Posts categorized into Pemikiran :

Pekerjaan Yang Pasti

Written by Fikri Rasyid on January 25, 2012 filed under Pemikiran and tagged with , ,

Saya lebih pro kepada ‘memiliki skill untuk memecahkan masalah yang dibutuhkan banyak pihak daripada mengabdi sepenuhnya kepada satu institusi‘. Hal ini menyebabkan saya tidak terlalu paham mengapa ada yang sangat bela-belain jadi PNS (bukan maksud saya menggeneralisir namun dalam beberapa kasus, ‘bela-belain’ ini bisa sampai ke level menyuap hingga berjuta-juta rupiah).

Jika argumennya “Jadi PNS kan pasti. Sudah pasti dapat penghasilan, dapat pensiun pula. Kalau menjadi pegawai swasta kan belum tentu“, maka yang ada dipikiran saya:

Read More

Visionary & Skilled

Written by Fikri Rasyid on November 11, 2011 filed under Pemikiran, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

baloon the options

Manusia bisa dibagi kedalam empat tipe:

1. Visionary and Skilled Guy

Kamu yang memiliki visi, mampu ‘melihat masa depan‘ dan memiliki keahlian spesifik untuk mencapainya. Jika kamu termasuk ke dalam jenis ini, mulailah mengejar apa yang kamu lihat. Di satu titik kamu akan menyadari bahwa segalanya tidak bisa dicapai sendirian lalu mulai membangun tim yang solid untuk mencapai apa yang dijadikan tujuan.

2. Visionary Guy

Kamu memiliki visi dan mampu ‘melihat apa yang menjadi tujuan kamu‘ namun tidak memiliki keahlian spesifik untuk mencapainya. Jadilah orang yang pantas untuk diikuti, mulailah mencari manusia tipe 3 yang berbakat dan bentuklah tim yang hebat.

3. Skilled Guy

Kamu yang memiliki keahlian spesifik, namun tidak tahu pasti kemana harus melangkah. Segeralah cari manusia tipe 1 atau 2 yang pantas untuk diikuti. Mengabdi kepada pemimpin yang pantas.

4. Non-Visionary & Skilled Guy

Segera berlatih untuk memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan orang lain untuk memecahkan masalah mereka. Belum terbayang apa-apa? Segera cari. Jangan main melulu.

****

Tidak ada yang saklek dengan pembagian ini. Seseorang bisa saja berubah dari tipe empat ke tipe satu, lalu berubah menjadi tipe tiga. Semuanya sama-sama mulia, tidak ada yang lebih hina. Yang menentukan impact hasil pekerjaannya saja.

Sejauh ini, saya baru teruji sebagai tipe tiga. Kalau kamu?

Follow Back

Written by Fikri Rasyid on filed under Pemikiran and tagged with , , , ,

Follow Back

Saya masih tidak mengerti mengapa ada orang yang dengan keukeuh-nya ingin di-follow back dan ‘menuduh’ orang yang tidak mem-follow back mereka sombong. Saya pribadi tidak pernah meminta siapapun untuk mem-follow saya di twitter (kecuali untuk melakukan direct message yang saya pikir penting. Setelah DM DM-an usai, terserah jika yang bersangkutan meng-unfollow saya). Jika kamu pikir tweet saya menarik silahkan follow. Jika kamu tidak follow saya pun tidak apa-apa, no hard feeling. Mungkin tweet saya tidak menarik untuk kamu. Yang menurut saya menarik dan saya tweet di twitter mungkin tidak menarik untuk kamu.

Belum tentu yang saya anggap menarik itu menarik juga untuk kamu kan?

Belum tentu yang kamu anggap menarik untuk kamu itu menarik untuk saya kan?

Pada dasarnya semua orang memang tidak memiliki minat yang sama. That’s fine.

Hanya saja, ada satu hal yang penting untuk diingat: akun twitter kamu bukan gambaran keseluruhan hidup kamu. Sering dengar cerita orang yang ‘terlihat asik’ di twitter / blog / media sosial lain ternyata ‘tidak asik’ ketika di dunia nyata? Hal tersebut berlaku sebaliknya. Hanya karena saya tidak follow kamu di twitter, bukan berarti kamu bukan teman saya. Ini hanya masalah selera mengkonsumsi konten yang kamu tweet saja. Di obrolah langsung, bisa jadi kita sangat nyambung.

Itu saja.

Tidak Berat-Berat Amat

Written by Fikri Rasyid on October 11, 2011 filed under Pemikiran and tagged with , ,

Brings Back Memories

Ketika sudah terbiasa dengan naik turun tangga (saat saya dulu nyantri, kamar saya di lantai 4 dan jarak ke hampir semua fasilitas seperti mesjid, gedung pembelajaran, lapangan olahraga, memerlukan jalan kaki paling cepat sepuluh menit – bayangkan tinggal di tempat seperti itu selama enam tahun), naik tangga ke lantai empat untuk menghadiri kuliah tidak ada apa-apanya. Ketika sudah terbiasa dengan tidak dapat makanan, makan seadanya atau perlu usaha untuk dapat makan, kamu mungkin tidak akan bawel lagi mengenai makanan yang kurang memenuhi selera kamu itu. Ketika sudah terbiasa bekerja hingga larut malam hingga tidak terhitung sudah berapa jam kamu memandangi layar PC pekan itu, mengerjakan tugas kuliah terberat pun rasanya ya begitu-begitu saja.

Yang terbiasa dengan beban berat tidak akan mengeluh saat menangani beban yang ringan.

Ketika seseorang mengeluh untuk sesuatu yang sebenarnya tidak berat-berat amat, apa artinya?

Room for Improvements

Written by Fikri Rasyid on October 8, 2011 filed under Pemikiran and tagged with , , ,

Steve Jobs

Google, mesin pencari paling populer saat ini bukanlah mesin pencari pertama di dunia. Sudah ada mesin pencari sebelumnya, tapi Google merupakan mesin pencari yang lebih baik (akurasi pencarian, simplicity, dan kemudahan pemakaian) dan orang-orang lebih menyukainya.

Facebook, jejaring sosial paling populer saat ini bukanlah jejaring sosial pertama di dunia. Sudah ada jejaring sosial sebelumnya, tapi Facebook merupakan jejaring sosial yang lebih baik (social pressure, simplicity dan kustomisasi melalui app dari third party developer) dan orang-orang lebih menyukainya.

WordPress, content management system paling populer saat ini bukanlah CMS pertama di dunia. Sudah ada CMS sebelumnya, tapi WordPress merupakan CMS yang lebih baik (sweet UI, kemudahan instalasi, community support, kustomisasi theme dan plugin, dll) dan orang-orang lebih menyukainya.

iPod, iPhone dan iPad, consumer electronics paling top dan populer saat ini, bukan lah pemutar musik digital, smartphone dan tablet computer pertama di dunia. Sudah ada produk-produk tersebut sebelumnya, tapi Apple mendesainnya menjadi lebih baik, lebih elegan dan lebih mudah serta intuitif untuk digunakan dan orang-orang menyukainya.

Selalu ada ruang untuk sesuatu yang lebih baik. Saya jadi ingat video ad-nya iPhone 4S: How do we improve something that already amazing?

There’s always a room for improvements.

P.S: Funny yet weird at the same time, begitu hampir menekan tombol publish saya menemukan tulisan ini: Wordnik – All The Words.