Posts categorized into Analisa :

Bukankah Tujuan Apa Yang Semua Kita Lakukan Adalah Ketenangan?

Written by Fikri Rasyid on April 1, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , ,

Begin with an end in mind
Mulai dengan tujuan akhir di kepala

Stephen R. Covey
The First Habit From The Seven Habit Of Highly Effective People

 Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Where peaceful waters flow… by Vol-au-Vent

Kejelasan akan tujuan merupakan hal yang membedakan orang yang akan sampai dengan orang yang tidak akan pernah sampai. Bukankah semua buku, rekaman, atau seminar bertema pengembangan diri selalu membahas satu kualitas kehidupan bernama kejelasan visi / tujuan.

Sekarang, jika berbicara mengani tujuan dalam konteks yang sangat luas: Sebenarnya tujuan dari semua yang kita lakukan apa sih? Karena sifat dasar semua manusia adalah sama, mengejar nikmat menghindari sengsara, saya rasa begitupun juga dengan berbagai hal dasar seperti tujuan hidup, hasrat, dan kebutuhan manusia. Pada dasarnya manusia memiliki pola dasar. Dan kalau saya renungkan, tujuan dasar kita melakukan semua hal dalam kehidupan kita adalah sederhana:

Ketenangan. Kedamaian.

Bukankah mereka yang berupaya mendatangkan rezeki dengan kerasnya melakukan hal tersebut agar mereka tenang karena kemampuan finansial mereka mencukupi?

Bukankah para orang tua yang mengorbankan segalanya demi pendidikan anaknya adalah bertujuan membuat kehidupan anaknya lebih baik sehingga mereka tenang nanti?

Bukankah Mother Theresa menjadi sedemikian pengasihnya karena hal tersebut membawa ketenangan dalam hidupnya?

Bukankah alasan berbagai kenakalan remaja adalah agar mereka di terima oleh teman-temannya – Sesuatu yang menjadi ketenangan bagi mereka?

Dalam contoh ekstrimnya, bukankah seorang individu yang khilaf melakukan kejahatan adalah bertujuan memenuhi kebutuhannya yang sifatnya memenuhi ketenangan sementara mereka?

Dan seterusnya, dan seterusnya. Coba sebutkan seorang individu dengan tindakan mereka lakukan. Jika kita runut – runut terus, bukankah akarnya sederhana: Untuk ketenangan hati mereka.

Yang membedakannya hanyalah kenyataan bahwa setiap orang memiliki definisi tersendiri mengenai ketenangan.

Pendapat anda?

Jika Tuhan Maha Baik, Mengapa Ada Peperangan (Kejahatan)?

Written by Fikri Rasyid on March 14, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , ,

War Sucks by danny.hammontree

War Sucks by danny.hammontree

Jika Tuhan Maha Baik, mengapa ada peperangan (kejahatan)? Yep, pertanyaan sederhana yang cukup menjadi pemikiran saya. Syukurnya, setelah berfikir agak mendalam, rasanya saya sudah menemukan jawabannya :)

Dana jawabannya cukup sederhana:

Peperangan ada agar kita menghargai perdamaian.

Sedikit membingungkan? ;) Jadi begini. Pada dasarnya, segala sesuatu itu relatif. Sesuatu menjadi jelas jika di kontraskan atau ada pembandingnya.

Ambil contoh sederhana: Mengapa jika spidol biasa di jual seharga Rp 50,000 mahal sedangkan bmw seri 5 terbaru jika dijual Rp 50,000,000 murah?

Karena ada pembandingnya: Nilai Fungsi. Jelas.

Orang bilang saya tinggi. Saya bilang, belum tentu benar. Jika dibandingkan dengan orang rata-rata di Indonesia, tinggi 174 cm bisa dibilang lumayan tinggi lah. Namun jika dibandingkan dengan tinggi pemain basket NBA, 174 cm itu pendek.

Got the idea? Sekarang kembali ke topik awal: Jika Tuhan begitu Baik dan Maha Kuasa, mengapa perang yang notabene merupakan bencana kemanusiaan tetap dibiarkan terjadi?

Dari sudut pandang dan pendapat saya: Agar orang-orang yang memiliki akal mengambil pelajaran mengenai betapa berharganya perdamaian dan menjaga perdamaian sebaik-baiknya.

Kita memahami nilai dari sesuatu jika ada pembandingnya. Kita belajar mengenai betapa berharganya perdamaian karena mengetahui betapa menyengsarakannya peperangan. Kita memahami bahwa kejujuran itu berharga setelah mengetaui kesengsaraan dari ketidak jujuran. Kita memahami harga suatu barang ketika mengetahui nilai manfaat yang akan kita dapat kan dari barang tersebut.

Segala sesuatu di dunia menjadi jelas ketika di kontraskan. Ketika ada pembanding.

Menurut anda? :)

Yang Menjadikan Sesuatu Berharga Itu Manusia Lain

Written by Fikri Rasyid on March 12, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Tips and tagged with , , ,

only human by sorrenta

only human by sorrenta

Hari ini saya memiliki pertanyaan menarik: Sebenarnya yang membuat sesuatu menjadi berharga itu apa sih?

Coba perhatikan mall yang ramai pengunjung. Mengapa harga beli/sewa booth disana dihargai begitu tinggi? Coba perhatikan barang yang dihargai begitu tinggi. Coba perhatikan seseorang yang begitu dihargai dan dicintai. Coba perhatikan mereka yang berpenghasilan tinggi. Coba perhatikan mereka yang status sosialnya baik (baik disini artinya lebih dari “warga biasa”) di masyarakat.

Kalau dipikir-pikir, saya akhirnya menyimpulkan satu hal: Segala sesuatu menjadi berharga karena manusia yang lain.

Percaya? ;)

Mengapa harga sewa/beli booth di mall yang ramai dihargai begitu tinggi? Karena ramai manusia disana. Bandingkan harga sewa/beli mall yang ramai dengan mall yang sepi pengunjung.

Mengapa ada barang yang dihargai begitu tinggi? Karena ada manusia lain yang mau mengeluarkan uangnya dengan nilai sebegitu tinggi nya. Kalau tidak ada manusia lain yang mau membeli senilai tersebut? Memangnya akan diberi price tag setinggi itu? ;)

Perhatikan seseorang yang begitu di hormati dan dicintai. Pastinya dia diperlakukan dengan penuh hormat dan cinta karena dia juga memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan cinta. Ekstrimnya, coba bayangkan orang yang sama jika dia hidup di suatu hutan sendiri tanpa ada yang mengetahui dan tanpa dia mencintai dan menghormati manusia lain sebagaimana yang dia lakukan hari ini. Akankah ada yang menghormati dan mencintainya?

Mereka yang berpenghasilan tinggi? Tentunya karena mereka memiliki kemampuan yang berguna untuk manusia lain. Coba mereka memiliki kemampuan yang hanya berguna untuk dirinya sendiri dan tidak berguna untuk manusia lain. Akankah mereka memiliki penghasilan setinggi itu?

Perhatikan mereka yang status sosialnya tinggi. Bukankah hal itu diberikan oleh manusia lain atas jasanya kepada manusia lain?

Pada akhirnya, kesimpulan yang saya tarik adalah “yang menjadikan sesuatu berharga (secara duniawi) adalah manusia lain”.

Jadi? Jika kita ingin menjadikan sesuatu berharga, let’s say hidup kita, jadi kita ingin menjadikan hidup kita berharga, hiduplah untuk orang lain. Yang saya maksudkan dengan hidup untuk orang lain bukannya hidup menjadi pesuruh orang lain, namun hiduplah untuk memberikan kebaikan untuk orang lain.

Mungkin kita (termasuk saya sendiri) perlu mengoreksi arah pandang kita yang selama ini SAYA, SAYA, SAYA, SAYA kan? Berbicara tentang SAYA, menentukan tujuan untuk SAYA, melakukan sesuatu karena SAYA, menyempatkan sesuatu karena SAYA, dll.

Bukan berarti urusan pribadi anda menjadi tidak penting. No, urusan dan “wilayah” pribadi juga penting. Tapi memberikan kebaikan untuk orang lain mendatangkan perasaan yang juga penting :)

Tidak perlu bingung. Coba saja dengan hal-hal sederhana. Lakukan hal-hal kecil untuk kebaikan manusia lain, dan rasakan perubahan yang terjadi. (Mario Teguh sekali y? :P )

Saya pribadi mulai mengujikan hal ini di beberapa hal sederhana dalam kehidupan saya. Alih-alih bercerita, saya coba mendengarkan dan memperhatikan manusia lain, membuat puisi untuk manusia lain, memberi perhatian untuk manusia lain, membantukan mengambilkan minum untuk manusia lain..

Dan hey, perasaan berharga dan tentram itu mulai menyapa saya! :D

Bagaimana dengan anda?

Silahkan langsung saja sharing pengalaman anda disini :)

Selamat hari kamis dan selamat menjadi berharga! :D

Mantra Psikologis Bernama Perhatian

Written by Fikri Rasyid on March 8, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri, Personal, Tips and tagged with , , ,

Tender Love and Care by Araleya

Tender Love and Care by Araleya

Bagaimana sih caranya agar orang lain senang dengan saya? Itu pertanyaan klasik yang selalu saya coba cari jawabannya karena hubungan antar manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Dan syukurnya, saya menemukan salah satu dari banyak jawabannya.

Ada banyak cara agar disenangi orang lain. Dan kebanyakan dari banyak cara tersebut mungkin sudah anda ketahui. Maka dari itu, pada entri kali ini saya ingin mengangkat satu aspek saja yang ingin saya bahas.

Satu hal klasik yang mungkin anda lupakan.

Satu mantra psikologis yang bisa membuat hubungan anda dengan orang lain menjadi lebih akrab. Lebih mesra, lebih berkualitas, lebih membahagiakan dan lebih memberi kedamaian.

Satu mantra psikologis bernama PERHATIAN.

Sederhana kan? ;)

Ibu saya adalah dosen dan seorang network marketer yang notabene selalu berurusan dengan manusia. Dan saya sangat kagum mengenai betapa banyak orang yang nyaman berada di dekatnya. Bahkan hingga menganggap ibu ke ibu saya ini.

Suatu ketika, saya menanyakan hal ini kepada beliau:

“Mam, kenapa banyak orang yang nyaman dengan mama? Bahkan sampai menganggap Mama Ibu mereka sendiri?”

Jawaban beliau sangat bermakna:

“Ada satu kebutuhan dasar manusia yang belum kamu pahami. Satu kebutuhan manusia yang jika kamu penuhi bal tersebut, semua orang akan nempel sama kamu. Satu kebutuhan dasar yang bahkan lebih berharga dari kebutuhan untuk makan.

Kebutuhan tersebut bernama Perhatian.

Coba kamu penuhi kebutuhan mereka akan perhatian. Beri mereka perhatian. Tanyakan hal-hal yang penting bagi mereka namun tampak tidak penting bagi kamu. Dengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu banyak bicara. Dengarkan saja. Investasikan waktu mu untuk menunjukan pada mereka bahwa kamu perhatian pada mereka dan mereka itu penting untuk kamu. Kirimi mereka sms yang menanyakan kabar mereka. Lakukan hal-hal yang kamu anggap sepele namun mereka butuhkan.”

Seketika saya termenung. Betul juga. Perhatian merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar manusia. Self actualization. Puncak tertinggi dari skema kebutuhan Maslow.

Seorang anak berubah menjadi bengal karena mereka butuh perhatian. Anak-anak muda nongkrong di pinggir jalan Dago setiap malam minggu demi setetes perhatian. Pelajar teladan menjaga prestasinya demi perhatian. Karyawan top menjaga performanya demi perhatian atasannya.

Seorang teman memberikan senyum terbaiknya karena anda memberikannya perhatian.

Entah kesimpulan yang saya tarik ini benar atau salah. Tapi saya yakin bahwa mantra psiklogis bernama perhatian ini benar-benar ada.

Berhenti berfikir. Lakukan saja langkah kecil ini: Mulailah memberikan perhatian kepada apa-apa yang sebelumnya tidak anda berikan perhatian.

Berikan komentar mengenai betapa segarnya penampilan rekan kerja anda. Beritahu betapa menawannya senyum pasangan anda. Katakan betapa gantengnya kawan anda. Tatap dalam dan berikan senyum terbaik anda kepada teman anda. Salami dengan penuh khidmat orang tua anda. Tatap dengan penuh minat ketika guru atau dosen anda tengah memberikan pengajarannya kepada anda. Tanyakan kabar kesehatan kawan anda. Tanyakan hambatan-hambatan rekan bisnis anda dan apa yang bisa anda bantu untuk menyelesaikannya. Sapa OB dan tukang parkir di tempat anda bekerja.

Melakukan hal ini satu atau dua kali mungkin tidak akan memberikan efek berarti. Coba jadikan ini kebiasaan anda. Lakukan setiap hari.

Dan lihat apa yang terjadi ;)

P.S.

Kalau ada yang sudah mempraktekannya dan membawa dampak yang menarik, share dengan teman-teman disini y :)

Yang Terpikir Oleh Saya Mengenai Holocaust

Written by Fikri Rasyid on January 27, 2009 filed under Analisa, Islam and tagged with , ,

Holocaust by zoom in tight

Holocaust by zoom in tight

DISCLAIMER : Postingan ini benar – benar 100% asumsi. Teori Konspirasi lah. Jadi tolong disikapi dengan bijak menggunakan etika yang baik. Sekali lagi, postingan ini 100% ASUMSI YANG SUBJEKTIF, analisa saya terhadap holocaust yang berada di area personal saya. Kesetujuan atau ketidak setujuan merupakan hak anda. Apapun itu, harap disikapi dengan bijaksana.

Here we go.

Landasan berfikir :

Holocaust. Tragedi pembantaian ras yahudi semasa perang dunia 2 oleh rezim NAZI dibawah kendali Hitler. Beberapa sumber mengatakan lebih dari 6 juta orang yahudi dibantai dalam lingkup holocaust ini. Sebagai tambahan, “isu” holocaust juga lah yang menyulut migrasi besar – besaran kaum Yahudi dari Eropa, yang selanjutnya menjadi salah satu pemicu berdirinya Israel

Hal – hal yang patut dipertimbangkan dalam mengambil sikap mengenai holocaust :

  • Pihak yang menyuarakan holocaust adalah pihak barat dan Yahudi
  • Tidak ada jejak yang membuktikan bahwa pemusnahan ras yahudi adalah perintah Hitler. Yang diperintahkan Hitler adalah mengusir, bukan membinasakan ( ex : foto, dokumen )
  • Perlindungan berlebihan yang dilakukan oleh pihak barat untuk meyakinkan bahwa holocaust memang nyata
  • Banyak sumber yang menyebutkan bahwa Pihak Jerman semasa perang dunia ke 2 bahkan tidak memiliki fasilitas untuk “menjalankan holocaust”


NOTE :
Perlu di garis bawahi bahwa yang menjadi sumber disini adalah berbagai situs di internet yang kita telah ketahui bersama, bahwa tidak bisa dijadikan acuan yang pasti.

Saya pribadi sebenarnya belum men-judge apakah holocaust merupakan fakta atau mitos berlaka. Namun di luar informasi yang bertebaran, ada beberapa keyakinan pribadi yang cukup mengganjal juga :

Yahudi adalah kaum yang cerdik. Suka tidak suka, perlu kita akui bahwa kaum Yahudi diberikan kelebihan berupa kecerdikan oleh Tuhan. Masa kaum yang pintar tersebut terjebak holocaustnya Hitler (Jika memang ada)?

Terlebih lagi, bukankah protokol Zion yang disokong oleh “para petinggi Yahudi” yang memiliki kekuatan sumberdaya di berbagai sektor sudah berjalan? Rasanya lucu saja jika para Yahudi yang sudah menguasai berbagai sektor di kala itu membiarkan holocaust terjadi. ( jika memang ada )

Malahan, jika asumsi saya bahwa “grup elit yahudi” memang sudah menguasai “kekuatan dunia” kala itu, bisa jadi perang dunia dua merupakan skenario yang mereka gelar untuk mengambil alih “tanah yang dijanjikan” dan Hitler merupakan “pion catur” yang mereka mainkan untuk menggelar skenario tersebut. Sekali lagi, rasanya aneh seorang “nobody” bisa berubah secara SANGAT DRASTIS menjadi “somebody” jika tanpa ada “pemain dibalik layar”.

Well, postingan ini hanya rambling thoughts saja. Jika anda setuju, silahkan sampaikan. Jika tidak setuju, silahkan sampaikan juga. Yang perlu di garis bawahi adalah, silahkan gunakan etika terbaik dalam berkomentar. Saya tidak akan segan untuk menghapus atau mengedit komentar berisi makian.

Sepengetahuan saya, Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk berperilaku baik dan melarang umatnya untuk mengekspresikan diri dalam bentuk makian. Well, sudah sepatutnya dan sudah saatnya kita mencontoh beliau. Termasuk dalam memberikan komentar :)

Jadilah Sahabat Bumi dengan Melakukan Tindakan Nyata!

Written by Fikri Rasyid on January 16, 2009 filed under Analisa, Fikri's Craft and tagged with , ,

photo by photopia / HiMY SYeD

photo by photopia / HiMY SYeD

Global warming? Ya, ya, ya Malaikat juga tahu *halah*, bahwa bumi tengah terancam oleh hal yang satu ini. Kenaikan suhu bumi, naiknya tinggi permukaan laut, penipisan ozon, dan sederet panjang kerusakan lain. Jika bumi sebagai tempat tinggal kita rusak, kelangsungan hidup manusia juga akan “terganggu”.

Syukurnya banyak pihak yang menyadari akan hal ini. Mulai dari LSM, Mtv dengan jargon “Stop GLobal Warming” nya, bahkan hingga IM3 dengan lomba penulisan blog bertema “Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3” di ”www.mudaers.com” – nya. Berbagai event diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya global warming.

Oke, meningkatkan kesadaran atau awareness itu penting. Tapi ada yang lebih penting dari awareness : tindakan nyata untuk menanggulangi bahaya global warming.

Sekarang, apa tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi global warming? Apa tindakan nyata yang harus kita lakukan untuk menjadi sahabat bumi?

Tidak perlu berlarut – larut memikirkan hal – hal canggih yang tidak kita lakukan. Lakukan saja hal – hal kecil, namun BISA dan akan KITA LAKUKAN.

Sebagai blogger yang selalu berkutat dengan komputer & internet misalnya :

  • Matikan komputer / notebook ketika tidak dipakai.
  • Hindari penggunaan komputer untuk hal – hal yang tidak perlu seperti browsing situs porno, browsing tanpa tujuan
  • Suarakan pandanganmu mengenai lingkungan via blog, pengaruhi orang lain untuk bergerak menyelamatkan bumi
  • dan banyak efesiensi lain yang dapat kita lakukan

Atau sebagai pelajar / mahasiswa :

  • Menggunakan kedua sisi kertas
  • Menggunakan pensil mekanik – alih alih pensil yang diserut
  • Matikan lampu di waktu tidur
  • Menanam tanaman di pekarangan rumah
  • Menggunakan kendaraan dengan efisien. Kalau dekat lebih baik jalan
  • dan ribuan hal lain yang BISA kita lakukan

Ya, fokus ke apa yang bisa kita lakukan. Tidak perlu berpusing – pusing dengan hal yang tidak dapat kita lakukan. Jadilah sahabat bumi dengan melakukan tindakan nyata. Lakukan sesuatu!

Kemampuan Yang Membedakan Si Berhasil dan Si Gagal

Written by Fikri Rasyid on January 11, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Success and Failures by Will Lion.

Success and Failures by Will Lion.

Mengapa ada orang yang berhasil dalam hidupnya, sedangkan ada orang yang tetap gagal dalam hidupnya? Padahal sumberdaya yang dimiliki sama. Apakah faktor finansial? banyak orang yang awalnya miskin namun akhirnya jadi miliarder. Kecerdasan? Banyak tuh orang yang tidak lulus sarjana namun sukses luar biasa. Kondisi fisik? Banyak juga orang yang sakit – sakitan, namun tetap menghasilkan sesuatu yang besar dalam hidupnya.

Lalu apa “kualitas” yang dimiliki si berhasil yang tidak dimiliki si gagal? Topik ini yang saya diskusikan dengan seorang yang sangat penting dalam hidup saya. Dan jawabannya, ternyata sederhana :

Kemampuan yang membedakan seseorang berhasil atau tidak adalah kemampuan “melihat” masa depan.

melihat-nya saya beri tanda kutip karena melihat disini lebih dari sekedar melihat, namun juga merasakan.

Satu hal yang sangat jelas membedakan orang yang berhasil dengan tidak, adalah orang yang berhasil terus berusaha sedangkan orang gagal menghentikan usahanya. Pertanyaannya adalah, mengapa orang yang berhasil sanggup bertahan dan melanjutkan usahanya padahal orang gagal menghentikan usahanya? Padahal dunia yang ditempati si berhasil dan si gagal kan sama? Dari mana si berhasil mendapatkan semangat untuk terus berusaha?

jawabannya adalah, karena si berhasil sudah “mengetahui” apa yang akan dia dapatkan jika dia terus melakukan satu hal, sedangkan si gagal tidak. Dari mana si berhasil “mengetahui”nya? Dia sanggup “melihat”nya. Dia mampu melihat masa depannya, dan meyakininya.

Pantaslah ada kalimat “visualisasi merupakan salah satu kemampuan terbesar manusia”.

Dan pantaslah Rhonda Bryne dalam The Secret menggambarkan betapa pentingnya visualisasi. Saya mulai mendapatkan gambaran lebih utuhnya sekarang.

Serangan Israel Ke Palestina : Skenario Apa Yang Sebenarnya Tengah Terjadi?

Written by Fikri Rasyid on January 4, 2009 filed under Analisa and tagged with , , , ,

Protest Against Israel. Image from looking4poetrys flickr account

Protest Against Israel. Image from looking4poetry's flickr account

Agresi Israel : Berdasarkan informasi yang kita semua dapatkan dari media, tindakan negara yang satu ini benar – benar tidak manusiawi. Hingga hari ini, lebih dari 500 warga sipil telah menjadi korban.

Pada entri kali ini saya tidak ingin memperbincangkan masalah “ketidak adilan” dan “kebiadaban” yang terjadi. Yang ingin saya bicarakan sekarang adalah, sebenarnya apa yang tengah terjadi?

Terkadang, cahaya di tampakkan ditengah kegelapan. Siang tadi, ketika saluran berita di TV menampilkan berita mengenai Palestina untuk kesekian kalinya, belahan otak saya yang lain menerka – nerka “skenario kehidupan yang sebenarnya” yang tengah terjadi. Bisa saja serangan Israel hanya merupakan “kulit” dari hal yang sebenarnya tengah terjadi kan? Setidaknya ada dua “skenario” yang terpikir oleh saya :

  1. Apakah serangan Israel ke Palestina untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap kejatuhan sistem ekonomi barat yang bersifat “Riba”?
  2. Apakah serangan israel merupakan tanda awal yang Tuhan berikan atas perubahan besar dunia?

Skenario yang pertama, berkenaan dengan kejatuhan ekonomi US akhir tahun 2008 lalu. Mungkinkah, karena kondisi US yang tengah sedemikian parah, dan akan semakin parah jika dunia mengetahuinya, lalu para “pemegang saham negara tersebut” mengalihkan perhatian dunia dengan menyerang negara tetangganya? Agar pemerintah US memiliki “waktu” dimana dunia sedang tidak memperhatikan kondisi ekonominya, lalu melakukan “perbaikan” yang mungkin “mengerikan” sekarang ini?

Skenario kedua, sebenarnya gabungan “perkiraan” yang ada mengenai “awal perubahan dunia”, perang akhir zaman, dan kabar kedatangan juru selamat yang pernah saya dengar – dengar. Jadi yang melintas di kepala saya mengenai skenario yang kedua ini adalah, peristiwa ini merupakan jawaban Allah atas do’a muslimin mengenai kebangkitan islam.

Seperti yang anda semua ketahui, kebangkitan hanya ada setelah keterpurukan yang amat sangat. Kalau kita lihat sejarah, Rasulullah diutus membawa perubahan gemilang ketika kondisi dunia sedang tidak ber moral dan parah  parahnya. Kita lihat sekarang, dunia sedang parah dan tidak bermoral kan?

Mungkin serangan tidak manusiawi israel kali ini merupakan awal kehancuran mereka. Mungkin kegetiran ini, merupakan cara Allah “memeringati umat-Nya” agar bersatu, dan memang akan segera bersatu tak lama kemudian. Mungkin dari sini, dunia semakin terpolarisasi ke dalam kutub – kutub, dan memberntuk sekat yang jelas. Mungkin dari hal ini, banyak hal – hal revolusioner bermunculan, dan perubahan ke arah yang lebih baik terjadi.

Hey, semua itu bisa jadi kan?

Itu HANYA perkiraan saya saja sih. Ketika saya mencoba “membaca” keadaan yang terjadi. Menurut anda?

Tentang Akhir Tahun 2008 : Serangan Israel Ke Jalur Gaza. Bagaimana menyikapinya?

Written by Fikri Rasyid on December 30, 2008 filed under Analisa and tagged with , , , ,

Lupakan sejenak selebrasi akhir tahun, lupakan pula berbagai acara akhir tahun 2008 yang akan segera kita lewati. Di akhir tahun ini, satu fenomena yang tidak bisa dikatakan beradab terjadi : serangan Israel ke jalur gaza, yang menewaskan lebih dari 300 WARGA SIPIL. Wanita dan anak – anak.

Serangan ini kontan menyulut berbagai unjuk rasa yang memprotes serangan biadab tersebut. Unjuk rasa atas serangan ini terjadi di seluruh dunia, dari iran, irak, dan timur tengah hingga negara – negara di eropa seperti prancis dan inggris. Dan kebanyakan, berakhir dengan ricuh.

Saya termasuk warga yang kurang suka dengan demo dan aksi turun ke jalan, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Namun ketika saya menyaksikan berita mengenai unjuk rasa tersebut, satu sudut pandang lain terbuka. Satu simpati pengunjuk rasa (unjuk rasa dan kemauan turun ke jalan, bukan ricuhnya) sebagai wujud solidaritas terhadap saudaranya warga negara palestina yang dirampas haknya oleh Israel.

Di luar segala sentimen SARA yang terjadi, menyerang warga sipil, terutama di lokasi publik seperti rumah sakit dan kantor layanan publik adalah sesuatu yang tidak beradab. Lihat betapa sakitnya keluarga yang ditinggalkan, ketika mereka memandang jenazah keluarganya yang menjadi korban serangan. Beberapa orang mungkin merasa tidak perduli dengan hal itu. “Apa urusannya denganku?”. Tolong ingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia. Segala sesuatu yang terjadi pada seseorang di muka bumi ini, dapat dialami pula oleh orang yang lain. Termasuk oleh anda, saya, dan kita semua. Hari ini mereka di palestina. Bagaimana jika berikutnya Indonesia?

Jika hari ini Israel menyerang wilayah sipil Palestina dan Dunia diam saja, bukan kah mungkin jika suatu saat setelah Palestina, mereka “memperluas” wilayah serangannya? Awalnya mungkin meyamping ke negara – negara timur tengah, tapi bukannya tidak mungkin berlanjut menyebrang, ke negara kita.

Pertanyaannya adalah, bagaimana sekarang kita menyikapinya. Apakah dengan turun ke jalan? Apakah dengan anarkisme terhadap kantor perwakilan PBB dan kedubes Palestina? Semua orang memiliki pilihan hidup yang berbeda.

We all need to answer it.

Dicap Gila dan Diremehkan : Salah Satu Tanda Kesuksesan

Written by Fikri Rasyid on December 12, 2008 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with ,

Pernah memiliki ide dan menyampaikannya kepada orang lain, lalu anda malah ditertawakan dan dicap gila?

“Ya ampun… ide seperti itu mana mungkin berhasil?”

Atau lebih parah lagi, anda menjalankan sebuah project yang anda paham memiliki prospek yang bagus setelah anda analisa. Namun ketika lingkungan anda melihat apa yang anda kerjakan dan anda mencoba menjelaskan apa yang anda jalankan, mereka malah berkata

“Udahlah, ngapain sih ngebuat yang aneh – aneh? Mana mungkin yang kaya gitu berhasi? *disertai tawa menghina* Sekarang mah yang pasti – pasti aja, beresin tuh sekolah cepet terus cari kerjaan!”

Atau mungkin, lingkungan anda mencap anda sebagai geek atau nerd atau bahkan freak karena anda selalu terlihat tekun mengerjakan sesuatu yang lingkungan anda belum dapat pahami dengan sepenuh hati anda?

Bersyukurlah.

Semua orang  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase ini sebelum sukses : fase di cap gila dan fase diremehkan.

Analisa baik – baik fase kehidupan tokoh favorit anda. Pasti anda akan menemukan fase dimana tokoh besar favorit anda dicap sebagai gila dan diremehkan sebelum mereka mencatatkan namanya dalam sejarah.

Copernicus dicap gila ketika mempublikasikan hukum heliosentris. di hukum mati malah.

Steve Jobs juga dicap gila dan diremehkan ketika hendak merilis iPod. Siapa yang percaya kotak persegi kecil tersebut akan mengalahkan supremasi sony walkman dalam pangsa pasar music gadget?

Bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah dicap gila dan diremehkan di masa – masa awal kenabiannya.

Jadi, sekali lagi Semua orang  besar yang tercatat namanya dalam sejarah, pasti akan mengalami fase di cap gila dan fase diremehkan sebelum sukses.

Karena mereka melakukan lebih dahulu sesuatu yang orang lain belum dapat pahami ketika mereka mengerjakan hal tersebut.

Sekarang, sudahkah anda dicap gila dan diremehkan?