Posts categorized into Pendidikan :

Lesson #1. Tenses: Kepekaan Waktu dalam Berbahasa Inggris

Written by Fikri Rasyid on April 26, 2012 filed under Pendidikan and tagged with , , , ,

Time Continuum

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sehubungan dengan assignment #1. Spesifiknya, di poin ini:

You should include your experience toward the thing you love

Ada banyak perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Salah satunya yang paling terasa adalah kepekaan waktu. Coba perhatikan ini:

Read More

Kursus Bahasa Inggris Online di Lore.com

Written by Fikri Rasyid on filed under Pendidikan and tagged with , ,

Peer Teaching - English Learning

Peer Teaching - English Learning

Untuk kamu yang ingin belajar Bahasa Inggris secara online, saya dibantu oleh banyak teman-teman dari Jurusan Bahasa Inggris UPI membuka kelas online yang saat ini diberi nama English for Bloggers di lore.com. It’s free. Yang bisa kamu harapkan dari kelas online ini:

  1. Sharing materi dari teman-teman Mahasiswa tingkat akhir Pendidikan dan Sastra Bahasa Inggris yang mempelajari Bahasa Inggris dari segi tata bahasa, sastra, dan metodologi pembelajaran. It’s time for us to share what we have learned these four awesome years.
  2. Tugas yang dapat kamu kerjakan yang nantinya dapat diberikan masukan oleh saya dan teman-teman co-instructors. Saya bisa bilang begini: tidak mudah mencari kesempatan untuk diberi saran dan masukan mengenai kebahasaan dengan baik. Ini adalah kesempatan kamu

Read More

Prinsip Belajar Bahasa

Written by Fikri Rasyid on April 22, 2012 filed under Pendidikan and tagged with , , ,

Prof Didi Suherdi di Loka Karya PLP Jum'at Lalu

Berikut ini adalah prinsip dasar belajar bahasa menurut Prof. Dr. Didi Suherdi, M. Ed. (salah satu dosen favorit saya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris karena kemampuannya membuat konsep yang ngejelimet menjadi lebih mudah untuk dipahami) yang disampaikan dalam Loka Karya PLP jum’at kemarin: IMAN. *jeng jeng*.

Lengkapnya, IMAN adalah:

Read More

Balada Geek Salah Jurusan

Written by Fikri Rasyid on March 27, 2012 filed under Pendidikan, Personal and tagged with , , ,

Semuanya berawal dari sore tadi dimana saya istirahat sejenak sambil membaca tulisan mengenai lulusan fakultas hukum yang kesulitan mendapat pekerjaan di bidang hukum yang akhirnya banting stir menjadi ruby hacker yang ternyata memiliki banyak peluang pekerjaan melalui zite app. Selesai membaca, saya mentweet link tadi:

"My story: from lawyer to ruby hacker http://t.co/FdSlA003 via @" cc: mahasiswa hukum sedunia
@fikrirasyid
Fikri Rasyid

Read More

Backup File Tugas Menggunakan Dropbox

Written by Fikri Rasyid on December 13, 2011 filed under Pendidikan, Software and tagged with , ,

Tadi sore tidak sengaja membaca twit-nya teman:

Jadi gini ceritanya: gue lagi ngerjain paper, udah setengah beres, LAPTOPNYA TIBA-TIBA MATI DAN GAK BISA DINYALAIN AJAAA!
@aditryan
Ryan Aditya Achadiat

Pernah mengalami hal serupa? Saya sih jadi ingat dulu kakak saya pernah kehilangan progress skripsi-nya yang sudah setengah jalan karena hardisk-nya mendadak tidak bisa terbaca. Belajar dari kejadian tersebut, saya selalu menekankan pentingnya backup. Salah satu cara saya mengakali backup ini adalah dengan mengoptimalkan penggunaan dropbox:

  1. Buat akun Dropbox.
  2. Jika sudah buat akun Dropbox, download app-nya. Tersedia untuk OS X, Windows, Linux, Android, iOS, you name it. Install di desktop kamu.
  3. Dari tadi dibahas-bahas terus, Dropbox itu apa sih? Dropbox adalah layanan auto-syncronized backup file. Jadi setelah kamu install Dropbox di PC dan log in menggunakan akun kamu, akan muncul folder khusus bernama “dropbox”. Setiap file yang kamu masukan di folder itu akan secara otomatis diupload (atau dengan kata lain, dibuat backupnya) ke server-nya Dropbox.
  4. Setiap akan mengerjakan tugas, create new file lalu save di folder Dropbox tadi.
  5. Setiap ada progress, save. Ada progress, save. Ada progress, save. Demikian seterusnya. Best scenario-nya adalah kamu melakukan hal ini dalam kondisi terhubung ke internet. Jadi setiap kamu save, secara otomatis file terbaru itu akan terupload ke servernya Dropbox. Kamu selalu memiliki salinan versi terbaru dari file yang sedang kamu kerjakan.
  6. Jika software kamu tiba-tiba crash atau bahkan tiba-tiba laptop / PC kamu mati seperti kejadiannya @aditryan tadi, kamu bisa akses dropbox.com menggunakan PC lain, dan men-download file yang secara otomatis tersinkronisasi tadi dari server Dropbox

Kurang lebih seperti itu. Terkadang skenario diatas tidak berjalan sempurna namun yang penting kamu sudah melakukan usaha untuk menjaga agar berkas tugas kamu selalu ‘ada’.

Semoga bermanfaat.

P.S.

saya pernah menulis mengenai optimasi internet untuk pengajar & pelajar sebelumnya. Coba dibaca, siapa tahu berguna juga.

Preaching

Written by Fikri Rasyid on November 12, 2011 filed under Culture, Pendidikan, Thought and tagged with , , ,

When I Was A Young Boy - Preaching

Dulu sekali, zaman masih di pesantren LOL

Saya tidak suka khotbah. Preaching. Ketika saya menghadiri suatu kelas atau acara yang metode-nya khutbah, kecuali si pemateri mampu menyampaikan isi khutbahnya dengan cara yang sangat menggugah, saya akan kesulitan mengarahkan diri saya untuk memperhatikan. Lebih parah lagi ketika khotbah atau preaching ini dilakukan untuk tujuan mengingatkan atau melarang-larang. Meh.

Beda halnya jika saya dicontohkan. Diperlihatkan. Diceritakan. Diberitahu dengan tindakan bahwa begini loh, yang membuat kamu bahagia itu. Begini loh, berdasarkan pengalaman yang sudah saya alami, caranya yang lebih efisien. Diajak berbicara. Berdiskusi. Tidak dipandang sebagai objek yang kerjaannya yang penting nurut saja, manut. Dipandang sebagai manusia seutuhnya. Dipahami. Diajak berbicara. Diberi kesempatan.

Jangan berharap dengan mengkhutbahi seseorang, seseorang tersebut akan langsung mengerti. Tidak ada sesuatu yang instan langsung jadi. Mie instan saja perlu diseduh beberapa menit untuk bisa disantap.

Yang Dipelajari di Sekolah

Written by Fikri Rasyid on October 30, 2011 filed under Pendidikan and tagged with , ,

di ruang kelas

Entah berapa jam waktu pendidikan formal yang kita habiskan untuk mempelajari hal-hal ini:

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • PPKN
  • Bahasa Inggris
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi
  • Ekonomi
  • Sejarah
  • dan lain-lain

Sementara itu, masih misteri bagi saya mengapa pendidikan formal tidak didesain untuk mendidik pelajar untuk menguasai hal-hal yang mendasar seperti ini:

  • Bagaimana caranya agar mandiri secara finansial sesegera mungkin
  • Bagaimana caranya untuk mencapai cita-cita
  • Bagaimana caranya untuk menguasai suatu bidang keahlian
  • Memecahkan masalah
  • Berdagang
  • Negosiasi dan presentasi dan meyakinkan orang lain
  • Leadership: Memimpin tim / bisnis
  • Menciptakan produk yang menyelesaikan masalah
  • Manajemen diri dan manajemen emosi
  • Menciptakan inovasi
  • Manajemen keuangan pribadi
  • Survival skills
  • dan lain-lain

Kenapa ya?

Pabrik Manusia

Written by Fikri Rasyid on filed under Pendidikan and tagged with , ,

Sir Ken Robinson on Changing Education Paradigm

Saya setuju bahwa pendidikan itu penting. Namun entah mengapa, alih-alih memanusiakan manusia (seperti yang saya pelajari di mata kuliah Landasan Pendidikan), saya lebih merasa sistem pendidikan yang ada sekarang lebih persis seperti ‘pabrik pengolah tenaga kerja‘: kamu masuk ke dalam pabrik sebagai ‘manusia belum terdidik‘ dengan harapan keluar (lulus) dari pabrik sebagai ‘manusia terdidik bergelar sarjana yang bisa memasuki suatu entitas ekonomi sebagai sumber daya dari entitas ekonomi tersebut dengan timbal balik gaji dan insentif yang memadai‘.

Masuk bahan mentah, keluar barang siap pakai. Masuk manusia mentah, keluar manusia siap pakai.

Terlebih lagi, video RSA (dinarasikan oleh Sir Ken Robinson) yang bercerita bahwa sistem pendidikan saat ini didesain untuk memenuhi permintaan tenaga kerja di revolusi industri makin memperkuat perasaan aneh saya terhadap pendidikan:

Menurut kamu?

Melarang-larang

Written by Fikri Rasyid on September 25, 2011 filed under Pendidikan and tagged with , , , ,

Run Run Run

Saya belum menjadi orang tua. Tapi sebagai seorang anak, saya bisa mengatakan hal ini: Ketika orang tua mulai melarang-larang, anak akan berhenti bercerita tentang hari-harinya, dan memulai melakukan sesuatu dengan caranya sendiri tanpa merasa keinginan untuk bercerita.

Untuk apa bilang-bilang kalau ujung-ujungnya dilarang-dilarang juga?

This is an important note for future me, when someday i become a parent. Listen to em. Trust em. Let them be responsible with their own life. It’s their life, not yours.