Posts categorized into Pengembangan Diri :

Cannibalizing Yourself

Written by Fikri Rasyid on April 17, 2012 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , ,

If you don’t cannibalize yourself, someone else will

Steve Jobs.

Apple tetap merilis iPhone meskipun iPhone akan ‘memakan’ pasar iPod. Demikian pun dengan iPad yang ‘memakan’ penjualan MacBook ataupun iMac. Faktanya: Saat ini Apple merupakan perusahaan paling valuable di dunia. Pendapatan dari beberapa produk berkurang namun pendapatan perusahaan secara keseluruhan bertambah.

Perubahan kerap ‘memakan’ ‘jatah’ dari hal yang telah ada. Hal ini menakutkan sekali untuk banyak orang. Tapi konsekuensi dari tidak melakukan hal ini? Jauh lebih fatal. Lihat raksasa yang dengan kokohnya mempertahankan status quo dan enggan merambah hal baru hingga mereka tersadar bahwa mereka terlambat satu juta langkah karena underdog telah dengan sukses melangkahi mereka:

Read More

Alasan

Written by Fikri Rasyid on March 18, 2012 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

Setiap kali saya ingin mengeluh tidak bisa melakukan sesuatu, atau mendengar orang lain yang mengeluh tidak bisa melakukan sesuatu padahal dicoba saja belum atau mencoba semua yang sanggup (sampai habis-habisan) dia lakukan saja belum, saya selalu teringat kata-kata ini:

Alasan selalu dibuat masuk akal.

Ir. Djoko Komara

Sudah bertahun-tahun sejak kalimat ini masuk ke kehidupan saja, dan kalimat ini masih relevan bagi saya sampai hari ini. Pilih beralasan atau terus berusaha mencari solusi? Kamu hanya bisa pilih salah satu.

***

P.S.: Terpikir untuk menulis post ini setelah nge-tweet ini tadi pagi:

"Alasan selalu dibuat masuk akal."- Djoko Komara#nuffsaid
@fikrirasyid
Fikri Rasyid

Saya Bukan Orang Tua Saya

Written by Fikri Rasyid on January 23, 2012 filed under Pengembangan Diri and tagged with ,

Orang tua perlu tahu kalau ada anak yang tidak ingin hidup di bawah bayang-bayang orang tuanya.
@fikrirasyid
Fikri Rasyid
Mereka ingin dikenal karena dirinya sendiri & prestasinya, bukan karena "Ooooh, anak Pak / Ibu [insert_parent_name_here] yaaaaa?"
@fikrirasyid
Fikri Rasyid

 

Pretty much all i want to say this morning.

Note: Bukan berarti saya gimanaa begitu sama orang tua yah. I just wanna be my own self.

Write As You Speak

Written by Fikri Rasyid on January 21, 2012 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

 

Ada dua hal yang muncul di kepala saya saat menyengajakan diri ‘jalan-jalan’ ke beberapa blog lokal bergenre personal blog:

  1. Tulis seperti kamu berbicara.
  2. Hapus yang tidak benar-benar diperlukan, jangan bertele-tele, langsung saja ke inti permasalahannya, buat seefisien mungkin.

Simplicity is the ultimate sophistication

-Leonardo da Vinci

Visionary & Skilled

Written by Fikri Rasyid on November 11, 2011 filed under Pemikiran, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

baloon the options

Manusia bisa dibagi kedalam empat tipe:

1. Visionary and Skilled Guy

Kamu yang memiliki visi, mampu ‘melihat masa depan‘ dan memiliki keahlian spesifik untuk mencapainya. Jika kamu termasuk ke dalam jenis ini, mulailah mengejar apa yang kamu lihat. Di satu titik kamu akan menyadari bahwa segalanya tidak bisa dicapai sendirian lalu mulai membangun tim yang solid untuk mencapai apa yang dijadikan tujuan.

2. Visionary Guy

Kamu memiliki visi dan mampu ‘melihat apa yang menjadi tujuan kamu‘ namun tidak memiliki keahlian spesifik untuk mencapainya. Jadilah orang yang pantas untuk diikuti, mulailah mencari manusia tipe 3 yang berbakat dan bentuklah tim yang hebat.

3. Skilled Guy

Kamu yang memiliki keahlian spesifik, namun tidak tahu pasti kemana harus melangkah. Segeralah cari manusia tipe 1 atau 2 yang pantas untuk diikuti. Mengabdi kepada pemimpin yang pantas.

4. Non-Visionary & Skilled Guy

Segera berlatih untuk memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan orang lain untuk memecahkan masalah mereka. Belum terbayang apa-apa? Segera cari. Jangan main melulu.

****

Tidak ada yang saklek dengan pembagian ini. Seseorang bisa saja berubah dari tipe empat ke tipe satu, lalu berubah menjadi tipe tiga. Semuanya sama-sama mulia, tidak ada yang lebih hina. Yang menentukan impact hasil pekerjaannya saja.

Sejauh ini, saya baru teruji sebagai tipe tiga. Kalau kamu?

Teamwork

Written by Fikri Rasyid on September 23, 2011 filed under Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Starfishes

Pencapaian yang luar biasa tidak bisa dicapai seorang diri. Konsekuensinya, jika ingin mencapai hal-hal yang luar biasa, hanya ada dua pilihan yang tersisa:

  1. Menjadi pemimpin. Membangun tim berisi orang-orang penuh potensi yang akan berjuang bersama mencapai tujuan yang dituju.
  2. Karena tidak semua orang berbakat memimpin orang lain, opsi lainnya adalah bergabung dengan tim yang memiliki pemimpin, tujuan dan rekan-rekan yang pantas untuk diikuti.

Bagi saya, pilihan pertama dan pilihan kedua sama mulianya, selama yang dilakukan sama-sama memiliki efek baik kepada orang lain – hanya berbeda di kapasitas saja. Saya sedang berkaca, pilihan mana yang harus saya ambil?

Kamu mengambil pilihan yang mana?

Beban Yang Terlalu Ringan

Written by Fikri Rasyid on September 15, 2011 filed under Pengembangan Diri and tagged with , ,

Mana yang kemungkinan terlambatnya lebih besar: Masuk kuliah pukul 7 atau masuk kuliah pukul 8.40?

Bagi saya, jawabannya lebih besar kemungkinan terlambat untuk masuk kuliah pukul 8.40. Target / to-do item yang membuat saya berpikir ‘ah-santai-saja’ dan memungkinkan saya untuk berleha-leha lebih besar kemungkinannya untuk tidak tercapai tepat waktu.

Kalau kamu?

Mengkhawatirkan Diri Sendiri

Written by Fikri Rasyid on August 24, 2011 filed under Pengembangan Diri, Personal and tagged with , ,

Run Run Run

Saya pernah baca entah dimana, ada dua momen penting dalam hidup manusia:

  1. Ketika ia dilahirkan
  2. Ketika ia menemukan alasan kenapa ia dilahirkan

Saya pikir, seharusnya ada yang ketiga:

Ketika ia berhenti mengkhawatirkan dirinya sendiri dan berfokus untuk kebaikan orang lain.

Rasanya seperti terbebas dari beban yang tidak bisa kamu lihat.