<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fikri Rasyid &#187; ide</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/category/ide/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com</link>
	<description>Counting UFOs &#38; signal them with my lighter</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 04:58:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Satu Alasan Lagi Untuk Belajar Bahasa Asing</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/satu-alasan-lagi-untuk-belajar-bahasa-asing/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/satu-alasan-lagi-untuk-belajar-bahasa-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 02:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Second Language Acquisition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1388</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu gagasan menarik yang diucapkan dosen saya saat saya menghadiri kuliah Second Language Acquisition: Orang yang berbicara dua bahasa, memiliki dua sistem tata bahasa di benak mereka Wow, ini menarik sekali. Hingga hari ini, saya mampu berbicara Bahasa Sunda (meskipun tidak fasih-fasih amat), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Terkadang ada hal-hal tertentu yang saya [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/satu-alasan-lagi-untuk-belajar-bahasa-asing/">Satu Alasan Lagi Untuk Belajar Bahasa Asing</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu gagasan menarik yang diucapkan dosen saya saat saya menghadiri kuliah <em><a href="http://fikrirasyid.wordpress.com/category/semester-6/second-language-acquisition/">Second Language Acquisition</a></em>:</p>
<blockquote><p>Orang yang berbicara dua bahasa, memiliki dua sistem tata bahasa di benak mereka</p></blockquote>
<p>Wow, ini menarik sekali. Hingga hari ini, saya mampu berbicara Bahasa Sunda (meskipun tidak fasih-fasih amat), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Terkadang ada hal-hal tertentu yang saya rasa lebih enak disampaikan menggunakan satu bahasa dibandingkan menggunakan bahasa yang lain karena makna-nya lebih tersampaikan.</p>
<p>Hal ini membuat saya berpikir: <strong>apakah hal ini berarti bahasa mempengaruhi bagaimana manusia berpikir</strong>? Saya menanyakan hal ini pada dosen saya. Beliau berkata bahwa ada penelitian mengenai hal ini yang menjawab <strong>ya, bahasa memang mempengaruhi bagaimana manusia berpikir</strong>.</p>
<p>Yang lebih menarik lagi, beliau berkata hasil penelitian seorang dosen Pendidikan Bahasa Indonesia menunjukan bahwa <strong>orang yang berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (Multilingualist) cenderung lebih teratur dalam berbahasa daripada orang yang hanya berbicara satu bahasa saja</strong>. <em>Positive / negative transfers</em> terjadi di benak mereka: sistem tata bahasa satu bahasa mempengaruhi bagaimana pembicara bahasa menggunakan bahasa lain. Sang pembicara dapat membandingkan keunggulan / kelemahan bahasa yang mereka gunakan.</p>
<p>Gagasan ini menghasilkan satu kesimpulan di benak saya. Ada satu lagi alasan untuk mempelajari bahasa asing: <strong>Untuk lebih mendalami bahasa ibu / bahasa yang sudah kamu kuasai</strong>.</p>
<p>Saat ini saya jadi merasa saya ingin belajar bahasa lain. Bahasa Perancis atau Arab, mungkin? Kedua bahasa itu terasa sangat eksotis untuk saya.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/satu-alasan-lagi-untuk-belajar-bahasa-asing/">Satu Alasan Lagi Untuk Belajar Bahasa Asing</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/satu-alasan-lagi-untuk-belajar-bahasa-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ide-ide Mengenai Pendidikan</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/ide-ide-mengenai-pendidikan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/ide-ide-mengenai-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 12:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ideal]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan yang ideal itu yang bagaimana sih? Belakangan pertanyaan sederhana ini kerap hinggap dikepala saya dan membuat saya memikirkan beberapa ide yang saya rasa akan sangat baik jika diimplementasikan: Buat material pembelajaran sesederhana mungkin. Ini bukan masalah tingkat intelejensia namun masalah clarity dan efektifitas. Saya (dan saya yakin banyak teman-teman saya) sering kali menjadi tidak [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/ide-ide-mengenai-pendidikan/">Ide-ide Mengenai Pendidikan</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendidikan yang ideal itu yang bagaimana sih?</strong> Belakangan pertanyaan sederhana ini kerap hinggap dikepala saya dan membuat saya memikirkan beberapa ide yang saya rasa akan sangat baik jika diimplementasikan:</p>
<p><strong>Buat material pembelajaran sesederhana mungkin.</strong> Ini bukan masalah tingkat intelejensia namun masalah <em>clarity</em> dan efektifitas. Saya (dan saya yakin banyak teman-teman saya) sering kali menjadi tidak bersemangat membaca materi pembelajaran karena cara menyampaikannya ribet. Sudah pernah baca <a href="http://gettingreal.37signals.com/toc.php" target="_blank">Getting Real</a>-nya 37signals? <em>Boy</em>, cara mereka menyampaikan ide disana sangat-sangat efisien. Jadi ingat ini:</p>
<blockquote><p>Be clear first and clever second. If you have to throw one of those out, throw out clever.</p>
<p>Jason Fried &#8211; <a href="http://37signals.com" target="_blank">37Signals</a></p></blockquote>
<p><strong>Dua guru dalam satu kelas.</strong> Satu guru utama yang menyampaikan materi, dan satu guru bekerja sebagai<em> wing man</em>: berkeliling merapikan absen, membantu menertibkan siswa, menyiapkan peralatan, membantu murid yang kecepatan belajarnya agak lambat, dll. Biaya pelaksanaan pembelajaran mungkin akan lebih tinggi, tapi saya rasa efesiensi pembelajaran akan jadi lebih tinggi juga. Ohya, muridpun akan menjadi relatif tidak aneh-aneh karena kemampuan mengawas guru menjadi lebih luas.</p>
<p><strong>Memanfaatkan media sosial untuk tujuan pendidikan</strong>. Fakta: murid zaman sekarang hidup pada zaman dimana online adalah suatu hal yang sangat lumrah. Jadi daripada dibatasi waktu online-nya, lebih baik siapkan konten-konten pembelajaran di media sosial dan arahkan aktifitas online mereka kesana. <em>Instead of blaming or beating it, join and drive it</em>.</p>
<p><strong>Alokasikan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan softskill.</strong> Sudah sering sekali orang mengatakan bahwa softskill sangat berpengaruh di dunia kerja / professional. Herannya, saya tidak merasa ada satu mata pelajaran pun yang mengajarkan softskill-softskill yang penting secara menyeluruh. Contoh: jika kemampuan bernegosiasi itu sangat penting, mengapa tidak ada subjek &#8220;<em>bagaimana cara bernegosiasi yang menguntungkan semua pihak</em>&#8220;? Saya rasa subjek seperti ini akan sangat bermanfaat sekali.</p>
<p><strong>Pendekatan berbasis proyek / portofolio</strong>. Satu hal yang saya pelajari dari pekerjaan freelance saya adalah klien / employer tidak melihat berapa besar IP saya: Mereka melihat portofolio saya dan apa saja yang sudah pernah saya selesaikan sejauh ini. Mereka membuat keputusan untuk mempekerjakan saya berdasarkan kemampuan -bukan gelar- yang saya miliki dan ekspektasi apa yang saya bisa selesaikan berdasarkan informasi yang mereka miliki dari proyek-proyek yang saya selesaikan.</p>
<p><strong>Contohkan apa yang diajarkan. </strong>Menceramahi siswa tidak lagi efisien, terutama ketika mereka telah mencapai fase menjelang dewasa. Mereka tidak butuh ceramah yang bisa dilakukan siapapun. Yang mereka butuhkan adalah contoh dan <em>role model</em> untuk ditiru. Alih-alih menceramahi siswa tentang pentingnya kedisiplinan, tunjukan kedisiplinan guru dan institusi kepada mereka. Alih-alih memberitahu murid untuk memiliki etos belajar yang baik, tunjukan kerasnya etos belajar anda pada mereka. Alih-alih nasehat klise mengenai betapa murid harus menjadi pintar, tunjukan betapa pintarnya kamu dan apa saja keuntungannya menjadi orang pintar. Tindakan berbicara lebih lantang dan lebih efisien dari kata-kata.</p>
<p><strong>Guru harus melek digital</strong>. <em>C&#8217;mon</em>, sekarang saja sudah tahun 2011.</p>
<p>Untuk sekarang, itu saja ide-ide dari saya. Dikemudian hari mungkin ada ide lagi yang muncul dan akan saya tambahkan disini. Sekarang giliran kamu: Apa yang kamu lihat sebagai masa depan pendidikan? <strong>Bagaimana wujud pendidikan yang ideal menurut kamu</strong>?</p>
<p>Mari berbagi ide. Hal ini akan menjadi sangat menarik sekali.</p>
<p>P.S: Silahkan mengkritisi ide-ide saya, diskusi yang konstruktif itu mengasyikkan <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><small>The beautiful background image titled &#8220;<a href="http://www.flickr.com/photos/plasticmind/855337537/" target="_blank">English class</a>&#8221; is courtesy of <a href="http://www.flickr.com/photos/plasticmind/" target="_blank">Jesse Gardner on Flickr</a>.</small></p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/ide-ide-mengenai-pendidikan/">Ide-ide Mengenai Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/ide-ide-mengenai-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Platform, Bukan &#8220;Sekedar&#8221; Produk</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/platform-bukan-sekedar-produk/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/platform-bukan-sekedar-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 04:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Platform]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu poin yang sangat menginspirasi di What Would Google Do karangan Jeff Jarvis adalah &#8220;membuat platform&#8220;. Zaman sudah berubah. Alih-alih membuat produk, akan lebih menguntungkan untuk membuat platform dimana semua orang dapat berpartisipasi mengembangkan dan menambah fungsi kepada platform tersebut. iPhone sukses besar menjadi salah smartphone terkemuka di industri smartphone: sistem operasi iOS mengizinkan [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/platform-bukan-sekedar-produk/">Platform, Bukan &#8220;Sekedar&#8221; Produk</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu poin yang sangat menginspirasi di <a title="Ulasan Buku What Would Google Do" href="http://fikrirasyid.com/ulasan-buku-what-would-google-do/" target="_blank">What Would Google Do</a> karangan Jeff Jarvis adalah &#8220;<strong>membuat platform</strong>&#8220;.</p>
<p><em>Zaman sudah berubah</em>. Alih-alih membuat produk, akan lebih menguntungkan untuk membuat platform dimana semua orang dapat berpartisipasi mengembangkan dan menambah fungsi kepada platform tersebut.</p>
<p>iPhone sukses besar menjadi salah smartphone terkemuka di industri smartphone: sistem operasi iOS mengizinkan app developer mengembangkan aplikasi mereka sendiri dan menjualnya kepada pengguna.</p>
<p>Facebook sukses besar menjadi salah satu situs paling besar di muka bumi: facebook mengizinkan third party developer mengembangkan aplikasi yang dapat diintegrasikan ke facebook (contoh: FarmVille, Mafia War) dan digunakan oleh para pengguna facebook.</p>
<p><a title="WordPress, the awesome personal publishing platform" href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a> sukses besar menjadi salah satu <em>content management system</em> paling populer dimuka bumi. Sistem-nya didesain sedemikian rupa agar web desainer dan web developer dapat dengan mudah berpartisipasi membuat plugin-plugin dan themes untuk mengembangkan fungsionalitas WordPress.</p>
<p>Platform didukung oleh partisipan dan penggunanya karena platform tersebut menjadi bagian dari hidup mereka, tempat dimana mereka berpartisipasi mengembangkan sesuatu.</p>
<p>Setiap kali kamu terpikirkan untuk membuat sesuatu, pikirkanlah <strong>bagaimana caranya agar apa yang kamu buat bisa menjadi platform yang membuat banyak orang mampu berpartisipasi, berkreasi dan mendapat manfaat &#8220;diatasnya&#8221;</strong>.</p>
<p><em>Zaman sudah berubah.</em></p>
<p>Menurut kamu?</p>
<p><small>*Ide tulisan ini muncul di minggu pagi di kamar selepas cycling ke Car Free Day Bandung, tengah terpikir beberapa ide untuk dieksekusi.</small></p>
<p><small>Background image titled &#8220;<a title="Singapore Development" href="http://www.flickr.com/photos/xiaming/2557453343/" target="_blank">Singapore Development (sunrise)</a>&#8221; is courtesy of <a title="Ming Xia on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/xiaming/" target="_blank">Ming Xia</a>.</small></p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/platform-bukan-sekedar-produk/">Platform, Bukan &#8220;Sekedar&#8221; Produk</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/platform-bukan-sekedar-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relevansi Kewarganegaraan</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/relevansi-kewarganegaraan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/relevansi-kewarganegaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 00:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Imagine]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[John Lennon]]></category>
		<category><![CDATA[Kewarganegaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengandaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1291</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini sebuah pemikiran menyelinap masuk ke otak saya: Mengutip imagine-nya John Lennon, apa yang terjadi jika obsesi akan kepemilikan yang berlebihan dan batas kenegaraan tidak ada? Coba pikirkan ini: Katakanlah ada seseorang yang sangat rendah hati, tidak pamrih, tidak haus akan kekuasaan melainkan menggunakan kekuasaan tersebut untuk kebaikan orang banyak dan jelas-jelas jauh lebih [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/relevansi-kewarganegaraan/">Relevansi Kewarganegaraan</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini sebuah pemikiran menyelinap masuk ke otak saya: Mengutip <a href="http://www.lyrics007.com/John%20Lennon%20Lyrics/Imagine%20Lyrics.html" target="_blank"><em>imagine</em></a>-nya John Lennon, apa yang terjadi jika <strong>obsesi akan kepemilikan yang berlebihan dan batas kenegaraan tidak ada</strong>?</p>
<p>Coba pikirkan ini:</p>
<blockquote><p>Katakanlah ada seseorang yang sangat rendah hati, tidak pamrih, tidak haus akan kekuasaan melainkan menggunakan kekuasaan tersebut untuk kebaikan orang banyak dan jelas-jelas jauh lebih baik dari semua &#8220;tokoh masyarakat&#8221; yang ada di Indonesia. Diperkirakan, orang tersebut akan membawa kemakmuran jika diberi kesempatan memimpin negara ini. Sayangnya, kewarganegaraan Indonesia merupakan syarat mutlak seseorang menjadi pemimpin dan orang tersebut bukan seorang WNI.</p></blockquote>
<p>Kembali kepada gagasan awal di paragraf pertama, mari kita bayangkan bahwa &#8220;seseorang&#8221; ini tidak memiliki obsesi berlebihan atas kepemilikan dan keharusan bahwa negara tempat dia berasal harus lebih superior dari negara tempat dia -jika diperbolehkan- memimpin. Selama semuanya sejahtera dan berkecukupan, baginya itu sudah cukup.</p>
<p><strong>Pertanyaannya: </strong>apa pendapatmu akan hal ini? Apakah fakta bahwa seseorang lahir di suatu tempat dari orang tua yang tidak seorangpun bisa memilih dari siapa dia akan lahir melebihi kompetensi seseorang dalam menyejahterakan masyarakat?</p>
<p>Silahkan berbagi pendapat kamu.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/relevansi-kewarganegaraan/">Relevansi Kewarganegaraan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/relevansi-kewarganegaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Tidak Memuaskanmu</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/yang-tidak-memuaskanmu/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/yang-tidak-memuaskanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 12:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kepuasan]]></category>
		<category><![CDATA[Seth Godin]]></category>
		<category><![CDATA[TED]]></category>
		<category><![CDATA[Tribes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Seth Godin dalam video TED-nya mengenai Tribe mengatakan satu hal yang sangat menarik: What are you upsetting? If you’re not upsetting anyone, you’ll not gonna fight the status quo Seth Godin Larry Page dan Sergey Brin membuat Google karena pada masanya (sekitar tahun 1997) tidak ada satu mesin pencari-pun yang memuaskan mereka. Steve Jobs mendirikan [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/yang-tidak-memuaskanmu/">Yang Tidak Memuaskanmu</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ted.com/talks/lang/eng/seth_godin_on_the_tribes_we_lead.html">Seth Godin dalam video TED</a>-nya mengenai <a href="http://fikrirasyid.com/tribes-andalah-pemimpin-yang-kami-cari/" target="_blank">Tribe</a> mengatakan satu hal yang sangat menarik:</p>
<blockquote><p>What are you upsetting? If you’re not upsetting anyone, you’ll not gonna fight the status quo</p></blockquote>
<p style="text-align: right;"><small>Seth Godin</small></p>
<p>Larry Page dan Sergey Brin membuat Google karena pada masanya (sekitar tahun 1997) tidak ada satu mesin pencari-pun yang memuaskan mereka. Steve Jobs mendirikan Apple karena IBM, pemimpin pasar komputer saat itu, tidak menggarap pasar Personal Computer yang diincar-nya. Richard Branson dan filosofinya dalam masuk ke berbagai macam industri, seperti dalam artikel yang ditulis di majalah <a href="http://fikrirasyid.com/makan-malam-dengan-the-marketeers-membicarakan-netizen/" target="_blank">marketeers</a> november 2010, adalah &#8220;<em>look for areas where people are not doing things well, thus we fill the gap.</em>&#8220;.</p>
<p>Seringkali manusia tergerak untuk membuat sesuatu yang lebih baik <strong>ketika hal yang sudah ada tidak memuaskan mereka</strong>.</p>
<p>Seperti orang tua yang tumbuh dalam kesulitan yang tidak ingin anaknya tumbuh dalam kesulitan.</p>
<p>Pertanyaannya, <strong>apa yang sekarang tidak memuaskanmu</strong>?</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/yang-tidak-memuaskanmu/">Yang Tidak Memuaskanmu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/yang-tidak-memuaskanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andaikan kita bisa buktikan</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/andaikan-kita-bisa-buktikan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/andaikan-kita-bisa-buktikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 21:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cara]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, saya ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman hingga larut malam. Salah satu topik obrolan kita adalah betapa korupnya bangsa ini: dari gayus dan perpajakan, bea cukai, kualitas jalan yang jelek sehingga selalu rusak dan selalu ada orderan, dan lain-lain. Saya jadi melamun. Bagaimana menyembuhkan &#8220;penyakit&#8221; ini dari masyarakat kita ya? Kalau saya pikir-pikir, akar masalah dari [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/andaikan-kita-bisa-buktikan/">Andaikan kita bisa buktikan</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam, saya ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman hingga larut malam. Salah satu topik obrolan kita adalah betapa korupnya bangsa ini: dari gayus dan perpajakan, bea cukai, kualitas jalan yang jelek sehingga selalu rusak dan selalu ada orderan, dan lain-lain.</p>
<p>Saya jadi melamun. Bagaimana menyembuhkan &#8220;penyakit&#8221; ini dari masyarakat kita ya?</p>
<p>Kalau saya pikir-pikir, akar masalah dari korupsi bukan ada di hukum yang mudah diakali atau institusi hukum yang lemah. Korupsi lebih ke masalah budaya. Korupsi, dalam pandangan saya, setidaknya disebabkan oleh dua hal:</p>
<ol>
<li>Kecintaan berlebihan terhadap harta.</li>
<li> Berfikir bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan harta adalah dengan cara yang tidak baik.</li>
</ol>
<p>Untuk poin pertama: Harta itu bukan tujuan, melainkan dengan alat. Tidak ada yang salah dengan memiliki harta yang berlimpah. Kamu bisa menolong banyak orang kurang mampu (menyumbang sekolah, memberi beasiswa) jika kamu punya banyak harta. Yang jadi masalah adalah jika kita menjadikan uang sebagai tujuan: memper-Tuhan-kan uang. Berfikir kalau ada uang, segalanya jadi beres.</p>
<p>Untuk poin kedua, saya yakin tidak ada orang yang ingin menjadi <em>bad guy</em> dengan cara korupsi. Andaikan ada cara yang baik mendapatkan uang, mengapa harus menggunakan cara yang buruk? Sialnya, kebanyakan orang hampir tidak tahu caranya mendapatkan uang yang berkelimpahan / berkecukupan dengan cara yang baik.</p>
<p>Sekarang, coba pikir: andaikan semua orang tahu bahwa mereka bisa berkecukupan / berkelimpahan dengan cara yang baik dan tahu BAGAIMANA CARANYA mendapatkan penghasilan yang mencukupi segala kebutuhan mereka, serta memiliki tujuan yang jelas dalam hidup yang mana tujuan tersebut bukanlah &#8220;menumpuk uang sebanyak-banyaknya&#8221; melainkan hidup bahagia dan memberi manfaat untuk sesama, apakah budaya korupsi massal di negeri ini akan tetap ada?</p>
<p>Jika jawabannya &#8220;tidak&#8221;, ini bisa jadi hal yang cukup berharga untuk diperjuangkan.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/andaikan-kita-bisa-buktikan/">Andaikan kita bisa buktikan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/andaikan-kita-bisa-buktikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dream comes true. Damn it&#8217;s true</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/dream-comes-true-damn-its-true/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/dream-comes-true-damn-its-true/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 04:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Cita - cita]]></category>
		<category><![CDATA[Dreams]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya masih SD, saya hobi sekali membaca novel dan manga. Beberapa diantaranya yang sangat menarik minat saya adalah cerita-cerita dengan plot sekolah berasrama seperti Harry Potter, Mallory Towers, Love Hina dan lain-lain. Efek sampingnya, saya jadi punya cita-cita untuk bersekolah di sekolah berasrama. Kalau perlu yang gedung sekolahnya punya lorong yang diapit kelas di [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/dream-comes-true-damn-its-true/">Dream comes true. Damn it&#8217;s true</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saya masih SD, saya hobi sekali membaca novel dan manga. Beberapa diantaranya yang sangat menarik minat saya adalah cerita-cerita dengan plot sekolah berasrama seperti Harry Potter, Mallory Towers, Love Hina dan lain-lain. Efek sampingnya, saya jadi punya cita-cita untuk bersekolah di sekolah berasrama. Kalau perlu yang gedung sekolahnya punya lorong yang diapit kelas di kiri dan di kanan-nya seperti di manga-manga itu.</p>
<p>Saat saya lulus SD, saya SMP dan SMA di sekolah berasrama: Ma&#8217;had Al-Zaytun. Beberapa menyebutnya pesantren, tapi saya mengalami kejadiannya langsung ragu untuk menyebutnya pesantren :p</p>
<div id="attachment_785" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-785" title="when i was a young boy" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2008/04/when-i-was-a-young-boy.jpg" alt="when i was a young boy" width="480" height="311" /><p class="wp-caption-text">Liat seragamnya: Sailor. mirip di manga-manga gitu LOL</p></div>
<div id="attachment_998" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-998" title="gedungasrama-posted" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2010/09/gedungasrama-posted.jpg" alt="" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">tahun terakhir saya tinggal di asrama ini: Al-Fajr. Lantai lima, kamar 512. Jangan harap ada lift. Pakai tangga. Lebih dari 10 kali dalam sehari.</p></div>
<p>Ketika saya SMP, saya nge-fans abis dengan Linkin Park selalu <em>amazed</em> dengan anak-anak Band. Parahnya saya tidak bisa main satu alat musik pun. Paling canggih juga kastanyet LOL</p>
<p>Saat saya SMA, saya sering mengisi acara di acara sekolah. Ngeband. Sampai sekarang pun masih, <em>another passion of mine</em> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_999" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-999" title="Ada Band di Pesantren. Gaya betul." src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2010/09/adabanddipesantren-gaya-betul.jpg" alt="" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Ada band di Pesantren. Gaya betul.</p></div>
<p>Ketika saya SMA dan terlibat organisasi pelajar (kalau di sekolah umum disebutnya OSIS, kalau di tempat saya disebutnya OPAZ &#8211; Organisasi Pelajar Al-Zaytun &#8211; kalau tidak salah), saya masuk Departemen Informasi di bawah divisi website. Lucunya, saya waktu itu tidak mengerti bahasa pemrograman sama sekali dan divisi kami tidak merilis satu halaman web-pun.</p>
<p>Saat saya lulus SMA dan sekarang berkuliah, saya mendapatkan penghasilan dari freelance front-end web development (xHTML / CSS) dan WordPress theme development.</p>
<p>Ketika awal-awal saya pulang ke Bandung dan kemudian gagal masuk FSRD ITB tahun 2007, saya tidak langsung melanjutkan pendidikan formal saya. Saya course web development selama 8 bulan dan bergabung ke jaringan MLM K-Link dimana Ibu saya yang pembicara produk nasional. Waktu itu tujuan saya satu: mandiri secara finansial secepatnya biar tidak usah minta duit lagi ke orang tua. Malu dong, fisik &#8211; mental sehat dan usia sudah diatas 17 tahun masa minta uang ke orang tua melulu. Kalau saya lahir di U.S. usia segitu saya harusnya sudah keluar dari rumah dan mulai hidup mandiri (CMIIW).</p>
<p>Sayangnya ternyata bisnis jaringan bukan passion saya. Ada sih penghasilan disana, hanya saya kurang enjoy dan penghasilan saya disana belum cukup untuk operasional sehari-hari. Kadang-kadang masih harus minta ke orang tua.</p>
<p>Tahun 2009, saya mulai nge-freelance front-end web development. Penghasilan mulai masuk dan saya enjoy sekali menjalaninya karena sesuai dengan karakter dan passion saya.  Mulai awal tahun 2010, saya tidak usah minta uang lagi ke orang tua saya untuk sekedar membayar bensin, beli buku (baik untuk kepentingan saya sendiri atau buku kuliah), makan siang, jalan-jalan dan belanja-belanja. Tinggal biaya semesteran saya yang masih diberi. Semoga semester depan saya bisa bayar sendiri kuliah saya (meskipun agak <em>gimana-gitu</em> juga karena jurusan ini yang sekarang saya masuki ini kehendak ibu saya. Haha)</p>
<div id="attachment_1000" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-1000" title="wordcamp-2010-dengan-para-master" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2010/09/wordcamp-2010-dengan-para-master.jpg" alt="" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Di WordCamp 2010, acara gathering WordPress enthusiast yang banyak di datangi freelancer. Yang paling kiri itu teman saya di divisi website dulu yang akhirnya bernasib sama dengan saya. Saya yang paling belakang. I know, terlihat merem. Saya memang tidak fotogenik -_-</p></div>
<p>Ketika awal masuk kuliah, saya ingin sekali punya netbook tapi ketika itu saya sama sekali tidak punya dana dan tidak terbayang bagaimana cara belinya. Awal semester kemarin, hasil freelance cukup buat beli Dell Inspiron mini yang akhirnya memberi saya peluang untuk belajar banyak hal baru seperti mulai menggunakan Ubuntu, dll.</p>
<div id="attachment_1002" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-1002" title="whitey-dell" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2010/09/whitey-dell.jpg" alt="" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Mobile coding partner. Powered by Ubuntu 10.4 &amp; Windows 7 Starter</p></div>
<p>Ketika awal kuliah, saya pakai handphone <em>oldschool</em> Motorola yang-penting-ada-mp3-playernya. Padahal, waktu itu saya ingin sekali handphone dengan keypad QWERTY. Selang beberapa waktu, semakin kesini, saya semakin butuh handphone yang agak pintar sedikit untuk internetan, membalas email klien saat saya tidak terhubung dengan internet (mostly karena sedang ada di kampus) dan lain-lain. Akhir semester kemarin rekening hasil freelance saya jebol untuk BlackBerry Gemini.</p>
<div id="attachment_1001" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-1001" title="wordpressforblackberry" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2010/09/wordpressforblackberry.jpg" alt="" width="480" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gemini putih senjata andalan agar gampang dikontak oleh klien via Email</p></div>
<p>Daftar saya-ingin-dan-lalu-tercapai ini bisa saja saya terus perpanjang, tapi tidak ada gunanya memberikan 1000 contoh kalau 5 contoh saja sudah cukup. Yang saya ingin katakan adalah, <em>dream comes true. Okay, some dreams come true</em> &#8211; dan saya ingin menunjukan contoh spesifik dan faktual dalam hidup saya bahwa hal tersebut benar adanya. Beberapa impian tercapai tepat waktu, beberapa impian datang terlambat dari &#8220;waktu yang diminta&#8221; dan beberapa impian tidak diberi namun diberi yang lebih baik dari yang saya impikan.</p>
<p>Beberapa orang mungkin akan menganggap saya mencoba menyombongkan apa yang saya capai, tapi percayalah menyombongkan pencapaian <em>seuprit</em> seperti ini adalah tindakan yang sangat bodoh. Yang saya ingin katakan adalah <strong>kalau kamu ingin sesuatu, kamu bisa mendapatkannya meskipun detik ini kamu tidak tahu bagaimana cara mencapainya</strong>.</p>
<p>Saya ingat betul setiap hal-yang-saya-inginkan-lalu-saya-dapatkan ini. Awalnya hanya sebersit perasaan ingin. Lalu saya tulis, bahkan saya buat daftar. Pada titik tertentu saya cari gambarnya lalu saya tempel di tempat yang saya terus lihat, namun kadang-kadang gambar mental di otak juga cukup. Setelah itu saya setengah putus asa karena saya tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, tapi saya tetap yakin saja. Setelah itu saya jalankan kehidupan saya, lakukan apa yang saya yakini betul. Setelah selang beberapa waktu (kadang mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan) ketika tanpa sadar saya sudah lupa dengan apa yang saya inginkan itu, hal yang saya inginkan tersebut sekonyong-konyong menjadi kenyataan.</p>
<p><strong>Poff</strong>!</p>
<p><em>Dream comes true.</em></p>
<p>Wow, kadang-kadang saya suka tidak percaya juga <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tapi ada satu kutipan yang sangat menarik dari Steve Jobs berkenaan dengan hal ini:</p>
<blockquote><p>Of course it was impossible to connect the dots looking forward when I was in college, but it was very, very clear looking backwards 10 years later. Again, you can’t connect the dots looking forward. You can only connect them looking backwards, so you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever–because believing that the dots will connect down the road will give you the confidence to follow your heart, even when it leads you off the well-worn path, and that will make all the difference.</p></blockquote>
<p><em>Steve Jobs, Commencement Speech at Stanford, 2005</em></p>
<p>Saat ini saya punya banyak cita-cita yang untuk sebagian orang mungkin terdengar bodoh atau mustahil seperti Ph.D sebelum usia 35, menciptakan web app selevel facebook &amp; twitter, mapan secara finansial (yang saya asumsikan dengan penghasilan minimal diatas 10jt sebulan dangan biaya hidup seperti sekarang) saat lulus sarjana, buat sekolah, naik haji sebelum 30, mencoba naik unta di padang pasir timur tengah (penasaran seperti apa sih zaman Rasul itu), dan masih banyak lagi.</p>
<p>Jujur saja, saya belum kepikiran bagaimaimana caranya mencapai itu semua.</p>
<p>Tapi apa salahnya bermimpi? Apa salahnya bercita-cita? Mungkin, tidak semua cita-cita tersebut akan tercapai. Mungkin akan ada yang meleset dan tercapainya telat. Tapi kalau ada peluang tidak tercapai, berarti ada juga peluang untuk tercapai.</p>
<p>Beberapa dari kamu menganggap memiliki cita-cita itu muluk-muluk, tapi buat saya,<em> it&#8217;s a part of the journey named life</em> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, apa cita-cita kamu? Apa cita-citamu yang sudah tercapai??</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/dream-comes-true-damn-its-true/">Dream comes true. Damn it&#8217;s true</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/dream-comes-true-damn-its-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 22:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[E-learning]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft Bloggership 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua hal yang memiliki tempat khusus di alam pemikiran saya: pendidikan dan web. Apa pentingnya pendidikan? Mengapa saya senang memikirkan pendidikan secara khusus? Karena sejak usia sepuluh tahun saya semenjak saya memasuki sekolah menengah, saya sudah dijejali dengan ide betapa pentingnya pendidikan oleh sekolah menengah saya yang berslogankan &#8220;pusat pendidikan dan pengembangan budaya perdamaian&#8220;. [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/">Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-702" title="onelaptopperchild-actual" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/12/onelaptopperchild-actual.jpg" alt="onelaptopperchild-actual" width="480" height="200" /></p>
<p>Ada dua hal yang memiliki tempat khusus di alam pemikiran saya: pendidikan dan web.</p>
<h2>Apa pentingnya pendidikan?</h2>
<p>Mengapa saya senang memikirkan pendidikan secara khusus? Karena sejak usia sepuluh tahun saya semenjak saya memasuki sekolah menengah, saya sudah dijejali dengan ide betapa pentingnya pendidikan oleh sekolah menengah saya yang berslogankan &#8220;<em>pusat pendidikan dan pengembangan budaya perdamaian</em>&#8220;. Terlebih lagi, kedua orang tua saya merupakan dosen di institusi yang menghasilkan pendidik se-indonesia dan saya pun mengambil jurusan pendidikan (tepatnya, pendidikan Bahasa Inggris). Well, lengkaplah sudah.<br />
<span id="more-699"></span><br />
Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya yang bisa menghasilkan kesejahteraan tak terbatas: manusia. Manusia yang terdidik bisa menciptakan surga di dunia, atau bahkan neraka di dunia. Saya senang sekali dengan salah satu poin yang pernah disampaikan Mario Teguh di acara Golden Ways-nya: <em>Tidak ada kekayaan yang bisa diciptakan melebihi kekayaan yang dihasilkan pikiran manusia</em>. Pemikiran manusia bisa menciptakan kesejahteraan luar biasa. Ambil contoh yang semua anda tahu: Bill Gates sang pendiri Microsoft yang berbelas-belas tahun pernah menjadi manusia terkaya didunia. Bagaimana kekayaannya tercipta? Bisnis software, hasil cipta dan karya pemikiran manusia. Bukan minyak atau emas yang dihasilkan oleh bumi dan dieksploitasi oleh pemerintah.</p>
<p><em>That&#8217;s why education is important</em>. Bagi saya, pendidikan bermakna memanusiakan manusia: pengoptimalan potensi manusia. Pemberdayaan potensi sumber daya paling vital berlabel manusia.</p>
<h2>Apa pentingnya web?</h2>
<p>Lalu mengapa web memiliki &#8216;area&#8217; khusus di otak saya? Saya mulai mengenal dunia web pada level yang lebih tinggi sesaat ketika saya belum berhasil memasuki program studi desain komunikasi visual yang saya inginkan semenjak sekolah menengah. Semenjak saya mengenalnya, saya tahu bahwa web akan menjadi dunia saya. Mulai jelas ketika sekarang saya mendirikan beberapa website, dan menjadi freelance wordpress theme developer bersamaan dengan kegiatan akademis saya.</p>
<p><em>Web is the next big thing</em>: trend-nya meningkat, user basenya semakin hari bertambah banyak, perkembangannya benar-benar progresif &#8211; dan cepat atau lambat akan menjadi kebutuhan, cakupannya menembus batas wilayah geografis, dan biayanya sangat murah. Saya pribadi memiliki keyakinan jika saya harus menjadi outliers, gelombang inilah yang harus saya naiki.</p>
<h2>Lalu bagaimana memadukan pendidikan dan web?</h2>
<p>Idenya sangat sederhana: pendidikan sebagai inti-nya dan web sebagai media-nya. Bagi saya, definisi paling sederhana dan aplikatif dari pendidikan adalah &#8220;semua yang memberikan pemahaman baru kepada manusia&#8221;. Cakupan dari pendidikan itu sendiri sangat luas: pendidikan intelektual, pendidikan emosional, pendidikan finansial, pendidikan spiritual, pendidikan fisik, dan lain lain.</p>
<p>Sekarang masalahnya: pendidikan selalu terbentur oleh masalah klasik bernama keterbatasan media ruang dan waktu yang dilandaskan oleh dana. Web adalah satu-satunya media interaktif yang bisa mengatasi permasalahan ruang dan waktu (dalam cakupan tertentu, tentunya). Mari kita lihat berbagai media dan metoda distribusi pendidikan: buku bermasalah di interaktifitas karena komunikasi satu arah-nya. Televisi bermasalah di fleksibilitas waktu akses-nya. Sekolah bermasalah di pos dana, ruang, waktu, sumber daya dan birokrasinya.</p>
<p>Disinilah web bisa berperan. Contoh aplikasi web untuk pendidikan sudah banyak: <em>let&#8217;s say</em> <a href="http://wikipedia.org" target="_blank">wikipedia</a> dan semua project <a href="http://wikimedia.org/" target="_blank">wikimedia</a>, <a href="http://academicearth.org" target="_blank">academicearth</a>, <a href="http://answers.yahoo.com/" target="_blank">yahoo! answer</a> (bukankah aplikasi ini mirip dengan siapa yang ingin bertanya silahkan acungkan jari dan berikan pertanyaannya, nanti akan saya jawab?), dan lain lain sebagainya.</p>
<p>Terlebih lagi, masyarakat pun sudah cukup adaptif dengan media ini. Contoh sederhana dari lingkungan mahasiswa di universitas tempat saya mengambil program sarjana saja: kemana mereka mencari referensi ketika assignments, paper dan berbagai tugas lain diberikan oleh dosen? Internet, bukan perpustakaan. Lebih spesifiknya: warnet untuk mereka yang tidak memiliki akses, hotspot kampus untuk mereka yang memiliki notebook, dan rumah bagi mereka yang memiliki akses internet di rumah.</p>
<p>Seorang <a href="http://twitter.com/neofreko" target="_blank">kawan yang juga author</a> dari sebuah blog lokal populer yang membahas web &amp; social media pernah menggelontorkan<a href="http://www.navinot.com/2009/12/04/reasons-for-going-online/#comment-13567" target="_blank"> ide sporadis</a> namun tajam ini:</p>
<blockquote><p>Begitu anak2 alay (generasi bb) ini menginjak 25-an, internet udah pasti kondusif buat macem2:p</p></blockquote>
<h2>Masalahnya</h2>
<p>Seperti semua hal lain di dunia, aplikasi web untuk pendidikan pun memiliki masalah: realibilitas, validitas, dan anonimitas. Saya pernah mendatangi sebuah seminar untuk pasca sarjana yang pembicaranya berkata &#8220;<em>saya tidak merekomendasikan wikipedia sebagai referensi di lingkungan akademis karena faktor anonimitasnya. Siapapun bisa menulis disana, bagaimana kita tahu kompetensi dari si penulis artikel apakah dia seorang profesor atau seorang anak smp yang baru mengenal internet?</em>&#8221;</p>
<p>Dan begitu pula hal yang lainnya. Jika kita perkecil lingkupnya di lingkup akademis (yang memiliki segudang aturan mengenai kutip-mengutip, mengambil acuan, dll), web menjadi sangat bermasalah di bidang realibilitas, validitas dan anonimitas ini. Seorang pelajar bisa saja mendapatkan referensi yang bagus ketika berselancar di web, namun apakah referensi tersebut bisa dipertanggungjawabkan ke-absahan-nya? Siapa yang menulis referensi tersebut? Apa latar belakang pendidikannya? dan berbagai hal lainnya.</p>
<h2>Solusinya: wadah</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-703" title="academicearth" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/12/academicearth.png" alt="academicearth" width="480" height="200" /></p>
<p>Mari biasakan untuk fokus kepada solusi alih-alih kepada masalah. Masalahnya sudah jelas: anonimitas, validitas, dan realibilitas. Solusi yang terbersit di kepala saya: sediakan saja wadahnya. Wadah yang memastikan bahwa konten yang disajikan di dalamnya valid.</p>
<p>Contoh yang paling mendekati dari gagasan saya adalah <a href="http://academicearth.org" target="_blank">academicearth</a>. Saya suka sekali konsep dari situs yang satu ini: buat situs, rekam pembelajaran / aktifitas lecturing di satu kelas ketika membahas satu topik spesifik tertentu, lalu distribusikan via web.</p>
<p>Mengapa tidak kita lokalisasi ide cerdas ini? Buat situs yang reliable &#8211; saya rasa sejenis social network untuk niche akademik dimana (ah, ide saya jadi bercabang dan liar. Akan saya post di postingan selanjutnya. A so called LinkedIn for educators and learners? Atau facebook apps for academic purposes? haha <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Setelah itu, undang para akademisi dan praktisi untuk berbagi satu tulisan / video podcast lecturing / audio pocast seminar yang membahas satu hal yang spesifik sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.  Belum cukup sampai disitu? integrasikan dengan berbagai aplikasi social media populer: twitter, log in dengan facebook connect, <em>whatsoever, you named it</em>.</p>
<p>Jika jumlah praktisi dan akademisi di Indonesia ada 0,01% saja dari jumlah populasi, dan masing-masing dari mereka mau memberi satu saja video/audio/tulisan sesuai dengan bidang keahlian professional mereka, berarti ada 10,000 konten yang masuk.</p>
<p>Berarti ada 10,000 kelas pembelajaran yang tercipta.</p>
<p>Pencerdasan masif terhadap bangsa Indonesia. Dengan cakupan yang lebih luas dan jangkauan yang lebih besar.</p>
<h2>Masalah klise bernama pendanaan</h2>
<p>Oke, jika ide ini dieksekusi, saya yakin dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Tapi jika ide ini dijalankan dan penetrasinya luar biasa, mari kita urutkan siapa saja yang akan menerima imbas dari hal ini. Setidaknya:</p>
<ol>
<li>Industri Internet Service Provider</li>
<li>Industri hardware</li>
<li>Industri software</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Oke, mari kita panggil satu &#8211; satu: Wahai Telkomsel, Indosat, Fastnet, Apple, Toshiba, Acer, Asus, Axioo, Sony, Microsoft, Google, Yahoo!, dan semua yang terlibat dalam setidaknya tiga industri diatas, mana dana CSR kalian?</p>
<p> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>P.S:</h2>
<p>Silahkan kontak saya jika ada yang berniat mengeksekusi dan atau mendanai ide ini. Masih banyak ide lain yang bisa saya tambahkan.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/">Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 14:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Cita - cita]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Propertykita.com]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Imagination is more important than knowledge -Albert Einstein- Saya selalu senang berimajinasi. Semua hal tercapai karena ada pemikiran yang mengawalinya. Yap, kalau memimpikannya saja tidak dilakukan, apalagi menjadikannya nyata. Iya kan? Topik yang sekarang ingin saya angkat, berkaitan dengan kontes blog yang diselenggarakan oleh propertykita.com. Pertanyaan sederhana namun penting dan pasti terlintas di kepala semua [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/">Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Imagination is more important than knowledge<br />
<em>-Albert Einstein-</em></p></blockquote>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/adrysmomma04/3007483105/"><img title="The world is but a canvas to the imagination by adrysmomma04" src="http://farm4.static.flickr.com/3067/3007483105_181ab7edc5_m.jpg" alt="The world is but a canvas to the imagination by adrysmomma04" width="240" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;The world is but a canvas to the imagination&quot; by adrysmomma04</p></div>
<p>Saya selalu senang berimajinasi. Semua hal tercapai karena ada pemikiran yang mengawalinya. Yap, kalau memimpikannya saja tidak dilakukan, apalagi menjadikannya nyata. Iya kan? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Topik yang sekarang ingin saya angkat, berkaitan dengan <a href="http://blog.propertykita.com/competition" target="_blank">kontes blog</a> yang diselenggarakan oleh <a href="http://propertykita.com" target="_blank">propertykita.com</a>. Pertanyaan sederhana namun penting dan pasti terlintas di kepala semua manusia dewasa: <strong>Rumah seperti apa sih yang anda idamkan</strong>?</p>
<h2><span id="more-617"></span></h2>
<h2>Sekilas Tentang Rumah</h2>
<blockquote><p>&#8220;Ah, saya mah cukup dengan rumah yang sederhana saja. Asal bisa menjadi tempat berlindung yang baik dari terik dan hujan, itu sudah cukup.&#8221;</p></blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/fredajawan/2426580357/"><img title="Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan" src="http://farm3.static.flickr.com/2171/2426580357_46b26bc9b9_m.jpg" alt="Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan</p></div>
<p>Bagi saya, pendapat seperti itu naif sekali. Seperti yang Maha Kuasa tidak mampu untuk menganugerahkan anda rezeki jika anda <em>berusaha dan berdo&#8217;a</em> lebih baik saja. Saya bukannya materialistis, namun berusaha untuk lebih realistis. Kondisi rumah sangat mempengaruhi kondisi psikologis anda <em>dan orang-orang yang anda sayangi</em> yang tinggal serumah dengan anda. Mana ada orang yang hidupnya nyaman tinggal di rumah yang tidak nyaman untuknya? Meskipun, perlu digaris bawahi bahwa semua orang memiliki standar berbeda tentang kenyamanan.</p>
<p>Bagi saya pribadi, <em>cukup</em> berarti sesuai dan mengakomodir berbagai kebutuhan yang kita butuhkan dalam proses kehidupan kita menjadi manusia dewasa yang bermanfaat untuk umat manusia. Dan agar bermanfaat bagi orang lain, saya rasa sebuah rumah perlu menjadi lebih dari sekedar tempat berteduh dan berlindung dari terik dan hujan. Kita memerlukan rumah yang meng-akomodir pemberdayaan potensi kita.</p>
<p>Sebelum saya memulai, ada baiknya anda mengetahui sedikit <a href="http://fikrirasyid.com/about/" target="_blank">tentang saya</a>: <em>a 19 years old kid on the way to his dreams</em>. So, yang saya gambarkan secara ekspositif ini gambaran versi ideal yang belum tercapai atas rumah yang saya idamkan dalam beberapa tahun kedepan, seiring dengan pertumbuhan saya.</p>
<h2>Rumah yang saya idamkan</h2>
<p>Berlokasi di wilayah yang baik secara sosial, namun mudah diakses. Saya kurang senang dengan rumah yang berlokasi di pinggir jalan raya (kalau di indonesia), jadi saya pikir perumahan/kawasan hunian akan baik. Masalahnya, mana ada perumahan di dalam kota seperti Bandung? Haha. Di kawasan hunian yang dekat dengan kawasan usaha seperti daerah Ciliwung &#8211; Supratman mungkin asik juga. Banyak pohonnya.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/carports/3031541174/"><img title="Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts" src="http://farm4.static.flickr.com/3270/3031541174_a9125a8bfa_m.jpg" alt="Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts</p></div>
<p>Halaman depan secukupnya saja, asal garasi dan <em>carport </em>cukup untuk lebih dari lima mobil *ohoho*. Well, memudahkan in case saya jadi orang penting yang membutuhkan mobil lebih dari dua dan memudahkan tamu-tamu yang datang. Haha, keberhasilan diawali dari percaya diri lah <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Masuk ke dalam rumah, arsitektur rumah merupakan kreasi cerdas atara kemajuan teknologi dan kehangatan tradisional. Unsur kayu dan tanaman hias mungkin perlu digunakan untuk membuat suasana asri. Rumah memiliki komputer utama yang pusat operasi, pusat penyimpanan data, dan <em>router </em>yang terhubung ke jaringan internet dan men-<em>share</em> akses internet untuk penghuni rumah melalui wi-fi.</p>
<p>Ruang tamu disertai dengan sofa yang nyaman. Tidak perlu rak untuk menyombongkan berbagai piala dan medali. Cukup sofa yang nyaman, meja yang cantik, ruangan yang hangat, karpet yang membuat suasana tentram, kudapan sehat rendah lemak dan pigura digital berukuran 30 inchi yang bergantian menampilkan foto dan video keluarga yang diakses melalui komputer utama yang otomatis men-turn off dirinya dikala tiada sesiapapun disana. Hemat energi. Sesekali beralih fungsi menjadi televisi agar tamu tidak bosan menunggu selama sang tuan rumah belum muncul? Boleh juga. Saya mulai berfikir apakah ini rumah atau pesawat terbang komersial. Haha.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/austin_condo/3353707389/"><img title="106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas" src="http://farm4.static.flickr.com/3468/3353707389_da27120e9c_m.jpg" alt="106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas</p></div>
<p>Ruang keluarga bernuansa sama dengan ruang tamu: hangat dan cukup untuk satu keluarga berkumpul dan tumbuh bersama. Dialasi karpet yang hangat, sofa yang cukup untuk di duduki keluarga bahagia, Televisi 30 inchi yang terhubung ke komputer utama yang mengakses berbagai Video Podcast dan WebTV favorit. Di sekitarnya, tertata Movie Player (entah HD DVD, BlueRay, atau DVD, <em>whatsoever </em>sesuai dengan perkembangan zaman lah) dan perangkat karaoke. Berjaga-jaga jika karaokean masih saja <em>hype</em>. Haha.</p>
<p>Secara terbuka, bagian belakang ruang keluarga tersambung dengan ruang makan dan dapur dengan <em>kitchen set</em> yang cantik. Kulkas selalu siap dengan bahan makanan dan buah-buahan segar melimpah ruah sebagai kudapan siap saji. <strong>Tidak ada ruang untuk makanan instan dan kudapan ber-MSG!</strong> Ruang makan terhubung dengan halaman yang ditanami beberapa pohon yang berbuah, disertai dengan saung indah dan taman bunga. Khususnya, anggrek. Hmm.. akan lebih cantik jika disertai kolam renang ya. Haha. Ramai sekali.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/terrancedc/2334594317/"><img title="Blogger House by TerranceDC" src="http://farm4.static.flickr.com/3074/2334594317_c0fab98f30_m.jpg" alt="Blogger House by TerranceDC" width="240" height="159" /></a><p class="wp-caption-text">Blogger House by TerranceDC</p></div>
<p>Sudut lain dari ruang keluarga terhubung dengan <em>ruangan-yang saya-tidak-tahu-apa-istilahnya</em> (ruang rekreasi kah? seperti Hogwarts saja, hihi) yang menampung berjejer-jejer rak buku ditemani meja tulis dan kursi baca teman mengekspresikan kreatifitas. Yang masih belajar menuntut ilmu, yang bekerja membuka <em>MacBook</em> dan melakukan <em>remote working</em> disana. Diharapkan tempat ini menjadi pusat aktifitas rumah sehingga meskipun penghuni rumah memiliki area privatnya masing-masing di ruang tidurnya, kegiatan utama mereka terpusat di daerah ini. Interaksi antar penghuni rumah tinggi dan suasana hunian yang nyaman tercipta.</p>
<p>Di salah satu sudutnya, tersimpan dengan rapih sebuah keyboard, gitar akustik, bass, drum, standing mic disertai dengan microphone dan amplifier. Jika <a href="http://adhitiasofyan.wordpress.com/" target="_blank">Adhitya Sofyan</a> mengejutkan orang dengan konsep <a href="http://www.last.fm/music/Adhitia+Sofyan" target="_blank"><em>bedroom musician</em></a>-nya, saya akan mengejutkan scene musik dengan konsep <em>living room musician yang ajib</em>. Haha. Ah, semoga keajaiban teknologi dan arsitektur dapat menciptakan aksutik ruangan-nya, mengingat ruangan itu disatupadukan dengan ruangan lain. Namun jika keajaibannya belum diciptakan, semoga pengembang rumah menyediakan satu ruang lain yang bisa dibuat menjadi studio keluarga. <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/ashakoor/2918282309/"><img title="Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO" src="http://farm4.static.flickr.com/3030/2918282309_c887a7f453_m.jpg" alt="Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO" width="240" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO</p></div>
<p>Bagian rumah yang lain seperti ruang tidur utama, tiga ruang tidur-tidak-utama (apa sih istilahnya?), dua ruang tidur tamu dan ruang tidur pembantu dibuat nyaman dan mudah untuk di kustomisasi sesuai dengan kehendak dan mood masing-masing penghuni. Mushola dengan lampu yang hangat, lantai lapis kayu dan sirkulasi udara yang menyegarkan terletak di samping ruang rekreasi agar penghuni rumah selalu teringat akan beribadah. Kamar mandi dan toilet? Saya harap <em>integrated speaker</em> yang terhubung dengan komputer utama menyertainya sehingga podcast favorit, untaian motivasi, musik relaksasi dan irama riang bisa menyertai pertapaan saya didalamnya dengan damai. Haha.</p>
<h2>Begitulah rumah idaman saya..</h2>
<p><em>Yep, that&#8217;s it. </em>(FYI, Beberapa detail saya efesiensikan untuk demi durasi baca anda) Begitulah jika seorang melankolis yang doyan berimajinasi merangkap geek dan half-blood musician menggambarkan rumah idamannya. Terdengar utopis dan berlebihan sehingga tidak mungkin mencapai? Who&#8217;s care? Urusan kita adalah mengetahui apa yang kita tuju dan berusaha sebaik-baiknya. Masalah hasil dan rezeki, biarlah Tuhan yang Maha Memungkinkan Segala Sesuatu yang mengatur.</p>
<p>Jadi, begitulah saya menggambarkan rumah idaman saya. Bagaimana dengan anda? Seperti apa rumah idaman anda?</p>
<p>Sebelum anda menjawabnya, izinkan saya mengutip kembali perkataan si jenius fisika ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 199px"><a href="http://www.flickr.com/photos/8236876@N03/2394785689/"><img title="Albertgenius Einstein by filocarbo" src="http://farm4.static.flickr.com/3214/2394785689_770f159e03_m.jpg" alt="Albertgenius Einstein by filocarbo" width="189" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Albert&quot;genius&quot; Einstein by filocarbo</p></div>
<blockquote><p>Imagination is more important than knowledge<br />
<em>-Albert Einstein-</em></p></blockquote>
<p>Kalau berimajinasi, sekalian saja yang besar. Berimajinasi tidak dipungut bayaran ini. Tapi usahanya yang sesuai ya? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin tercapai, mungkin tidak. Tapi kalau tidak melakukan apa-apa, sudah pasti tidak mungkin tercapai.</p>
<p>Sekali lagi deh. Saya mengajak anda untuk bermimpi, berimajinasi, dan memikirkan hal-hal yang baik dalam kehidupan: <strong> Seperti apa rumah impian anda?</strong></p>
<p> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<a href="http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/">Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

