Posts published on 2009 August

Tentang Malaysia: Pendapat Saya Tentang Aksi Klaim Mereka dan Amarah Masyarakat Kita

Written by Fikri Rasyid on August 29, 2009 filed under Analisa and tagged with

 Malaysia vs Indonesia from glennguan

Malaysia vs Indonesia from glennguan

Kembali negara tentangga kita meng-klaim hasil budaya indonesia sebagai budaya mereka. Masyarakat mengamuk. Protes dimana-mana. Pemerintah didesak untuk menggugat. Ranah maya dibanjiri kata-kata makian. Bahkan salah satu forum hingga disorot media massa karena mencaci lagu kebangsaan.

Gerah sekali.

Di ranah maya, gesekan dengan negara tetangga ini sudah bukan barang baru. Anda semua pasti tahu. Namun semenjak isu klaim ini meluas, gesekan jenis ini menjadi semakin memanas. Di jaringan facebook saya, entah ada berapa status (dan juga notes) yang membahas hal ini. Dari pendapat kritis hingga makian. Dari saran hingga hujatan (meskipun lebih banyak hujatan sih, you-know-it). Itu baru di facebook. Belum di twitter, plurk, dll.

Pendapat saya mengenai kasus ini

Read More

Tentang Perbedaan & Keberagaman: Satu Hal Yang Mengindahkan Dunia

Written by Fikri Rasyid on August 24, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , , , , ,

Note: Post ini merupakan entri yang saya tulis untuk mengikuti Pesta Blogger Writing Contest 2009.

 Belfast-Differences from motorpsykhos

Belfast-Differences from motorpsykhos

Ada satu hal yang sangat mencolok dari Indonesia: Keberagaman. Bangsa ini dihuni oleh entah berapa ribu etnis suku bangsa, entah berapa belas ribu pulau, entah berapa ribu bahasa daerah, dan entah berapa milyar perbedaan.

Dari sudut pandang tertentu, orang berkata bahwa perbedaan ini sungguh menyulitkan: Ada banyak hal yang harus di pahami, ada begitu banyak perbedaan yang menuntut untuk dimengerti, ada begitu banyak tradisi yang memaksa untuk dipelajari, ada begitu banyak aturan yang harus disesuaikan, ada jutaan kepentingan yang harus diakomodir,  dan lain lain sebagainya.

Read More

Tentang Pencapaian Cita-cita: Bagaimana Penyangga Waktu (buffer of time) Bekerja

Written by Fikri Rasyid on August 22, 2009 filed under Analisa, Music, Pengembangan Diri and tagged with , , , , , , ,

…but there is a time lag so we sometimes don’t see the causative link as clearly as we should.

it Refered to by Abe as the buffer of time.

 Lauras dreams come true from tompagenet

Laura's dreams come true from tompagenet

Izinkan saya bercerita: kurang lebih tiga tahun lalu, ketika saya tengah kelas 12 sekolah menengah atas, bermain musik dalam sebuah band adalah salah satu aktifitas favorit saya sebagai remaja.

Dan sebagai sebuah band, ada satu hal yang sangat saya idam-idamkan ketika itu: merekam lagu saya sendiri. Hal tersebut membuat saya mulai mengumpulkan informasi mengenai recording ketika itu. Kabar baiknya: biaya recording semakin murah seiring dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini.

Kabar buruknya: tiga tahun lalu, dengan semua informasi yang telah saya kumpulkan, saya dan band saya tidak jadi recording.

***********

Read More

Tentang Salah Satu Rahasia Kemakmuran: Kekuatan Relasi

Written by Fikri Rasyid on August 20, 2009 filed under Analisa, Bisnis, Pengembangan Diri and tagged with , , , ,

 Hold the line from AnyaLogic

Hold the line from AnyaLogic

Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa kawan lama saya bertemu di acara pernikahan teman SD kami. lama tak bertemu, kami pun berbincang-bincang. Hal yang menarik dari perbincangan tersebut adalah, ada satu poin dari perbincangan tersebut yang menginspirasi saya. Mengenai rahasia kemakmuran.

“Ah, saya mah ingin punya banyak sahabat dekat di kampus ini uy” – ujar teman saya

“Hmm.. kalau saya sih sahabat dekat tidak usah terlalu banyak , 10 sampai 100 sahabat baik cukup lah. Yang harus banyak sekali itu relasi. Orang yang tau siapa dan apa yang bisa kita lakukan untuk mereka, dan mereka mempercayai kita”

Aha. Ini dia poin pentingnya.

Read More

Tentang Perubahan: Nothing Last Forever

Written by Fikri Rasyid on August 15, 2009 filed under Analisa, Pengembangan Diri and tagged with , , , , ,

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

nothing-lasts-forever-final from long_phung_phi_tuong

It’s been a while since i wrote the last post. Ada banyak hal yang terjadi: recording salah satu lagu yang saya tulis, trip ke Malaysia, dll. FYI, untuk tahu lagu yang saya tulis kemarin, anda bisa download disini: Cliche (Promosi mode:on) :P

Pagi ini saya mulai dengan satu pikiran sederhana yang terus berpendar sedari kemarin: tentang keterbatasan dan perubahan. Tentang bagaimana segala sesuatu yang ada di dunia terus berubah, dan memiliki keterbatasan waktu.

Read More

Tentang Hal-Hal yang Tidak Sekolah Ajarkan Pada Muridnya

Written by Fikri Rasyid on August 4, 2009 filed under Analisa, Pendidikan and tagged with , , , ,

Pernahkah anda menghitung berapa banyak waktu yang manusia modern habiskan untuk sekolah? Dengan mengambil asumsi umum standard pendidikan hingga sarjana dengan estimasi lulus dalam empat tahun, maka:
Taman Kanak-Kanak: 2 Tahun
Sekolah Dasar: 6 Tahun
Sekolah Menengah Pertama: 3 Tahun
Sekolah Menengah Atas: 3 Tahun
Perguruan Tinggi: 4 Tahun
TK + SD + SMP + SMA + PT = 18 Tahun
So, what’s the matter?
Pertanyaan pentingnya adalah, berapa banyak dari yang kita pelajari selama 18 tahun tersebut yang kita aplikasikan dalam hidup kita?
Agak aneh juga membayangkan bagaimana 18 tahun dalam kehidupan kita, kita di jejali berbagai pengetahuan dan teori yang “akan berguna di masa hadapan” tanpa diajari hal-hal yang “sangat berguna dan penting di masa kini dan di masa hadapan”.
Coba perhatikan:
Kita diajari berbagai teori ekonomi dan usaha di bangku sekolah menengah tapi tidak sedikitpun diajari cara mengelola keuangan pribadi, cara mengalokasikan dana yang dimiliki, cara mencari dana atas ide usaha yang kita miliki, dll.
Kita diajari biologi namun tidak diajari bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tersebut: Bagaimana pola makanan yang baik, bagaimana tidur yang baik, dll.
Kita diajari sikap-sikap terpuji di Pendidikan Kewarganegaraan tetapi tidak diajari bagaimana caranya me-manage konflik, berurusan dengan pemerintah, dll.
Sederhananya, saya merasa pendidikan kita kurang aplikatif ya. Banyak pertanyaan-pertanyaan sederhana dalam hidup yang bahkan tidak dijelaskan sama sekali dalam sistem pendidikan yang menghabiskan entah berapa milyaran rupiah tersebut. Pertanyaan sederhana yang saya yakin hadir di setiap kehidupan:
Bagaimana caranya menjadi kaya
Bagaimana caranya mengelola keuangan
Bagaimana caranya memiliki rumah sendiri
Bagaimana caranya mencintai
Bagaimana caranya membangun hubungan baik dengan orang lain
Bagaimana caranya membuat orang lain sependapat dengan kita
Bagaimana caranya memiliki hidup yang bahagia
Bagaimana caranya mewujudkan impian menjadi kenyataan
Bagaimana pola makanan yang teratur agar terhindar dari penyakit degeneratif
Bagaimana caranya memperbesar lingkaran perkawanan
Bagaimana caranya membuka usaha sendiri
Bagaimana caranya berkenalan
Bagaimana cara belajar yang efektif
dan ribuan “bagaimana caranya” yang lain. NOTE: Silahkan sampaikan “bagaimana caranya” yang ingin anda ketahui jawabannya versi anda di kolom komentar)
Got what i mean?
Rasanya banyak sekali pertanyaan sangat esensial malah terpaksa kita temukan sendiri dengan Trial and Error. Saya membayangkan betapa segalanya akan lebih efisien jika sistem pendidikan menjawab pertanyaan-pertanyaan esensial tersebut, dan betapa lompatan besar peradaban bisa tercipta karena berbagai hal yang bersifat fundamen tersampaikan secara lebih efektif alih-alih membiarkan generasi muda melakukan proses trial n error untuk sesuatu yang sebenarnya bisa tidak di trial n error-kan.
Bagaimana pendapat anda?
P.S.
Hmm.. Saya harap saya bisa menciptakan sistem yang menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.
VIA Information PC for education by viagallery.com

VIA Information PC for education by viagallery.com

Pernahkah anda menghitung berapa banyak waktu yang manusia modern habiskan untuk sekolah? Dengan mengambil asumsi umum standard pendidikan hingga sarjana, maka:

  • Taman Kanak-Kanak: 2 Tahun
  • Sekolah Dasar: 6 Tahun
  • Sekolah Menengah Pertama: 3 Tahun
  • Sekolah Menengah Atas: 3 Tahun
  • Perguruan Tinggi: 4 Tahun

TK + SD + SMP + SMA + PT = 18 Tahun

Kita menghabiskan 18 tahun untuk pendidikan formal.


So, what’s the matter?

Pertanyaan pentingnya adalah: berapa banyak dari yang kita pelajari selama 18 tahun tersebut yang kita aplikasikan dalam hidup kita?

Agak aneh juga membayangkan bagaimana 18 tahun dalam kehidupan kita, kita di jejali berbagai pengetahuan dan teori yang “akan berguna di masa hadapan” tanpa diajari hal-hal yang “sangat berguna dan penting di masa kini dan di masa hadapan”.

Read More