<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fikri Rasyid &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com</link>
	<description>The Unspoken, Written Thoughts</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 01:05:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sepengetahuan Saya</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/sepengetahuan-saya/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/sepengetahuan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 12:46:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[Islam yang saya tahu itu tidak main hakim sendiri dan menjunjung tinggi keadlian tanpa pandang bulu, seperti kejadian lebih dari 1400 tahun yang lalu ketika Ali bin Abi Thalib (sahabat, menantu dan salah satu orang terdekat Rasul) yang menjabat sebagai pemimpin negara (amirul mu&#8217;minin) kalah dalam persidangan kepemilikan pakaian perang oleh seorang Yahudi di negara [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/sepengetahuan-saya/">Sepengetahuan Saya</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Islam yang saya tahu itu tidak main hakim sendiri dan menjunjung tinggi keadlian tanpa pandang bulu</strong>, seperti kejadian lebih dari 1400 tahun yang lalu ketika Ali bin Abi Thalib (sahabat, menantu dan salah satu orang terdekat Rasul) yang menjabat sebagai pemimpin negara (amirul mu&#8217;minin) kalah dalam persidangan kepemilikan pakaian perang oleh seorang Yahudi di negara yang dipimpinnya sendiri karena tidak bisa menghadirkan saksi dan bukti yang cukup, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Belakangan Yahudi tersebut mengaku bahwa pakaian perang tersebut memang milik Ali dan yang bersangkutan masuk Islam karena terpesona oleh keadilan tanpa pandang bulu tersebut.</p>
<p><strong>Islam yang saya tahu itu tidak emosional dan mudah diprovokasi</strong>, seperti Ali bin Abi Thalib yang dalam situasi perang dan di dalam kondisi yang sudah menguntungkan mundur terlebih dahulu untuk berwudhu untuk menenangkan dirinya karena lawannya meludahi mukanya. Beliau takut jika niatnya berperang untuk membela kebenaran dan agama yang diyakininya ternoda oleh emosi pribadi-nya.</p>
<p><strong>Islam yang saya tahu itu pemaaf</strong>, seperti Rasul yang memaafkan penduduk Makkah yang dahulu memperlakukannya dengan perlakuan yang tidak dapat kita bayangkan betapa beratnya ketika beliau menaklukkan kota itu manakala beliau sudah menjadi pemimpin Madinah dengan kekuatan politik dan militer yang kuat.</p>
<p><strong>Islam yang saya tahu itu sangat berhati-hati</strong>, seperti seorang sahabat yang sengaja memuntahkan apa yang ia makan karena takut ia memakan sesuatu yang bukan hak-nya.</p>
<p><strong>Islam yang saya tahu itu tidak pernah menganiaya</strong>, seperti Rasul yang dalam situasi perang <strong>MELARANG</strong> pasukannya menebang pepohonan, memperlakukan tawanan perang dengan semena-mena dan menyerang pasukan yang sudah menyerah. Pasca perang Badar, bahkan beliau membebaskan tawanan perang tentara lawan dengan imbalan mengajari kaum muslimin membaca.</p>
<p><strong>Islam yang saya tahu itu menghormati kebebasan masyarakat beragama</strong>, seperti Rasul yang menjamin kebebasan umat Nasrani dan Yahudi di Madinah serta Umar bin Khattab yang menjamin kebebasan beragama warga palestina dibawah kekuasaannya.</p>
<p>Islam, sepengetahuan saya, secara bahasa dapat diartikan sebagai &#8220;<em>keselamatan</em>&#8221; &amp; &#8220;<em>kedamaian</em>&#8220;.</p>
<p>Sepengetahuan saya, Islam memang <strong>sangat keras dalam bab aqidah / fondasi keyakinan-nya</strong>. Dalam Islam, sepengetahuan saya, dosa terberat adalah menyekutukan-Nya. Namun, <strong>kekerasan bukan lah satu-satunya pilihan</strong>.</p>
<p>Mendengar berita akhir-akhir ini tentang kekerasan yang katanya didasari oleh agama tersebut, rasanya pilu sekali. Saya bertanya-tanya apa yang mereka ketahui tentang apa yang telah dicontohkan Rasul dan sahabat-sahabatnya dan apa reaksi beliau jika dalam menghadapi kondisi seperti ini? :(</p>
<p><small>P.S.: Jika ada yang punya pengetahuan lebih mendalam mengenai kisah-kisah yang saya kutip ini dan menemukan ada poin-poin yang harus diluruskan, saya mohon kesediaannya untuk mengkoreksi dan berbagi pengetahuan melalui kolom komentar menggunakan tutur bahasa yang baik. Terima kasih.</small></p>
<p><small>Background image titled &#8220;<a href="http://www.flickr.com/photos/rstml/3804873214/" target="_blank">Muhammad (pbuh), the best of the mankind</a>&#8221; is courtesy of <a href="http://www.flickr.com/people/rstml/" target="_blank">Rustam Aliyev</a>.</small></p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/sepengetahuan-saya/">Sepengetahuan Saya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/sepengetahuan-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Waktu Subuh</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/keutamaan-waktu-subuh/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/keutamaan-waktu-subuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 01:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Liqo]]></category>
		<category><![CDATA[Populasi]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Subuh]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Baru selang tiga hari saya sudah liqo lagi. Dan kali ini rocking sekali karena diadakannya setelah shalat subuh. Haha, untung diselenggarakannya di masjid dekat rumah saya :p Kesannya satu: belajar &#8220;bersama&#8221; atau berdiskusi setelah shalat subuh itu enak sekali. Awalnya memang mengantuk, tapi kalau &#8220;waktu kritis&#8221;nya sudah lewat, jadi segar :) Topik liqo hari ini [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/keutamaan-waktu-subuh/">Keutamaan Waktu Subuh</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru selang tiga hari saya sudah liqo lagi. Dan kali ini <em>rocking</em> sekali karena diadakannya setelah shalat subuh. Haha, untung diselenggarakannya di masjid dekat rumah saya :p Kesannya satu: belajar &#8220;bersama&#8221; atau berdiskusi setelah shalat subuh itu enak sekali. Awalnya memang mengantuk, tapi kalau &#8220;waktu kritis&#8221;nya sudah lewat, jadi segar :)</p>
<p>Topik liqo hari ini mengenai shalat subuh. Seingat saya pernah dibahas dan saya tulis di blog ini, tapi sekedar mengingatkan akan saya tulis lagi sekarang. Seperti biasa saya juga livetweet dari <a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">akun twitter saya</a> menggunakan hashtag <a href="http://twitter.com/search?q=%23liqo">#liqo</a>. Well, saya rasa ada baiknya juga anda follow saya di twitter ;)</p>
<h2>Tentang ujian</h2>
<p>Pada dasarnya, hidup adalah ujian. Setiap episode kehidupan, baik senang ataupun susah adalah ujian. Parameter ujian itu, hanya dua: mendekatkan / menjauhkan diri dari Allah.</p>
<h2>Tentang shalat subuh</h2>
<p>Shalat juga merupakan ujian. Berdasarkan hadis, shalat yang paling berat adalah shalat isya dan subuh. Bahkan berdasarkan beberapa hadis, bahkan Rasul menggunakan kehadiran sahabat dalam shalat subuh berjamaah di masjid sebagai indikator keimanan dan menentukan apakah seorang sahabat munafik atau tidak karena shalat subuh merupakan shalat yang paling berat bagi seorang munafik.</p>
<p>Anyway, untuk poin-poin mengenai hadis ini, ada yang tahu teks hadisnya? Untuk cross-check saja :)</p>
<p>Ohya, saya juga jadi belajar hal baru: <strong>batas waktu shalat isya itu hingga tengah malam</strong>, bukan waktu subuh.</p>
<p>Ada beberapa pendapat yang mengutarakan bahwa umat islam baru &#8220;berbahaya&#8221; jika jama&#8217;ah shalat subuh sudah sebanyak jama&#8217;at shalat jum&#8217;at. Sebelum titik itu tercapai, umat islam tidak ada apa-apanya.</p>
<h2>Tentang umat islam</h2>
<p>Beberapa prediksi misionaris eropa: tanpa peperangan pun, umat islam akan mendominasi dunia karena rasio kelahiran. Rasio kelahiran di negara-negara maju hari ini menurun dengan sangat drastis sementara rasio kelahiran umat islam cenderung stabil atau bahkan naik. Tutor saya sempat bercerita kalau Rasul menyunahkan untuk memiliki banyak anak, tapi saya belum pernah dengar hadisnya. Ada yang tahu?</p>
<p>Yap, itu dia poin-poin yang didiskusikan pada Liqo hari ini. Tidak semua saya tulis karena obrolannya agak melebar ke berbagai diskusi seperti emas, ekonomi syariah, dan lain-lain. Mungkin akan saya bahas di tulisan lain. Untuk mengetahui lebih detail bisa follow saya di <a href="http://twitter.com/fikrirasyid">@fikrirasyid</a> :D</p>
<p>Yak, belajar hal baru sepagi ini. Apa yang sudah anda pelajari hari ini?</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Agak sulit memang kalau mau maju sendiri. Lebih mudah kalau punya mentor n lingkaran sosial yang memiliki minat yang sama.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/keutamaan-waktu-subuh/">Keutamaan Waktu Subuh</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/keutamaan-waktu-subuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meminta Pertolongan Allah</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/meminta-pertolongan-allah/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/meminta-pertolongan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 05:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Liqo]]></category>
		<category><![CDATA[Pertolongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru selesai Liqo, dan topik bahasannya cukup menarik: bagaimana meminta pertolongan Allah. Selama liqo tadi saya livetweet melalui akun saya di @fikrirasyid dengan hashtag #liqo jadi anda bisa lihat apa yang dibahas melalui akun twitter saya. Tapi untuk jaga-jaga misalkan anda tidak follow saya, berikut ini poin2 yang tadi dibahas: Banyak orang yang tidak [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/meminta-pertolongan-allah/">Meminta Pertolongan Allah</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru selesai Liqo, dan topik bahasannya cukup menarik: bagaimana meminta pertolongan Allah. Selama liqo tadi saya livetweet melalui akun saya di @<a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">fikrirasyid</a> dengan hashtag #<a href="http://twitter.com/search?q=%23liqo">liqo</a> jadi anda bisa lihat apa yang dibahas melalui akun twitter saya. Tapi untuk jaga-jaga misalkan anda tidak follow saya, berikut ini poin2 yang tadi dibahas:</p>
<blockquote><p>Banyak orang yang tidak bahagia karena kebahagiannya digantungkan pada dunia</p></blockquote>
<p><em>So damn true</em>. Kalau IPK tinggi baru bahagia, kalau notebook keren baru bahagia, kalau dipuji baru bahagia. Bagaimana jika kita di damparkan ke kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendapat itu semua? Tidak bahagia. Padahal, yang dicari adalah &#8220;perasaan&#8221; karena mencapai / memiliki hal tersebut, bukan barangnya.</p>
<p><strong>Perasaannya, bukan materinya.</strong></p>
<blockquote><p>Salah satu ciri-ciri orang soleh adalah, ketika mendapat masalah atau tidak, emosinya tetap stabil. Netral.</p></blockquote>
<p>Karena dia meyakini bahwa apa yang tengah dijalaninya merupakan seizin Allah. Hidup adalah ujian.</p>
<p>Ada tiga cara untuk mendapatkan pertolongan Allah:</p>
<blockquote><p>1. Penuhi hak-hak Allah.</p></blockquote>
<p>Hak-hak Allah, seminimalnya adalah ibadah wajib. Lebih bagus jika ditambah amalan sunnah.</p>
<blockquote><p>2. Jaga syukur dan sabarnya</p></blockquote>
<p>Kita adalah apa yang kita fokuskan. Kalau kita fokus pada masalah, ya masalah itu lah hidup kita. Padahal, jika dihitung2, kita lebih banyak memiliki nikmat daripada masalahnya.</p>
<blockquote><p>3. Bantu makhluk Allah lain yang membutuhkan pertolongan</p></blockquote>
<p>Kita bantu orang lain, biar Allah yang bantu kita. Seringkali kejadian saat kita tengah kesulitan finansial, malah datang orang yang kesulitan keuangan juga. Itu, menurut tutor saya, bisa jadi jalan bantuan dan jawaban dari do&#8217;a-do&#8217;a kita.</p>
<blockquote><p>Faktanya, orang yang menyantuni anak yatim hidupnya lebih sejahtera.</p></blockquote>
<p>So true. Sejahtera itu tidak hanya materi ya, bisa juga ilmu dan kepuasan batin.</p>
<p>Waw, saya belajar hal-hal baru hari ini. Bagaimana dengan kamu?</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/meminta-pertolongan-allah/">Meminta Pertolongan Allah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/meminta-pertolongan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-waktu-mata-uang-yang-sebenarnya/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tentang-waktu-mata-uang-yang-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 23:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tukar]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu. [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tentang-waktu-mata-uang-yang-sebenarnya/">Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-694" title="time-actual" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/12/time-actual.jpg" alt="time-actual" width="480" height="200" /><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Waktu adalah mata uang yang sebenarnya</strong>. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.<strong> </strong></p>
<p><strong>Waktu.</strong></p>
<p><strong><span id="more-693"></span></strong>Kita tumbuh menjadi apa dan disebut sebagai apa tergantung dari bagaimana cara kita menggunakan waktu yang kita miliki. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk belajar akan menjadi siswa yang baik. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk menulis akan tumbuh menjadi seorang penulis. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk membesarkan bisnisnya akan kita sebut sebagai pengusaha. Sekarang bayangkan akan jadi apa seseorang yang menggunakan kebanyakan waktunya untuk hal-hal yang tidak jelas apa arah tujuannya?</p>
<p><strong>Uang adalah alat tukar nilai tambah</strong>. Sialnya, nilai tiap mata uang berbeda-beda. Bandingkan Rp 1,000.- dan USD 1,000.-: Seribu rupiah hanya cukup untuk parkir kendaraan roda empat sekali di pinggir jalan sementara seribu dollar cukup untuk membeli sebuah <a href="http://www.apple.com/macbook/" target="_blank"><em>macbook</em></a>.</p>
<p>Sekarang bandingkan dengan waktu. Entah anda tinggal di Indonesia, <em>United States</em>, atau bahkan Suriname, <strong>satu detik adalah satu detik</strong>: tidak kurang dan tidak lebih.  Jika untuk menjadi seorang dokter ahli yang dibayar US$ 100 per konsultasi dibutuhkan waktu tujuh tahun, maka dimanapun anda hidup jika anda menggunakan tujuh tahun waktu belajar untuk menjadi dokter ahli, anda akan menjadi dokter ahli.</p>
<p>Get the point? <strong>Kita menjadi apa</strong> adalah konsekuensi logis dari <strong>bagaimana kita menggunakan waktu kita</strong>. <em>Time is more valuable than money</em>. Waktu adalah mata uang yang sebenarnya.</p>
<p>Izinkan saya mengakhiri tulisan ini dengan mengutip terjemahan dari salah satu ayat kitab suci umat islam:</p>
<p>Demi masa. (1)</p>
<p>Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2)</p>
<p>Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihat supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)<br />
Q.S Al ‘Ashr  (Masa) ayat 1 – 3.</p>
<p>Pendapat anda?</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;">Waktu adalah mata uang yang sebenarnya. Untuk membayar sebuah produk/jasa kita harus mengeluarkan dana dalam nilai tertentu. Untuk mendapatkan dana tersebut, kita perlu bekerja sesuai dengan keahlian kita dalam tenggat waktu tertentu. Untuk mendapatkan keahlian yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan sejumlah dana, kita perlu melatih keahlian tersebut. Untuk melatih keahlian tersebut, kita membutuhkan waktu.<br />
Waktu.<br />
Kita tumbuh menjadi apa dan disebut sebagai apa tergantung dari bagaimana cara kita menggunakan waktu yang kita miliki. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk belajar, akan menjadi siswa yang baik. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk menulis, akan tumbuh menjadi seorang penulis. Seseorang yang menggunakan waktunya untuk membesarkan bisnisnya, akan kita sebut sebagai pengusaha. Sekarang bayangkan akan jadi apa seseorang yang menggunakan kebanyakan waktunya untuk hal-hal yang tidak jelas apa arah tujuannya?<br />
Uang adalah alat tukar nilai tambah. Sialnya, nilai tiap mata uang berbeda-beda. Bandingkan Rp 1,000.- dan USD 1,000.-: Seribu rupiah hanya cukup untuk parkir kendaraan roda empat sekali di pinggir jalan sementara seribu dollar cukup untuk membeli macbook.<br />
Sekarang bandingkan dengan waktu. Entah anda tinggal di Indonesia, United States, atau bahkan Suriname, satu detik adalah satu detik: tidak kurang dan tidak lebih.  Jika untuk menjadi seorang dokter ahli yang dibayar US$ 100 per konsultasi dibutuhkan waktu tujuh tahun, maka dimanapun anda hidup jika anda menggunakan tujuh tahun waktu belajar untuk menjadi dokter ahli, anda akan menjadi dokter ahli.<br />
Get the point? Kita menjadi apa adalah konsekuensi logis dari bagaimana kita menggunakan waktu kita. Time is more valuable than money. Waktu adalah mata uang yang sebenarnya.<br />
Izinkan saya mengakhiri tulisan ini dengan mengutip terjemahan dari salah satu ayat kitab suci umat islam:</p>
<blockquote><p>Demi masa. (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihat supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (3)</p>
<p><small>Q.S Al ‘Ashr  (Masa) ayat 1 – 3.</small></p></blockquote>
</div>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tentang-waktu-mata-uang-yang-sebenarnya/">Tentang Waktu: Mata Uang Yang Sebenarnya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tentang-waktu-mata-uang-yang-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Sempurna Itu Tidak Selalu Berarti Lebih Baik</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/lebih-sempurna-itu-tidak-selalu-berarti-lebih-baik/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/lebih-sempurna-itu-tidak-selalu-berarti-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 02:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Saya terkadang sering bingung ya, mengapa seseorang yang sangat baik selalu diasosiasikan dengan malaikat? Sepengetahuan saya, dalam agama yang saya yakini yakni islam, memang dikatakan bahwa malaikat memang sangat baik dan taat kepada semua perintah Tuhan, namun disebutkan juga bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna. Logikanya, sebagai makhluk yang &#8220;paling sempurna&#8221;, kok manusia [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/lebih-sempurna-itu-tidak-selalu-berarti-lebih-baik/">Lebih Sempurna Itu Tidak Selalu Berarti Lebih Baik</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/8911356@N08/2372526871/"><img title="better-than-sex by Leslie Revolutionary" src="http://farm3.static.flickr.com/2122/2372526871_7c609f748e_m.jpg" alt="better-than-sex by Leslie Revolutionary" width="240" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">better-than-sex by Leslie Revolutionary</p></div>
<p>Saya terkadang sering bingung ya, <em>mengapa seseorang yang sangat baik selalu diasosiasikan dengan malaikat?</em> Sepengetahuan saya, dalam agama yang saya yakini yakni islam, memang dikatakan bahwa malaikat memang sangat baik dan taat kepada semua perintah Tuhan, namun disebutkan juga bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna.</p>
<p>Logikanya, sebagai makhluk yang &#8220;paling sempurna&#8221;, kok manusia yang baik malah diasosiasikan dengan makhluk yang &#8220;tidak sesempurna&#8221; manusia?</p>
<p>Kemarin pagi, kebingungnan ini saya ekspresikan melalui facebook status saya:</p>
<p><span id="more-614"></span></p>
<blockquote><p>pertanyaan cerdas pagi ini: kenapa wanita cantik/baik diasosiasikan dengan angel/malaikat?</p></blockquote>
<p>Dan syukurnya, seseorang meresponsnya dengan sesuatu yang menurut saya sangat mengena:</p>
<blockquote><p>Sempurna di sini maksudnya lebih lengkap..<br />
[malaikat kan makhluk yg sangat taat, serba baik. iblis itu cenderung selalu buruk. manusia punya keduanya].<br />
Aku juga pernah berpikir mendalam mengenai &#8216;sempurna&#8217; ini, yg kutemukan jawabannya &#8216;lebih lengkap&#8217;.</p></blockquote>
<p>Yap. Kesimpulan yang saya tarik, manusia itu sempurna karena &#8220;lebih lengkap&#8221;. Ada baik dan buruknya. Sementara malaikat menjadi baik karena ketidaksempurnaannya atau ketidaklengkapannya yaitu tidak memiliki sifat buruk.</p>
<p>Berarti, <em>lebih lengkap atau lebih sempurna itu tidak selalu berarti lebih baik.</em></p>
<p><em>Memiliki segalanya juga bukan berarti lebih baik.</em></p>
<p>Pendapat anda?  ;)</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/lebih-sempurna-itu-tidak-selalu-berarti-lebih-baik/">Lebih Sempurna Itu Tidak Selalu Berarti Lebih Baik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/lebih-sempurna-itu-tidak-selalu-berarti-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/3-langkah-cara-menilai-orang-dengan-baik-jangan-yakin-dengan-penilaian-kita-kepada-seseorang-sebelum-melakukan-3-hal-ini/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/3-langkah-cara-menilai-orang-dengan-baik-jangan-yakin-dengan-penilaian-kita-kepada-seseorang-sebelum-melakukan-3-hal-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 11:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Liqo]]></category>
		<category><![CDATA[Menilai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Don&#8217;t judge a book by its cover Satu pepatah klise diatas menasihatkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasarkan seseorang berdasarkan penampilannya. Dinilai berdasarkan penampilan itu memang menyebalkan. Sangat. Namun jika kita memposisikan diri sebagai penilai, bukan sebagai yang dinilai, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun memang ada saat dimana kita harus menilai seseorang demi kebaikan keputusan [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/3-langkah-cara-menilai-orang-dengan-baik-jangan-yakin-dengan-penilaian-kita-kepada-seseorang-sebelum-melakukan-3-hal-ini/">3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Don&#8217;t judge a book by its cover</p></blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><a href="http://www.flickr.com/photos/robertmiller/415093674/"><img title="Lady justice by FrogMiller" src="http://farm1.static.flickr.com/163/415093674_edddb13446_m.jpg" alt="Lady justice by FrogMiller" width="160" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Lady justice by FrogMiller</p></div>
<p>Satu pepatah klise diatas menasihatkan kita untuk tidak menilai sesuatu berdasarkan seseorang berdasarkan penampilannya. Dinilai berdasarkan penampilan itu memang menyebalkan.<strong> Sangat</strong>. Namun jika kita memposisikan diri sebagai penilai, bukan sebagai yang dinilai, kita akan menemukan bahwa bagaimanapun memang ada saat dimana kita harus menilai seseorang demi kebaikan keputusan yang kita ambil. Jika saat tersebut datang pada kita, bagaimanakah cara menilai seseorang dengan objektif?</p>
<p>Masih oleh-oleh dari <a rel="nofollow" href="http://fikrirasyid.com/tag/liqo/">diskusi liqo</a>. Saat liqo kemarin pembimbing saya memberikan <strong>tips cara menilai seseorang</strong>. Seingatnya, beliau mendapat cara ini dari hadist Rasul namun terlupa hadis yang mana. Jika ada rekan-rekan yang tahu dari mana asal muasal tips ini, tolong sampaikan melalui kolom komentar y :)</p>
<h2>3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik(Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini):</h2>
<ol>
<li>Menginap di rumahnya</li>
<li>Melakukan Perjalanan dengannya</li>
<li>Bermuamalah (Melakukan transaksi keuangan) dengannya</li>
</ol>
<p>Mengapa tiga hal tersebut menjadi patokan? Karena ketika melakukan tiga hal tersebut, sifat asli seseorang muncul. Karakter asli seseorang akan terlihat ketika melakukan tiga aktifitas diatas. Ketika karakter asli, bukan karakter yang ditutup tutupi muncul, kita bisa memberikan penilaian secara objektif.</p>
<p>Pendapat anda? ;)</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>sekedar tambahan, penilaian yang kita berikan 5 tahun lalu dengan kondisi seseorang sekarang bisa saja berbeda. Segala hal, termasuk seseorang, berubah. Hanya perubahanlah yang tetap tidak berubah. ;)</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/3-langkah-cara-menilai-orang-dengan-baik-jangan-yakin-dengan-penilaian-kita-kepada-seseorang-sebelum-melakukan-3-hal-ini/">3 Langkah Cara Menilai Orang Dengan Baik (Jangan Yakin dengan Penilaian Kita Kepada Seseorang Sebelum Melakukan 3 Hal Ini)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/3-langkah-cara-menilai-orang-dengan-baik-jangan-yakin-dengan-penilaian-kita-kepada-seseorang-sebelum-melakukan-3-hal-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/salah-satu-penyebab-gagalnya-pernikahan-dan-berbagai-relationship-lain-niatnya-ingin-bahagia/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/salah-satu-penyebab-gagalnya-pernikahan-dan-berbagai-relationship-lain-niatnya-ingin-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 08:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Liqo]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Semalam tadi, saya dan mengikuti pengajian liqo. Dan seperti liqo &#8211; liqo sebelumnya, terkadang pembahasan kami melebar kesana kemari sesuai dengan topik bahasan yang tengah di bahas. Dan entah bagaimana, permbimbing kami menyinggung mengenai topik pernikahan dan perceraian para selebritis. &#8220;Kalau kita lihat di televisi banyak artis yang bercerai, dalam pandangan saya penyebabnya sederhana&#8221; Ujar [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/salah-satu-penyebab-gagalnya-pernikahan-dan-berbagai-relationship-lain-niatnya-ingin-bahagia/">Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/dito/3246990152/"><img title="Resepsi Pernikahan Desy &amp; Tomy by d!to" src="http://farm4.static.flickr.com/3341/3246990152_b9ef39e087_m.jpg" alt="Resepsi Pernikahan Desy &amp; Tomy by d!to" width="240" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">Resepsi Pernikahan Desy &amp; Tomy by d!to</p></div>
<p>Semalam tadi, saya dan mengikuti pengajian liqo. Dan seperti liqo &#8211; liqo sebelumnya, terkadang pembahasan kami melebar kesana kemari sesuai dengan topik bahasan yang tengah di bahas. Dan entah bagaimana, permbimbing kami menyinggung mengenai topik pernikahan dan perceraian para selebritis.</p>
<p>&#8220;Kalau kita lihat di televisi banyak artis yang bercerai, dalam pandangan saya penyebabnya sederhana&#8221; Ujar pembimbing kami.</p>
<p>Saya dan teman-teman terdiam khusyu. Well, entah mengapa semua orang jadi khusyu kalau seseorang bercerita mengenai rumah tangga y? haha :P</p>
<p>&#8220;Niatnya salah sih..&#8221; Ujar Pembimbing kami.</p>
<p>&#8220;Mereka umumnya menikah karena niatnya ingin bahagia. Menikah untuk mencapai kebahagiaan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan niat mencapai kebahagiaan, kita menciptakan standar..&#8221;</p>
<p>&#8220;saya akan bahagia kalau &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;saya akan bahagia jika pasangan saya &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;dan banyak standar lainnya. Ketika kita menemukan bahwa pasangan kita tidak seideal yang kita kira dan tidak memenuhi standar kebahagiaan kita, kita kecewa. Dan dari situlah keretakan terjadi..&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka dari itu, niatkan menikah untuk beribadah. Sehingga jika pasangan kita tidak seperti yang kita harapkan, setiap sabar yang kita keluarkan untuk hal itu dinilai ibadah&#8230; Jika pasangan kita seperti apa yang kita harapkan, setiap rasa syukur yang terucap juga dinilai ibadah&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;..Bukan lakukan agar saya bahagia, tapi lakukan dengan bahagia&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan diskusi pun terus berlanjut.</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Bagaimana pendapat anda? ;)</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/salah-satu-penyebab-gagalnya-pernikahan-dan-berbagai-relationship-lain-niatnya-ingin-bahagia/">Salah Satu Penyebab Gagalnya Pernikahan (dan berbagai relationship lain): Niatnya Ingin Bahagia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/salah-satu-penyebab-gagalnya-pernikahan-dan-berbagai-relationship-lain-niatnya-ingin-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips &amp; Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways Edisi 22 Februari 2009 &#8211; Sikap Terbaik dari Keadaan Terburuk</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tips-pelajaran-dari-mario-teguh-golden-ways-edisi-22-februari-2009-sikap-terbaik-dari-keadaan-terburuk/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tips-pelajaran-dari-mario-teguh-golden-ways-edisi-22-februari-2009-sikap-terbaik-dari-keadaan-terburuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 21:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Teguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang saya notice dari Mario Teguh: Beliau menunjukkan manfaat dari keberimanan, and it rocks. Inviting. Berapa banyak para pemuka Agama yang mengajak masyarakat untuk ber-Tuhan namun tidak menunjukan manfaat dari keber-Tuhanan itu? Ya jelas masyarakat menjadi semakin jauh. :)<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tips-pelajaran-dari-mario-teguh-golden-ways-edisi-22-februari-2009-sikap-terbaik-dari-keadaan-terburuk/">Tips &#038; Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways Edisi 22 Februari 2009 &#8211; Sikap Terbaik dari Keadaan Terburuk</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Poin &#8211; poin yang saya tangkap dari Mario Teguh Golden Ways Edisi 22 Februari dengan tajuk &#8220;Sikap Terbaik dari Keadaan Terburuk&#8221;:</p>
<ul>
<li>Manusia lebih mudah mengingat kejadian buruk daripada kemungkinan baik</li>
<li>Tugas manusia bukan menduga takdir dari Tuhan, namun menjadikan diri kita pantas untuk takdir yang baik</li>
<li>Manusia menjadi utuh jika tidak memiliki dirinya sendiri</li>
<li>Bagaimana mungkin orang yang membayar setengah &#8211; setengah mendapat bagian yang penuh?</li>
<li><strong>Takdir tidak baik itu pendapat pribadi. Pada dasarnya semua takdir itu baik</strong></li>
<li>Kehilanganlah hal &#8211; hal buruk</li>
<li>Mengapa kita melihat hidup tidak baik? Yang dirubah bukan hidupnya, namun dusut pandangnya</li>
<li><strong>Bila anda ingin mengundang campur tangan Tuhan, lakukanlah hal yang lebih besar dari pada apa yang bisa ditangani oleh anda</strong></li>
<li>Yang namanya mungkin, itu kan masalah pendapat. Sekarang, berapa sering anda tidak tepat dalam berpendapat?</li>
<li>Bukan yang mungkin anda capai, tapi apa yang ingin anda capai!</li>
<li>Manusia bernilai dari apa yang diberikan kepada manusia lain</li>
<li>Hidup berdasarkan buku petunjuk agar arah anda tepat!</li>
<li><strong>Setiap orang dapat bermimpi, tapi yang membedakannya adalah tindakannya</strong></li>
<li>Cara menyiksa diri yang terbaik adalah dengan memimpikan hal yang besar, namun menyangsikan diri sendiri: Apakah diri anda pantas untuk mencapainya, apakah anda mampu melakukannya, menunda &#8211; nunda tindakan untuk mencapainya, dll</li>
<li>Apapun yang anda lakukan, harus menjadikan diri anda lebih besar dari diri anda sekarang</li>
<li>Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan hal yang penuh berkat jika menempuh cara &#8211; cara yang tidak diberkati?</li>
<li>Kalau anda ingin menjadi pemimpin besar, rayakan kehebatan orang lain!</li>
<li><strong>Karena hati tidak bisa ditunjukkan, ungkapkan!</strong></li>
<li>Sebenarnya tidak bisa yang anda miliki. Semua yang anda miliki itu titipan!</li>
<li>Dia yang &#8220;memiliki&#8221; (maksudnya, berserah diri kepada) Tuhan memiliki segalanya, karena Tuhan memberikan apa yang dimiliki-Nya kepada dia.</li>
<li>Apabila anda ingin kehidupan yang cerah, pilihlah pemandangan yang cerah</li>
<li>Tidak mungkin anda menjelekkan orang jelak. yang di jelekkan selalu hal yang baik</li>
<li>Jika anda ingin kehidupan yang serasi, Sepakatlah bahwa tidak semua hal tidak harus disepakati bersama</li>
<li>Orang akan berlaku baik jika ekspresi wajah yang anda berikan juga baik</li>
<li>Tidak ada yang tidak bisa dikuatkan oleh Do&#8217;a</li>
<li>Apapun yang anda pikirkan, apapun yang anda yang anda rasakan, atau apapun yang anda lakukan, utuhkanlah dengan do&#8217;a, lalu perhatikan apa yang terjadi.</li>
</ul>
<p>Satu hal yang saya notice dari Mario Teguh: Beliau menunjukkan manfaat dari keberimanan, <em>and it rocks</em>. <em>Inviting</em>. Berapa banyak para pemuka Agama yang mengajak masyarakat untuk ber-Tuhan namun tidak menunjukan manfaat dari keber-Tuhanan itu? Ya jelas masyarakat menjadi semakin jauh. :)</p>
<p>Satu hal yang saya pahami: Manusia cenderung bergerak jika mereka mengetahui apa untungnya untuk mereka. Kalau manusia ditunjukkan apa manfaat dari beriman, maka semakin banyak orang yang beriman. Pertanyaannya adalah: Bagaimana caranya menunjukan manfaat dari keberimanan? Just Do It. Aplikasikan keberimanan anda, dan perlihatkan bahwa hidup anda menjadi baik karena keberimanan itu. Ketika orang bertanya kepada anda mengapa hidup anda menjadi baik, katakan bahwa anda menjadi baik karena keberimanan anda.</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Saya terkagum &#8211; kagum pada poin ini:</p>
<ul>
<li>Bila anda ingin mengundang campur tangan Tuhan, lakukanlah hal yang lebih besar dari pada apa yang bisa ditangani oleh anda</li>
<li>Yang namanya mungkin, itu kan masalah pendapat. Sekarang, berapa sering anda tidak tepat dalam berpendapat?</li>
<li>Dia yang &#8220;memiliki&#8221; (maksudnya, berserah diri kepada) Tuhan memiliki segalanya, karena Tuhan memberikan apa yang dimiliki-Nya kepada dia.</li>
</ul>
<p>Benar &#8211; benar menunjukan keindahan dari keberimanan (meyakini ke-Besaran Tuhan) :)</p>
<p>Pendapat anda?</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tips-pelajaran-dari-mario-teguh-golden-ways-edisi-22-februari-2009-sikap-terbaik-dari-keadaan-terburuk/">Tips &#038; Pelajaran Dari Mario Teguh Golden Ways Edisi 22 Februari 2009 &#8211; Sikap Terbaik dari Keadaan Terburuk</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tips-pelajaran-dari-mario-teguh-golden-ways-edisi-22-februari-2009-sikap-terbaik-dari-keadaan-terburuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Arti Kehidupan Sebenarnya? Hidup Adalah Permainan. Jadilah Pemain Kehidupan.</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/apa-arti-kehidupan-sebenarnya-hidup-adalah-permainan-jadilah-pemain-kehidupan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/apa-arti-kehidupan-sebenarnya-hidup-adalah-permainan-jadilah-pemain-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 13:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Coba tanya diri anda masing - masing. Apa arti hidup menurut anda?

Hidup adalah .... .

Coba isi titik - titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.

Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan.<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/apa-arti-kehidupan-sebenarnya-hidup-adalah-permainan-jadilah-pemain-kehidupan/">Apa Arti Kehidupan Sebenarnya? Hidup Adalah Permainan. Jadilah Pemain Kehidupan.</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://flickr.com/photos/kenly_monteagudo/2724641296/"><img title="Life is a Game by Monteakm2008 (Busy)" src="http://farm3.static.flickr.com/2387/2724641296_a0dcc559d2_m.jpg" alt="Life is a Game by Monteakm2008 (Busy)" width="240" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">Life is a Game by Monteakm2008 (Busy)</p></div>
<p>Coba tanya diri anda masing &#8211; masing. Apa arti hidup menurut anda?</p>
<p>Hidup adalah &#8230;. .</p>
<p>Coba isi titik &#8211; titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.</p>
<p>Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan &#8220;memecahkan tantangan&#8221;. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan &#8220;berjalan&#8221; diatasnya.</p>
<p>Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib.</p>
<p>Sekarang, bagaimana kita sebagai orang beriman seharusnya memandang kehidupan?</p>
<p>Terjemahan Q.S. Al &#8211; Hadid ( 57 ) Ayat 20 :</p>
<blockquote><p>Ketahuilah, sesungguhanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam &#8211; tanamannya mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.</p></blockquote>
<p>Note that : <strong>hidup adalah permainan.</strong> Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang &#8211; senang?</p>
<p>Pahami konteks keseluruhan tersebut. Pemahaman yang coba di ajarkan Tuhan melalui (terjemahan) wahyu ini adalah bahwa hidup adalah sebuah permainan yang jangka waktunya pendek, maka dari itu kita harus menjadi pemain dari &#8220;permainan kehidupan&#8221;, bukannya main &#8211; main dalam kehidupan.</p>
<p>Maksudnya?</p>
<p><strong>Pemain adalah mereka yang memainkan permainan dengan serius</strong>. Cermati contoh ini : pemain sepak bola. artinya? Mereka yang bermain sepak bola yang serius mengikuti permainan sepak bola dan mematuhi peraturan &#8211; peraturannya.</p>
<p>Sekarang perhatikan mereka yang menjadikan dirinya &#8220;pemain&#8221; sepak bola yang sungguh &#8211; sungguh : contoh, Kaka. Apa yang Tuhan berikan kepada Kaka yang menjadikan dirinya &#8220;pemain&#8221; sepak bola? kehidupan yang luar biasa, penghasilan yang melimpah, popularitas, jutaan penggemar, dll.</p>
<p>Itu baru menjadikan diri sebagai &#8220;pemain&#8221; sepak bola yang notabene dibatasi oleh 45menit X 2 dalam lapangan rumput persegi dan bola bundar.</p>
<p>Bisa bayangkan apa yang akan Tuhan berikan jika anda menjadi &#8220;pemain&#8221; dari permainan besar kehidupan? Menjadikan diri anda seorang manusia profesional yang mengikuti peraturan dunia dan &#8220;bermain&#8221; / menjalani kehidupan dengan serius?</p>
<p>Imagine that.</p>
<p>Tanya kembali diri anda : <strong>Apa arti kehidupan bagi anda?</strong></p>
<h2>P.S.</h2>
<ol>
<li>Sebelum ada yang bertanya apa itu peraturan kehidupan? jawabannya adalah peraturan ( dan petunjuk ) yang di sampaikan oleh Nabi yang menjadi panutan anda. Apa lagi memangnya?</li>
<li>Materi ini saya dapat dari forum liqo yang saya ikuti tadi malam. Liqo secara bahasa bermakna lingkaran, sedangan liqo secara istilah yang saya maksud disini adalah sekumpulan orang yang duduk membentuk lingkaran kecil ( antara 5 &#8211; 10 orang ), dimana dalam forum tersebut ada seorang yang berperan menjadi mentor dan sisanya menjadi murid. Yang dibahas dalam forum liqo adalah berbagai hal yang benang merahnya adalah peran kita di dunia sebagai seorang beriman yang perannya adalah menjadi rahmat bagi seluruh alam.</li>
<li>Saya setuju dengan Bapak Ary Ginanjar : Jika ada ayat dari Al &#8211; Qur&#8217;an yang saya kutip, bukan bermakna tulisan ini ditujukan untuk penganut agama islam saja. Bukan dunia untuk islam, melainkan islam UNTUK dunia.</li>
</ol>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/apa-arti-kehidupan-sebenarnya-hidup-adalah-permainan-jadilah-pemain-kehidupan/">Apa Arti Kehidupan Sebenarnya? Hidup Adalah Permainan. Jadilah Pemain Kehidupan.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/apa-arti-kehidupan-sebenarnya-hidup-adalah-permainan-jadilah-pemain-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>128</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Terpikir Oleh Saya Mengenai Holocaust</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-terpikir-oleh-saya-mengenai-holocaust/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/yang-terpikir-oleh-saya-mengenai-holocaust/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 01:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Holocaust]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[DISCLAIMER : Postingan ini benar - benar 100% asumsi. Teori Konspirasi lah. Jadi tolong disikapi dengan bijak menggunakan etika yang baik. Sekali lagi, postingan ini 100% ASUMSI YANG SUBJEKTIF, analisa saya terhadap holocaust yang berada di area personal saya. Kesetujuan atau ketidak setujuan merupakan hak anda. Apapun itu, harap disikapi dengan bijaksana.<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/yang-terpikir-oleh-saya-mengenai-holocaust/">Yang Terpikir Oleh Saya Mengenai Holocaust</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/zoom-in-tight/2334200389/"><img title="Holocaust by zoom in tight" src="http://farm4.static.flickr.com/3247/2334200389_ee4383d5d8_m.jpg" alt="Holocaust by zoom in tight" width="240" height="149" /></a><p class="wp-caption-text">Holocaust by zoom in tight</p></div>
<p><strong>DISCLAIMER :</strong> Postingan ini benar &#8211; benar <strong>100% asumsi</strong>. Teori Konspirasi lah. Jadi tolong disikapi dengan bijak menggunakan etika yang baik. Sekali lagi, postingan ini 100% ASUMSI YANG SUBJEKTIF, analisa saya terhadap holocaust yang berada di area personal saya. Kesetujuan atau ketidak setujuan merupakan hak anda. Apapun itu, harap disikapi dengan bijaksana.</p>
<p>Here we go.<br />
<strong><br />
Landasan berfikir :</strong><br />
Holocaust. Tragedi pembantaian ras yahudi semasa perang dunia 2 oleh rezim NAZI dibawah kendali Hitler. Beberapa sumber mengatakan lebih dari 6 juta orang yahudi dibantai dalam lingkup holocaust ini. Sebagai tambahan, &#8220;isu&#8221; holocaust juga lah yang menyulut migrasi besar &#8211; besaran kaum Yahudi dari Eropa, yang selanjutnya menjadi salah satu pemicu berdirinya Israel</p>
<h2>Hal &#8211; hal yang patut dipertimbangkan dalam mengambil sikap mengenai holocaust :</h2>
<ul>
<li>Pihak yang menyuarakan holocaust adalah pihak barat dan Yahudi</li>
<li>Tidak ada jejak yang membuktikan bahwa pemusnahan ras yahudi adalah perintah Hitler. Yang diperintahkan Hitler adalah mengusir, bukan membinasakan ( ex : foto, dokumen )</li>
<li>Perlindungan berlebihan yang dilakukan oleh pihak barat untuk meyakinkan bahwa holocaust memang nyata</li>
<li>Banyak sumber yang menyebutkan bahwa Pihak Jerman semasa perang dunia ke 2 bahkan tidak memiliki fasilitas untuk &#8220;menjalankan holocaust&#8221;</li>
</ul>
<p><strong><br />
NOTE :</strong> Perlu di garis bawahi bahwa yang menjadi sumber disini adalah berbagai situs di internet yang kita telah ketahui bersama, bahwa tidak bisa dijadikan acuan yang pasti.</p>
<p>Saya pribadi sebenarnya belum men-judge apakah holocaust merupakan fakta atau mitos berlaka. Namun di luar informasi yang bertebaran, ada beberapa keyakinan pribadi yang cukup mengganjal juga :</p>
<p>Yahudi adalah kaum yang cerdik. Suka tidak suka, perlu kita akui bahwa kaum Yahudi diberikan kelebihan berupa kecerdikan oleh Tuhan. Masa kaum yang pintar tersebut terjebak holocaustnya Hitler (Jika memang ada)?</p>
<p>Terlebih lagi, bukankah protokol Zion yang disokong oleh &#8220;para petinggi Yahudi&#8221; yang memiliki kekuatan sumberdaya di berbagai sektor sudah berjalan? Rasanya lucu saja jika para Yahudi yang sudah menguasai berbagai sektor di kala itu membiarkan holocaust terjadi. ( jika memang ada )</p>
<p>Malahan, jika asumsi saya bahwa &#8220;grup elit yahudi&#8221; memang sudah menguasai &#8220;kekuatan dunia&#8221; kala itu, bisa jadi perang dunia dua merupakan skenario yang mereka gelar untuk mengambil alih &#8220;tanah yang dijanjikan&#8221; dan Hitler merupakan &#8220;pion catur&#8221; yang mereka mainkan untuk menggelar skenario tersebut. Sekali lagi, rasanya aneh seorang &#8220;nobody&#8221; bisa berubah secara SANGAT DRASTIS menjadi &#8220;somebody&#8221; jika tanpa ada &#8220;pemain dibalik layar&#8221;.</p>
<p>Well, postingan ini hanya rambling thoughts saja. Jika anda setuju, silahkan sampaikan. Jika tidak setuju, silahkan sampaikan juga. Yang perlu di garis bawahi adalah, silahkan gunakan etika terbaik dalam berkomentar. Saya tidak akan segan untuk menghapus atau mengedit komentar berisi makian.</p>
<p>Sepengetahuan saya, Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk berperilaku baik dan melarang umatnya untuk mengekspresikan diri dalam bentuk makian. Well, sudah sepatutnya dan sudah saatnya kita mencontoh beliau. Termasuk dalam memberikan komentar :)</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/yang-terpikir-oleh-saya-mengenai-holocaust/">Yang Terpikir Oleh Saya Mengenai Holocaust</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/yang-terpikir-oleh-saya-mengenai-holocaust/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

