Fikri Rasyid

3 Hal Yang Membuat The Lost Symbol Menarik

Dipublikasikan pada January 29th, 2010 dan ditulis dengan kategori Review dan ditag dengan tag , , , ,

The Lost Symbol

Setelah dua buku non fiksi Outliers dan Crowd – Marketing Becomes Horizontal, kali ini saya berkesempatan untuk membaca buku fiksi (yang katanya) paling fenomenal di awal tahun 2010: The Lost Symbol. Sebuah novel thriller berbasis fakta karangan Dan Brown, merangkap sekuel The Da Vinci Code yang dinanti-nanti. Awalnya saya agak skeptis dengan novel ini mengingat alur cerita yang cenderung sama antara The Da Vinci Code, Deception Point, Angels & Demons, Digital Fortress yaitu karakter antagonis yang diungkapkan diakhir cerita merupakan karakter protagonis yang sepanjang jalan cerita “terlihat baik”.

Setelah membaca habis The Lost Symbol, skeptisme saya ternyata (cukup) tidak terbukti. Berikut ini 3 alasan mengapa The Lost Symbol menarik untuk dibaca:

Thriller ala Dan Brown

Perlu kita akui bahwa Dan Brown sangat cerdik dalam merangkai kata, menyelipkan fakta dan membuat pembaca penasaran. Saya sampai tidak bisa meninggalkan buku ini sampai habis karena terus tergerak untuk membuka halaman demi halaman ‘petualangan semalam Robert Langdon’ saking penasarannya. Dan Brown dengan jeli memotong adegan-adegan penting dan membawa kita dalam alur maju mundur yang sangat memikat.

Pattern cerita yang berbeda

Yap, sebelumnya saya merasa alur cerita Dan Brown begitu-begitu saja. Undangan tiba-tiba, dipaksa memecahkan kode, analisa simbol-simbol, flashback ke kelas harvard, dan karakter antagonis yang tiba-tiba muncul dari karakter yang sebelumnya saya kira protagonis. The Lost Symbol berbeda. Well, meskipun awal cerita dibuka dengan cara yang sama dengan novel-novel sebelumnya, pertukaran antagonis dan protagonis tersebut tidak terjadi dalam novel ini.

Maksud tersirat ala Dan Brown

Yang saya tangkap dari buku ini, Dan Brown dengan cerdas mencoba menyampaikan pesan ‘kembali kepada Tuhan’ melalui dialog-dialog cerdas melalui simbol-simbol yang diungkapkan Robert Langdon yang tidak percaya kepada eksistensi Tuhan. Fakta-fakta yang melatari plot The Lost Symbol bahkan membuat pesan yang tersirat ini menjadi lebih menarik.

******

Overall, The Lost Symbol is worth to read. Saya suka sekali cara Dan Brown menyelipkan ‘pesan’ melalui dialog-dialog berbasis fenomena ilmiah yang digunakan dalam buku ini. Saya jadi terbersit pikiran bahwa karya sastra merupakan medium yang sangat tepat untuk memahamkan pembaca atas satu konsep. Akuilah, karya tulis ilmiah membosankan. Jika skripsi ditulis dalam kemasan produk karya sastra mungkin akan sangat menarik ya? Konsep-konsep yang cenderung sulit dicerna menjadi lebih mudah dicerna melalui medium dialog antar tokoh. Karya yang akan memicu kreativitas otak kanan untuk membalut analisa otak kiri dengan estetika.

Oke, cukup bagi saya untuk bercerita. Sekarang giliran anda: ada yang sudah membaca The Lost Symbol? Apa pendapat anda?

P.S:

Ngomong-ngomong, jika ada paket perjalanan wisata mengunjungi situs-situs yang berada dalam cerita Dan Brown akan sangat menarik sekali ya? Bagaimana thelostsymbolindonesia? Mungkin ini akan menjadi ide bisnis yang menarik :D

32 Responses to 3 Hal Yang Membuat The Lost Symbol Menarik

  1. waH . .
    Lebih seru dari da Vinci Code ?
    biSa dimasukin daftar buku ‘wajib baca’ niH. .

    Oya kaK,
    Dan Brown itu atheis pa bukan ?
    aDa yang bilang, atheis bukannya tidak percaya tuhan..tapi tidak percaya agama, ,
    maNa yang benar kaK ? Percaya Tuhan tapi tidak percaya agama atau tidak percaya keduanya ?

  2. eH, kaK . .
    pertanyaan yang di topik “cita-cita:apa yang benar-benar anda inginkan” dijawab duNk, ,

  3. Saya mah gak sabar menunggu filmnya aja. Hehe

  4. bener banget tuh. The Last Symbol jadi buku tercepat dalam bahasa inggris yang saya baca. hahaha. sampe gak bisa tidur dengan tenang sebelum beres.

    saya juga mau ikutan ah kalo ada wisata objek2 di the last symbol. soalnya Dan Brown bikin tempat2nya jadi keliatan sangat menarik. bahkan saya sampe googling dengan keyword nama2 objek di The Last Symbol.

  5. sebenrenya pengen beli .. cuma bukunya lumayan mahal.
    eh … salam kenal dulu ya mas (maaf lupa)

    • salam kenal juga.

      yap, lumayan juga sih, 100ribuan. tapi bukankah mahal dan murah itu relatif, tergantung nilai fungsinya? ;)

  6. makasiH tas jawabannya kaK,
    moga kaKak gak bosan ja direcoki pertanyaan iNa,
    heE. . .

  7. Suwe ora moco Novel…. :(

  8. Dari kemaren mau beli ga jadi2, besok jadiin deh hehehe

  9. wah, jadi pengen baca. tapi belom punya bukunya..

  10. hu uh mas , keren banget sayang kalau g baca

  11. Dan Brown, genius writer!!!

  12. hiks.. lg kumpulin duit ni buat beli nih buku.. hehe

  13. kayaknya menarik,.. moga aja bukunya tersedia di perpusda Demak. Siap2 hinting nih…

    Skripsi bergaya non fiksi seru juga. :)

  14. ya sih kak, tp low harganya mahal kyak gto… byar kul pke apaan dumx…..
    sbenernya pgen bgt baca bkunya, ayo sih kak sharing critanya (isi) jga…
    eh ya kak namane kakak kyak adekku lho hahahaha (ga penting banget yaw….

  15. Bro mampir perdana di sini. Review nya menari, simpel, dan lugas.

    Kalau saya sendiri setelah menbaca novel ini kok ya agak illfeel ya. Karena sepertinya plot terlalu datar dan nggak ada klimaksnya.

    Sampai halaman terakhir saya jadi agak kecewa karena tidak menemukan sesuatu yg mengejutkan.

    Saya mau ambil reviewnya untuk di repost di blog saya ya. Thanks dan salam kenal :)

  16. seru sichhh…
    awalnya mo buat skripsi..
    tapi… menyentuh religi… Piramida yang bungkusan berbentuk kubus ternyata menjadi Salib…

  17. Sebenarnya kehidupan kita dipengaruhi oleh sebuah “ordo”. Itulah pesan yg saya tangkap dari novel2nya Dan Brown. :)

  18. udah ada yg bhs indo?

  19. bagus buanget…..ga rugi deh beli mahal2…..ya gak mas…

  20. Anda suka nulis juga ya… kelihatan tuh dari gaya tulisannya :-) Salam kenal

  21. dan memang begitu adanya kan? ;)

  22. Pingback: The Lost Symbol (spoiler) … Tour Keliling Kota Washington? | ImanSulaiman.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tutup Panel Samping

Percakapan saya di twitter

Mari berjejaring di facebook

Fikri Rasyid on Facebook

Berlangganan tulisan baru saya. Gratis.

via RSS Feed:

http://feeds.feedburner.com/FikriRasyid

via email:

Masukkan alamat email anda dan tekan tombol "berlangganan". Setiap kali saya menerbitkan tulisan, anda akan mendapatkannya langsung di inbox email anda

Yang saya bahas di blog ini:

Bali Blogging Buku Definisi Dijual Golden Ways Google Habit ide Joomla Kebahagiaan Kebijaksanaan Kehidupan Kesehatan Konsep Kontes Berpikir Kritis Navinot 2009 Liburan Liqo Mario Teguh Marketing Masa Depan MLM Movie Musik Nostalgia Opini Pasangan Pendidikan Pengalaman Perbedaan Perubahan PIMNAS PIMNAS 2010 Rahasia Relationship Renungan Review Sikap Tips Tung Desem Waringin TV Vespa Web Apps Web Design Wordpress Theme

Komentar terbaru