<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fikri Rasyid &#187; ide</title>
	<atom:link href="http://fikrirasyid.com/category/ide/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fikrirasyid.com</link>
	<description>Belajar Tentang Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 01:55:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 22:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[E-learning]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft Bloggership 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua hal yang memiliki tempat khusus di alam pemikiran saya: pendidikan dan web. Apa pentingnya pendidikan? Mengapa saya senang memikirkan pendidikan secara khusus? Karena sejak usia sepuluh tahun saya semenjak saya memasuki sekolah menengah, saya sudah dijejali dengan ide betapa pentingnya pendidikan oleh sekolah menengah saya yang berslogankan &#8220;pusat pendidikan dan pengembangan budaya perdamaian&#8220;. [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/">Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-702" title="onelaptopperchild-actual" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/12/onelaptopperchild-actual.jpg" alt="onelaptopperchild-actual" width="480" height="200" /></p>
<p>Ada dua hal yang memiliki tempat khusus di alam pemikiran saya: pendidikan dan web.</p>
<h2>Apa pentingnya pendidikan?</h2>
<p>Mengapa saya senang memikirkan pendidikan secara khusus? Karena sejak usia sepuluh tahun saya semenjak saya memasuki sekolah menengah, saya sudah dijejali dengan ide betapa pentingnya pendidikan oleh sekolah menengah saya yang berslogankan &#8220;<em>pusat pendidikan dan pengembangan budaya perdamaian</em>&#8220;. Terlebih lagi, kedua orang tua saya merupakan dosen di institusi yang menghasilkan pendidik se-indonesia dan saya pun mengambil jurusan pendidikan (tepatnya, pendidikan Bahasa Inggris). Well, lengkaplah sudah.<br />
<span id="more-699"></span><br />
Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya yang bisa menghasilkan kesejahteraan tak terbatas: manusia. Manusia yang terdidik bisa menciptakan surga di dunia, atau bahkan neraka di dunia. Saya senang sekali dengan salah satu poin yang pernah disampaikan Mario Teguh di acara Golden Ways-nya: <em>Tidak ada kekayaan yang bisa diciptakan melebihi kekayaan yang dihasilkan pikiran manusia</em>. Pemikiran manusia bisa menciptakan kesejahteraan luar biasa. Ambil contoh yang semua anda tahu: Bill Gates sang pendiri Microsoft yang berbelas-belas tahun pernah menjadi manusia terkaya didunia. Bagaimana kekayaannya tercipta? Bisnis software, hasil cipta dan karya pemikiran manusia. Bukan minyak atau emas yang dihasilkan oleh bumi dan dieksploitasi oleh pemerintah.</p>
<p><em>That&#8217;s why education is important</em>. Bagi saya, pendidikan bermakna memanusiakan manusia: pengoptimalan potensi manusia. Pemberdayaan potensi sumber daya paling vital berlabel manusia.</p>
<h2>Apa pentingnya web?</h2>
<p>Lalu mengapa web memiliki &#8216;area&#8217; khusus di otak saya? Saya mulai mengenal dunia web pada level yang lebih tinggi sesaat ketika saya belum berhasil memasuki program studi desain komunikasi visual yang saya inginkan semenjak sekolah menengah. Semenjak saya mengenalnya, saya tahu bahwa web akan menjadi dunia saya. Mulai jelas ketika sekarang saya mendirikan beberapa website, dan menjadi freelance wordpress theme developer bersamaan dengan kegiatan akademis saya.</p>
<p><em>Web is the next big thing</em>: trend-nya meningkat, user basenya semakin hari bertambah banyak, perkembangannya benar-benar progresif &#8211; dan cepat atau lambat akan menjadi kebutuhan, cakupannya menembus batas wilayah geografis, dan biayanya sangat murah. Saya pribadi memiliki keyakinan jika saya harus menjadi outliers, gelombang inilah yang harus saya naiki.</p>
<h2>Lalu bagaimana memadukan pendidikan dan web?</h2>
<p>Idenya sangat sederhana: pendidikan sebagai inti-nya dan web sebagai media-nya. Bagi saya, definisi paling sederhana dan aplikatif dari pendidikan adalah &#8220;semua yang memberikan pemahaman baru kepada manusia&#8221;. Cakupan dari pendidikan itu sendiri sangat luas: pendidikan intelektual, pendidikan emosional, pendidikan finansial, pendidikan spiritual, pendidikan fisik, dan lain lain.</p>
<p>Sekarang masalahnya: pendidikan selalu terbentur oleh masalah klasik bernama keterbatasan media ruang dan waktu yang dilandaskan oleh dana. Web adalah satu-satunya media interaktif yang bisa mengatasi permasalahan ruang dan waktu (dalam cakupan tertentu, tentunya). Mari kita lihat berbagai media dan metoda distribusi pendidikan: buku bermasalah di interaktifitas karena komunikasi satu arah-nya. Televisi bermasalah di fleksibilitas waktu akses-nya. Sekolah bermasalah di pos dana, ruang, waktu, sumber daya dan birokrasinya.</p>
<p>Disinilah web bisa berperan. Contoh aplikasi web untuk pendidikan sudah banyak: <em>let&#8217;s say</em> <a href="http://wikipedia.org" target="_blank">wikipedia</a> dan semua project <a href="http://wikimedia.org/" target="_blank">wikimedia</a>, <a href="http://academicearth.org" target="_blank">academicearth</a>, <a href="http://answers.yahoo.com/" target="_blank">yahoo! answer</a> (bukankah aplikasi ini mirip dengan siapa yang ingin bertanya silahkan acungkan jari dan berikan pertanyaannya, nanti akan saya jawab?), dan lain lain sebagainya.</p>
<p>Terlebih lagi, masyarakat pun sudah cukup adaptif dengan media ini. Contoh sederhana dari lingkungan mahasiswa di universitas tempat saya mengambil program sarjana saja: kemana mereka mencari referensi ketika assignments, paper dan berbagai tugas lain diberikan oleh dosen? Internet, bukan perpustakaan. Lebih spesifiknya: warnet untuk mereka yang tidak memiliki akses, hotspot kampus untuk mereka yang memiliki notebook, dan rumah bagi mereka yang memiliki akses internet di rumah.</p>
<p>Seorang <a href="http://twitter.com/neofreko" target="_blank">kawan yang juga author</a> dari sebuah blog lokal populer yang membahas web &amp; social media pernah menggelontorkan<a href="http://www.navinot.com/2009/12/04/reasons-for-going-online/#comment-13567" target="_blank"> ide sporadis</a> namun tajam ini:</p>
<blockquote><p>Begitu anak2 alay (generasi bb) ini menginjak 25-an, internet udah pasti kondusif buat macem2:p</p></blockquote>
<h2>Masalahnya</h2>
<p>Seperti semua hal lain di dunia, aplikasi web untuk pendidikan pun memiliki masalah: realibilitas, validitas, dan anonimitas. Saya pernah mendatangi sebuah seminar untuk pasca sarjana yang pembicaranya berkata &#8220;<em>saya tidak merekomendasikan wikipedia sebagai referensi di lingkungan akademis karena faktor anonimitasnya. Siapapun bisa menulis disana, bagaimana kita tahu kompetensi dari si penulis artikel apakah dia seorang profesor atau seorang anak smp yang baru mengenal internet?</em>&#8221;</p>
<p>Dan begitu pula hal yang lainnya. Jika kita perkecil lingkupnya di lingkup akademis (yang memiliki segudang aturan mengenai kutip-mengutip, mengambil acuan, dll), web menjadi sangat bermasalah di bidang realibilitas, validitas dan anonimitas ini. Seorang pelajar bisa saja mendapatkan referensi yang bagus ketika berselancar di web, namun apakah referensi tersebut bisa dipertanggungjawabkan ke-absahan-nya? Siapa yang menulis referensi tersebut? Apa latar belakang pendidikannya? dan berbagai hal lainnya.</p>
<h2>Solusinya: wadah</h2>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-703" title="academicearth" src="http://fikrirasyid.com/wp-content/uploads/2009/12/academicearth.png" alt="academicearth" width="480" height="200" /></p>
<p>Mari biasakan untuk fokus kepada solusi alih-alih kepada masalah. Masalahnya sudah jelas: anonimitas, validitas, dan realibilitas. Solusi yang terbersit di kepala saya: sediakan saja wadahnya. Wadah yang memastikan bahwa konten yang disajikan di dalamnya valid.</p>
<p>Contoh yang paling mendekati dari gagasan saya adalah <a href="http://academicearth.org" target="_blank">academicearth</a>. Saya suka sekali konsep dari situs yang satu ini: buat situs, rekam pembelajaran / aktifitas lecturing di satu kelas ketika membahas satu topik spesifik tertentu, lalu distribusikan via web.</p>
<p>Mengapa tidak kita lokalisasi ide cerdas ini? Buat situs yang reliable &#8211; saya rasa sejenis social network untuk niche akademik dimana (ah, ide saya jadi bercabang dan liar. Akan saya post di postingan selanjutnya. A so called LinkedIn for educators and learners? Atau facebook apps for academic purposes? haha <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Setelah itu, undang para akademisi dan praktisi untuk berbagi satu tulisan / video podcast lecturing / audio pocast seminar yang membahas satu hal yang spesifik sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.  Belum cukup sampai disitu? integrasikan dengan berbagai aplikasi social media populer: twitter, log in dengan facebook connect, <em>whatsoever, you named it</em>.</p>
<p>Jika jumlah praktisi dan akademisi di Indonesia ada 0,01% saja dari jumlah populasi, dan masing-masing dari mereka mau memberi satu saja video/audio/tulisan sesuai dengan bidang keahlian professional mereka, berarti ada 10,000 konten yang masuk.</p>
<p>Berarti ada 10,000 kelas pembelajaran yang tercipta.</p>
<p>Pencerdasan masif terhadap bangsa Indonesia. Dengan cakupan yang lebih luas dan jangkauan yang lebih besar.</p>
<h2>Masalah klise bernama pendanaan</h2>
<p>Oke, jika ide ini dieksekusi, saya yakin dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Tapi jika ide ini dijalankan dan penetrasinya luar biasa, mari kita urutkan siapa saja yang akan menerima imbas dari hal ini. Setidaknya:</p>
<ol>
<li>Industri Internet Service Provider</li>
<li>Industri hardware</li>
<li>Industri software</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p>Oke, mari kita panggil satu &#8211; satu: Wahai Telkomsel, Indosat, Fastnet, Apple, Toshiba, Acer, Asus, Axioo, Sony, Microsoft, Google, Yahoo!, dan semua yang terlibat dalam setidaknya tiga industri diatas, mana dana CSR kalian?</p>
<p> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>P.S:</h2>
<p>Silahkan kontak saya jika ada yang berniat mengeksekusi dan atau mendanai ide ini. Masih banyak ide lain yang bisa saya tambahkan.</p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/">Tentang Pendidikan dan Web: Pengoptimalan Web Untuk Memajukan Pendidikan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/tentang-pendidikan-dan-web-pengoptimalan-web-untuk-memajukan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</title>
		<link>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/</link>
		<comments>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 14:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[Cita - cita]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Propertykita.com]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fikrirasyid.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Imagination is more important than knowledge -Albert Einstein- Saya selalu senang berimajinasi. Semua hal tercapai karena ada pemikiran yang mengawalinya. Yap, kalau memimpikannya saja tidak dilakukan, apalagi menjadikannya nyata. Iya kan? Topik yang sekarang ingin saya angkat, berkaitan dengan kontes blog yang diselenggarakan oleh propertykita.com. Pertanyaan sederhana namun penting dan pasti terlintas di kepala semua [...]<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/">Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Imagination is more important than knowledge<br />
<em>-Albert Einstein-</em></p></blockquote>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/adrysmomma04/3007483105/"><img title="The world is but a canvas to the imagination by adrysmomma04" src="http://farm4.static.flickr.com/3067/3007483105_181ab7edc5_m.jpg" alt="The world is but a canvas to the imagination by adrysmomma04" width="240" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;The world is but a canvas to the imagination&quot; by adrysmomma04</p></div>
<p>Saya selalu senang berimajinasi. Semua hal tercapai karena ada pemikiran yang mengawalinya. Yap, kalau memimpikannya saja tidak dilakukan, apalagi menjadikannya nyata. Iya kan? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Topik yang sekarang ingin saya angkat, berkaitan dengan <a href="http://blog.propertykita.com/competition" target="_blank">kontes blog</a> yang diselenggarakan oleh <a href="http://propertykita.com" target="_blank">propertykita.com</a>. Pertanyaan sederhana namun penting dan pasti terlintas di kepala semua manusia dewasa: <strong>Rumah seperti apa sih yang anda idamkan</strong>?</p>
<h2><span id="more-617"></span></h2>
<h2>Sekilas Tentang Rumah</h2>
<blockquote><p>&#8220;Ah, saya mah cukup dengan rumah yang sederhana saja. Asal bisa menjadi tempat berlindung yang baik dari terik dan hujan, itu sudah cukup.&#8221;</p></blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/fredajawan/2426580357/"><img title="Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan" src="http://farm3.static.flickr.com/2171/2426580357_46b26bc9b9_m.jpg" alt="Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Minimalist style house - Jakarta, Indonesia by Freda Jawan</p></div>
<p>Bagi saya, pendapat seperti itu naif sekali. Seperti yang Maha Kuasa tidak mampu untuk menganugerahkan anda rezeki jika anda <em>berusaha dan berdo&#8217;a</em> lebih baik saja. Saya bukannya materialistis, namun berusaha untuk lebih realistis. Kondisi rumah sangat mempengaruhi kondisi psikologis anda <em>dan orang-orang yang anda sayangi</em> yang tinggal serumah dengan anda. Mana ada orang yang hidupnya nyaman tinggal di rumah yang tidak nyaman untuknya? Meskipun, perlu digaris bawahi bahwa semua orang memiliki standar berbeda tentang kenyamanan.</p>
<p>Bagi saya pribadi, <em>cukup</em> berarti sesuai dan mengakomodir berbagai kebutuhan yang kita butuhkan dalam proses kehidupan kita menjadi manusia dewasa yang bermanfaat untuk umat manusia. Dan agar bermanfaat bagi orang lain, saya rasa sebuah rumah perlu menjadi lebih dari sekedar tempat berteduh dan berlindung dari terik dan hujan. Kita memerlukan rumah yang meng-akomodir pemberdayaan potensi kita.</p>
<p>Sebelum saya memulai, ada baiknya anda mengetahui sedikit <a href="http://fikrirasyid.com/about/" target="_blank">tentang saya</a>: <em>a 19 years old kid on the way to his dreams</em>. So, yang saya gambarkan secara ekspositif ini gambaran versi ideal yang belum tercapai atas rumah yang saya idamkan dalam beberapa tahun kedepan, seiring dengan pertumbuhan saya.</p>
<h2>Rumah yang saya idamkan</h2>
<p>Berlokasi di wilayah yang baik secara sosial, namun mudah diakses. Saya kurang senang dengan rumah yang berlokasi di pinggir jalan raya (kalau di indonesia), jadi saya pikir perumahan/kawasan hunian akan baik. Masalahnya, mana ada perumahan di dalam kota seperti Bandung? Haha. Di kawasan hunian yang dekat dengan kawasan usaha seperti daerah Ciliwung &#8211; Supratman mungkin asik juga. Banyak pohonnya.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/carports/3031541174/"><img title="Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts" src="http://farm4.static.flickr.com/3270/3031541174_a9125a8bfa_m.jpg" alt="Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Carport with flat roof and ceiling by outsideconcepts</p></div>
<p>Halaman depan secukupnya saja, asal garasi dan <em>carport </em>cukup untuk lebih dari lima mobil *ohoho*. Well, memudahkan in case saya jadi orang penting yang membutuhkan mobil lebih dari dua dan memudahkan tamu-tamu yang datang. Haha, keberhasilan diawali dari percaya diri lah <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Masuk ke dalam rumah, arsitektur rumah merupakan kreasi cerdas atara kemajuan teknologi dan kehangatan tradisional. Unsur kayu dan tanaman hias mungkin perlu digunakan untuk membuat suasana asri. Rumah memiliki komputer utama yang pusat operasi, pusat penyimpanan data, dan <em>router </em>yang terhubung ke jaringan internet dan men-<em>share</em> akses internet untuk penghuni rumah melalui wi-fi.</p>
<p>Ruang tamu disertai dengan sofa yang nyaman. Tidak perlu rak untuk menyombongkan berbagai piala dan medali. Cukup sofa yang nyaman, meja yang cantik, ruangan yang hangat, karpet yang membuat suasana tentram, kudapan sehat rendah lemak dan pigura digital berukuran 30 inchi yang bergantian menampilkan foto dan video keluarga yang diakses melalui komputer utama yang otomatis men-turn off dirinya dikala tiada sesiapapun disana. Hemat energi. Sesekali beralih fungsi menjadi televisi agar tamu tidak bosan menunggu selama sang tuan rumah belum muncul? Boleh juga. Saya mulai berfikir apakah ini rumah atau pesawat terbang komersial. Haha.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/austin_condo/3353707389/"><img title="106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas" src="http://farm4.static.flickr.com/3468/3353707389_da27120e9c_m.jpg" alt="106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">106 Cove Lake Travis Austin Water Front Living room Foyer by perrytexas</p></div>
<p>Ruang keluarga bernuansa sama dengan ruang tamu: hangat dan cukup untuk satu keluarga berkumpul dan tumbuh bersama. Dialasi karpet yang hangat, sofa yang cukup untuk di duduki keluarga bahagia, Televisi 30 inchi yang terhubung ke komputer utama yang mengakses berbagai Video Podcast dan WebTV favorit. Di sekitarnya, tertata Movie Player (entah HD DVD, BlueRay, atau DVD, <em>whatsoever </em>sesuai dengan perkembangan zaman lah) dan perangkat karaoke. Berjaga-jaga jika karaokean masih saja <em>hype</em>. Haha.</p>
<p>Secara terbuka, bagian belakang ruang keluarga tersambung dengan ruang makan dan dapur dengan <em>kitchen set</em> yang cantik. Kulkas selalu siap dengan bahan makanan dan buah-buahan segar melimpah ruah sebagai kudapan siap saji. <strong>Tidak ada ruang untuk makanan instan dan kudapan ber-MSG!</strong> Ruang makan terhubung dengan halaman yang ditanami beberapa pohon yang berbuah, disertai dengan saung indah dan taman bunga. Khususnya, anggrek. Hmm.. akan lebih cantik jika disertai kolam renang ya. Haha. Ramai sekali.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/terrancedc/2334594317/"><img title="Blogger House by TerranceDC" src="http://farm4.static.flickr.com/3074/2334594317_c0fab98f30_m.jpg" alt="Blogger House by TerranceDC" width="240" height="159" /></a><p class="wp-caption-text">Blogger House by TerranceDC</p></div>
<p>Sudut lain dari ruang keluarga terhubung dengan <em>ruangan-yang saya-tidak-tahu-apa-istilahnya</em> (ruang rekreasi kah? seperti Hogwarts saja, hihi) yang menampung berjejer-jejer rak buku ditemani meja tulis dan kursi baca teman mengekspresikan kreatifitas. Yang masih belajar menuntut ilmu, yang bekerja membuka <em>MacBook</em> dan melakukan <em>remote working</em> disana. Diharapkan tempat ini menjadi pusat aktifitas rumah sehingga meskipun penghuni rumah memiliki area privatnya masing-masing di ruang tidurnya, kegiatan utama mereka terpusat di daerah ini. Interaksi antar penghuni rumah tinggi dan suasana hunian yang nyaman tercipta.</p>
<p>Di salah satu sudutnya, tersimpan dengan rapih sebuah keyboard, gitar akustik, bass, drum, standing mic disertai dengan microphone dan amplifier. Jika <a href="http://adhitiasofyan.wordpress.com/" target="_blank">Adhitya Sofyan</a> mengejutkan orang dengan konsep <a href="http://www.last.fm/music/Adhitia+Sofyan" target="_blank"><em>bedroom musician</em></a>-nya, saya akan mengejutkan scene musik dengan konsep <em>living room musician yang ajib</em>. Haha. Ah, semoga keajaiban teknologi dan arsitektur dapat menciptakan aksutik ruangan-nya, mengingat ruangan itu disatupadukan dengan ruangan lain. Namun jika keajaibannya belum diciptakan, semoga pengembang rumah menyediakan satu ruang lain yang bisa dibuat menjadi studio keluarga. <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/ashakoor/2918282309/"><img title="Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO" src="http://farm4.static.flickr.com/3030/2918282309_c887a7f453_m.jpg" alt="Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO" width="240" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">Beautiful Bed Room Interior Decoration. by A.SHAKOOR HINGORO</p></div>
<p>Bagian rumah yang lain seperti ruang tidur utama, tiga ruang tidur-tidak-utama (apa sih istilahnya?), dua ruang tidur tamu dan ruang tidur pembantu dibuat nyaman dan mudah untuk di kustomisasi sesuai dengan kehendak dan mood masing-masing penghuni. Mushola dengan lampu yang hangat, lantai lapis kayu dan sirkulasi udara yang menyegarkan terletak di samping ruang rekreasi agar penghuni rumah selalu teringat akan beribadah. Kamar mandi dan toilet? Saya harap <em>integrated speaker</em> yang terhubung dengan komputer utama menyertainya sehingga podcast favorit, untaian motivasi, musik relaksasi dan irama riang bisa menyertai pertapaan saya didalamnya dengan damai. Haha.</p>
<h2>Begitulah rumah idaman saya..</h2>
<p><em>Yep, that&#8217;s it. </em>(FYI, Beberapa detail saya efesiensikan untuk demi durasi baca anda) Begitulah jika seorang melankolis yang doyan berimajinasi merangkap geek dan half-blood musician menggambarkan rumah idamannya. Terdengar utopis dan berlebihan sehingga tidak mungkin mencapai? Who&#8217;s care? Urusan kita adalah mengetahui apa yang kita tuju dan berusaha sebaik-baiknya. Masalah hasil dan rezeki, biarlah Tuhan yang Maha Memungkinkan Segala Sesuatu yang mengatur.</p>
<p>Jadi, begitulah saya menggambarkan rumah idaman saya. Bagaimana dengan anda? Seperti apa rumah idaman anda?</p>
<p>Sebelum anda menjawabnya, izinkan saya mengutip kembali perkataan si jenius fisika ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 199px"><a href="http://www.flickr.com/photos/8236876@N03/2394785689/"><img title="Albertgenius Einstein by filocarbo" src="http://farm4.static.flickr.com/3214/2394785689_770f159e03_m.jpg" alt="Albertgenius Einstein by filocarbo" width="189" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Albert&quot;genius&quot; Einstein by filocarbo</p></div>
<blockquote><p>Imagination is more important than knowledge<br />
<em>-Albert Einstein-</em></p></blockquote>
<p>Kalau berimajinasi, sekalian saja yang besar. Berimajinasi tidak dipungut bayaran ini. Tapi usahanya yang sesuai ya? <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin tercapai, mungkin tidak. Tapi kalau tidak melakukan apa-apa, sudah pasti tidak mungkin tercapai.</p>
<p>Sekali lagi deh. Saya mengajak anda untuk bermimpi, berimajinasi, dan memikirkan hal-hal yang baik dalam kehidupan: <strong> Seperti apa rumah impian anda?</strong></p>
<p> <img src='http://fikrirasyid.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><p align="center">****</p>

<p>Tulisan ini dipublikasikan di <a href="http://fikrirasyid.com">fikrirasyid.com</a>, dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds2.feedburner.com/Fikrirasyid">RSS-nya</a> yang di distribusikan via feedburner dan facebook notes. Silahkan meng-klik link yang tersedia di bawah untuk melihat sumbernya dan mengikuti diskusi terbuka yang dapat diikuti oleh semua orang di blogosphere.</p>

<p>Apa itu RSS dan Feed? Untuk lebih memahaminya, silahkan baca <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-rss-dan-feed-serta-kegunaannya/">artikel bloggingly mengenai RSS dan Feed.</a></p>

<p>Jika anda membaca artikel ini melalui notes di facebook dan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"Like"</strong> yang berada di atas kolom komentar untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda, lalu menekan klik link <strong>"Share"</strong> yang berada di samping kanan judul notes. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, dan klik okay.</p>

<p>Dalam kehidupan ini, berlaku hukum sebab-akibat. Semua tindakan mendatangkan akibat. Demikian pula perbuatan baik anda semua. :)</p>

<p>Salam hangat saya, Fikri Rasyid.</p></p>
<p><a href="http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/">Seperti Apa Rumah Idaman Anda?</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fikrirasyid.com/seperti-apa-rumah-idaman-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
