“Beliin Dong”, Uang & Keahlian

Written by Fikri Rasyid on January 20, 2012 filed under Culture, Thought and tagged with , , , ,

The MacBook Pro & iPad 2. Adik kakak dari oom setip.

Ada satu ekspresi yang sering membuat saya heran: ekspresi “beliin dooong”.

Mana yang akan kamu pilih dari dua opsi ini: uang sepuluh juta, atau kemampuan untuk mendatangkan uang sepuluh juta? Uang sepuluh juta dibelikan MacBook Air satu biji juga habis. Kemampuan untuk mendatangkan uang sepuluh juta bisa mendatangkan uang sepuluh juta berkali-kali selama kemampuannya digunakan dengan cara dan di kesempatan yang tepat.

Yang perlu disadari: untuk mendapatkan kemampuan sepuluh juta diperlukan lebih dari ”sekedar” sepuluh juta. Ada banyak faktor yang terlibat: uang yang diinvestasikan untuk alat dan pembelajaran, waktu yang diinvestasikan untuk belajar, latihan dan praktek, perasaan yang diinvestasikan untuk bersabar, tidak menyerah saat belajar, memilih prioritas alih-alih ajakan untuk berhura-hura, dan masih banyak lagi.

Sekali lagi: kalau harus memilih, pilih uang sepuluh juta atau kemampuan untuk mendatangkan uang sepuluh juta?

Kalau pilih opsi kedua, pasti mulai bertanya: “bagaimana caranya ya?“.

Jadi, masih suka mengeluarkan ekspresi “beliin dong“?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

14 Responses for This Thought

  1. Kuswanto

    20 January 2012

    Yang menggunakan “Beliiin donk” bisa jadi belum punya pola pikir yang dewasa. Gw setuju 100% dengan apa yang lu tulis.

  2. Eki

    20 January 2012

    Saya memililih titik dua. :)
    I choose the colon …
    (Karena saya tidak bisa minta-minta dibelikan. Justru diminta membelikan.)

    • Fikri Rasyid

      21 January 2012

      The difference between Grownups VS Early Grownups :)

  3. Ashriyah

    20 January 2012

    Tentu pilih opsi yang kedua
    tapi… tetep aja yang seperti kaka bilang untuk mendapatkan kemampuan sepuluh juta diperlukan lebih dari ”sekedar” sepuluh juta.
    Terkadang itu yang sering menjadi permasalahan kebanyakan orang…

    • Fikri Rasyid

      21 January 2012

      Terkadang itu yang sering menjadi permasalahan kebanyakan orang…

      Lalu kalau begitu mau menyerah sama permasalahan dan tidak mau usaha? :)

  4. nindit

    20 January 2012

    Pasti pilih opsi dua lah. Biar kelihatan keren pemikirannya. Hahahhahahha.

    Kata orang di samping saya, untuk mendapatkan yang besar, perjuangannya juga lebih besar. Cita-citanya juga besar.

    Sederhana dari pemikiran saya. Harus balikin modal dulu.Lebih,dari modal, ya harus-harus.

    • Fikri Rasyid

      21 January 2012

      Eyyyaaaa #salahniat

      Balik modal itu harus dong. Saya jadi ingat aturan saya dalam membeli barang / gadget:

      HARUS BALIK MODAL. Jika keluar uang sekian juta untuk gadget A, gadget A tersebut harus bisa membantu menghasilkan minimal sejumlah sekian juta yang dikeluarkan. Idealnya bisa membantu menghasilkan lebih dari sejumlah itu sih.

      - Welcoming The iPad 2

  5. KANG PENDI

    20 January 2012

    mantapzzz salam kenal kang….saya sering bergentayangan disi….serta di blow up kunjungan baliknya ya….

    • Fikri Rasyid

      21 January 2012

      Oh, warga blowup juga ya? Saya tadi main ke blog-nya namun jarang sekali meninggalkan komentar XD

  6. Afief Ramadhan

    20 January 2012

    nice post…
    tentu kemampuan untuk mendatangkan 10 juta. Lalu sebagian disisihkan, untuk kemampuan lainnya. :)

    • Fikri Rasyid

      21 January 2012

      Lebarkan kemampuan, atau perdalam kemampuan yang sudah ada? ;)

  7. danny wilson

    22 January 2012

    kemampuan mengusahakan apa-apa yg dibutuhkan untuk suatu tujuan=kemandirian=pemberdayaan.

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.