.

Terbayang jika manusia tidak mampu lupa. Jika manusia mengalami sesuatu yang buruk ( dan saya yakin setiap manusia memiliki kenangan buruk :) ) maka manusia tersebut akan selalu mengenang kenangan buruk tersebut. Dan diikuti kengangan buruk tidak menyenangakan kan?;)

verall, kejadian ini ada hikmahnya juga. Kesempatan untuk menjajal RSS reader kepunyaan mbah google mungkin?;) atau ide menarik tentang software personal data manager dalam flasdisk untuk membantu orang mengelola kumpulan passwordnya?

:)

berfikir sederhana, make it simple

Written by Fikri Rasyid on July 14, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with ,

Kemarin saya mengupload salah satu situs yang saya taruh di server sini. saya buat subdomain, etc etc.

Namun ada sedikti masalah, ternyata beberapa halaman yang menggunakan querystring sebagai parameter tidak bisa berjalan dengan baik. Saya pikir – pikir, apakah settingan .htaccess wordpress untuk permalink di blog ini mempengaruhi settingan situs yang saya letakkan di subdomain situs ini? 3 jam saya berputar – putar mencari jawabannya dengan bantuan search om google, sampai minta tolong ke CS idwebhost. nihil. hingga akhirnya seorang teman yang oke punya online via YM, chit chat, sedikit pusing dengan penjelasan saya, lalu dia mellihat masalahnya.

Teranyata masalahnya case sensitive! file target listKategori.php, sedangkan linknya saya buat listkategori.php .
Woooww.. 3 jam saya dibuat berputar – putar oleh masalah yang saya pikir sangat ‘berat’ , ternyata problem sebenarnya adalah hal – hal sederhana seperti case sensitive.

Pelajaran hari ini : berfikirlah sederhana. make it simple. seringkali yang membesarkan suatu masalah adalah kita sendiri.

:)

Marketing Revolution

Written by Fikri Rasyid on July 12, 2008 filed under Analisa, Bisnis, Pengembangan Diri, Review and tagged with , ,

Wow Yeah!

Saya baru saja dari seminar Marketing Revolution nya Tung Desem Waringin di Bandung. Dan seperti biasa, sosok Tung Desem Waringin memang sosok seorang trainer yang dahsyat, edan dan heboh. Full Energy as usual. Dan memang sudah hukum alam bahwa semangat & antusias pun menular. Seisi ruangan tadi rasanya semangat sekali.

Seminar yang tadi diselenggarakan merupakan rangkaian promosi dari launching buku keduanya, Marketing Revolution. Sebuah buku yang berisi “ilmu jalanan” marketing ala Tung Desem Waringin yang sudah diuji dan bisa langsung di praktekkan. Alih – alih seperti buku marketing lain yang njeimet dan sulit di praktekkan, buku ini isinya jurus – jurus sederhana yang bisa langsung di praktekkan.

Banyak hal menarik dari buku yang saya beli dengan harga pre-sale 165,000 ini. ( Harga pre-sale resmi Rp 190,000. Saya beli di Togamas, toko buku diskon. kena diskon 20%. Harga asli terhitung 15 July Rp 300,000 ) Mulai dari sistem promosi launchingnya yang menggunakan heboh, – hujan uang ( publisitas gila – gilaan di 5 benua oleh 120 mass media yang didapat dengan biaya marketing yang relatif kecil! ) hingga kenyataan bahwa dihari pertama bukunya langsung terjual lebih dari 30,000 eksemplar.

Wow. bayangkan. 30,000 eksemplar. jika beliau mendapatkan royalti 10% saja dari harga jual resmi pre-sale, itu berarti :

30,000 X 10% X Rp. 195,000 = Rp 585,000,000! di hari pertama!

Buku Marketing Revolution

buku heboh yang terjual lebih dari 30,000 eksemplar di hari pertama

Wow. sungguh dahsyat luar biasa. itu baru asumsi royalti 10%. tadi beliau bercerita kalau beliau memecahkan rekor sebagai pengarang dengan royalti tertinggi se-gramedia. kalau royalti beliau, artinya Pak Tung mendapatkan 1 M di hari pertama penjualan bukunya. kalu ternyata 30%? Well, saya yakin anda dapat menerkanya sendiri.

wohohoho. dahsyat. Well then, mari kita pelajari strategi orang dahsyat ini.

Setelah saya baca bukunya, ternyata Pak Tung menerapkan ilmu yang beliau tulis di buku Marketing Revolution. And it really works. Saya sempet heran mengapa bukunya bisa laris sebanyak itu di hari pertama. Terlebih lagi dengan harga Rp 195,000 / eksemplar. Terebih lagi saya juga beli buku itu. :P Woho.. ternyata beliau dengan cerdik menambahkan nilai tambah di buku itu. Beliau menggunakan ilmu hadiah. Buku marketing revoution, saya yakin jika di riis hanya bukunya saja, tanpa hadiah, harganya tidak akan menyentuh Rp 195,000. Paling setengahnya saja. Tapi dengan cerdik beliau menyisipkan 5 CD Audio sebagai bonus + 2 Tiket Seminar Marketing Revolution. Yang ternyata setelah saya dengarkan dan ikuti, merupakan perubahan format dari konten buku Marketing Revolution tersebut. Konten materinya sama dengan yang ada di buku.

Materi Buku Marketing Revolution –> Dibaca oleh Pak Tung + Direkam = Bonus 5 CD Audio

Materi Buku Marketing Revolution –> Dipresentasikan = Seminar Marketing Revolution gratis.

Wow! dengan perubahan format secara cerdik beliau bisa melipat gandakan harga jual produknya dan menambah omset penjualan bukunya. Saya pribadi jika Tidak disertakan 5 CD + 1 tiket seminar sebagai bonus, belum tentu mau beli. korban bahagia nih :P Dahsyat sekali. Harus banyak belajar nih. :D

Overall, buku ini sangat menarik. ilmu – ilmu nya dahsyat tenan. praktis, dan tidak ngejelimet. di tambah dengan bonus yang meskipu sama, tapi mampu memberikan experience yang berbeda pada konsumen. Saya berikan skala 8 dari 10!

The Richest Man Who Ever Lived [ review buku ]

Written by Fikri Rasyid on July 11, 2008 filed under Pengembangan Diri, Review and tagged with ,

Akhir akhir ini, saya sedang membaca beberapa buku menarik. Ini Salah satunya :

ricest book

The Richest Man Who Ever Lived
Menyingkap rahasia orang terkaya yang pernah hidup di muka bumi
Menelaan rahasia kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan Raja Sulaiman di masa kini.

Pertama kali melihat buku ini di sebuah toko buku discount langganan di jalan suci, saya langsung tertarik. “Wow! rahasia dari manusia terkaya yang pernah hidup! Menarik sekali.” setelah saya lihat – lihat, ternyata orang terkaya yang dimaksud adalah Sulaiman Alaihissalam. Seorang sosok yang terkenal di agama – agama samawi. Agama yahudi mengenal beliau dengan nama Solomon, raja kaum israel yang sangat kaya. Agama Islam mengenal beliau dengan Nabi Sulaiman Alaihissalam. Putera nabi Daud, Raja bani israil yang dianugerahi kekuasaan yang sangat mengagumkan, kekayaan bumi yang sangat melimpah dianugerahkan pada kerajaan yang dipimpinnya, hingga kaum jin dan manusia ditundukkan dalam kekuasaan beliau.

Buku ini ditulis oleh Steven K Scott, seorang trainer ternama dan bercerita tentang nasihat – nasihat Nabi Sulaiman dari Kitab Surat Amsal Sulaiman Perjanjian lama. Nasihat – nasihat yang membawa beliau sukses. Jadi ceritanya, pada tahun 1974 Steven K Scott ( penulis buku ini ) sedang mengalami hambatan karier. Dia sudah merasakan kehilangan 6 pekerjaan sejak lulus dari universitas empat tahun yang lalu.Dia sudah mencoba berbisnis dengan istrinya, namun gagal juga. Suatu pagi, rekan beliau, Dr. Garry Smalley memberi penawaran kepada dia untuk ” menjadi lebih cerdas dari semua mantan bosnya.” hal yang perlu dilakukan adalah :

” Ada tigapuluh satu hari dalam sebulan, dan ada tigapuluh satu bab Kitab surat amsal sulaiman. Setiap hari, saat memulai hari bacalah bab – bab dalam kitab tersebut yang relevan dalam tanggal khusus. Baca dua bab di hari terakhir bulan saat jumlah harinya berjumlah tigapuluh. Lakukan itu setiap hari, bulan demi bulan, dan saya jamin ( Dr. Garry Smalley ) bahwa dalam dua tahun anda ( Steven K. Scott ) akan menjadi lebih cerdas dari pada semua bos anda. Lakukan itu selama lima tahun, dan saya berani bertaruh anda akan menjadi seorang jutawan. ”

Steven K. Scott melakukannya dan mengamalkan ilmu yang dia peroleh, dan setelahnya, pendapatannya meningkat dari $18,000 per tahun menjadi lebih dari $ 7,000,000 per tahun. Wow.

Overall, buku ini saya beri rating 8/10. Nice!

The Richest Man Who Ever Lived
Menyingkap rahasia orang terkaya yang pernah hidup di muka bumi
Menelaan rahasia kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan Raja Sulaiman di masa kini.

ISBN : 979-963-309-5
Pengarang : Steven K. Scott
Penerbit : Think
Harga : Lupa :P, kalau tidak salah saya beli dengan harga sekitar IDR 50,000

manusia diciptakan berpasang – pasangan

Written by Fikri Rasyid on July 5, 2008 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , ,

ini hasil analisa dan opini pribadi saja. namun hasil obrolan dengan ibunda saya dan beberapa teori yang sedang hangat berkembang seperti law of attraction dan sebagainya mendukung ini juga kok.
Jadi begini. saya sempat mengamati beberapa kenalan, saudara, dan teman – teman saya yang sudah menikah. Dan ternyata saya menarik satu kesimpulan sederhana :

ternyata, hukum ketertarikan juga bekerja disini. Manusia cenderung akan menarik manusia yang sejenis dengannya untuk berpasangan.

Phew. jika anda menemukan sepasang suami dan istri, perhatikanlah. pasti perasaan yang anda akan rasakan tentang keduanya relatif sama. pasti anda akan menemukan kesamaan karakter. jika suaminya tegas-patah-patah, istrinya pun begitu. Suaminya santun, istrinya pun begitu. suaminya kacau, istrinya pun begitu.

Meskipun tidak semua pasangan memiliki kecenderungan memiliki karakter yang sama, tapi kebanyakan begitu. Jika

Kesimpulannya? well, ini berlaku untuk para single seperti saya. Jika kita ( *bahasanya kita :P ) Saya yakin semua orang pasti menginginkan pasangan ( meskipun waktu untuk itu bagi saya masih lama, apa salahnya direncanakan. ya tak :D ) yang terbaik versi kita. namun sadarlah, kita hanya akan bisa menarik pasangan yang sekarakter dengan kita. Jika anda seorang pemalas menginginkan pasangan berkarakter yang rajin, atau seorang yang tidak taat beragama menginginkan pasangan yang saleh, sadarlah bahwa kemungkinannya sangat kecil terjadi. Jika anda pemalas, kemungkinannya adalah anda akan mendapatkan pasangan yang pemalas juga. Jika anda menginginkan pasangan yang baik, perbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Pasangan yang baik akan datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Hmm. Terdengar seperti arahan untuk berubah menjadi lebih baik lagi! :)

let’s change!

P.S : sebenarnya konteks pasangan disini bisa bermacam – macam. Suami – Istri, partner bisnis, rekan kerja, upline – downline, teman diskusi, rekan sehobi, dll. Namun untuk menyederhanakan, saya kecilkan konteksnya di postingan diatas.

Semoga bermanfaat!

:)

Bangun Pagi = Rahasia Kesuksesan

Written by Fikri Rasyid on June 25, 2008 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , ,

Sekarang Pukul 22.19.

Biasanya, jika sedang mendevelop website atau mengerjakan sesuatu di depan komputer di waktu malam seperti ini, saya baru akan tidur setelah lewat pukul 00:00.

Kebiasaan yang kurang baik.

Teringat saya saat berdiskusi pendek dengan ibu saya. Beliau seorang dosen kimia di perguruan tinggi negeri di bandung, dan juga pembicara nasional untuk perusahaan distribusi makanan kesehatan.

” Orang- orang yang terbiasa begadang, di saat umur 40 keataas akan bermasalah organ hatinya. apalagi yang biasa malam – malam di luar rumah. relatif lebih mudah terkena paru – paru basah karena di malam hari Tumbuhan pun ikut menghirup oksigen seperti manusia dan menghasilkan Uap Air.”

Yah, alasan kesehatan itu sebenarnya sudah cukup untuk memacu saya agar tidur lebih tepat waktu. Pukul 23.00 lah paling lambat. Namun entah mengapa, saat saya sedang asyik berada di depan PC, waktu serasa merenggang tak terasa. * halah.

Sebenarnya saya tidak suka tidur terlalu larut. Saya senang bangun subuh. Tidur larut membuat proses bangun tidur saat adzan subuh berkumandang lebih sulit. Lebih baik bersegera tidur lalu di pagi harinya bersegera bangun. Lanjutkan pekerjaan yang tersisa malam hari di subuh hari.

Saya jadi teringat salah satu training yang saya ikuti. Kala itu trainernya Bapak Muhammad Isman. Beliau ada bercerita mengenai kebangkitan China. Mengapa China berhasil bangkit. Menjelma menjadi macan Asia dengan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. Ternyata, ada salah satu pepatah, atau ajaran, atau mungkin paham ( Saya lupa tepatnya ) dari china yang berkata:

“untuk dapat mencapai kesuksesan, kamu harus memastikan bahwa di setiap tahun yang kamu jalani, kamu berhasil”

“Untuk mencapai tahun – tahun keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap bulannya, kamu mencapai keberhasilan pula.”

“Untuk mencapai bulan – bulan keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap minggunya kamu mencapai keberhasilan.”

“Untuk mencapai minggu – minggu keberhasilan, kamu harus memastikan bahwa setiap harinya kamu mencapai keberhasilan.”

“Untuk mencapai hari – hari keberhsilan, kamu harus memastikan bahwa kamu memulai harimu dengan berhasil.”

“Bagaimana memulai harimu dengan berhasil? Bangun pagi dengan semangat.

Oalah. ternyata rahasia kesuksesan adalah bangun tidur yang benar. dengan semangat.  Pantas shalat subuh berjamaah sangat dianjurkan oleh Rasul. Kalau tidak salah  ( seandainya ada yang tahu tepatnya, tolong di koreksi ) ada hadis yang berisi Sabda Rasul yang berkata bahwa andaikata mereka tahu manfaat Shalat isya dan Subuh Berjamaah,maka mereka akan datang meskipun dengan merangkak.

Well, saya jadi lebih termotivasi untuk bangun subuh.

Dan tidak tidur terlalu larut. :)

Wah? Sekarang pukul 22.47

Belum terlalu larut. Saatnya istirahat. Dan besok pagi bangun pagi dengan semangat.

Selamat Malam semua. :)

3 alasan mengapa manusia melakukan sesuatu ( 1 )

Written by Fikri Rasyid on June 3, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Postingan kali ini saya mulai dengan sebuah pertanyaan :

“apa alasan manusia melakukan sesuatu?”

Well, ini merupakan sebuah pertanyaan menarik berkaitan dengan perilaku manusia yang bermacam – macam. Namun ternyata jawaban dari pertanyaan ini sangat logis dan bisa menjawab alasan dari perilaku manusia yang beragam. Jawaban dari pertanyaan ini saya intisarikan dari beberapa training yang saya ikuti, dan juga beberapa buku yang saya baca. Jadi, teori ini bukan berasal dari saya. Jawaban dari pertanyaan ini berdasarkan dari apa yang saya tangkap dari training – training dan buku – buku. Jika anda setuju, silahkan. Tidak setuju pun tidak apa – apa. Bebas berpendapat asalkan santun toh? ;) Oke, ini jawabannya :

1. Mencari Nikmat
2. Menghindari Sengsara
3. Cinta

jawaban tersebut diurutkan dari alasan terlemah sampai terkuat.

Mungkin beberapa dari anda akan bertanya, mengapa begitu?

Pada dasarnya, semua manusia memegang prinsip ini :

Mencari nikmat, Menjauhi sengsara

Yang membedakan satu manusia dengan manusia yang lain adalah variabel sistem kepercayaan & pemahaman manusia itu sendiri mengenai “nikmat” atau “sengsara“. Semua yang dianggap “nikmat” pasti dilakukan. Sedangkan semua yang dianggap “menyengsarakan” pasti dihindari atau tidak dilakukan. Untuk memudahkan penjelasan dari teori ini, saya mendapat analogi sebuah cerita yang menarik dari mentor saya:

Ada dua buah gedung berlantai seratus. Jarak dari gedung satu ke gedung kedua hanya satu meter. Jarak yang masih bisa  di lompati manusia. Anda berada di atap salah satu gedung tersebut, dan saya berada di atap gedung yang lainnya, dengan uang tunai Rp 100 jt, seutas cambuk dan orangtua anda.

apa alasan yang anda pilih untuk melompat dari gedung tempat anda berada ke tempat saya berada :

1. Jika anda melompat, saya berikan anda Rp 100 jt
2. Jika anda tidak melompat, saya akan cambuk anda 100 kali
3. Jika anda tidak lompat, Orang tua anda akan saya tembak di tempat.

Jika anda berada di kondisi tersebut, kira – kira alasan nomer berapa yang akan memberikan anda kekuatan lebih untuk melakukan sesuatu?

:)

“Ini yang terbaik”

Written by Fikri Rasyid on April 30, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Beberapa hari yang lalu, dalam majlis liqo yang saya ikuti, saya mendapatkan sebuah cerita yang sangat menarik dan sangat menginspirasi sekali dari pembimbing saya. Sampai – sampai setiap bertemu dengan rekan saya atau siapapun, rasanya selalu ingin menceritakan kisah ini. Silahkan disimak , sebuah kisah yang menarik tentang keikhlasan.

:)

*note : cerita yang saya sampaikan tidak sama persis redaksinya,. Redaksi cerita ini saya sedikit ubah untuk penyesuaian gaya penceritaan dalam tulisan .Namun esensinya insya Allah sama.

:)

” Alkisah, di suatu masa, hiduplah seorang Raja yang gemar berburu. Raja ini memiliki seorang sahabat baik yang setia,  ikhlas, dan memiliki sebuah kebiasaan yang menarik dikarenakan sifat ikhlasnya : apapun yang terjadi kepadanya, entah menyenangkan atau tidak menyenangkan, sahabat Raja yang satu ini selalu berkata:

“ini yang Terbaik”.

:)

Suatu hari, Raja dan sahabat nya pergi berburu ditemani oleh pasukan pendamping Raja. Saat selesai berburu, kuda sahabat raja tergelincir. Sahabat Raja pun kehilangan kendali. Dan saat kudanya lepas kendali, picu senapan sahabat Raja tertarik. Dan malangnya, senapan sahabat Raja tadi mengarah tepat ke kelingking Raja. Dan dikarenakan senapan tadi tertarik picunya, senapan tersebut memuntahkan pelurunya tepat ke kelingking Raja, hingga kelingking Raja pun putus. kepanikan pun terjadi. Tangan Raja bercucuran darah dan Rajapun mengerang kesakitan. Sejenak sahabat Raja tertegun melihat kondisi tersebut. Namun beberapa saat kemudian, dikarenakan kebiasaannya untuk bersikap ikhlas, sahabat raja menghela nafas dan tersenyum seraya berkata :

” ini yang terbaik”

Setelah Raja mendengar sahabatnya berkata seperti itu, Raja naik pitam dan berkata:

” APA KAMU BILANG?  KAMU TELAH MEMISAHKAN KELINGKINGKU DARI TANGANKU NAMUN KAMU MASIH BISA BERKATA DENGAN TENANG BAHWA INI YANG TERBAIK?  SAHABAT MACAM APA KAMU???”

saking emosinya Raja, singkat cerita akhirnya dipenjara lah sahabat Raja tersebut. Bahkan Raja memerintah kan sipir penjara agar sahabat raja tersebut di cambuk setiap harinya. Namun tidak peduli oleh rasa sakit yang didapatnya dari setiap cambukan yang ia terima di penjara, sahabat raja ini tetap tersenyum seraya berkata :

“ini yang terbaik”

Selang beberapa minggu, Raja kembali berburu bersama pasukan pendampingnya. Kali ini  tanpa sahabat baiknya karena sahabat baiknya beliau penjarakan. Namun, entah disebabkan oleh apa, pada saat itu Raja dan pasukan pendampingnya tersesat di hutan dan sampai di hutan sebelah yang dihuni oleh suku kanibal.

Singkat cerita, Raja dan pasukannya tertangkap oleh suku kanibal penghuni hutan tersebut. Raja dan pasukannya masing masing diikat ke sebatang kayu di perkampungan suku kanibal tersebut. Setiap harinya seorang dari mereka di sembelih dan di santap oleh suku kanibal tersebut di depan raja dan pasukannya. satu demi satu. hingga pada akhirnya, orang terakhir yang tersisa adalah raja. Saat akan di lepas dari ikatannya untuk di sembelih, sesaat terlintas dalam pikiran Raja :

“aduh, masa seorang Raja meninggal dengan cara seperti ini? ”

Namun menyadari bahwa tiada lagi yang bisa dilakukan selain berserah diri pada yang di Atas, Hati Raja pun menjadi ikhlas dan tenang. Setelah ikatan raja dilepas, badan Raja pun diperiksa. Ternyata, suku kanibal ini memiliki adat istiadat tersendiri. Adat mereka melarang mereka menyantap manusia yang cacat. itulah sebabnya mereka memeriksa tubuh Raja. Saat tubuh Raja diperiksa, mereka menemukan bahwa kelingking Raja sudah tidak ada. Setelah menemukan hal tersebut, Kepala suku kanibal berkata :

” Wah, sayang sekali. Kami tidak bisa menyantap anda karena tubuh anda cacat. Padahal kami sudah sangat ingin menyantap kamu. Namun karena kamu cacat, kami tidak bisa menyantap kamu. Sekarang, lekas kamu pergi dari sini! ”

Mendengar hal tersebut, hati Raja seketika mengucap syukur kepada yang Maha Kuasa. Tanpa pikir panjang lagi, Raja lekas mempercepat langkahnya menuju kerajaannya. Di perjalanan, berkali kali Raja mengucap Syukur dan berujar dalam Hati : “Wah, benar juga ucapan sahabat ku. memang ini yang terbaik

Sesampainya di istana, Raja langsung membebaskan dari penjara dan memohon maaf kepada sahabatnya :

“Maaf kan aku karena telah memenjarakanmu sahabat ku, untung kamu tak sengaja menembak kelingking ku hingga putus. Jika kelingkingku tidak putus, mungkin aku sudah mati disantap suku kanibal”

Raja pun menceritakan kisah yang dialaminya dan pasukannnya. Setelah Raja menuturkan kisahnya, sahabat raja  menghela nafas dan tersenyum seraya berkata :

” Tidak apa apa Raja. Untung Raja memenjarakan saya. ini yang terbaik

“Loh, bagaimana maksudmu? saya telah salah memenjarakanmu, bahkan memerintahkan sipir untuk mencambukmu setiap hari. padahal perbuatanmu telah menyelamatkan hidupku.”

Sahabat Raja kembali tersenyum.

“Raja, untung saja Raja memenjarakan saya. Coba Raja pikir, jika Raja tidak memenjarakan saya, mungkin saya ikut beserta dengan rombongan Pasukan pendamping Raja pergi berburu. Dan jika saya ikut dengan Raja, maka sudah barang tentu saya tertangkap dan disembelih oleh suku kanibal tersebut karena tubuh saya tidak cacat. Betul?”

Sang Raja terdiam.

Sahabat Raja kembali meneruskan ucapannya :

“Tuan Raja, Allah Maha Tahu. Dia Maha Mengetahui apa apa yang terbaik untuk hambanya. Segala kejadian yang Dia berikan untuk kita sudah barang tentu Dia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuk kita. Maka dari itu lah saya selalu berkata apapun yang terjadi, hal ini lah yang terbaik.”

Raja pun kembali terdiam.

Seketika setelah saya dapat cerita ini, saya menyadari satu hal penting. Allah Maha Tahu. Dan Dia Tahu kapasitas kita sebagai hamba – Nya, sehingga setiap kejadian yang Dia berikan sudah barang tentu merupakan yang terbaik. Tinggal kita menyikapi setiap hal yang terjadi saja.

Dan satu hal yang menarik disini. Ternyata, selang dua hari dari saya mendapatkan cerita ini, saya diuji pemahamannya akan konsep ini. Dua hari setelah saya mendapat pelajaran dari kisah ini, saya mendapati bahwa handphone saya terjatuh dan hilang saat acara Anniversary PT. K-Link Nusantara di gedung JITEC manggaduasquare yang saya hadiri. . Waw. Bersyukur saya sudah memahami satu bagian tentang ikhlas dari cerita yang saya sampaikan di sini. Sehingga saat saya kehilangan tersebut, saya hanya tersenyum dan berkata :

“ini yang terbaik”

Waw.

Subhanallah. Maha Suci Allah.

Semoga bermanfaat.

Salam Hangat,
Fikri

Menjadi Kaya. Haruskah?

Written by Fikri Rasyid on April 23, 2008 filed under Analisa, Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with ,

Siapa yang ingin menjadi kaya?

Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sangat – sangat menarik sekali. Saya teringat akan salah satu materi yang saya dapatkan saat mengikuti training Mr. Tung Desem Waringin di JITEC kemarin. Berdasarkan materi yang saya dapatkan saat itu ternyata semua orang pasti ingin menjadi kaya, kecuali tiga jenis orang :

1. Orang Suci.

orang yang sudah lepas dari kenikmatan duniawi. Orang yang sudah tercukupkan dengan pemuasan spiritualnya saja.

2. Orang yang Gila.

orang yang sudah tidak memikirkan apa – apa.

3. Orang yang salah program.

Orang yang memiliki keyakinan yang salah tentang uang.

Sebenarnya menurut saya tidak ada yang salah dengan orang yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi kaya. Namun menurut saya, kita perlu bertindak lebih objektif : Uang memang bukan segalanya, Namun kita hidup dalam dunia yang segalanya membutuhkan uang.

Makan butuh uang.
Membiayai pendidikan butuh uang.
Menikah pun butuh uang.
Sehat butuh uang.
Membangun tempat ibadah pun butuh uang.
Beribadah – Naik Haji pun butuh uang.
Hampir segala hal yang penting di dunia modern ini di pengaruhi oleh uang. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan pendapat saya ini. contoh lah : ” Loh, kata siapa segalanya membutuhkan uang? Cinta kan tidak membutuhkan uang?”

Anda betul. Bersyukurlah kita bahwa Cinta, Perasan mencintai, atau Perasaan dicintai tidak membutuhkan uang. Tapi aplikasi dari cinta, perasaan mencintai, atau perasaan dicintai-nya sendiri membutuhkan uang. Katakanlah anda adalah seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita. Anda sangat mencintainya sehingga Anda hendak meminang wanita tersebut untuk menjadi istri anda. Pertanyaannya, apakah untuk meminang wanita tersebut, – dikarenakan perasan mencintai anda – tidak membutuhkan uang? Butuh. Pernikahan membutuhkan biaya. Minimal untuk Mahar dan Walimah.

Anda butuh uang untuk mengaplikasikan perasaan cinta anda tersebut.

Hampir segala hal yang penting di dunia modern ini di pengaruhi oleh uang.

Memang tidak semua hal di dunia ini membutuhkan uang. bersyukurlah kita bahwa kita tidak dikenakan biaya setiap tarikan dan hembusan nafas kita. Tapi apakah hidup kita cukup dengan bernafas? Tidak.

Tanyakan hal ini kepada mayoritas penduduk indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan. Apakah hidup mereka cukup dengan bernafas saja?

saya yakin jawaban mereka tidak.

Itulah mengapa saat saya mampir di salah satu blog, dan membaca salah satu postingan di blog tersebut yang berpandangan bahwa “Bahkan burung pun diberi makan oleh Tuhan, Kenapa harus mencari-cari yang lebih (Kekayaan)?”

Maaf. Saya tidak setuju dengan pendapat anda. Tidak apa kan berbeda pendapat ? ;)

Menurut saya, jauh lebih baik jika sebagai manusia kita memiliki kelebihan. Oke, dalam konteks ini, kekayaan.

Kembali saya teringat oleh cerita yang disampaikan oleh Mr. Tung Desem Waringin dalam salah satu sesi seminarnya yang saya ikuti. beliau mendapatkan cerita ini langsung dari Robert T. Kiyosaki. Pengarang Buku Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant, Bussiness School, dan buku – buku lainnya yang banyak mengajarkan tentang konsep kekayaan. Suatu waktu, setelah buku karangan R. T. Kiyosaki ( Saya lupa yang mana) meledak di pasaran, Robert T. Kiyosaki diundang untuk hadir ke salah satu acara populer di dunia, The Oprah Winfrey Show. Di sela-sela acara, saat commercial break, salah seorang penonton bertanya kepada Robert T. Kiyosaki :

( Terjemahan Bebas )

“Robert, untuk apa sih anda menulis dan mengajarkan tentang bagaimana caranya menjadi kaya? Saya sendiri sudah merasa cukup dengan apa yang saya dapat dan merasa tidak perlu untuk menjadi kaya.”

Sebelum Robert T. Kiyosaki menjawab, Oprah menjawab duluan :

( Terjemahan Bebas )

Tutup Mulutmu! Kamu tidak tahu rasanya kalau kamu miskin dan orang tua mu sakit kamu tidak bisa membayar biaya berobat? Kalau kamu miskin kamu tidak bisa menyekolahkan anakmu? Kamu tidak pernah merasakan rasanya menjadi miskin?”

Cerita tepatnya saya tidak hafal, namun kurang lebih maksudnya seperti ini. dan saya tidak terlalu mempedulikan percakapannya, namun maksud dari percakapan itu sendiri :

Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat orang tua anda sakit keras dan anda tidak memiliki dana untuk pengobatan orang tua anda.
Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat anak anda masuk tahun ajaran baru.
Kalau anda miskin, anda akan kesulitan saat harga barang pokok naik.
Kalau anda miskin, perasaan anda akan tercabik – cabik saat anak anda menangis kepada anda karena temannya memiliki sesuatu yang anak anda tidak miliki, dan hal tersebut disebabkan karena anda miskin dan tidak mampu memberikan sesuatu yang anak anda inginkan.

Dan masih banyak kesulitan lain jika anda miskin. Bukannya saya mendewa – dewa kan uang dan menganggap uang dan kekayaan adalah segalanya. tapi cobalah jujur dan jangan munafik. Di dunia yang kita tinggali, orang yang kaya ( dengan cara yang benar tentunya ) memiliki lebih banyak kemudahan dibandingkan dengan orang yang miskin. Dan mendapatkan perlakuan lebih baik dari pada orang miskin.

Betul?

Lalu apa kesimpulannya? Kesimpulannya adalah kembali ke judul dari pertanyaan tadi. “menjadi kaya. Haruskah?” Tidak harus. bukan harus. tapi WAJIB. Tentunya dengan cara yang benar. Dan dengan tetap mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sekarang. Alhamdulillah.

Demikian, semoga bermanfaat dan semoga bermakna untuk anda.

Salam Hangat,
Fikri

P.S. :

Bagaimana menurut Anda? ;)