Apa yang saya pelajari dari novel Laskar Pelangi

Written by Fikri Rasyid on October 12, 2008 filed under Analisa, Review and tagged with , ,

Ok, kata terlambat sudah tidak cocok lagi disebutkan untuk saya yang baru membaca novel ini. SANGAT TERLAMBAT lebih cocok. Jadi teringat perkataan seseorang : “Hari gini baru baca laskar pelangi?” ahaha. :D

sudah sedari dua tahun lalu seorang teman merekomendasikan buku ini. Namun entah mengapa, saat itu sense membaca novel saya sedang kurang baik. Padahal saya merupakan tipikal orang yang menghabiskan Angels And Demons Dan Brown dalam satu hari saja : Gila baca tingkat tinggi. :P

Namun gegap gempita versi layar lebarnya mulai menggelitik saya. karena sistem nilai saya menganggap menyaksikan film adaptasi sebelum membaca novelnya kurang etis, akhirnya kata sangat terlambat tadi bukan masalah. saya lahap juga novel tersebut. Ya, memang sebuah karya tulis yang sangat menarik. 5 jam cukup untuk membaca keseluruhan novel tersebut. Dan diluar konten novelnya yang menarik, saya menemukan satu hal yang jauh – jauh lebih menarik lagi :

Style & Pattern Of Writing
.

Semenjak membaca Hypnotic Writing nya Joe Vitale, saya jadi sering mencoba membedah tulisan. dan kesimpulan saya, ( kalau ada yang berkecimpung dibidang kepenulisan tolong koreksi jika ada yang kurang tepat ), Gaya dan pola tulisan Novel Laskar Pelangi : deskriptif secara visual – teknikal -  emosional.

Deskriptif : gaya bahasa yang “memberikan penjelasan secara detil terhadap sesuatu objek”
Visual : Mendeskripsikan secara detil objek – objek yang tertangkap oleh panca indera bernama mata
Teknikal : Penggunaan istilah -istilah teknis, disertai penjelasan yang bersifat poetic
Emosional : penggambaran emosi yang dialami karakter secara tepat sehingga membuat pembaca mampu merasakan emosi yang tengah dialami karakter.

Saya pikir – pikir, gaya menulis ini memiliki kesamaan pola dengan gaya menulis yang juga digunakan pada novel – novel best seller kelas dunia seperti Harry Potter-nya J.K. Rowling, dan The Da Vinci Code-nya Dan Brown. Keduanya menggairahkan pembaca dengan interpretasi mata kedalam tulisan, istilah – istilah teknikal yang mempesona dan membuka wawasan, dan melibatkan emosi pembaca dengan baik.

Bagaimana menurut anda?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu.

5 Responses for This Thought

  1. a.m.

    16 October 2008

    hal yang menonjol dilaskar pelangi bagi saya adalah, dalam kesederhanaan mereka masih bisa mengukir sebuah prestasi dan semangat pantang menyerah.

    btw dah nonton filmnya blom :) , salam kenal yach.

    • Fikri Rasyid

      17 October 2008

      saya sudah nonton filmnya. dan seperti film adaptasi lainnya, saya merasa lebih “liar” ketika membaca novelnya. :)

      Walaupun begitu, film laskar pelangi tetap awesome. di tengah gempuran film2 homogen di industri film indonesia, film ini muncul dengan menawarkan kesederhanaan. :)

      Salam kenal juga :)

  2. shera

    18 December 2008

    assalamu’alaikum

    setelah saya membaca dan nonton laskar pelangi
    saya begitu terharu
    banyak pelajaran dan hikmah yang diambil
    cita – cita yang penuh dengan perjuangan yang sangat tinnggi,semangat pantang menyerah,hanya dalam kesederhanaan mampu bersaing dengan orang2 yang lebih kaya,jadikan hidup ini lebih berarti

    saya sangat mengagumi karya Andrea hirata,
    saya pengen belajar banyak tentang orang disekeliling kita
    yang sering dipandang sebelah mata,padahal mereka itu mempunyai banyak kelebihan,saya salut

    wassalamu’alaikum

  3. abduhradar

    03 March 2009

    turut kasih masukan dong buat novelku yg kuposting dalam blog

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.