<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fikri Rasyid &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com</link>
	<description>Belajar Tentang Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 01:55:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tentang Makanan: Bagaimana Cara Kita Untuk Bertahan?</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-makanan-bagaimana-cara-kita-untuk-bertahan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tentang-makanan-bagaimana-cara-kita-untuk-bertahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 13:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Zat Aditif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[. Saya teringat obrolan dengan seorang kawan semasa sekolah menengah beberapa hari yang lalu. Dia adalah seorang mahasiswa di bidang pertanian terpadu. Ditengah obrolan kami, dia mengeluarkan beberapa pemikirannya tentang pangan: bagaimana distribusi pangan seharusnya, bagaimana cita-cita dia tentang pertanian, dan betapa menyeramkannya kehidupan masyarakat sekarang karena semua yang kita makan hampir tidak pernah lepas [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tentang-makanan-bagaimana-cara-kita-untuk-bertahan/">Tentang Makanan: Bagaimana Cara Kita Untuk Bertahan?</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />
<div id="attachment_664" class="wp-caption alignnone" style="width: 398px"><a href="http://www.flickr.com/photos/thedalogs/3190966488/"><img class="size-full wp-image-664" title="burgerthehat-actual" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/10/burgerthehat-actual.jpg" alt="Zaman sekarang, makanan apa yang tidak ada zat aditifnya?" width="388" height="220" /></a><p class="wp-caption-text">Zaman sekarang, makanan apa yang tidak ada zat aditifnya?</p></div></p>
<p>Saya teringat obrolan dengan seorang kawan semasa sekolah menengah beberapa hari yang lalu. Dia adalah seorang mahasiswa di bidang pertanian terpadu. Ditengah obrolan kami, dia mengeluarkan beberapa pemikirannya tentang pangan: bagaimana distribusi pangan seharusnya, bagaimana cita-cita dia tentang pertanian, dan betapa menyeramkannya kehidupan masyarakat sekarang karena semua yang kita makan <strong>hampir tidak pernah lepas dari zat aditif</strong>.<br />
<em><br />
Semenyeramkan itu kah?</em><br />
<span id="more-663"></span><br />
Ya. Karena zat aditif perlahan-lahan merusak &#8220;cetakan&#8221; sel. Apa yang terjadi jika cetakan sel rusak? Terproduksinya sel yang tidak diinginkan. Apa yang terjadi jika sel yang tidak diinginkan terproduksi?<br />
<em><br />
Kanker. Berbagai macam kanker.</em></p>
<p>Biar saya ilustrasikan dengan cerita nyata yang saya ketahui. Ibu saya memiliki seorang kawan yang setiap melihat saya, selalu teringat akan putranya yang sudah meninggal. Mengapa putranya meninggal? Karena semenjak kecil, saking sayangnya sang ibu terhadap sang putra, semua keinginan sang putra akan makanan-makanan &#8220;pop&#8221; dan &#8220;menarik&#8221; seperti fast food, daging cincang dalam kemasan, sosis, dll hampir selalu dipenuhi. Beberapa tahun yang lalu, sang putra meninggal karena kanker. Kawan ibu saya dan keluarganya sangat shock, hingga detik ini mereka selalu mencoba untuk tidak mengkonsumsi makanan dengan zat aditif secara berlebihan.</p>
<p>Satu cerita yang lain lagi. Saya kenal seorang ibu yang lain yang sangat sayang terhadap putranya. Sampai-sampai, sejak kecil, segala makanan yang diinginkan sang putra diberikan sehingga sang putranya gembul sekali. Ketika umur sang putra masuk ke kelas 3 SD, ada benjolan tidak diinginkan muncul di kakinya. Diduga sebagai tumor, dan harus diangkat.</p>
<p>Sekarang mari kita lihat sekeliling kita. Apa yang kita masukkan ke perut kita yang tidak menggunakan zat aditif? Beras? Minyak goreng? Bakso? Ikan? Kecap? Saos? Es krim? Cireng? <em>Fastfood </em>favorit anda? Ujar teman saya yang mahasiswa pertanian, yang namanya bahan tidak akan lama bertahan jika tidak diberi bahan pengawet. Sedangkan kita tahu bahwa tidak mungkin suatu bahan pangan dari diproduksinya hingga sampai ketangan kita sampai dalam waktu satu dua hari saja.</p>
<p>Saya jadi mulai berfikir. Bagaimana cara kita untuk bertahan? Saya cukup beruntung ibu saya yang seorang ahli nutrisi membimbing saya dan sering melarang makan-makanan tertentu karena beliau tahu betapa &#8220;menyeramkan&#8221;nya zat aditif yang dikandung makanan tersebut.</p>
<p>Saya jadi terfikir, bagaimana dengan nasib anak-anak yang lahir di dekade ini dan tahun-tahun kedepan? Di dekade dimana bahkan ketika mereka belum terlahir di dunia pun, mereka sudah tercemar zat aditif dari apa yang dikonsumsi orang tuanya.</p>
<p>Bagaimana pendapat anda?</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tentang-makanan-bagaimana-cara-kita-untuk-bertahan/">Tentang Makanan: Bagaimana Cara Kita Untuk Bertahan?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tentang-makanan-bagaimana-cara-kita-untuk-bertahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Yoghurt Sendiri Dan Membeli Yoghurt Buatan Sendiri</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/cara-membuat-yoghurt-sendiri-dan-membeli-yoghurt-buatan-sendiri/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/cara-membuat-yoghurt-sendiri-dan-membeli-yoghurt-buatan-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 04:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Promotional Post]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Yoghurt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin beberapa diantara anda menyukai yoghurt, si susu fermentasi berasa asam yang memiliki khasiat baik untuk tubuh: mulai dari memperlancar masalah pencernaan, menurunkan berat badan (ada yang sedang diet? ;) ), juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah jika diminum secara teratur (source: hanyawanita.com )

Ada banyak yoghurt yang dijual di luar sana. Berbagai merek tersedia dalam berbagai range harga. Namun pernahkah terpikir oleh anda untuk membuat yoghurt sendiri? Terlepas dari isu zat aditif yang digunakan oleh produsen untuk membuat produk mereka tahan dalam mengarungi mata rantai distribusi, memasak bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan kan? ;)<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/cara-membuat-yoghurt-sendiri-dan-membeli-yoghurt-buatan-sendiri/">Cara Membuat Yoghurt Sendiri Dan Membeli Yoghurt Buatan Sendiri</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 186px"><a href="http://www.flickr.com/photos/happy_homebaking/3318854356/"><img title="Peach &amp; Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker" src="http://farm4.static.flickr.com/3334/3318854356_8e8a44f8a7_m.jpg" alt="Peach &amp; Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker" width="176" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Peach &amp; Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker</p></div>
<p>Saya yakin beberapa diantara anda menyukai yoghurt, si susu fermentasi berasa asam yang memiliki khasiat baik untuk tubuh: mulai dari memperlancar masalah pencernaan, menurunkan berat badan (ada yang sedang diet? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ), juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah jika diminum secara teratur (source: <a href="http://www.hanyawanita.com/clickwok/health/health40.html" target="_blank">hanyawanita.com</a> )</p>
<p>Ada banyak yoghurt yang dijual di luar sana. Berbagai merek tersedia dalam berbagai range harga. Namun pernahkah terpikir oleh anda untuk membuat yoghurt sendiri? Terlepas dari isu zat aditif yang digunakan oleh produsen untuk membuat produk mereka tahan dalam mengarungi mata rantai distribusi, memasak bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan kan? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beruntungnya, saya mendapatkan tips ini dari seseorang yang kompeten. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kakak saya sendiri <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Beliau adalah lulusan pendidikan kimia <a href="http://upi.edu" target="_blank">Universitas Pendidikan Indonesia,</a> merangkap Mahasiswa teknologi pangan <a href="http://unpad.ac.id" target="_blank">Universitas Padjajaran</a> semester 6, juga pembicara produk dari salah satu <a href="http://k-link.co.id" target="_blank">perusahaan makanan kesehatan besar</a> di Indonesia, yang juga hobi membuat yoghurt <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  selalu ada yoghurt buatan beliau di kulkas rumah kami <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Caranya ternyata sederhana saja:</strong></p>
<ol>
<li>Sediakan susu murni segar. Susu murni segar y, <strong>BUKAN </strong>susu dalam kemasan bebentuk bubuk, kental manis atau yang sudah di kemas dalam kotak karton. Alasannya?  Tidak efisien. Saran: coba beli langsung ke peternak sapi perah atau koperasi peternak susu. Bisa dicari di lembang atau di kandang sapi perah peternakan UNPAD. Alamat kontaknya silahkan di googling saja y <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Pasteurisasi / Sterilkan susu tersebut. Caranya, panaskan susu tersebut hingga suhu 73 derajat celcius selama 15 menit. Gunakan panci, kompor dan termometer dalam langkah ini.
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 190px"><a href="http://www.flickr.com/photos/28746073@N02/3386109207/"><img title="Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit" src="http://farm4.static.flickr.com/3468/3386109207_6ee42f3289_m.jpg" alt="Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit" width="180" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit</p></div></li>
<li>Sekarang tahapan kulturisasi, atau dalam bahasa sederhananya: Masukkan bibit yoghurtnya. Yang dimaksud dengan bibit yoghurt disini ya yoghurt yang sudah jadi. Kombinasinya: Bibit yoghurt 5% dari jumlah susu. Jadi jika susu  yang anda mau jadikan yoghurt adalah satu liter, masukkan 0.05 liter yoghurt yang sudah jadi kedalam susu yang sudah di pasteurisasi tersebut. Dapat yoghurt yang sudah jadi dimana? Anda bisa meluncur ke minimarket terdekat <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 190px"><a href="http://www.flickr.com/photos/28746073@N02/3386109327/"><img title="Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D" src="http://farm4.static.flickr.com/3463/3386109327_0b0e78d9b0_m.jpg" alt="Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D" width="180" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div></li>
<li>Tahapan selanjutnya: Inkubasi. Hangatkah susu yang sudah dikulturkan tersebut dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam. Prakteknya seperti ini: Kardus, di tempeli lampu bohlam (yang diatur agar lampu bohlam tersebut bisa dinyalakan sehingga mampu memberikan kehangatan kepada susu tersebut) lalu di beri dua lubang untuk ventilasi. Masukan susu yang sudah di kulturkan ke dalam botol atau tupperware (aduh, jadi nyebut merek <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) lalu taruh di dalam kerdus tersebut selama 8 jam. Nyalakan lampunya selama susu berada di dalam kardus tersebut.</li>
<li>Setelah, 8 jam? Yoghurt siap disantap! kalau kami biasa dinginkan dulu yoghurtnya di dalam kulkas agar lebih mantap <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/28746073@N02/3386109379/"><img title="Yoghurt segar alami siap disantap! :D" src="http://farm4.static.flickr.com/3434/3386109379_213199a833_m.jpg" alt="Yoghurt segar alami siap disantap! :D" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Yoghurt segar alami siap disantap! <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div></li>
</ol>
<p>Hasilnya nanti seperti ini, yoghurt dengan rasa susu yang sangat terasa. Lain dengan yang di jual di pasaran deh. Beda tipis dengan yoghurt cisangkuy lah <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Coba lihat video dimana saya menjelaskan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=vA1-ACJvT_U" target="_blank">seperti apa yoghurt ini</a>:</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/vA1-ACJvT_U&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/vA1-ACJvT_U&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Mudah kan? Sederhananya hanya 4 langkah saja:</p>
<ol>
<li><strong>Pasteurisasi </strong>- panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit</li>
<li><strong>Kulturisasi </strong>- masukan bibit yoghurt sebanyak 5% dari jumlah susu</li>
<li><strong>Inkubasi </strong>- hangatkan dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam</li>
<li><strong>Dinginkan </strong>- masukkan ke dalam kulkas.</li>
</ol>
<p>Menyantapnya bisa langsung (tapi tambahkan gula dulu agar manis) atau di blender dengan buah &#8211; sehingga jadi yoghurt dengan rasa buat &#8211; ASLI! <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tertarik? Anda bisa mencoba membuatnya. Namun untuk anda yang tidak memiliki waktu untuk membuatnya (FYI, sebelum kombinasi nikmat yang sekarang jadi, kami sekeluarga mencicipi hasil eksperimen yang belum berhasil selama satu bulan lebih loh <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) anda bisa memesannya langsung kepada kakak saya.</p>
<p>Harganya? <strong>Hanya Rp 15,000 / liter</strong>. Lima belas ribu rupiah per liter.</p>
<p>Murah kan? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>FYI, Jika anda berada di wilayah Bandung, bisa delivery service / layanan antar juga. charge Rp 5,000 biaya transportnya. Untuk pembelian diatas 5 liter, biaya transport gratis <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Amazing kan? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk pemesanan, silahkan langsung hubungi Kakak saya saja y:</p>
<p>Sany Ulfah Mumtazah<br />
022 70884836<br />
<a href="http://id-id.facebook.com/people/Sany-Ulfah-Mumtazah/1357942098" target="_blank">http://id-id.facebook.com/people/Sany-Ulfah-Mumtazah/1357942098</a></p>
<p>Oya. Saran saya, jika pemesanan ingin menjadi lebih lancar, katakan saja bahwa anda mendapat informasi mengenai yoghurt tersebut dari fikrirasyid.com , blog Adiknya <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat menikmati yoghurt! <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/cara-membuat-yoghurt-sendiri-dan-membeli-yoghurt-buatan-sendiri/">Cara Membuat Yoghurt Sendiri Dan Membeli Yoghurt Buatan Sendiri</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/cara-membuat-yoghurt-sendiri-dan-membeli-yoghurt-buatan-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>108</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Telah Menghimpun Ilmu Kedokteran Hanya Dalam Setengah Ayat Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/allah-telah-menghimpun-ilmu-kedokteran-hanya-dalam-setengah-ayat-al-quran/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/allah-telah-menghimpun-ilmu-kedokteran-hanya-dalam-setengah-ayat-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 21:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Al - Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Khalifah Ar Rasyid memiliki seorang dokter  yang pernah berkata kepada Ali bin Husain, “Dalam kitab kalian tidak terdapat ilmu kedokteran. Padahal ilmu itu ada dua, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh. “
Ali bin Husain menjawab, “Allah telah menghimpun ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat dari kitab kami. “<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/allah-telah-menghimpun-ilmu-kedokteran-hanya-dalam-setengah-ayat-al-quran/">Allah Telah Menghimpun Ilmu Kedokteran Hanya Dalam Setengah Ayat Al-Qur&#8217;an</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menemukan satu artikel menarik, dan tidak tahan untuk mempublikasikan ulang disini saking menariknya. Dari Majalah Alia no II Tahun V Rabiul Sani – Jumadil Awal 1429 H / Mei 2008, dan saya temukan versi digitalnya yang dipublikasikan di internet di http://www.bali-organic.com/latest/the-great-eshop.php</p>
<p><strong>Here we go :</strong></p>
<p>Khalifah Ar Rasyid memiliki seorang dokter  yang pernah berkata kepada Ali bin Husain, “Dalam kitab kalian tidak terdapat ilmu kedokteran. Padahal ilmu itu ada dua, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh. “<br />
Ali bin Husain menjawab, “Allah telah menghimpun ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat dari kitab kami. “ Sang dokter bertanya, “Apakah itu?” Ali menjawab, “Makanlah dan minumlah kalian, tapi jangan berlebihan…!”  (QS Al A’raf (7):31)</p>
<p>Well, sumber berbagai penyakit modern saat ini memang kesalahan pola makan. Benarlah firman Allah di Al-Qur&#8217;an <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/allah-telah-menghimpun-ilmu-kedokteran-hanya-dalam-setengah-ayat-al-quran/">Allah Telah Menghimpun Ilmu Kedokteran Hanya Dalam Setengah Ayat Al-Qur&#8217;an</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/allah-telah-menghimpun-ilmu-kedokteran-hanya-dalam-setengah-ayat-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Pola Makan Yang Sehat : Ternyata Pola Makan Tiga Kali Sehari Kurang Bagus</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tips-pola-makan-yang-sehat-ternyata-pola-makan-tiga-kali-sehari-kurang-bagus/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tips-pola-makan-yang-sehat-ternyata-pola-makan-tiga-kali-sehari-kurang-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 12:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang kawan dari Bandung Rukyat Center (Lembaga pengobatan Ala Nabi), dan hasil obrolan tersebut, cukup mengejutkan saya :

Pola makan tiga kali sehari dengan nasi sebagai menu utama ternyata kurang sehat.<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tips-pola-makan-yang-sehat-ternyata-pola-makan-tiga-kali-sehari-kurang-bagus/">Tips Pola Makan Yang Sehat : Ternyata Pola Makan Tiga Kali Sehari Kurang Bagus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_402" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><a href="http://aboutmiracle.wordpress.com/2007/10/07/tips-menghadap-hidangan"><img class="size-full wp-image-402" title="makanan1" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2008/12/makanan1.jpg" alt="Makanan. Image dari &lt;a href=" width="198" height="194" /></a><p class="wp-caption-text">Makanan. Image dari http://aboutmiracle.wordpress.com/2007/10/07/tips-menghadap-hidangan</p></div>
<p>Kita sebagai warga negara Indonesia terbiasa makan tiga kali sehari, dengan nasi sebagai &#8220;menu wajib&#8221;. Belum bisa dikatakan makan jika tanpa nasi. Makan tanpa nasi digolongkan sebagai ngemil, tidak lebih.</p>
<p><strong>Masalahnya adalah, apakah pola makan seperti itu sehat?</strong></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang kawan dari <a href="http://klik-brc.com/" target="_blank">Bandung Rukyat Center</a> (Lembaga pengobatan Ala Nabi), dan hasil obrolan tersebut, cukup mengejutkan saya :</p>
<p><strong>Pola makan tiga kali sehari dengan nasi sebagai menu utama ternyata kurang sehat.</strong></p>
<p><strong>Mengapa?</strong> Karena suplai karbohidratnya jadi berlebihan. Jika ditilik efek jangka panjangnya, kadar gula dalam darah akan tinggi jika dibiasakan seperti itu.<br />
Pantas banya penderita diabetes di Indonesia <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pola makan yang lebih sehat : Lima kali sehari.</p>
<ul>
<li>Makan pagi cukup roti dan susu. Sedikit karbohidrat saja. Hindari makan kenyang di pagi hari karena akan membuat ngantuk. Jika anda makan kenyang di pagi hari, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktifitas malah habis ke perut anda.</li>
<li>3 jam setelah makan pagi, makan makanan ringan seperti roti. Setiap 3 jam, perut pasti merasa lapar</li>
<li>Makan siang, silahkan makan lengkap. Nasi, lauk pauk dan sayur mayur. Tapi selalu ingat : Berhenti sebelum kenyang!</li>
<li>Sore hari, ba&#8217;da ashar, makan &#8211; makanan ringan lagi. Snack sore seperti kolak, bubur kacang hijau, atau mungkin buah &#8211; buahan bisa jadi pilihan.</li>
<li>malam, makan lengkap. Usahakan makan malam 3 jam dari waktu tidur anda, agar sebelum tidur makanan telah selesai dicerna dan tidak mengganggu tidur anda.</li>
</ul>
<p>Yep, itu pola yang direkomendasikan kawan saya. kalau diperhatikan, sebenarnya ada polanya : Makan setiap 3 jam sekali, karena perut memang merasa lapar setiap 3 jam sekali, namun kadarnya terkait dengan waktu.</p>
<p><strong>Catatan tambahan : </strong></p>
<p>Jika anda hendak memakan buah, <strong>makanlah buah sebelum anda memakan makanan lengkap</strong>. Orang Indonesia terbiasa memakan buah &#8211; buahan setelah makan nasi, dan ternyata pola ini kurang baik. Makan buah dulou baru makan berat. Ketika saya menanyakan hal ini ke ahli kimia makanan, ternyata memang ada alasan ilmiahnya : Buah sebaiknya di makan lebih dahulu agar mikronutrisi dari buah masuk duluan. <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well, Semoga bermanfaat! <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tips-pola-makan-yang-sehat-ternyata-pola-makan-tiga-kali-sehari-kurang-bagus/">Tips Pola Makan Yang Sehat : Ternyata Pola Makan Tiga Kali Sehari Kurang Bagus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tips-pola-makan-yang-sehat-ternyata-pola-makan-tiga-kali-sehari-kurang-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
