1945: Jepang & Indonesia

Written by Fikri Rasyid on February 19, 2012 filed under Thought and tagged with , ,

Saya tidak setuju jika ada yang bilang…

Tahun 1945, Indonesia dan Jepang berada di kondisi yang sama: sama-sama hancur karena perang dunia ke-2. Sekarang Jepang maju sekali sementara Indonesia sekarang anda tahu sekali.

… dan menggunakan retorika ini untuk menjelaskan keterbelakangan pencapaian Indonesia.

IMO, Indonesia dan Jepang sama-sama berada dalam kondisi pasca-perang dunia ke 2, namun kondisi Jepang dan Indonesia TIDAK SAMA:

  1. Jepang dipimpin oleh dinasti kekaisaran yang tidak pernah berubah selama entah berapa ratus tahun (Well sekarang kekaisaran lebih ke simbol negara sih – CMIIW). Kamu bisa hitung dalam 100 tahun terakhir ada berapa kali perpindahan ‘kekuasaan‘ di Indonesia baik secara paksa ataupun tidak.
  2. Definisi “Jepang” di tahun 1945 dan tahun sebelum-sebelumnya hingga sekarang relatif sama. Definisi Indonesia di tahun 1945 berubah-berubah. AFAIK, wilayah Indonesia awalnya meliputi “bekas jajahan belanda”, sempat menyusut hanya sebatas jawa dan bahkan jogjakarta, lalu ditambah Papua barat, lalu mencaplok Timor-timor, lalu kehilangan timor-timor.
  3. Luas wilayah Jepang dan Indonesia berbeda JAUH.
  4. Jumlah penduduk Jepang dan Indonesia berbeda JAUH.
  5. Latar belakang masyarakat Jepang homogen, Indonesia sangat beragam.
  6. Latar budaya masyarakat Jepang homogen, Indonesia sangat beragam.

Masihkah kamu menggunakan retorika “di tahun 1945, Indonesia dan Jepang berada di kondisi yang sama“?

About The Author

Fikri Rasyid - I speak HTML + CSS + jQuery, breath in world wide WordPress-land and currently pursuing my bachelor degree majoring English Education at Indonesia University of Education. Google my name for more information about me.

Subscribe Through Email - Powered by Feedburner

Ketikkan alamat email kamu dan tekan tombol subscribe. Kapanpun saya mempublikasikan tulisan disini, tulisan tersebut akan terkirim ke alamat email kamu. GRATIS!!

3 Responses for This Thought

  1. angga

    20 February 2012

    Wah.. mencoba memandang dari sisi yang berbeda. Saya setuju.

  2. kun

    26 February 2012

    Tajam… salam kenal

The comment is closed

Untuk mencegah spamming dan komentar yang tidak relevan, area komentar untuk tulisan yang dipublikasikan lebih dari 30 hari saya tutup. Jika ada yang ingin kamu sampaikan berkenaan dengan tulisan ini, silahkan sampaikan melalui twitter atau facebook.