Posts categorized into Kesehatan :

Kamu Bilang Uang Tidak Penting?

Written by Fikri Rasyid on January 3, 2012 filed under Kehidupan, Kesehatan and tagged with , ,

orang yang bilang uang ngga penting ngga tau sakitnya ngga bisa berobat karena ngga punya uang.
@fikrirasyid
Fikri Rasyid

Merasa beruntung karena dipecut-pecut mamah secara verbal untuk bisa segera mandiri sesegera mungkin.

Tentang Makanan: Bagaimana Cara Kita Untuk Bertahan?

Written by Fikri Rasyid on October 9, 2009 filed under Analisa, Kesehatan and tagged with , ,

.

Zaman sekarang, makanan apa yang tidak ada zat aditifnya?

Zaman sekarang, makanan apa yang tidak ada zat aditifnya?

Saya teringat obrolan dengan seorang kawan semasa sekolah menengah beberapa hari yang lalu. Dia adalah seorang mahasiswa di bidang pertanian terpadu. Ditengah obrolan kami, dia mengeluarkan beberapa pemikirannya tentang pangan: bagaimana distribusi pangan seharusnya, bagaimana cita-cita dia tentang pertanian, dan betapa menyeramkannya kehidupan masyarakat sekarang karena semua yang kita makan hampir tidak pernah lepas dari zat aditif.

Semenyeramkan itu kah?

Read More

Cara Membuat Yoghurt Sendiri Dan Membeli Yoghurt Buatan Sendiri

Written by Fikri Rasyid on March 26, 2009 filed under Kesehatan, Promotional Post and tagged with , , ,

Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker

Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker

Saya yakin beberapa diantara anda menyukai yoghurt, si susu fermentasi berasa asam yang memiliki khasiat baik untuk tubuh: mulai dari memperlancar masalah pencernaan, menurunkan berat badan (ada yang sedang diet? ;) ), juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah jika diminum secara teratur (source: hanyawanita.com )

Ada banyak yoghurt yang dijual di luar sana. Berbagai merek tersedia dalam berbagai range harga. Namun pernahkah terpikir oleh anda untuk membuat yoghurt sendiri? Terlepas dari isu zat aditif yang digunakan oleh produsen untuk membuat produk mereka tahan dalam mengarungi mata rantai distribusi, memasak bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan kan? ;)

Beruntungnya, saya mendapatkan tips ini dari seseorang yang kompeten. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kakak saya sendiri :) Beliau adalah lulusan pendidikan kimia Universitas Pendidikan Indonesia, merangkap Mahasiswa teknologi pangan Universitas Padjajaran semester 6, juga pembicara produk dari salah satu perusahaan makanan kesehatan besar di Indonesia, yang juga hobi membuat yoghurt :D selalu ada yoghurt buatan beliau di kulkas rumah kami :D

Caranya ternyata sederhana saja:

  1. Sediakan susu murni segar. Susu murni segar y, BUKAN susu dalam kemasan bebentuk bubuk, kental manis atau yang sudah di kemas dalam kotak karton. Alasannya?  Tidak efisien. Saran: coba beli langsung ke peternak sapi perah atau koperasi peternak susu. Bisa dicari di lembang atau di kandang sapi perah peternakan UNPAD. Alamat kontaknya silahkan di googling saja y :)
  2. Pasteurisasi / Sterilkan susu tersebut. Caranya, panaskan susu tersebut hingga suhu 73 derajat celcius selama 15 menit. Gunakan panci, kompor dan termometer dalam langkah ini.

    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit

    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit

  3. Sekarang tahapan kulturisasi, atau dalam bahasa sederhananya: Masukkan bibit yoghurtnya. Yang dimaksud dengan bibit yoghurt disini ya yoghurt yang sudah jadi. Kombinasinya: Bibit yoghurt 5% dari jumlah susu. Jadi jika susu  yang anda mau jadikan yoghurt adalah satu liter, masukkan 0.05 liter yoghurt yang sudah jadi kedalam susu yang sudah di pasteurisasi tersebut. Dapat yoghurt yang sudah jadi dimana? Anda bisa meluncur ke minimarket terdekat :)

    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D

    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D

  4. Tahapan selanjutnya: Inkubasi. Hangatkah susu yang sudah dikulturkan tersebut dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam. Prakteknya seperti ini: Kardus, di tempeli lampu bohlam (yang diatur agar lampu bohlam tersebut bisa dinyalakan sehingga mampu memberikan kehangatan kepada susu tersebut) lalu di beri dua lubang untuk ventilasi. Masukan susu yang sudah di kulturkan ke dalam botol atau tupperware (aduh, jadi nyebut merek :P ) lalu taruh di dalam kerdus tersebut selama 8 jam. Nyalakan lampunya selama susu berada di dalam kardus tersebut.
  5. Setelah, 8 jam? Yoghurt siap disantap! kalau kami biasa dinginkan dulu yoghurtnya di dalam kulkas agar lebih mantap :D

    Yoghurt segar alami siap disantap! :D

    Yoghurt segar alami siap disantap! :D

Hasilnya nanti seperti ini, yoghurt dengan rasa susu yang sangat terasa. Lain dengan yang di jual di pasaran deh. Beda tipis dengan yoghurt cisangkuy lah :P . Coba lihat video dimana saya menjelaskan seperti apa yoghurt ini:

Mudah kan? Sederhananya hanya 4 langkah saja:

  1. Pasteurisasi - panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit
  2. Kulturisasi - masukan bibit yoghurt sebanyak 5% dari jumlah susu
  3. Inkubasi - hangatkan dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam
  4. Dinginkan - masukkan ke dalam kulkas.

Menyantapnya bisa langsung (tapi tambahkan gula dulu agar manis) atau di blender dengan buah – sehingga jadi yoghurt dengan rasa buat – ASLI! :D

Tertarik? Anda bisa mencoba membuatnya. Namun untuk anda yang tidak memiliki waktu untuk membuatnya (FYI, sebelum kombinasi nikmat yang sekarang jadi, kami sekeluarga mencicipi hasil eksperimen yang belum berhasil selama satu bulan lebih loh :P ) anda bisa memesannya langsung kepada kakak saya.

Harganya? Hanya Rp 15,000 / liter. Lima belas ribu rupiah per liter.

Murah kan? ;)

FYI, Jika anda berada di wilayah Bandung, bisa delivery service / layanan antar juga. charge Rp 5,000 biaya transportnya. Untuk pembelian diatas 5 liter, biaya transport gratis :D

Amazing kan? ;)

Untuk pemesanan, silahkan langsung hubungi Kakak saya saja y:

Sany Ulfah Mumtazah
022 70884836
http://id-id.facebook.com/people/Sany-Ulfah-Mumtazah/1357942098

Oya. Saran saya, jika pemesanan ingin menjadi lebih lancar, katakan saja bahwa anda mendapat informasi mengenai yoghurt tersebut dari fikrirasyid.com , blog Adiknya :)

Selamat menikmati yoghurt! :D

Allah Telah Menghimpun Ilmu Kedokteran Hanya Dalam Setengah Ayat Al-Qur’an

Written by Fikri Rasyid on December 17, 2008 filed under Islam, Kesehatan and tagged with , ,

Saya menemukan satu artikel menarik, dan tidak tahan untuk mempublikasikan ulang disini saking menariknya. Dari Majalah Alia no II Tahun V Rabiul Sani – Jumadil Awal 1429 H / Mei 2008, dan saya temukan versi digitalnya yang dipublikasikan di internet di http://www.bali-organic.com/latest/the-great-eshop.php

Here we go :

Khalifah Ar Rasyid memiliki seorang dokter  yang pernah berkata kepada Ali bin Husain, “Dalam kitab kalian tidak terdapat ilmu kedokteran. Padahal ilmu itu ada dua, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh. “
Ali bin Husain menjawab, “Allah telah menghimpun ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat dari kitab kami. “ Sang dokter bertanya, “Apakah itu?” Ali menjawab, “Makanlah dan minumlah kalian, tapi jangan berlebihan…!”  (QS Al A’raf (7):31)

Well, sumber berbagai penyakit modern saat ini memang kesalahan pola makan. Benarlah firman Allah di Al-Qur’an :D

;)

Tips Pola Makan Yang Sehat : Ternyata Pola Makan Tiga Kali Sehari Kurang Bagus

Written by Fikri Rasyid on December 15, 2008 filed under Islam, Kesehatan, Pengembangan Diri and tagged with ,

Makanan. Image dari <a href=

Makanan. Image dari http://aboutmiracle.wordpress.com/2007/10/07/tips-menghadap-hidangan

Kita sebagai warga negara Indonesia terbiasa makan tiga kali sehari, dengan nasi sebagai “menu wajib”. Belum bisa dikatakan makan jika tanpa nasi. Makan tanpa nasi digolongkan sebagai ngemil, tidak lebih.

Masalahnya adalah, apakah pola makan seperti itu sehat?

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang kawan dari Bandung Rukyat Center (Lembaga pengobatan Ala Nabi), dan hasil obrolan tersebut, cukup mengejutkan saya :

Pola makan tiga kali sehari dengan nasi sebagai menu utama ternyata kurang sehat.

Mengapa? Karena suplai karbohidratnya jadi berlebihan. Jika ditilik efek jangka panjangnya, kadar gula dalam darah akan tinggi jika dibiasakan seperti itu.
Pantas banya penderita diabetes di Indonesia :P

Pola makan yang lebih sehat : Lima kali sehari.

  • Makan pagi cukup roti dan susu. Sedikit karbohidrat saja. Hindari makan kenyang di pagi hari karena akan membuat ngantuk. Jika anda makan kenyang di pagi hari, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktifitas malah habis ke perut anda.
  • 3 jam setelah makan pagi, makan makanan ringan seperti roti. Setiap 3 jam, perut pasti merasa lapar
  • Makan siang, silahkan makan lengkap. Nasi, lauk pauk dan sayur mayur. Tapi selalu ingat : Berhenti sebelum kenyang!
  • Sore hari, ba’da ashar, makan – makanan ringan lagi. Snack sore seperti kolak, bubur kacang hijau, atau mungkin buah – buahan bisa jadi pilihan.
  • malam, makan lengkap. Usahakan makan malam 3 jam dari waktu tidur anda, agar sebelum tidur makanan telah selesai dicerna dan tidak mengganggu tidur anda.

Yep, itu pola yang direkomendasikan kawan saya. kalau diperhatikan, sebenarnya ada polanya : Makan setiap 3 jam sekali, karena perut memang merasa lapar setiap 3 jam sekali, namun kadarnya terkait dengan waktu.

Catatan tambahan :

Jika anda hendak memakan buah, makanlah buah sebelum anda memakan makanan lengkap. Orang Indonesia terbiasa memakan buah – buahan setelah makan nasi, dan ternyata pola ini kurang baik. Makan buah dulou baru makan berat. Ketika saya menanyakan hal ini ke ahli kimia makanan, ternyata memang ada alasan ilmiahnya : Buah sebaiknya di makan lebih dahulu agar mikronutrisi dari buah masuk duluan. ;)

Well, Semoga bermanfaat! :D