Posts categorized into Pendidikan :

Backup File Tugas Menggunakan Dropbox

Written by Fikri Rasyid on December 13, 2011 filed under Pendidikan, Software and tagged with , ,

Tadi sore tidak sengaja membaca twit-nya teman:

Jadi gini ceritanya: gue lagi ngerjain paper, udah setengah beres, LAPTOPNYA TIBA-TIBA MATI DAN GAK BISA DINYALAIN AJAAA!
@aditryan
Ryan Aditya Achadiat

Pernah mengalami hal serupa? Saya sih jadi ingat dulu kakak saya pernah kehilangan progress skripsi-nya yang sudah setengah jalan karena hardisk-nya mendadak tidak bisa terbaca. Belajar dari kejadian tersebut, saya selalu menekankan pentingnya backup. Salah satu cara saya mengakali backup ini adalah dengan mengoptimalkan penggunaan dropbox:

  1. Buat akun Dropbox.
  2. Jika sudah buat akun Dropbox, download app-nya. Tersedia untuk OS X, Windows, Linux, Android, iOS, you name it. Install di desktop kamu.
  3. Dari tadi dibahas-bahas terus, Dropbox itu apa sih? Dropbox adalah layanan auto-syncronized backup file. Jadi setelah kamu install Dropbox di PC dan log in menggunakan akun kamu, akan muncul folder khusus bernama “dropbox”. Setiap file yang kamu masukan di folder itu akan secara otomatis diupload (atau dengan kata lain, dibuat backupnya) ke server-nya Dropbox.
  4. Setiap akan mengerjakan tugas, create new file lalu save di folder Dropbox tadi.
  5. Setiap ada progress, save. Ada progress, save. Ada progress, save. Demikian seterusnya. Best scenario-nya adalah kamu melakukan hal ini dalam kondisi terhubung ke internet. Jadi setiap kamu save, secara otomatis file terbaru itu akan terupload ke servernya Dropbox. Kamu selalu memiliki salinan versi terbaru dari file yang sedang kamu kerjakan.
  6. Jika software kamu tiba-tiba crash atau bahkan tiba-tiba laptop / PC kamu mati seperti kejadiannya @aditryan tadi, kamu bisa akses dropbox.com menggunakan PC lain, dan men-download file yang secara otomatis tersinkronisasi tadi dari server Dropbox

Kurang lebih seperti itu. Terkadang skenario diatas tidak berjalan sempurna namun yang penting kamu sudah melakukan usaha untuk menjaga agar berkas tugas kamu selalu ‘ada’.

Semoga bermanfaat.

P.S.

saya pernah menulis mengenai optimasi internet untuk pengajar & pelajar sebelumnya. Coba dibaca, siapa tahu berguna juga.

Preaching

Written by Fikri Rasyid on November 12, 2011 filed under Culture, Pendidikan, Thought and tagged with , , ,

When I Was A Young Boy - Preaching

Dulu sekali, zaman masih di pesantren LOL

Saya tidak suka khotbah. Preaching. Ketika saya menghadiri suatu kelas atau acara yang metode-nya khutbah, kecuali si pemateri mampu menyampaikan isi khutbahnya dengan cara yang sangat menggugah, saya akan kesulitan mengarahkan diri saya untuk memperhatikan. Lebih parah lagi ketika khotbah atau preaching ini dilakukan untuk tujuan mengingatkan atau melarang-larang. Meh.

Beda halnya jika saya dicontohkan. Diperlihatkan. Diceritakan. Diberitahu dengan tindakan bahwa begini loh, yang membuat kamu bahagia itu. Begini loh, berdasarkan pengalaman yang sudah saya alami, caranya yang lebih efisien. Diajak berbicara. Berdiskusi. Tidak dipandang sebagai objek yang kerjaannya yang penting nurut saja, manut. Dipandang sebagai manusia seutuhnya. Dipahami. Diajak berbicara. Diberi kesempatan.

Jangan berharap dengan mengkhutbahi seseorang, seseorang tersebut akan langsung mengerti. Tidak ada sesuatu yang instan langsung jadi. Mie instan saja perlu diseduh beberapa menit untuk bisa disantap.

Yang Dipelajari di Sekolah

Written by Fikri Rasyid on October 30, 2011 filed under Pendidikan and tagged with , ,

di ruang kelas

Entah berapa jam waktu pendidikan formal yang kita habiskan untuk mempelajari hal-hal ini:

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • PPKN
  • Bahasa Inggris
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi
  • Ekonomi
  • Sejarah
  • dan lain-lain

Sementara itu, masih misteri bagi saya mengapa pendidikan formal tidak didesain untuk mendidik pelajar untuk menguasai hal-hal yang mendasar seperti ini:

  • Bagaimana caranya agar mandiri secara finansial sesegera mungkin
  • Bagaimana caranya untuk mencapai cita-cita
  • Bagaimana caranya untuk menguasai suatu bidang keahlian
  • Memecahkan masalah
  • Berdagang
  • Negosiasi dan presentasi dan meyakinkan orang lain
  • Leadership: Memimpin tim / bisnis
  • Menciptakan produk yang menyelesaikan masalah
  • Manajemen diri dan manajemen emosi
  • Menciptakan inovasi
  • Manajemen keuangan pribadi
  • Survival skills
  • dan lain-lain

Kenapa ya?

Pabrik Manusia

Written by Fikri Rasyid on filed under Pendidikan and tagged with , ,

Sir Ken Robinson on Changing Education Paradigm

Saya setuju bahwa pendidikan itu penting. Namun entah mengapa, alih-alih memanusiakan manusia (seperti yang saya pelajari di mata kuliah Landasan Pendidikan), saya lebih merasa sistem pendidikan yang ada sekarang lebih persis seperti ‘pabrik pengolah tenaga kerja‘: kamu masuk ke dalam pabrik sebagai ‘manusia belum terdidik‘ dengan harapan keluar (lulus) dari pabrik sebagai ‘manusia terdidik bergelar sarjana yang bisa memasuki suatu entitas ekonomi sebagai sumber daya dari entitas ekonomi tersebut dengan timbal balik gaji dan insentif yang memadai‘.

Masuk bahan mentah, keluar barang siap pakai. Masuk manusia mentah, keluar manusia siap pakai.

Terlebih lagi, video RSA (dinarasikan oleh Sir Ken Robinson) yang bercerita bahwa sistem pendidikan saat ini didesain untuk memenuhi permintaan tenaga kerja di revolusi industri makin memperkuat perasaan aneh saya terhadap pendidikan:

Menurut kamu?

Melarang-larang

Written by Fikri Rasyid on September 25, 2011 filed under Pendidikan and tagged with , , , ,

Run Run Run

Saya belum menjadi orang tua. Tapi sebagai seorang anak, saya bisa mengatakan hal ini: Ketika orang tua mulai melarang-larang, anak akan berhenti bercerita tentang hari-harinya, dan memulai melakukan sesuatu dengan caranya sendiri tanpa merasa keinginan untuk bercerita.

Untuk apa bilang-bilang kalau ujung-ujungnya dilarang-dilarang juga?

This is an important note for future me, when someday i become a parent. Listen to em. Trust em. Let them be responsible with their own life. It’s their life, not yours.

Dulu, Sekarang dan Mungkin Seterusnya

Written by Fikri Rasyid on July 13, 2011 filed under Pendidikan, Pengembangan Diri, Uncategorized and tagged with , ,

Sebelas tahun lalu, saya masuk pesantren di suatu tempat di Indramayu. Tempatnya luar biasa gersang dan panas. Saking gersangnya waktu itu, rasanya tiap saat ingin mandi terus. Teman-teman seangkatan saya datang dari berbagai penjuru tanah air yang bahasanya tidak saya mengerti. Tubuh mereka besar-besar. Ketika itu saya masih berumur sepuluh tahun, kecil, bertinggi 140 cm, ditinggal sendiri diantara dua ribuan lebih teman-teman seangkatan. It was pretty scary back then.

Tiga tahun pertama, entah berapa ratus kali saya terserang homesick. Tiga tahun setelahnya, i found my besties. Keseharian saya terasa lebih menyenangkan. Rutinitas tidak lagi terlalu ‘membunuh’ saya. Jauh dari orang tua selama lima bulan tidak lagi menjadi masalah. Life’s good.

****

Tiga tahun yang lalu, saya masuk ke jurusan yang tidak terlalu saya inginkan. Arahan orang tua saja sih. Satu semester pertama, saya tidak disukai oleh seisi kelas. Kebiasaan dan keseleboran di tempat sebelumnya mungkin tidak terlalu cocok dengan situasi pergaulan di Bandung.

Dua tahun terakhir, i found my besties. Pergi ke kampus terasa jadi lebih ringan. Tidak terlalu bersemangat mengikuti perkuliahan pun setidaknya bisa ketemu teman-teman, begitu pikir saya. Life’s better ever since.

****

Kemarin, program KKN selama 40 hari kedepan dimulai. Berbekal pengalaman yang lalu-lalu, saya kalem-kalem saja. Setelah satu malam berinteraksi, saya mulai merasa sangat nyaman dengan teman-teman disini. Life’s great here.

Tim KKN UPI Sukagalih 2011. Tidak semuanya ada di foto ini, tapi cukup merepresentasikan keseluruhan populasi lah.

Life’s great there.

Bertahan. Sabar. Fokus ke hal-hal yang menyenangkan. Tidak ada kondisi ideal. Syukuri dan manfaatkan sebaik-baiknya apa yang ada.

Life’s great. Enjoy the moment, be grateful and have some fun.

Pelajaran Seputar Mengisi Pelatihan Pengembangan WordPress Theme

Written by Fikri Rasyid on July 10, 2011 filed under Pendidikan, Pengembangan Diri, Personal and tagged with , , ,

Pekan ini saya mengisi pelatihan cara membuat WordPress Theme selama lima hari berturut-turut di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta atas undangan salah satu klien saya. It was awesome. Meskipun banyak hal yang harus disempurnakan disana-sini, banyak pelajaran dan informasi penting yang saya pelajari selama lima hari terakhir:

  • Beda subjek, beda pula metoda, pendekatan dan strategi-nya. Metoda, pendekatan dan strategi yang digunakan untuk pembelajaran bahasa belum tentu efisien jika digunakan untuk pembelajaran IT.
  • Penjelasan saja TIDAK CUKUP bagi peserta didik. They need to experience it.
  • Mempersiapkan pembelajaran yang oke itu butuh pengalaman, kemampuan, waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Pembelajaran yang bagus itu butuh biaya yang besar. Tidak masuk akal kalau guru / pengajar / pemateri / instruktur yang bagus dibayar murah.

Itu tadi yang saya pelajari seputar pelatihan. Untuk hal-hal di luar pelatihan:

  • Jakarta – Bandung itu bisa diakses dalam waktu 3 jam kurang.
  • Sediakan fotocopy kartu mahasiswa jika hendak berpergian menggunakan travel. Biasanya ada diskon. *wink*
  • Travel yang menggunakan Elf itu, mau terlihat senyaman apapun dari luar, getarannya tetap saja membuat tidak nyaman. Pantas mobil yang bagus itu mahal.
  • Akses Telkom Flash di kawasan Jakarta Barat cepat juga ya. Saya tether koneksi Galaxy Mini dan performanya cukup memuaskan. Batrenya saja yang jadi boros tak terkira, harus sambil di-charge.
  • Biaya hidup di Jakarta lumayan tinggi juga. Perhitungkan biaya akomodasi ke dalam biaya pelatihan ke depan.
  • The most important lesson: be nice with people. Ada banyak sekali orang baik di luar sana.

Masih banyak hal yang saya pelajari pekan ini, tapi untuk saat ini saya batasi sebanyak ini dulu. Baru sampai dari acara keluarga di luar kota setelah mengisi workshop nih, time to get many things done. Have an awesome weekend, people :)

Seminar, Workshop and Exhibition TEYL 2011

Written by Fikri Rasyid on June 24, 2011 filed under Event, Pendidikan and tagged with , , , ,

Seminar TEYL

Kalau kamu guru, pengajar, mahasiswa atau siapapun yang tertarik dalam dunia pendidikan dan pengajaran yang spesifiknya adalah mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak, saya sangat menyarankan kamu untuk hadir di Seminar, Workshop and Exhibition Teaching English to Young Learners (TEYL) through Games, Stories and Songs yang akan diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dalam rangka final project mata kuliah yang kami ambil semester ini. Akan ada seminar yang dipandu oleh dosen-dosen Pendidikan Bahasa Inggris yang sangat kompeten di bidangnya (dosen-dosen favorit saya, FYI), exhibition metoda pengajaran TEYL oleh mahasiswa-mahasiswa Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris, dan yang sangat menarik tentunya adalah workshop dimana kamu bisa menguji coba materi yang disampaikan dalam seminar dan diberi feedback oleh teman-teman mahasiswa / dosen. Kapan lagi kamu bisa menjajal kemampuan kamu + mendapatkan masukan sekaligus? ;)

Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2011 pukul 08.00 – 15.00 di Gedung Kebudayaan (Amphitheater) UPI dengan biaya registrasi hanya Rp 50,000 untuk publik dan Rp 30,000 untuk mahasiswa / pelajar. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi Riri (084864537070) atau Reni (085654010461). Segera pesan kursi kamu karena kita sangat membatasi jumlah peserta mengingat format acara yang dibuat sangat interaktif.

C’mon join us, it’s gonna be legendary! :D

Urgensi Pendidikan Finansial

Written by Fikri Rasyid on June 20, 2011 filed under Entrepreneurship, Pendidikan, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

Money

Mereka bilang pendidikan formal itu penting. Mereka bilang uang juga penting.

Entah berapa ribu jam waktu yang saya habiskan di bangku pendidikan formal, tapi saya pikir tidak ada satu jam-pun dari pendidikan formal (yang saya terima) yang secara signifikan mengasah keterampilan finansial saya untuk menjadi manusia yang mampu untuk mandiri secara finansial. Saya tidak berbicara mengenai konsep kewirausahaan yang sekarang sedang digadang-gadang dan dipaksakan masuk ke kurikulum sehingga dalam beberapa kasus diajarkan oleh pengajar yang belum berpengalaman dalam berwirausaha secara praktis. Saya berbicara mengenai keterampilan dan wawasan yang lebih mikro, personal dan praktikal: manajemen keuangan, tata cara berhutang, logika menabung, investasi personal, mengubah keterampilan menjadi penghasilan, menciptakan peluang di dalam keterdesakan, wirausaha dan menjadi pegawai, dll.

Mempertimbangkan hal ini, saya tidak terlalu heran lagi mendapati fakta bahwa negara ini terus mengirimi warganya mempertaruhkan nyawa di negeri asing demi sejumput penghasilan. Hanya itu solusi yang orang bersangkutan bisa lihat.

Miris. Saya rasa ada yang tidak tepat dan harus diperbaiki.

Fikri Rasyid, Mahasiswa semester 6 Pendidikan Bahasa Inggris UPI ditengah mencuatnya kasus Tenaga Kerja Indonesia yang dipancung di Saudi Arabia.