Posts categorized into DUGM :

DUGM #4

Written by Fikri Rasyid on February 5, 2012 filed under DUGM and tagged with , , ,

Dongeng Untuk Generasi Mendatang #4: Demokrasi

Saya sering membayangkan bagaimana dulu manusia mulai berkelompok dan membentuk masyarakat. Mungkin diawali dengan menyadari ketidakmampuan manusia untuk hidup ‘benar-benar sendiri terlepas dari manusia lainnya‘. Mereka yang punya gen pemimpin mulai mengorganisir masyarakat. Mereka yang memilih untuk menjadi ‘rakyat jelata’ bernaung di bawah kepemimpinan yang mereka pilih atau bernaung di bawah kepemimpinan yang ada disekeliling mereka.

Awalnya masyarakat dan organisasi kepemimpinan ini memiliki skala wilayah yang kecil seukuran pedesaan. Lalu lama-kelamaan, sebagaimana sifat bawaan manusia yang tidak pernah puas, organisasi ini membesar: entah bergabung atau mungkin mencaplok organisasi kepemimpinan desa sebelah (entah berjuruskan negosiasi atau aksi militer), melebar lagi ke desa sebelahnya lagi, dan desa yang sebelahnya lagi demikian seterusnya. Proses penggabungan wilayah kekuasaan ini bisa terus membesar hingga sebesar skala yang di tahun 2012 ini kita sebut sebagai negara.

Read More

DUGM #3

Written by Fikri Rasyid on February 4, 2012 filed under DUGM and tagged with

Dongeng Untuk Generasi Mendatang #3: Musibah Berskala Besar

***

I’m an optimist, I am. Namun berbicara mengenai masa mendatang selalu membuat saya tertegun lama. Beberapa tahun silam saya pernah baca di suatu buku, buku-nya Robert Kiyosaki jika tida salah, bahwa dalam jangka hidup manusia normal (sekitar 60 tahun-an) Manusia akan mengalami setidaknya satu resesi dan satu depresi.

Saya (pada saat menulis ini dan membaca buku tersebut) tidak terlalu memahami istilah ekonomi. Namun saya memiliki interpretasi tersendiri terhadap kalimat tersebut: Nothing stays forever. Bagaimanapun kita berusaha, dalam jangka waktu hidup manusia, manusia akan diuji dengan sejumlah ujian yang skalanya besar:

Read More

DUGM #2

Written by Fikri Rasyid on January 31, 2012 filed under DUGM and tagged with , ,

Dongeng Untuk Generasi Mendatang #2: Media Massa & Media Sosial

***

Media Massa Surat Kabar Pikiran Rakyat

Manusia di abad ke-20 hingga awal abad-21 mengenal sebuah konsep bernama media massa: televisi, radio, koran, majalah, you name it. Media massa bersifat one-to-many dimana satu entitas, umumnya korporasi media atau pemerintah mengingat biaya operasional media massa yang tinggi, mengkomunikasikan “pesan” (bentuk akhir dari pesan ini merupakan berita, acara TV, laporan investigasi, sinetron, dll namun selalu ada “gagasan” dibalik bentuk akhir tersebut) kepada sejumlah BESAR masyarakat.

Sebelum kamu tertawa atau mengajukan pertanyaan, saya akan klarifikasi:

  • Ya, kami manusia yang hidup di abad ke-20 hingga awal abad-21 tidak memiliki terlalu banyak opsi channel informasi untuk dikonsumsi.
  • Ya, media massa disini bersifat satu arah. kami tidak bisa berinteraksi dengan mereka, kami mengkonsumsi informasi. Kami dicekoki.
  • Ya, jika media massa berbiaya tinggi ditunggangi kepentingan tertentu, para begundal berduit besar ini punya kemampuan mengendalikan masyarakat melalui komunikasi massa

Dan itulah yang kami alami di awal abad-21 ini, spesifiknya di Indonesia: satu stasiun tv ditunggangi partai politik, beberapa stasiun tv lain ditunggangi korporasi yang terus menerus mewartakan berita buruk (AFAIK, prinsipnya kan bad news is an interesting news), stasiun tv yang lain terus memainkan sinetron naga terbang dan sinetron drama tidak masuk akal yang tidak jelas. Bagi masyarakat kelas bawah yang hanya mampu mengakses TV, itu semua yang mereka tahu. Lupakan radio, bentuk visual tentu jauh lebih menarik. Lupakan surat kabar, kami pada waktu itu bukan merupakan bangsa yang gemar membaca. Sial bagi kami, kami melewat era membaca setelah era buta huruf karena era multimedia terlanjur dimulai.

Read More

#DUGM #1

Written by Fikri Rasyid on January 25, 2012 filed under DUGM and tagged with ,

DUGM: Dongeng Untuk Generasi Mendatang #1

***

Gigitaran di ujung genteng, liburan akhir 2011

Gigitaran di ujung genteng, liburan akhir 2011. Ketika melamun seperti ini, banyak hal yang terpikirkan

Beberapa minggu yang lalu saya menyetir PP Bandung – Cilegon bersama keluarga untuk menghadiri pernikahan sepupu disana. Perjalanan ini memakan waktu lebih dari 5 jam menggunakan mobil pribadi. Sepanjang perjalanan, berulangkali satu pertanyaan sederhana muncul di pikiran saya:

Read More